Wawasan
Bedah 10 Partai Gagal Parlemen 2024 dan Peluangnya di 2029

Nol Kursi di Senayan, 2.395 Kursi di Daerah: Membedah Sepuluh Partai Non-Parlemen Menuju 2029
Sepuluh partai gagal masuk DPR pada 2024 dan sering disebut habis. Kenyataannya mereka masih memegang ribuan kursi di daerah, dan pada November 2025 dua belas partai membentuk satu poros bersama untuk menurunkan ambang batas. Laporan ini membedah kesepuluhnya satu per satu, lengkap dengan kekuatan, kelemahan, batas atas suara, dan saran yang bisa mereka kerjakan.
Pada 20 Maret 2024, Komisi Pemilihan Umum menetapkan hasil Pemilu 2024 dan sepuluh dari delapan belas partai peserta dinyatakan tidak memperoleh kursi DPR. Sejak hari itu kesepuluh partai tersebut biasanya disebut dalam satu tarikan napas sebagai partai yang tersingkir. Sebutan itu benar untuk Senayan, dan menyesatkan untuk hampir semua hal lain.
Sebab pada pemilu yang sama, kesepuluh partai itu memenangi 209 kursi DPRD provinsi dan 2.186 kursi DPRD kabupaten kota. Jumlahnya 2.395 kursi, tersebar dari Sumatra Utara sampai Papua Pegunungan. PPP sendiri memegang 849 kursi kabupaten kota dan hadir di DPRD 29 provinsi. Artinya yang runtuh pada 2024 bukan organisasi mereka, melainkan kemampuan mengubah suara nasional menjadi kursi nasional.
Ada satu peristiwa yang jarang masuk pemberitaan besar tetapi mengubah cara membaca semuanya. Pada 25 September 2025 dua belas partai non-parlemen membentuk Sekretariat Bersama Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat, lalu mendeklarasikannya secara resmi pada 22 November 2025 di Jakarta. Agendanya tunggal dan terbuka, yaitu menurunkan ambang batas parlemen menjadi satu persen, dan sebagian pengurusnya bahkan menyebut nol persen. Untuk pertama kalinya sejak reformasi, partai partai yang biasa bersaing memperebutkan ceruk yang sama duduk di satu meja karena satu kepentingan yang sama.
Peta itu bergerak lagi pada pertengahan 2026. Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting yang digelar 5 sampai 19 Juli 2026 memperlihatkan urutan yang berbeda dari hasil pemilu. PSI naik ke 4,1 persen, Perindo naik ke 2,2 persen, sedangkan PPP jatuh ke 1,3 persen atau turun 2,6 poin, penurunan paling tajam di antara seluruh partai dalam survei tersebut. Setelah golput sebesar 25,9 persen dikeluarkan dari penyebut agar sebanding dengan suara sah, angkanya menjadi 5,5 persen untuk PSI, 3,0 persen untuk Perindo, dan 1,8 persen untuk PPP. Angka inilah yang dipakai sebagai titik awal skenario pada setiap profil di laporan ini, sebab hasil 2024 sudah berumur dua tahun.
Laporan ini membedah kesepuluh partai satu per satu dengan urutan ruas yang sama persis, agar bisa dibandingkan secara jujur. Setiap partai memperoleh identitas, riwayat, tokoh kunci, basis wilayah, analisis kekuatan dan kelemahan, papan skor, batas atas suara, sikapnya soal ambang batas, saran strategis, sampai uji balik terhadap penilaian kami sendiri. Empat partai baru yang lahir sepanjang 2025 dan 2026 tidak dibahas di sini, karena alat ukurnya berbeda dan mereka belum pernah menghadapi satu pun pemilu. Mereka dibedah pada bagian kedua laporan ini.
Tiga catatan metode perlu disampaikan lebih dulu. Pertama, Komisi Pemilihan Umum menerbitkan suara nasional dan alokasi kursi DPRD, tetapi tidak menerbitkan rincian suara DPR per provinsi untuk setiap partai kecil secara sistematis, sehingga untuk memetakan wilayah kekuatan kami memakai jumlah kursi DPRD sebagai perkiraan yang dapat diverifikasi. Kedua, seluruh skor kelayakan, ancaman, dan batas atas suara adalah penilaian analitik Tim Head Politika, bukan angka resmi lembaga mana pun, dan cara penyusunannya dibuka pada catatan metodologi. Ketiga, kami sengaja membuang satu sumber angka yang beredar luas, yaitu daftar kursi DPRD kabupaten kota yang menyebut PPP 954 dan Hanura 746, karena angka itu ternyata data Pemilu 2019 dan masih memuat PKPI serta Berkarya yang tidak ikut Pemilu 2024.
Poin Penting dalam 30 Detik
- Kalah di pusat, bertahan di daerah. Sepuluh partai ini memperoleh nol kursi DPR tetapi memenangi 209 kursi DPRD provinsi dan 2.186 kursi DPRD kabupaten kota. Delapan di antaranya punya kursi DPRD provinsi, hanya Partai Buruh dan Partai Ummat yang benar benar nol.
- Dua partai berhenti tepat di depan pintu, dan sekarang posisinya bertukar. Pada 2024 PPP meraih 3,87 persen dan PSI 2,80 persen, dan keduanya menguasai 59 persen dari seluruh suara yang terbuang. Survei SMRC Juli 2026 membalik urutannya, yaitu PSI naik ke 4,1 persen sementara PPP jatuh ke 1,3 persen.
- Mereka kini bergerak sebagai satu poros, bukan sepuluh partai terpisah. Sekretariat Bersama Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat berisi dua belas partai, dibentuk 25 September 2025 dan dideklarasikan 22 November 2025, dengan tuntutan ambang batas satu persen. Inilah perubahan terbesar sejak kegagalan 2024.
- Mesin dan magnet tidak berada di partai yang sama. PPP memegang mesin daerah terbesar tetapi tidak punya tokoh nasional muda. PSI punya akses sumber daya dan nama besar tetapi kursi daerahnya seperlima PPP. Tidak satu pun memiliki keduanya sekaligus.
- Dua partai yang dianggap hampir mati justru masih bermesin. PBB memegang 12 kursi DPRD provinsi dan 164 kursi kabupaten kota di bawah ketua umum baru Gugum Ridho Putra sejak Januari 2025. Hanura memegang 42 dan 486 kursi, dengan satuan tugas yang menargetkan konsolidasi struktur rampung September 2026.
- Nasib mereka ditentukan pihak lain. Angka ambang batas baru ditetapkan DPR, yaitu lembaga yang seluruh anggotanya berasal dari partai yang sudah lolos. Usulan yang beredar berkisar dari nol persen sampai lima, enam, bahkan tujuh persen berjenjang, dan Golkar mengusulkan empat sampai enam persen berjenjang sementara NasDem mengusulkan naik ke 5,5 sampai tujuh persen. Selama angka itu belum ada, setiap hitungan kursi menuju 2029 hanya skenario.
Angka pada ringkasan ini bersumber pada Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 360 Tahun 2024, putusan Mahkamah Konstitusi, keterangan resmi partai, dan hitungan Perludem. Rincian beserta tautan tiap sumber tersedia pada daftar sumber di bagian akhir.
Sepuluh partai, tiga cara melihatnya
Tabel berikut memuat kesepuluh partai dengan urutan tetap berdasarkan perolehan suara nasional 2024. Pilih salah satu dari tiga tampilan untuk melihat sisi yang berbeda, yaitu perolehan suara dan kursi, kepemimpinan mutakhir, lalu status dan langkah nyata menuju 2029.
| Partai | Suara 2024 | Persen | Kursi DPR | DPRD provinsi | DPRD kab kota | Provinsi terkuat |
|---|---|---|---|---|---|---|
PPP | 5.878.777 | 3,87 | 0 | 83 | 849 | Sulawesi Selatan, 8 kursi |
PSI | 4.260.169 | 2,80 | 0 | 33 | 149 | DKI Jakarta, 8 kursi |
Perindo | 1.955.154 | 1,28 | 0 | 31 | 349 | Papua Pegunungan, 4 kursi |
Gelora | 1.281.991 | 0,84 | 0 | 1 | 72 | Papua Pegunungan, 1 kursi |
Hanura | 1.094.588 | 0,72 | 0 | 42 | 486 | Sumatra Utara dan Maluku Utara, 5 kursi |
Buruh | 972.910 | 0,64 | 0 | 0 | 11 | Tidak ada kursi DPRD provinsi |
Ummat | 642.545 | 0,42 | 0 | 0 | 20 | Tidak ada kursi DPRD provinsi |
PBB | 484.486 | 0,32 | 0 | 12 | 164 | Sulawesi Tenggara, 4 kursi |
Garuda | 406.883 | 0,27 | 0 | 3 | 34 | Maluku Utara, Papua Tengah, Papua Pegunungan, 1 kursi |
PKN | 326.800 | 0,22 | 0 | 4 | 52 | Papua Pegunungan, 2 kursi |
| Sepuluh partai | 17.304.303 | 11,4 | 0 | 209 | 2.186 | Tersebar di 29 provinsi untuk PPP |
Penjumlahan suara kesepuluh partai menghasilkan tepat 17.304.303, sama dengan angka suara tidak terkonversi yang dihitung Perludem. Kursi kabupaten kota PPP tercatat 849 pada tabel ringkasan dan 850 pada baris total di sumber yang sama, selisih satu kursi yang kemungkinan berasal dari pergantian antarwaktu. Sumber: rekapitulasi berbasis Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 360 Tahun 2024.
| Partai | Ketua umum saat ini | Sejak | Forum penetapan | Catatan penting |
|---|---|---|---|---|
PPP | Muhamad Mardiono | Okt 2025 | Muktamar X, 27 sampai 28 September 2025 | Berujung dua klaim kepemimpinan, diselesaikan lewat rekonsiliasi. Agus Suparmanto menjadi wakil ketua umum, Taj Yasin sekretaris jenderal |
PSI | Kaesang Pangarep | Jul 2025 | Kongres di Solo, 20 Juli 2025 | Terpilih lewat pemungutan suara elektronik dengan 102.868 suara atau 65,28 persen. Raja Juli Antoni sekretaris jenderal |
Perindo | Angela Tanoesoedibjo | Jul 2024 | Penyerahan jabatan oleh pendiri | Hary Tanoesoedibjo menjadi Ketua Majelis Persatuan Partai dan menyatakan tetap aktif menuju 2029 |
Gelora | Anis Matta | Des 2024 | Musyawarah Nasional I, 8 Desember 2024 | Terpilih aklamasi. Anis Matta menjabat Wakil Menteri Luar Negeri dan Fahri Hamzah Wakil Menteri Perumahan |
Hanura | Oesman Sapta Odang | Agu 2024 | Musyawarah Nasional di Bali, 18 sampai 20 Agustus 2024 | Terpilih aklamasi. Kepengurusan 86 orang dikukuhkan 26 April 2025 dan partai menyatakan mendukung pemerintahan Prabowo |
Buruh | Said Iqbal | Jan 2026 | Kongres V, 22 Januari 2026 | Terpilih kembali untuk periode 2026 sampai 2031. Ferri Nuzarli sekretaris jenderal |
Ummat | Ridho Rahmadi | 2021 | Musyawarah Nasional, 2 sampai 3 Mei 2026 di Sleman | Amien Rais sebagai Ketua Majelis Syura. Kepengurusan 2025 sampai 2030 sudah disahkan Kementerian Hukum |
PBB | Gugum Ridho Putra | Jan 2025 | Muktamar VI, Januari 2025 | Yusril Ihza Mahendra mundur 18 Mei 2024 dan kini berpolitik di luar partai. Gugum adalah keponakannya dan mantan Ketua Mahkamah Partai |
Garuda | Ahmad Ridha Sabana | 2015 | Kepengurusan berjalan | Juga menjabat Utusan Khusus Presiden bidang usaha mikro kecil menengah, ekonomi kreatif, dan digital sejak 22 Oktober 2024 |
PKN | I Gede Pasek Suardika | Mar 2026 | Surat keputusan Kementerian Hukum, 2 Maret 2026 | Anas Urbaningrum mundur bersama 20 pengurus Pimpinan Nasional, efektif 1 Maret 2026. Ini kali kedua Pasek memimpin |
Delapan dari sepuluh partai mengganti atau menetapkan ulang kepemimpinannya setelah Pemilu 2024. Dua pergantian bersifat mendasar, yaitu PBB yang kehilangan pendirinya setelah 26 tahun dan PKN yang kehilangan tokoh utamanya pada Maret 2026. Sumber: keterangan resmi partai, Kementerian Hukum, dan pemberitaan media nasional pada tanggal yang disebut.
| Partai | Sekber GKSR | Sikap ambang batas | Langkah nyata menuju 2029 |
|---|---|---|---|
PPP | Anggota | Mendorong ambang batas turun | Menuntaskan rekonsiliasi kepemimpinan dan menyatakan fokus kembali ke Senayan |
PSI | Anggota | Mendorong ambang batas turun | Rebranding logo pada Juli 2025, lalu safari politik bersama Presiden ketujuh sejak Juli 2026 |
Perindo | Anggota | Tanpa ambang batas atau satu persen | Mengusulkan sistem pemilu campuran, penguatan rekapitulasi elektronik, dan verifikasi berklaster |
Gelora | Anggota | Menolak perluasan ambang batas ke DPRD | Meluncurkan Desk Verifikasi Parpol pada 2 Agustus 2026, menargetkan lolos verifikasi Desember 2026 |
Hanura | Anggota | Menyatakan siap berapa pun angkanya | Satuan tugas menargetkan konsolidasi struktur rampung September 2026, lalu pemetaan daerah pemilihan pada 2027 |
Buruh | Anggota | Mengajukan uji materi, ditolak 16 Oktober 2025 | Mendorong percepatan revisi undang undang dan menargetkan lima sampai tujuh kursi DPR |
Ummat | Anggota | Ambang batas per daerah pemilihan atau di bawah satu persen | Mengusulkan tiga klaster verifikasi, rekapitulasi elektronik, dan penggabungan sisa suara |
PBB | Anggota | Mendorong ambang batas turun | Konsolidasi di bawah kepemimpinan baru sejak Januari 2025 |
Garuda | Anggota | Belum ada angka resmi yang disampaikan | Melantik pengurus enam provinsi di Tanah Papua pada 13 Juli 2026 dan meminta kader menyiapkan verifikasi |
PKN | Anggota | Mendorong ambang batas turun | Konsolidasi internal setelah pergantian kepemimpinan pada Maret 2026 |
Sekretariat Bersama Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat berisi dua belas partai, yaitu kesepuluh partai di atas ditambah Partai Berkarya dan Partai Rakyat Adil Makmur yang tidak menjadi peserta Pemilu 2024. Keduanya dibahas pada Bagian 03. Sikap ambang batas dikutip dari pernyataan resmi pengurus partai yang diberitakan media nasional. Untuk Partai Garuda, kami tidak menemukan angka yang pernah disampaikan secara resmi. tidak tersedia
Peringkat kesepuluh partai, dan mengapa urutannya berbeda dari urutan suara
Urutan perolehan suara 2024 hanya mengukur masa lalu. Papan skor berikut mengukur kesiapan menuju 2029, sehingga urutannya berubah. Perlu ditegaskan sejak awal, seluruh angka pada bagian ini adalah penilaian analitik Tim Head Politika, bukan angka resmi lembaga mana pun. Cara penyusunannya kami buka agar dapat diuji dan dibantah.
Skor kelayakan menuju 2029
Mengukur peluang partai bertahan dan bertumbuh sampai 2029. Bobotnya menggabungkan basis suara, kepemimpinan, organisasi, sebaran wilayah, pendanaan, jaringan, merek, kapasitas digital, kejelasan ideologi, dan perekrutan.
PSI menyalip PPP, Hanura menyalip Gelora
Berdasarkan suara 2024, PPP berada di atas PSI dan Gelora berada di atas Hanura. Pada papan kelayakan urutannya bertukar. PSI naik karena akses sumber daya, keanggotaan yang tercatat, dan pembaruan merek pada Juli 2025. Hanura naik karena mesin daerahnya jauh lebih besar daripada Gelora, yaitu 42 kursi DPRD provinsi berbanding satu kursi, ditambah satuan tugas yang punya tenggat.
Skor kekuatan organisasi
Mengukur mesin yang benar benar bekerja, bukan yang diumumkan. Dasarnya kursi DPRD yang dimenangi, sebaran provinsi, keanggotaan yang dapat diperiksa, dan bukti kegiatan lapangan pada 2025 sampai 2026.
Partai Buruh dan Partai Ummat berada di dasar, bukan di tengah
Keduanya sering dianggap memiliki basis massa jelas, yaitu serikat pekerja dan pemilih Islam. Namun keduanya adalah satu satunya partai di kelompok ini yang tidak memperoleh satu pun kursi DPRD provinsi, dengan hanya 11 dan 20 kursi kabupaten kota. Basis yang diklaim tidak muncul di kotak suara, dan itu persoalan konversi, bukan persoalan jumlah pendukung.
Skor daya ancam terhadap partai parlemen
Mengukur seberapa besar partai ini dapat mengambil suara partai yang sudah duduk di DPR bila ambang batas turun. Dasarnya kedekatan dengan ambang batas, tumpang tindih ceruk pemilih, jaringan elite, dan kapasitas media.
Yang mengancam bukan yang paling kuat, melainkan yang paling dekat
Skor ini menjelaskan mengapa penurunan ambang batas tidak akan disetujui dengan mudah. Bila ambang batas turun ke satu persen, PPP dan PSI yang masing masing sudah di 3,87 dan 2,80 persen langsung masuk, dan kursi mereka harus diambil dari partai yang sekarang sudah duduk. Ceruk PSI bertumpang tindih dengan Golkar, Gerindra, dan PAN di segmen muda perkotaan, sedangkan ceruk PPP bertumpang tindih dengan PKB dan PKS.
Posisi terbaru menurut survei SMRC Juli 2026
Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting digelar 5 sampai 19 Juli 2026 terhadap 749 responden dengan margin kekeliruan sekitar 3,7 persen. Tiga dari sepuluh partai dalam laporan ini tercatat dengan angka yang dapat dibaca. Kolom tanpa golput adalah hitung ulang dengan membagi angka mentah dengan basis 74,1 persen, karena 25,9 persen responden belum menentukan pilihan dan kursi DPR dibagi dari suara sah bukan dari orang yang tidak memilih.
| Partai | Hasil 2024 | Survei mentah | Tanpa golput | Selisih dari 2024 | Arah |
|---|---|---|---|---|---|
PSI | 2,8 | 4,1 | 5,5 | plus 1,3 | Naik, satu satunya partai non-parlemen yang masuk zona genting di atas empat persen |
Perindo | 1,3 | 2,2 | 3,0 | plus 0,9 | Naik, mendekati ambang batas empat persen setelah dua kali gagal |
PPP | 3,9 | 1,3 | 1,8 | minus 2,6 | Turun paling tajam di antara seluruh partai dalam survei tersebut |
| Tujuh partai lainnya | di bawah 1 | tidak terbaca | tidak terbaca | tidak tersedia | Tercantum dalam daftar survei tetapi angkanya tidak dapat kami baca dari rilis yang tersedia |
PPP dan PSI bertukar posisi, dan jaraknya kini tiga kali
Pada Pemilu 2024 PPP berada di atas PSI dengan 3,87 persen berbanding 2,80 persen. Survei Juli 2026 membalik urutan itu sekaligus melebarkan jaraknya. PSI berada di 5,5 persen tanpa golput sementara PPP di 1,8 persen, artinya PSI tiga kali lebih tinggi. Bila angka ini bertahan sampai tahapan pemilu, partai non-parlemen yang paling dekat ke Senayan bukan lagi PPP, melainkan PSI, dan PPP berpindah posisi menjadi partai yang harus mengejar dari jauh.
Tiga alasan angka ini tidak boleh dibaca sebagai kepastian
Pertama, margin kekeliruan 3,7 persen lebih besar daripada perolehan hampir seluruh partai dalam laporan ini, sehingga angkanya harus dibaca sebagai rentang, bukan titik. Untuk partai yang berada di bawah satu persen, survei nasional dengan 749 responden praktis tidak memiliki daya pisah. Kedua, hasil pemilu diukur dari suara sah tanpa golput, sedangkan angka survei mentah memasukkan 25,9 persen yang belum memilih ke dalam penyebut, sehingga membandingkan keduanya secara langsung membuat semua partai tampak runtuh padahal sebagiannya semu. Ketiga, lembaga lain pada Maret sampai April 2026 mencatat angka yang berbeda cukup jauh, sehingga satu survei tidak boleh dijadikan patokan tunggal.
Angka survei bersumber pada rilis resmi SMRC. Hitung ulang tanpa golput, pembacaan selisih, serta seluruh tafsirnya adalah analisis Tim Head Politika. Pembahasan lengkap survei ini beserta empat lensa metodologisnya kami uraikan pada laporan terpisah, Survei SMRC, Elektabilitas Gerindra Turun, ke Mana Suaranya.
Matriks kelayakan dibanding daya ancam
Sumbu mendatar menunjukkan kelayakan, sumbu tegak menunjukkan daya ancam. Garis putus putus berada pada angka 50. Titik merah menandai dua partai yang berada di kuadran kanan atas.
Delapan dari sepuluh partai berada di kuadran kiri bawah. Hanya PSI dan PPP yang berada di kuadran kanan atas, dan Perindo berada persis di perbatasan. Ini gambaran yang paling ringkas tentang keadaan sebenarnya, yaitu persaingan menuju 2029 di kelompok non-parlemen sejauh ini bukan persaingan sepuluh partai, melainkan dua partai ditambah satu penantang.
Bagaimana skor ini disusun, dan bagaimana cara membantahnyaWajib dibaca sebelum memakai angka di atas
Skor kelayakan disusun dari sepuluh faktor dengan bobot berikut. Angka setiap faktor kami tetapkan berdasarkan bukti yang tercantum pada profil masing masing partai di bagian keempat, lalu dikalikan bobotnya.
Tiga hal yang membuat skor ini bisa salah, dan kami sebutkan sendiri. Pertama, faktor pendanaan hampir tidak dapat diperiksa karena data keuangan publik partai tidak memadai, sehingga penilaian pada faktor ini paling lemah dan paling terbuka untuk dibantah. Kedua, kursi DPRD kami pakai sebagai perkiraan kekuatan wilayah, padahal kursi daerah dan suara nasional tidak selalu bergerak searah. Ketiga, skor daya ancam mengandaikan ambang batas akan turun, dan bila DPR justru menetapkan angka lebih tinggi, seluruh skor daya ancam kehilangan artinya.
Cara membantahnya sederhana. Ambil satu faktor, tunjukkan bukti yang berbeda, lalu hitung ulang. Bila pembaca berpendapat kekuatan organisasi Partai Buruh seharusnya jauh lebih tinggi karena jumlah anggota serikatnya, bantahan itu sah dan tinggal disandingkan dengan satu fakta pembanding, yaitu nol kursi DPRD provinsi dan 11 kursi kabupaten kota pada 2024.
Dua belas partai, satu meja, satu tuntutan angka
Inilah perubahan terbesar sejak kegagalan 2024, dan pemberitaannya jauh lebih kecil daripada bobotnya. Partai partai yang selama ini bersaing memperebutkan ceruk yang sama kini duduk di satu sekretariat bersama, karena mereka menemukan satu kepentingan yang tidak bisa diperjuangkan sendiri sendiri.
Sekretariat Bersama Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat
- Dibentuk
- 25 September 2025, diumumkan Oesman Sapta Odang di Jakarta pada malam sebelumnya, dengan sembilan dari dua belas partai hadir langsung
- Dideklarasikan
- 22 November 2025 di Ballroom Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta
- Anggota
- Dua belas partai, yaitu kesepuluh partai gagal parlemen 2024 ditambah Partai Berkarya dan Partai Rakyat Adil Makmur yang bukan peserta Pemilu 2024
- Tuntutan utama
- Ambang batas parlemen diturunkan menjadi satu persen. Sebagian pengurus menyebut angka nol persen, dan Oesman Sapta Odang menempatkannya sebagai persoalan demokrasi sekaligus akhlak
- Dasar argumen
- 17.304.303 suara atau sekitar 11,4 persen suara sah nasional pada 2024 tidak berubah menjadi satu pun kursi DPR
- Jalur yang ditempuh
- Revisi Undang Undang Pemilu di DPR. Jalur pengadilan sudah tertutup, sebab Mahkamah Konstitusi menolak permohonan Partai Buruh pada 16 Oktober 2025 karena dinilai prematur selama pembentuk undang undang belum melakukan perubahan
Sumber: pengumuman pembentukan sekretariat bersama 24 dan 25 September 2025, deklarasi 22 November 2025, dan putusan Mahkamah Konstitusi Oktober 2025 atas permohonan Partai Buruh.
Dua anggota poros yang bukan peserta Pemilu 2024
Sekretariat bersama berisi dua belas partai, sedangkan laporan ini membedah sepuluh. Selisihnya bukan kelalaian. Dua partai berikut tidak menjadi peserta Pemilu 2024, sehingga tidak memiliki suara nasional, kursi DPRD, maupun provinsi terkuat yang dapat dibandingkan secara setara dengan sepuluh partai lainnya. Keduanya tetap berada di dalam perhitungan menuju 2029 dan karena itu perlu dikenali.
Partai Berkarya
- Status pada 2024
- Bukan peserta pemilu, sehingga tidak memiliki perolehan suara maupun kursi daerah pada siklus tersebut
- Rekam jejak elektoral
- Pernah menjadi peserta Pemilu 2019 dan gagal menembus ambang batas empat persen
- Kepemimpinan sekarang
- Muchdi Purwoprandjono terpilih sebagai ketua umum dalam Musyawarah Nasional I yang digelar 30 Oktober sampai 1 November 2025
- Langkah menuju 2029
- Menyatakan menargetkan menjadi peserta Pemilu 2029, dengan rencana perubahan lambang partai sebagai bagian dari penataan ulang
- Yang belum terverifikasi
- Jumlah kepengurusan wilayah yang aktif, kesiapan menghadapi verifikasi, dan sumber pembiayaan. Kami tidak menemukan data yang dapat diperiksa untuk ketiganya tidak tersedia
Penilaian kami, Berkarya menghadapi persoalan yang lebih berat daripada kesepuluh partai dalam laporan ini, sebab ia harus lulus verifikasi lebih dulu sebelum bicara soal ambang batas. Partai yang tidak ikut satu siklus pemilu kehilangan bukan hanya suara, melainkan juga kader yang berpindah dan calon legislatif yang mencari kendaraan lain.
Partai Rakyat Adil Makmur
- Status pada 2024
- Bukan peserta pemilu, sehingga tidak memiliki perolehan suara maupun kursi daerah pada siklus tersebut
- Rekam jejak elektoral
- Belum pernah menjadi peserta pemilu, sehingga tidak memiliki basis suara yang dapat diukur
- Catatan yang paling dikenal
- Partai ini menempuh jalur hukum atas hasil verifikasi partai politik menjelang Pemilu 2024, dan perkaranya menjadi perhatian nasional pada 2023
- Langkah menuju 2029
- Bergabung dalam Sekretariat Bersama Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat bersama sebelas partai lainnya
- Yang belum terverifikasi
- Kepengurusan wilayah, keanggotaan, dan kesiapan verifikasi. Kami tidak menemukan data yang dapat diperiksa tidak tersedia
Penilaian kami, kontribusi partai ini pada poros bersama bersifat menambah jumlah anggota, bukan menambah bobot elektoral. Ini penting disebut karena menyebut dua belas partai terdengar lebih besar daripada kenyataannya, dan sepuluh dari dua belas itulah pemilik seluruh 17,3 juta suara serta 2.395 kursi daerah.
Kedua partai ini dibahas secara ringkas di sini dan tidak diprofilkan dengan enam belas ruas seperti sepuluh partai lainnya, sebab alat ukur yang dipakai laporan ini, yaitu perolehan suara dan kursi daerah 2024, tidak tersedia untuk keduanya. Partai yang belum pernah menghadapi pemilu atau melewatkan satu siklus dinilai dengan alat berbeda, yaitu kesiapan legal dan kesiapan verifikasi, dan itu dikerjakan pada bagian kedua laporan ini bersama empat partai baru.
Tiga penilaian atas poros ini
Buka satu per satu. Bagian ketiga sengaja berisi bantahan atas dua bagian sebelumnya.
Mengapa poros ini serius, bukan seremoniArgumen pendukung
Ada tiga alasan yang membuat sekretariat ini berbeda dari koalisi musiman. Pertama, kepentingannya tidak bisa dibagi. Ambang batas berlaku sama untuk semua anggotanya, sehingga tidak ada yang diuntungkan bila anggota lain gagal. Ini berbeda dari koalisi pencalonan yang selalu berujung perebutan posisi.
Kedua, gabungan modal mereka nyata. Kesepuluh partai peserta Pemilu 2024 di dalam poros ini memegang 209 kursi DPRD provinsi dan 2.186 kursi kabupaten kota, tersebar hampir di seluruh Indonesia. Itu berarti ribuan legislator daerah yang dapat menyampaikan tuntutan yang sama ke DPRD masing masing dan ke pengurus pusat partai parlemen di daerah.
Ketiga, angka argumennya kuat dan mudah diperiksa. Jumlah 17.304.303 suara bukan taksiran, melainkan hasil penjumlahan langsung perolehan kesepuluh partai. Siapa pun dapat menghitungnya ulang, dan itu membuat argumen ini sulit dipatahkan di ruang publik.
Mengapa poros ini tetap bisa gagalArgumen penghambat
Hambatan terbesarnya bersifat kelembagaan, bukan soal semangat. Yang menetapkan angka ambang batas adalah DPR, dan seluruh anggota DPR berasal dari delapan partai yang lolos. Menurunkan ambang batas berarti membuka jalan bagi pesaing masuk dan mengambil kursi yang sekarang mereka duduki. Tidak ada satu pun anggota poros ini yang memiliki suara di dalam ruang pengambilan keputusan tersebut.
Hambatan kedua, poros ini tidak punya alat penekan selain opini publik. Jalur Mahkamah Konstitusi sudah dinyatakan prematur pada Oktober 2025, dan mereka tidak dapat mengancam menarik dukungan karena tidak sedang memberi dukungan apa pun di parlemen.
Hambatan ketiga, kepentingan bersama itu hanya berlaku pada satu isu. Begitu ambang batas ditetapkan, kedua belas partai kembali menjadi pesaing yang memperebutkan pemilih yang sama, dan sebagian bahkan berebut ceruk identik seperti PPP, PBB, dan Partai Ummat di segmen pemilih Islam.
Uji balik, apa yang mungkin salah dari dua penilaian di atasPandangan redaksi
Penilaian kami bisa salah pada dua titik. Titik pertama, kami mengandaikan partai parlemen bersikap seragam menolak penurunan ambang batas. Padahal PAN dan Demokrat berada di kisaran tujuh persen dan bukan mustahil suatu saat merasakan risiko yang sama, sehingga kepentingan mereka tidak sepenuhnya berlawanan dengan poros ini. Bila retakan itu terjadi, peluang poros ini naik tajam.
Titik kedua, kami memakai jumlah anggota poros sebagai tanda kekuatan. Itu bisa menyesatkan. Dua dari dua belas anggotanya, yaitu Partai Berkarya dan Partai Rakyat Adil Makmur, bahkan bukan peserta Pemilu 2024, sehingga kontribusinya pada kursi dan suara adalah nol. Menyebut dua belas partai terdengar lebih besar daripada kenyataan elektoralnya.
Pandangan redaksi. Nilai terbesar poros ini bukan pada kemungkinan menurunkan angka, melainkan pada pemindahan medan pertarungan. Sebelumnya tiap partai kecil berdebat sendiri sendiri tentang nasibnya, dan mudah diabaikan. Sekarang argumennya berbentuk angka tunggal yang sama, yaitu 17,3 juta suara, dan diucapkan dua belas pihak sekaligus. Yang paling mungkin dicapai bukan nol persen, melainkan tercapainya syarat yang diminta Mahkamah, yaitu angka baru yang disertai dasar hitungan terbuka. Itu pun sudah kemajuan, sebab angka yang punya dasar lebih sulit diubah demi kepentingan sesaat.
PPP dan PSI hampir pasti kembali ke DPR, Perindo berpeluang, dan jumlah fraksi bertambah. Poros ini kehilangan alasan berdiri, lalu kedua belas anggotanya kembali bersaing satu sama lain.
Hanya PPP yang realistis lolos, PSI perlu tambahan lebih dari satu persen suara. Delapan partai lain praktis bertahan sebagai partai daerah, dan tekanan untuk bergabung menjadi jauh lebih besar.
Muncul wacana partai besar menaikkan ambang batas ke lima sampai tujuh persen. Bila itu terjadi, kesepuluh partai ini praktis tidak punya jalan masuk, dan pilihan yang tersisa hanya penggabungan atau bertahan sebagai kekuatan lokal.
Sepuluh partai, dibedah dengan urutan ruas yang sama persis
Inilah bagian utama laporan ini. Setiap partai memperoleh enam belas ruas dengan urutan identik, mulai dari identitas sampai uji balik terhadap penilaian kami sendiri, agar kesepuluhnya bisa dibandingkan secara jujur dan bukan sekadar diceritakan. Urutannya mengikuti perolehan suara 2024. Buka setiap partai untuk membacanya.
01. Partai Persatuan Pembangunan5.878.777 suara · 3,87 persen · survei Juli 2026 turun ke 1,3 persen · Mesin terbesar, suara sedang lepas
- Berdiri
- 5 Januari 1973, sebagai fusi empat partai Islam pada masa Orde Baru
- Asas dan ideologi
- Islam, dengan posisi Islam moderat dan kebangsaan
- Ketua umum
- Muhamad Mardiono, disahkan Kementerian Hukum pada awal Oktober 2025 untuk periode 2025 sampai 2030
- Pengurus inti
- Agus Suparmanto wakil ketua umum, Taj Yasin sekretaris jenderal
- Status badan hukum
- Sah dan berjalan, tidak ada persoalan legalitas
- Kapasitas digital
- Situs resmi dan media sosial aktif, tanpa aset media penyiaran sendiri. Liputan media nasional tinggi karena sejarah panjangnya. Penilaian kualitatif per 12 Agustus 2026
PPP adalah satu satunya partai dalam laporan ini yang pernah menjadi kekuatan besar. Sepanjang lima pemilu Orde Baru ia selalu berada di posisi kedua. Titik baliknya bukan 2024, melainkan satu dekade sebelumnya. Pada 2014 PPP masih meraih 8.157.488 suara atau 6,53 persen dengan 39 kursi DPR. Pada 2019 turun menjadi 6.323.147 suara atau 4,52 persen dengan 19 kursi, artinya lebih dari separuh kursinya hilang dan jaraknya dari ambang batas menyusut menjadi 0,52 persen. Pada 2024 turun lagi menjadi 3,87 persen dan seluruh kursinya hilang.
Yang perlu dicatat, penurunan suara dari 2019 ke 2024 sebenarnya kecil, sekitar 444 ribu. Yang berubah total adalah akibatnya, karena kali ini berada di sisi yang salah dari satu garis. Ada catatan pahit di baliknya, yaitu PPP termasuk pihak yang menyetujui kenaikan ambang batas menjadi empat persen dalam pembahasan Undang Undang Pemilu 2017, sebagaimana tercatat dalam pendapat akhir fraksinya yang dibacakan Achmad Baidowi pada 13 Juli 2017. Partai itu tersingkir oleh aturan yang ia dukung sendiri.
Titik balik kedua terjadi pada Muktamar X, 27 sampai 28 September 2025, yang berujung dua klaim kepemimpinan antara kubu Mardiono dan kubu Agus Suparmanto. Persoalan itu diselesaikan lewat rekonsiliasi dengan formula berbagi jabatan, dan kepengurusannya disahkan Kementerian Hukum pada awal Oktober 2025.
- Tokoh formal
- Muhamad Mardiono sebagai ketua umum, juga menjabat Utusan Khusus Presiden bidang ketahanan pangan sejak 22 Oktober 2024
- Tokoh penyeimbang
- Agus Suparmanto, mantan Menteri Perdagangan, yang pada muktamar 2025 diklaim terpilih sebagai ketua umum oleh sebagian peserta lalu menerima posisi wakil ketua umum
- Tokoh generasi baru
- Taj Yasin sebagai sekretaris jenderal, satu satunya nama muda pada jajaran inti
- Jaringan sosial
- Jaringan kiai dan pesantren, terutama di Jawa, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Jaringan ini bersifat historis dan tidak dibangun ulang, sehingga menua bersama pemilihnya
- Yang tidak dimiliki
- Tidak ada tokoh nasional muda dengan elektabilitas sendiri. Ini kekosongan paling menentukan pada profil PPP
- Provinsi terkuat
- Sulawesi Selatan dengan 8 kursi DPRD provinsi, disusul Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, dan Jawa Tengah
- Sebaran
- Hadir di DPRD 29 provinsi dari 38, sebaran terluas di antara kesepuluh partai
- Klasifikasi basis
- Nasional dan organik. Inilah satu satunya partai dalam laporan ini yang basisnya benar benar layak disebut nasional, bukan regional maupun personalistik
- Catatan metode
- Kursi DPRD dipakai sebagai perkiraan karena rincian suara DPR per provinsi tidak diterbitkan sistematis untuk partai kecil
Mesin daerah terbesar yang masih hidup. Sebanyak 849 kursi kabupaten kota dan 83 kursi provinsi berarti ribuan legislator aktif yang punya pemilih, kantor, dan kepentingan mempertahankan kursinya. Aset semacam ini tidak dapat dibangun dalam satu periode oleh partai mana pun.
Jarak paling dekat ke ambang batas. Selisih 0,13 persen adalah jarak terkecil di antara seluruh partai gagal parlemen sepanjang sejarah pemilu Indonesia pascareformasi. PPP tidak perlu tumbuh besar, ia hanya perlu tidak menyusut.
Legitimasi sejarah dan jaringan keagamaan. Usia 53 tahun dan jaringan pesantren memberi pengenalan nama yang tidak perlu dibeli dengan iklan.
Konflik elite yang berulang. Dualisme muktamar 2025 adalah pengulangan pola lama. Rekonsiliasi berbagi jabatan menyelesaikan legalitas, tetapi belum tentu menyelesaikan perebutan sumber daya di bawahnya.
Tidak ada magnet elektoral. Tiga jabatan inti dipegang tokoh yang dikenal di kalangan partai, bukan di kalangan pemilih muda. Ini kelemahan paling menentukan, sebab mesin tanpa magnet menghasilkan penurunan bertahap seperti yang sudah terjadi tiga pemilu berturut turut.
Penuaan pemilih. Basis pesantren dan Islam tradisional tidak diperbarui dengan kanal baru, sedangkan pemilih pemula 2029 lahir setelah 2010.
Penurunan ambang batas. Pada angka satu sampai dua persen, PPP masuk tanpa perlu menambah satu suara pun. Ini partai dengan keuntungan terbesar dari perjuangan Sekber GKSR.
Kekosongan representasi Islam moderat. Setelah PPP keluar dari DPR, tidak ada partai yang mengambil alih posisi khas tersebut secara utuh, karena PKB lebih dekat ke satu organisasi tertentu dan PKS berada di posisi yang berbeda.
Peran sebagai poros partai Islam kecil. Dengan PBB dan Partai Ummat berada di sekretariat bersama yang sama, PPP adalah kandidat paling logis menjadi pusat gravitasi bila penggabungan benar benar dibicarakan.
Kanibalisasi partai Islam parlemen. PKB dan PKS sudah berada di dalam DPR dengan sumber daya negara dan panggung nasional. Setiap pemilih PPP yang berpindah cenderung berpindah ke mereka.
Ambang batas tetap tinggi atau naik. Bila muncul angka lima sampai tujuh persen, PPP praktis tidak punya jalan masuk dan akan bertahan hanya sebagai kekuatan daerah.
Kehilangan legislator daerah. Ancaman paling nyata dan paling jarang dibicarakan. Legislator daerah adalah orang yang paling terdorong berpindah ke partai parlemen agar aman pada 2029, dan bila itu terjadi, satu satunya keunggulan PPP ikut pergi.
PPP adalah partai paling tidak bergantung pada satu tokoh dalam laporan ini, dan itu keunggulan yang jarang disebut. Bila ketua umumnya berganti, mesin daerahnya tetap berjalan. Ketergantungannya justru bersifat lain, yaitu pada satu segmen pemilih keagamaan tradisional dan pada satu aturan main, yakni besaran ambang batas. Kerapuhannya sedang, bukan tinggi.
- Diuntungkan bila PPP masuk DPR
- Ribuan legislator daerah PPP yang jalur karier nasionalnya kembali terbuka, jaringan kiai dan pesantren yang memperoleh saluran resmi, serta seluruh anggota Sekber GKSR karena keberhasilan PPP membuktikan tuntutan mereka masuk akal
- Dirugikan bila PPP tumbuh
- PKB dan PKS yang berebut ceruk pemilih sama, serta PAN dan Demokrat yang posisinya paling dekat dengan ambang batas di antara partai parlemen sehingga paling terancam oleh tambahan pesaing
- Titik awal terbaru
- Survei SMRC 5 sampai 19 Juli 2026 mencatat PPP pada 1,3 persen mentah atau sekitar 1,8 persen setelah golput dikeluarkan, turun 2,6 poin dari hasil 2024. Inilah penurunan paling tajam di antara seluruh partai dalam survei tersebut. Skenario di bawah dihitung dari titik ini, bukan dari angka 3,87 persen pada 2024
- Minimum realistis
- Sekitar 1,5 persen, bila penurunan berlanjut dan legislator daerah berpindah
- Skenario dasar
- Sekitar 2 sampai 2,8 persen, yaitu memulihkan sebagian suara yang lepas tetapi tidak seluruhnya
- Skenario atas
- Sekitar 3,5 persen, bila rekonsiliasi solid, satu tokoh baru muncul, dan pemilih yang kini belum menentukan pilihan kembali
- Skenario terobosan
- Sekitar 4,5 persen, bila menjadi pusat penggabungan partai Islam kecil dan mewarisi sebagian suara PBB serta Partai Ummat
- Skenario terburuk
- Di bawah 1,2 persen, bila perpecahan terulang menjelang tahapan pemilu sementara suara yang lepas pada 2026 tidak pulih
Angka di atas adalah analisis skenario Tim Head Politika, bukan prediksi. Titik awalnya bersumber pada survei SMRC Juli 2026, dan hitung ulang tanpa golput adalah analisis kami. Perlu dicatat, margin kekeliruan survei tersebut 3,7 persen, lebih besar daripada perolehan PPP, sehingga angka itu harus dibaca sebagai rentang.
Anggota Sekretariat Bersama Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat dan mendorong ambang batas turun. Sebagai partai yang pernah menjadi peserta pemilu berturut turut sejak 1973, PPP tidak menghadapi persoalan legalitas maupun verifikasi administrasi, sehingga seluruh tenaganya dapat diarahkan ke konsolidasi dan bukan ke pengurusan berkas. Ini keunggulan struktural dibanding empat partai baru yang dibahas pada bagian kedua laporan ini.
- Satu hal yang bila berhasil mengubah peta
- Menahan seluruh legislator daerahnya tetap di partai sampai 2029, sambil memunculkan satu tokoh nasional berusia di bawah lima puluh tahun. Kombinasi mesin utuh ditambah magnet baru akan membuat PPP kandidat terkuat untuk kembali
- Satu kesalahan yang bisa menghancurkan
- Membiarkan konflik kepemimpinan kambuh pada 2027 atau 2028. Perpecahan menjelang tahapan pemilu akan mengirim legislator daerahnya ke partai lain, dan bersama mereka pergi pula satu satunya keunggulan PPP
- Satu
- Program penahanan kader terarah untuk 849 legislator kabupaten kota, karena merekalah aset yang paling mudah diambil partai lain
- Dua
- Membuka satu jalur kepemimpinan untuk kader di bawah lima puluh tahun, dengan jabatan nyata bukan simbolik
- Tiga
- Mengunci satu isu kebijakan yang belum bertuan, misalnya perlindungan pekerja migran atau tata kelola pendidikan keagamaan, agar partai punya alasan disebut di luar musim pemilu
- Empat
- Menjadi tuan rumah pembicaraan penggabungan partai Islam kecil, dan menawarkan pembagian yang jelas ketimbang menunggu didekati
- Lima
- Menerbitkan laporan keuangan ringkas secara sukarela, karena partai dengan sejarah konflik internal paling membutuhkan bukti keterbukaan
Yang harus dihentikan. Berhenti menjadikan kedekatan dengan pemerintah sebagai kartu utama komunikasi. Dua tokoh puncaknya sudah berada di lingkaran Presiden, dan itu tidak menaikkan suara pada 2024. Yang menaikkan suara adalah alasan memilih PPP dan bukan partai lain, dan alasan itu belum tersedia.
Tiga hal yang bisa membuat analisis di atas salah. Pertama, kami memakai kursi DPRD sebagai bukti mesin yang bekerja, padahal sebagian kursi itu bisa jadi hasil popularitas pribadi calon, bukan kerja partai. Bila benar demikian, kekuatan organisasi PPP kami nilai terlalu tinggi. Kedua, kami menilai rekonsiliasi Oktober 2025 sebagai penyelesaian, padahal bisa jadi hanya penundaan, dan kami tidak memiliki akses ke dinamika internal untuk memastikannya. Ketiga, data keuangan publik PPP tidak memadai, sehingga faktor pendanaan pada papan skor adalah bagian paling lemah dari penilaian ini.
Kami tidak menemukan survei elektabilitas PPP terkini dengan metodologi terbuka, tidak menemukan laporan keuangan partai yang dapat diperiksa publik, dan tidak menemukan angka jumlah anggota terdaftar yang dapat diverifikasi. Ketiganya kami nyatakan tidak tersedia dan tidak kami taksir.
Ruas 16. Bottom line PPP
- Seberapa serius: paling serius di kelompok ini secara kelembagaan, dengan mesin daerah terbesar dan jarak terdekat ke ambang batas.
- Basis terkuat: Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa, dengan sebaran di 29 provinsi.
- Kelemahan terbesar: tidak ada magnet elektoral, ditambah riwayat konflik elite yang berulang.
- Ancaman terbesar: perpindahan legislator daerah ke partai parlemen agar aman pada 2029.
- Batas atas dan peluang tembus: kisaran 2 sampai 4,5 persen dihitung dari titik terbaru 1,8 persen pada survei Juli 2026, bukan dari 3,87 persen hasil 2024. Pada ambang batas satu sampai dua persen peluangnya masih terbuka, tetapi tidak lagi otomatis.
- Mengapa harus diperhatikan: satu satunya partai non-parlemen dengan basis yang benar benar nasional dan organik, sehingga keberhasilannya akan mengubah kalkulasi seluruh partai kecil lain.
02. Partai Solidaritas Indonesia4.260.169 suara · 2,80 persen · survei Juli 2026 naik ke 4,1 persen · Satu satunya yang menembus zona genting
- Berdiri
- 2014, memosisikan diri sebagai partai anak muda dan antikorupsi
- Asas dan ideologi
- Pancasila, dengan penekanan keberagaman, tata kelola, dan modernitas
- Ketua umum
- Kaesang Pangarep, terpilih kembali pada Kongres di Solo, 20 Juli 2025, lewat pemungutan suara elektronik
- Pengurus inti
- Raja Juli Antoni sekretaris jenderal, dengan pelantikan pengurus pusat pada 26 September 2025
- Perubahan identitas
- Logo berubah dari tangan menggenggam mawar menjadi gajah, diumumkan pada penutupan kongres 20 Juli 2025
- Kapasitas digital
- Terkuat kedua setelah Perindo, tanpa aset penyiaran tetapi dengan infrastruktur digital yang benar benar dipakai, termasuk pemungutan suara elektronik dan kartu tanda anggota digital. Penilaian kualitatif per 12 Agustus 2026
PSI adalah partai termuda di kelompok ini dan satu satunya yang suaranya naik dari pemilu ke pemilu. Titik baliknya terjadi pada 2023, ketika Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden ketujuh, menjadi ketua umum hanya beberapa hari setelah resmi menjadi anggota. Sejak itu identitas PSI berubah dari partai anak muda yang kritis menjadi kendaraan yang lekat dengan satu keluarga politik.
Pada 2024 PSI meraih 2,80 persen, kenaikan dari pemilu sebelumnya tetapi tetap di bawah ambang batas. Titik balik berikutnya adalah Kongres Solo 20 Juli 2025. Kaesang terpilih kembali dengan 102.868 suara atau 65,28 persen dari 157.579 suara sah, mengalahkan Ronald A. Sinaga dengan 22,23 persen dan Agus Mulyono Herlambang dengan 12,49 persen. Pemungutan suaranya dilakukan secara elektronik selama 12 sampai 18 Juli 2025, dengan 187.306 pemilih terdaftar sehingga tingkat partisipasinya 84 persen. Pada kongres yang sama logo partai diganti menjadi gajah, yang menurut Kaesang melambangkan kekuatan, kecerdasan, keteguhan, dan solidaritas.
Sepanjang 2026 PSI menjalankan safari politik bersama Presiden ketujuh ke beberapa provinsi. Partai ini juga menarik dua tokoh dari NasDem, yaitu Ahmad Ali dan Bestari Barus.
- Tokoh formal
- Kaesang Pangarep sebagai ketua umum, dan menyatakan akan maju sebagai calon anggota DPR pada 2029
- Tokoh yang terindikasi paling berpengaruh
- Presiden ketujuh Joko Widodo. Dasar penilaian ini adalah rangkaian safari politik bersama partai sepanjang 2026 dan pernyataan terbukanya soal target PSI masuk Senayan. Tingkat keyakinan sedang, sebab tidak ada jabatan formal yang ia pegang di partai
- Pengurus inti
- Raja Juli Antoni sebagai sekretaris jenderal, dengan pengalaman di pemerintahan
- Rekrutmen dari luar
- Ahmad Ali dan Bestari Barus, keduanya dari NasDem, menunjukkan kemampuan menarik politisi berpengalaman
- Catatan penting
- Kami tidak menemukan bukti yang dapat diverifikasi mengenai sumber pendanaan partai, sehingga tidak ada tokoh finansial yang kami sebutkan. Data finansial publik tidak memadai
- Provinsi terkuat
- DKI Jakarta dengan 8 kursi DPRD provinsi, jumlah terbanyaknya di satu provinsi
- Sebaran
- Hadir di DPRD 15 provinsi, dengan kekuatan tambahan di Nusa Tenggara Timur
- Klasifikasi basis
- Urban dan personalistik. Kekuatannya terkonsentrasi di kota besar dan sangat bergantung pada figur, bukan pada jaringan sosial yang berdiri sendiri
- Ketimpangan yang menentukan
- Suara nasional PSI hanya 27 persen lebih rendah daripada PPP, tetapi kursi kabupaten kotanya hanya seperlima. Artinya suara PSI tersebar tipis dan tidak menumpuk cukup di satu daerah pemilihan untuk menghasilkan kursi
Keanggotaan yang dapat dibuktikan. Sebanyak 157.579 orang benar benar memberi suara dari 187.306 pemilih terdaftar. Angka ini tidak dapat dikarang, karena orangnya harus melakukan tindakan nyata. Tidak satu pun partai lain dalam laporan ini memiliki bukti sejenis.
Akses ke jaringan dan panggung nasional. Kehadiran Presiden ketujuh dalam kegiatan partai memberi liputan media dan pertemuan massa tanpa biaya kampanye yang setara.
Satu satunya yang suaranya naik. Di kelompok yang seluruhnya menurun atau stagnan, PSI adalah pengecualian, dan arah pertumbuhan lebih bernilai daripada posisi awal.
Kemampuan merekrut politisi berpengalaman. Masuknya dua tokoh NasDem menunjukkan partai ini dianggap punya masa depan oleh orang yang punya pilihan lain.
Mesin daerah yang jauh lebih kecil daripada citranya. Sebanyak 33 kursi provinsi dan 149 kursi kabupaten kota adalah angka yang tidak sepadan dengan perolehan suara nasionalnya. Ini bukti suaranya tersebar tipis.
Ketergantungan pada satu keluarga. Seluruh keunggulan akses berasal dari satu sumber. Bila hubungan itu berubah, yang hilang bukan sebagian keunggulan melainkan hampir seluruhnya.
Perhatian besar yang belum berubah menjadi suara. PSI adalah partai dengan citra paling digital di kelompok ini dan tetap berhenti pada 2,80 persen. Ketuanya sendiri mengakui elektabilitas tinggi tidak berarti banyak tanpa kesiapan bertarung.
Identitas yang bergeser. Berpindah dari partai kritis menjadi kendaraan keluarga penguasa membuat sebagian pemilih awalnya kehilangan alasan memilih, sementara pemilih baru belum tentu setia.
Penurunan ambang batas. Pada angka satu sampai dua persen, PSI langsung masuk DPR dengan perolehan 2024 tanpa perubahan apa pun.
Menjadi kendaraan pencalonan pada 2029. Setelah ambang batas pencalonan presiden dihapus pada Januari 2025, partai kecil pun berhak mengusung calon. Bila PSI menjadi kendaraan resmi bagi figur dari lingkaran yang sama, nilai tawarnya naik jauh melampaui perolehan suaranya.
Segmen muda perkotaan yang belum dikuasai siapa pun. Tidak ada partai parlemen yang benar benar identik dengan pemilih pemula di kota besar, dan PSI paling dekat ke posisi itu.
Perubahan hubungan dengan lingkaran kekuasaan. Ini ancaman terbesar dan paling di luar kendali partai. Nilai PSI hari ini sebagian besar berasal dari hubungan tersebut.
Persaingan langsung dengan partai besar di ceruk yang sama. Golkar, Gerindra, dan PAN sama sama menggarap pemilih muda perkotaan dengan sumber daya jauh lebih besar.
Stagnasi elektabilitas. Survei yang tersedia masih menempatkan PSI di bawah empat persen, dan pembaruan logo belum terbukti mengubahnya.
Tuduhan sebagai partai dinasti. Ini biaya reputasi yang menyertai keunggulan aksesnya, dan tidak dapat dihilangkan tanpa mengurangi keunggulan itu sendiri.
Ketergantungan PSI adalah yang tertinggi di antara sepuluh partai peserta Pemilu 2024, dan bertumpuk pada satu titik yang sama. Ia bergantung pada satu keluarga untuk akses, pada satu figur untuk perhatian media, dan pada wilayah perkotaan untuk suara. Kerapuhannya tinggi, dan ini kesimpulan yang tidak berubah meski skor kelayakannya tertinggi. Kelayakan tinggi dengan kerapuhan tinggi berarti partai ini bisa melesat maupun runtuh dalam waktu singkat, tergantung peristiwa yang tidak dikendalikannya.
- Diuntungkan bila PSI masuk DPR
- Lingkaran politik keluarga Presiden ketujuh yang memperoleh kendaraan resmi berbadan hukum dan berpengalaman pemilu, serta kader muda partai yang jalur kariernya terbuka
- Dirugikan bila PSI tumbuh
- Golkar, Gerindra, dan PAN pada segmen muda perkotaan, serta partai parlemen yang posisinya paling dekat ambang batas. Pada tingkat yang berbeda, juga partai non-parlemen lain, sebab keberhasilan PSI akan dibaca sebagai bukti bahwa akses kekuasaan lebih menentukan daripada kerja organisasi
- Titik awal terbaru
- Survei SMRC 5 sampai 19 Juli 2026 mencatat PSI pada 4,1 persen mentah atau sekitar 5,5 persen setelah golput dikeluarkan, naik 1,3 poin dari hasil 2024. Ini menempatkan PSI sebagai satu satunya partai non-parlemen yang berada di zona genting bersama NasDem, PKS, dan PAN, yaitu zona tempat nasib partai ditentukan oleh angka ambang batas yang sedang dirundingkan
- Minimum realistis
- Sekitar 2,5 persen, bila hubungan dengan lingkaran kekuasaan berubah dan liputan menyusut
- Skenario dasar
- Sekitar 4 sampai 5 persen, yaitu mempertahankan posisi survei Juli 2026
- Skenario atas
- Sekitar 6 persen, bila mesin daerah dibangun serius dan pencalonan dikunci
- Skenario terobosan
- Sekitar 7,5 persen, bila menjadi kendaraan resmi satu figur berelektabilitas tinggi pada pencalonan presiden 2029
- Skenario terburuk
- Di bawah 1,5 persen, bila terjadi keretakan politik di lingkaran pendukungnya dan partai kehilangan sumber perhatian sekaligus sumber daya
Angka di atas adalah analisis skenario Tim Head Politika, bukan prediksi dan bukan hasil survei.
Anggota Sekretariat Bersama Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat dan mendorong ambang batas turun. Sebagai peserta Pemilu 2019 dan 2024, PSI tidak menghadapi persoalan legalitas. Yang membedakannya dari partai lain adalah infrastruktur administratifnya sudah digital, mulai dari kartu tanda anggota sampai pemungutan suara internal, sehingga penyiapan berkas verifikasi seharusnya lebih murah dan lebih cepat dibanding partai yang masih bekerja dengan berkas kertas.
- Satu hal yang bila berhasil mengubah peta
- Mengubah 187 ribu anggota terdaftar menjadi mesin daerah yang menghasilkan kursi, khususnya di daerah pemilihan berpenduduk besar di Jawa. Bila keanggotaan digital itu berubah menjadi kursi, PSI berhenti menjadi partai citra dan menjadi partai dengan akar
- Satu kesalahan yang bisa menghancurkan
- Terus mengandalkan kehadiran figur besar sebagai pengganti kerja organisasi. Strategi itu sudah diuji pada 2024 dan hasilnya 2,80 persen, dan mengulanginya pada 2029 dengan hasil serupa berarti kehilangan lima tahun
- Satu
- Ubah 187 ribu anggota terdaftar menjadi penugasan nyata, misalnya target pertemuan warga dan penambahan anggota per orang, lalu umumkan capaiannya
- Dua
- Pilih sepuluh daerah pemilihan berpenduduk besar dengan persaingan renggang, dan hentikan penyebaran tenaga secara merata
- Tiga
- Bangun satu isu kebijakan yang menjadi milik partai dan tidak bergantung pada nama siapa pun, misalnya biaya hidup pemilih muda atau keterbukaan anggaran daerah
- Empat
- Rekrut calon legislatif dengan basis pemilih sendiri di daerah, bukan hanya figur yang terkenal secara nasional
- Lima
- Terbitkan laporan keuangan ringkas secara sukarela, karena tuduhan sebagai partai dinasti hanya dapat dijawab dengan keterbukaan, bukan dengan bantahan
Yang harus dihentikan. Berhenti memakai kehadiran figur besar sebagai ukuran keberhasilan konsolidasi. Foto pertemuan yang penuh tidak sama dengan pemilih yang datang ke bilik suara, dan perbedaan itu sudah terbukti mahal pada 2024.
Tiga hal yang bisa membuat analisis di atas salah. Pertama, kami memberi nilai tinggi pada angka 187.306 pemilih terdaftar sebagai bukti keanggotaan hidup, padahal kami tidak dapat memeriksa sebaran geografisnya. Bila mayoritas terkonsentrasi di beberapa kota saja, nilai aset itu lebih rendah daripada penilaian kami. Kedua, kami menempatkan hubungan dengan lingkaran kekuasaan sebagai keunggulan sekaligus kerapuhan, padahal bisa jadi hubungan itu jauh lebih tahan lama daripada dugaan kami, sehingga skor risiko 64 terlalu tinggi. Ketiga, kami menilai kenaikan suara sebagai tanda pertumbuhan organik, padahal sebagian kenaikan itu bisa berasal dari perhatian sesaat pada 2024, dan bila demikian skenario dasar kami terlalu optimistis.
Kami tidak menemukan sebaran geografis anggota terdaftar PSI, tidak menemukan laporan keuangan partai yang dapat diperiksa publik, dan tidak menemukan survei elektabilitas terkini dengan metodologi terbuka. Ketiganya dinyatakan tidak tersedia dan tidak kami taksir.
Ruas 16. Bottom line PSI
- Seberapa serius: paling layak menuju 2029 menurut papan skor kami, dan sekaligus paling rapuh.
- Basis terkuat: DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur, dan kota besar, dengan keanggotaan terdaftar 187.306 orang.
- Kelemahan terbesar: mesin daerah hanya seperlima PPP, dan seluruh keunggulan bertumpu pada satu keluarga.
- Ancaman terbesar: perubahan hubungan dengan lingkaran kekuasaan, sesuatu yang berada di luar kendalinya.
- Batas atas dan peluang tembus: kisaran 4 sampai 7,5 persen dihitung dari titik terbaru 5,5 persen pada survei Juli 2026. Pada ambang batas empat persen sekalipun, PSI kini berada di sisi yang benar dari garis, meski masih di dalam rentang margin kekeliruan.
- Mengapa harus diperhatikan: bila ia berhasil, pelajaran yang tertinggal adalah akses kekuasaan mengalahkan kerja organisasi, dan itu akan mengubah cara seluruh partai kecil menyusun strategi.
03. Partai Persatuan Indonesia1.955.154 suara · 1,28 persen · survei Juli 2026 naik ke 2,2 persen · Pemilik mesin siar, arahnya membalik naik
- Berdiri
- 7 Februari 2015, didirikan Hary Tanoesoedibjo
- Asas dan ideologi
- Pancasila, dengan penekanan kesejahteraan, kewirausahaan, dan pemberdayaan usaha kecil
- Ketua umum
- Angela Tanoesoedibjo, menerima jabatan dari pendiri pada 31 Juli 2024
- Pengurus inti
- Andi Yusli Pattawari sebagai sekretaris jenderal. Hary Tanoesoedibjo menjadi Ketua Majelis Persatuan Partai dan menyatakan tetap aktif menuju 2029
- Status badan hukum
- Sah, peserta Pemilu 2019 dan 2024
- Kapasitas digital dan media
- Terkuat di kelompok ini dan tidak ada pembandingnya. Satu satunya partai non-parlemen yang pemiliknya menguasai jaringan penyiaran nasional, yaitu grup MNC dengan stasiun televisi bebas siar dan portal berita. Penilaian kualitatif per 12 Agustus 2026
Perindo lahir dari organisasi masyarakat yang dibentuk lebih dulu, lalu diubah menjadi partai pada 2015. Sejak awal ia dikenal lewat pendekatan bantuan langsung, terutama pembagian gerobak dan modal usaha kecil, yang membuatnya melekat di kalangan pedagang mikro sekaligus melekat pada citra transaksional.
Pada Pemilu 2019 Perindo meraih sekitar 2,67 juta suara dan gagal masuk DPR. Pada 2024 perolehannya justru menurun menjadi 1.955.154 suara. Inilah fakta paling penting pada profil Perindo dan paling sering terlewat, yaitu ia satu satunya partai di kelompok ini yang gagal dua kali berturut turut dengan tren menurun, padahal sepanjang periode itu ia memiliki akses siaran televisi nasional yang tidak dimiliki partai lain.
Titik balik terbesarnya bersifat kelembagaan, bukan elektoral. Pada 31 Juli 2024 Hary Tanoesoedibjo menyerahkan jabatan ketua umum kepada putrinya, Angela Tanoesoedibjo, lalu menempati posisi Ketua Majelis Persatuan Partai. Pergantian ini membuat Perindo menjadi satu dari beberapa partai dalam laporan ini yang kepemimpinannya berpindah di dalam satu keluarga.
- Tokoh formal
- Angela Tanoesoedibjo sebagai ketua umum sejak Juli 2024, dengan pengalaman sebagai wakil menteri pada periode sebelumnya
- Tokoh pendiri dan yang terindikasi paling berpengaruh
- Hary Tanoesoedibjo. Dasar penilaian ini adalah posisinya sebagai pendiri, pemilik jaringan media yang menopang visibilitas partai, dan pernyataannya sendiri bahwa ia tetap aktif menuju 2029. Tingkat keyakinan tinggi, dan ini satu satunya kasus dalam laporan ini di mana pengaruh finansial serta pengaruh media berada pada satu orang yang sama secara terbuka
- Pengurus inti
- Andi Yusli Pattawari sebagai sekretaris jenderal
- Jaringan utama
- Pedagang mikro dan pelaku usaha kecil penerima program bantuan, serta jaringan karyawan dan mitra grup usaha pendirinya
- Catatan
- Laporan keuangan partai yang dapat diperiksa publik tidak tersedia. Yang dapat dinyatakan hanya bahwa kapasitas pembiayaannya jelas berada di atas rata rata kelompok ini, tanpa angka
- Provinsi terkuat
- Papua Pegunungan dengan 4 kursi DPRD provinsi, tertinggi di antara seluruh partai non-parlemen di provinsi tersebut
- Sebaran
- Hadir di DPRD 17 provinsi, dengan kekuatan bertumpu di Indonesia bagian timur
- Klasifikasi basis
- Regional dan patronase. Kekuatannya nyata tetapi berada di wilayah berpenduduk relatif kecil, sehingga tidak efisien untuk mengejar persentase suara nasional
- Ketimpangan yang menentukan
- Perindo memiliki 349 kursi kabupaten kota, lebih dari dua kali milik PSI, tetapi suara nasionalnya kurang dari separuh PSI. Ini menunjukkan mesinnya bekerja di tempat yang salah bila diukur dengan satuan ambang batas nasional
Biaya visibilitas hampir nol. Bagi partai lain, membangun pengenalan nama berarti membeli ruang media. Bagi Perindo, ruang itu tersedia karena pendirinya memiliki jaringan penyiaran nasional. Keunggulan ini tidak dapat ditiru siapa pun di kelompok ini.
Kapasitas pembiayaan di atas rata rata. Perindo tidak menghadapi persoalan yang menghantui partai kecil lain, yaitu kehabisan dana di tengah tahapan pemilu.
Mesin daerah nyata di wilayah yang jarang diperebutkan. Sebanyak 349 kursi kabupaten kota dan kekuatan di Papua serta Maluku berada di wilayah yang tidak menjadi lumbung partai besar, sehingga persaingannya lebih renggang.
Kesinambungan kelembagaan. Pergantian kepemimpinan berlangsung tanpa konflik, berbeda dari PPP dan PKN.
Gagal dua kali berturut turut dengan tren menurun. Ini kelemahan paling menentukan. Bila akses televisi nasional dan kapasitas dana tidak mampu menaikkan suara pada dua pemilu, maka persoalannya bukan pada sumber daya melainkan pada isi tawarannya.
Perhatian yang tidak berubah menjadi suara. Perindo adalah bukti paling kuat dalam laporan ini bahwa visibilitas dan konversi elektoral adalah dua hal berbeda.
Citra transaksional. Pendekatan bantuan langsung membangun pengenalan tetapi juga membangun anggapan bahwa hubungan partai dengan pemilih bersifat pertukaran, dan hubungan semacam itu berakhir ketika bantuannya berhenti.
Basis di wilayah berpenduduk kecil. Kekuatan di Papua bernilai tinggi untuk kursi daerah dan bernilai rendah untuk persentase nasional.
Penurunan ambang batas. Pada angka satu persen, Perindo masuk DPR dengan perolehan 2024 tanpa perubahan apa pun. Inilah alasan Perindo aktif mengusulkan tanpa ambang batas atau satu persen.
Perubahan sistem pemilu. Perindo mengusulkan sistem pemilu campuran dan penguatan rekapitulasi elektronik. Bila usulan campuran diterima, partai dengan sebaran tipis tetapi merata seperti Perindo memperoleh keuntungan struktural.
Verifikasi berklaster. Usulan agar partai yang sudah dua kali menjadi peserta tidak perlu verifikasi faktual akan memangkas biaya terbesar partai kecil.
Menjadi pemasok kursi bagi koalisi mana pun. Dengan 349 kursi kabupaten kota, Perindo bernilai sebagai mitra pilkada bahkan tanpa kursi DPR.
Kelelahan pemilih. Setelah dua kegagalan, calon legislatif potensial dan pemilih mulai membaca Perindo sebagai partai yang tidak akan menembus, dan anggapan itu memperbesar kegagalan berikutnya.
Ketergantungan pada satu keluarga dan satu grup usaha. Bila prioritas bisnis berubah, seluruh keunggulan pembiayaan dan media dapat menyusut sekaligus.
Perubahan lanskap media. Pemilih pemula 2029 mengonsumsi kanal pendek dan berbayar, bukan televisi bebas siar, sehingga keunggulan penyiaran Perindo menurun nilainya seiring waktu.
Ambang batas tetap tinggi. Pada angka empat persen atau lebih, Perindo perlu menggandakan suaranya tiga kali, dan tidak ada bukti kemampuan itu pada dua pemilu terakhir.
Perindo bergantung pada satu keluarga sekaligus satu grup usaha, dan keduanya adalah sumber yang sama. Namun kerapuhannya justru lebih rendah daripada PSI, karena sumber ketergantungannya berada di dalam kendali partai sendiri, bukan pada pihak luar yang bisa berubah sikap. Selama grup usaha itu berjalan dan tetap berminat pada politik, pasokan sumber daya Perindo relatif pasti. Kerapuhannya sedang, dan risiko utamanya bukan politik melainkan komersial.
- Diuntungkan bila Perindo masuk DPR
- Keluarga pendiri yang memperoleh saluran politik formal atas jaringan usaha dan medianya, 349 legislator kabupaten kota yang jalur kariernya terbuka, serta wilayah Indonesia timur yang memperoleh tambahan perwakilan di Senayan
- Dirugikan bila Perindo tumbuh
- Partai parlemen yang bersaing di Papua dan Maluku, serta pesaing di dunia usaha media yang menghadapi pemain dengan akses politik lebih besar
- Titik awal terbaru
- Survei SMRC 5 sampai 19 Juli 2026 mencatat Perindo pada 2,2 persen mentah atau sekitar 3,0 persen setelah golput dikeluarkan, naik 0,9 poin dari hasil 2024. Arahnya membalik setelah dua kegagalan berturut turut
- Minimum realistis
- Sekitar 1,3 persen, bila kenaikan pada survei ternyata bersifat sesaat
- Skenario dasar
- Sekitar 2 sampai 2,8 persen, yaitu mempertahankan sebagian kenaikan 2026
- Skenario atas
- Sekitar 3,5 persen, bila menambah titik kuat di Jawa dan mengganti pendekatan bantuan langsung dengan isu kebijakan
- Skenario terobosan
- Sekitar 4,5 persen, bila sistem pemilu berubah menjadi campuran atau ambang batas turun sehingga Perindo memperoleh kursi lalu memakai panggung DPR untuk tumbuh
- Skenario terburuk
- Di bawah 1 persen, bila prioritas grup usaha pendirinya bergeser dari politik
Angka di atas adalah analisis skenario Tim Head Politika, bukan prediksi dan bukan hasil survei.
Anggota Sekretariat Bersama Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat, dan salah satu yang paling banyak menyampaikan usulan teknis. Perindo mengusulkan ambang batas dihapus atau diturunkan menjadi satu persen, sistem pemilu campuran, penguatan rekapitulasi elektronik, serta verifikasi berklaster agar partai yang sudah dua periode menjadi peserta dan tercatat di sistem informasi partai politik tidak perlu menjalani verifikasi faktual ulang. Sebagai peserta dua pemilu terakhir, Perindo tidak menghadapi persoalan legalitas.
- Satu hal yang bila berhasil mengubah peta
- Mengubah keunggulan siarnya dari alat pengenalan nama menjadi alat pembangunan isu. Bila Perindo memakai jaringan medianya untuk memiliki satu isu kebijakan selama lima tahun, bukan untuk menampilkan kegiatan bantuan, ia dapat mengubah 1,28 persen menjadi angka yang berbeda jenis
- Satu kesalahan yang bisa menghancurkan
- Mengulangi strategi 2019 dan 2024 untuk ketiga kalinya. Dua kegagalan dengan pendekatan yang sama sudah cukup menjadi bukti, dan kegagalan ketiga akan membuat calon legislatif terbaiknya pindah ke partai lain
- Satu
- Ganti isi pesan dari bantuan menjadi kebijakan. Pilih satu isu yang dekat dengan basisnya, misalnya biaya modal dan perizinan usaha mikro, lalu kuasai isu itu secara konsisten
- Dua
- Pindahkan sebagian tenaga ke daerah pemilihan berpenduduk besar di Jawa dan Sumatra, sebab kursi di Papua tidak menghasilkan persentase nasional
- Tiga
- Ubah 349 legislator kabupaten kota menjadi jaringan penggerak dengan target terukur, karena mereka aset yang paling kurang dimanfaatkan
- Empat
- Kurangi ketergantungan pada televisi bebas siar dan bangun kanal pendek yang dikelola kader daerah, karena pemilih pemula 2029 tidak menonton kanal yang sama
- Lima
- Terbitkan laporan keuangan ringkas secara sukarela. Bagi partai yang identik dengan satu grup usaha, keterbukaan adalah cara termurah menjawab kecurigaan
Yang harus dihentikan. Berhenti mengukur keberhasilan dari jumlah tayangan dan jumlah penerima bantuan. Dua pemilu terakhir membuktikan kedua ukuran itu tidak berhubungan dengan kursi.
Tiga hal yang bisa membuat analisis di atas salah. Pertama, kami menyimpulkan bahwa akses media tidak berubah menjadi suara berdasarkan dua pemilu, padahal bisa jadi akses itu justru menahan Perindo dari kejatuhan yang lebih dalam, dan tanpa media perolehannya jauh lebih kecil. Bila benar demikian, penilaian kami atas efektivitas medianya terlalu keras. Kedua, kami menilai basis Papua sebagai kelemahan karena berpenduduk kecil, padahal enam provinsi baru di Tanah Papua menambah jumlah kursi DPRD dan bisa menjadi pijakan pertumbuhan yang belum terlihat pada 2024. Ketiga, penilaian kapasitas pembiayaan kami dasarkan pada inferensi dari kepemilikan usaha, bukan pada laporan keuangan, sehingga bagian itu paling lemah.
Kami tidak menemukan laporan keuangan Perindo yang dapat diperiksa publik, tidak menemukan angka anggota terdaftar yang dapat diverifikasi, dan tidak menemukan survei elektabilitas terkini dengan metodologi terbuka. Ketiganya dinyatakan tidak tersedia dan tidak kami taksir.
Ruas 16. Bottom line Perindo
- Seberapa serius: serius secara sumber daya, belum terbukti secara elektoral, dengan dua kegagalan berturut turut dan tren menurun.
- Basis terkuat: Papua Pegunungan dan Indonesia bagian timur, dengan 349 kursi kabupaten kota secara nasional.
- Kekuatan terbesar: satu satunya partai non-parlemen yang pendirinya memiliki jaringan penyiaran nasional, sehingga biaya pengenalan namanya hampir nol.
- Kelemahan terbesar: semua sumber daya itu tidak berubah menjadi suara selama dua pemilu, jadi persoalannya ada pada isi tawaran.
- Batas atas dan peluang tembus: kisaran 2 sampai 4,5 persen dihitung dari titik terbaru 3,0 persen pada survei Juli 2026, bukan dari 1,28 persen hasil 2024.
- Mengapa harus diperhatikan: Perindo adalah bukti terbaik bahwa uang dan panggung media tidak otomatis menjadi kursi, dan itu pelajaran yang berlaku untuk seluruh partai baru.
04. Partai Gelombang Rakyat Indonesia1.281.991 suara · 0,84 persen · kelayakan 44 · Suara menengah, mesin provinsi nyaris nol
- Berdiri
- 28 Oktober 2019, didirikan Anis Matta dan Fahri Hamzah bersama mantan kader PKS
- Asas dan ideologi
- Pancasila, dengan narasi arah baru dan gagasan Indonesia sebagai kekuatan lima besar dunia
- Ketua umum
- Anis Matta, terpilih kembali secara aklamasi pada Musyawarah Nasional I, 8 Desember 2024
- Pengurus inti
- Mahfuz Sidik sekretaris jenderal, Fahri Hamzah wakil ketua umum
- Posisi di pemerintahan
- Anis Matta menjabat Wakil Menteri Luar Negeri dan Fahri Hamzah menjabat Wakil Menteri Perumahan pada pemerintahan Prabowo
- Kapasitas digital
- Situs resmi dan media sosial aktif, kartu tanda anggota digital tersedia, tanpa aset penyiaran. Liputan media nasional sedang, sebagian besar melekat pada aktivitas kedua tokoh puncaknya sebagai pejabat. Penilaian kualitatif per 12 Agustus 2026
Gelora adalah partai pecahan. Anis Matta dan Fahri Hamzah keduanya berasal dari PKS, dan keduanya dipecat pada 2016. Tiga tahun kemudian mereka mendirikan partai sendiri bersama sejumlah mantan kader, sehingga sejak awal Gelora mewarisi metode kaderisasi yang rapi tetapi juga mewarisi persaingan langsung dengan bekas rumahnya.
Pemilu 2024 adalah pemilu pertamanya. Perolehan 1.281.991 suara untuk partai yang baru berusia empat tahun sebenarnya tidak buruk, dan lebih besar daripada Hanura yang sudah delapan belas tahun. Namun angka kursi daerahnya memperlihatkan gambaran yang berbeda dan jauh lebih penting, yaitu hanya satu kursi DPRD provinsi di seluruh Indonesia.
Titik balik keduanya terjadi setelah Pemilu 2024, ketika kedua pendirinya masuk ke pemerintahan sebagai wakil menteri. Sejak itu Gelora berpindah posisi dari partai penantang menjadi partai yang berada di dalam lingkaran kekuasaan, dengan konsekuensi yang berjalan dua arah.
- Tokoh formal dan ideologis
- Anis Matta, mantan Presiden PKS, yang menyusun narasi arah baru partai dan menjadi rujukan gagasannya
- Tokoh komunikasi
- Fahri Hamzah, mantan Wakil Ketua DPR, dengan pengenalan publik paling tinggi di partai ini
- Pengurus inti
- Mahfuz Sidik sebagai sekretaris jenderal, juga berlatar PKS
- Jaringan utama
- Mantan kader dan simpatisan PKS yang keluar bersama pendirinya, terutama di Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat
- Akses kekuasaan
- Dua jabatan wakil menteri memberi akses langsung ke lingkaran pemerintahan. Ini keunggulan nyata dan sekaligus tali pengikat, sebab akses itu bergantung pada berlanjutnya patronase
- Provinsi terkuat berdasarkan kursi provinsi
- Papua Pegunungan dengan 1 kursi, dan itu satu satunya kursi DPRD provinsi yang dimiliki Gelora di seluruh Indonesia
- Kekuatan tingkat kabupaten kota
- Terkonsentrasi di Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat, disusul Jawa Timur dan Sumatra Utara, dengan total 72 kursi
- Klasifikasi basis
- Personalistik dan ideologis campuran, dengan sebaran sempit. Basisnya mengikuti jaringan pribadi para pendirinya, bukan wilayah tertentu secara utuh
- Anggapan yang perlu dikoreksi
- Gelora sering disebut kuat di Jawa Barat karena aktivitas kadernya terlihat di sana. Data tidak mendukung anggapan itu. Perolehan Gelora di Jawa Barat hanya sekitar 220 ribu suara dan berada di peringkat tiga belas
Kader terlatih warisan metode PKS. Gelora adalah satu satunya partai di kelompok ini yang inti kadernya berasal dari tradisi kaderisasi berjenjang yang rapi. Kader semacam ini bekerja tanpa perlu banyak dibiayai, dan itu keunggulan besar untuk partai kecil.
Akses langsung ke lingkaran kekuasaan. Dua jabatan wakil menteri memberi informasi, jaringan, dan panggung yang tidak dimiliki partai non-parlemen lain kecuali Garuda.
Perolehan suara yang lumayan pada pemilu pertama. Sebanyak 1,28 juta suara untuk partai berusia empat tahun menunjukkan kemampuan memobilisasi jaringan, bukan sekadar keberuntungan.
Kesiapan administratif yang digarap serius. Peluncuran unit khusus verifikasi pada 2 Agustus 2026 menandakan partai ini memperlakukan syarat teknis sebagai pekerjaan, bukan urusan belakangan.
Satu kursi DPRD provinsi di seluruh Indonesia. Ini kelemahan paling telanjang pada profil Gelora. Dengan suara nasional lebih besar daripada Hanura, kursi provinsinya empat puluh dua kali lebih sedikit. Artinya suaranya sangat tersebar dan tidak menumpuk cukup di satu daerah pemilihan mana pun.
Ketergantungan pada dua orang. Hampir seluruh pengenalan publik, gagasan, dan akses partai berada pada Anis Matta dan Fahri Hamzah.
Persaingan langsung dengan bekas rumahnya. PKS berada di DPR dengan sumber daya negara, dan setiap pemilih ideologis yang diperebutkan Gelora harus diambil dari sana.
Basis yang sempit secara geografis. Kekuatannya di Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat berhadapan langsung dengan PPP yang jauh lebih besar di dua wilayah yang sama.
Penurunan ambang batas. Pada angka satu persen, Gelora tidak langsung masuk tetapi jaraknya menjadi dapat dikejar, yaitu tinggal sekitar 0,2 persen.
Konsolidasi partai pro-pemerintah. Bila blok partai kecil pendukung pemerintahan dirapikan menjadi satu kekuatan, Gelora adalah kandidat paling siap secara kaderisasi untuk menjadi intinya.
Kekosongan di ceruk Islam modernis perkotaan. Segmen ini tidak sepenuhnya dikuasai PKS maupun PAN, dan latar pendiri Gelora cocok untuk mengisinya.
Verifikasi sebagai pembeda. Bila banyak partai baru gagal di tahap verifikasi, Gelora yang menyiapkannya sejak 2026 akan tampil sebagai pilihan yang lebih matang.
Berakhirnya patronase. Bila kedua tokoh puncaknya tidak lagi menjabat, Gelora kehilangan akses sekaligus alasan pemberitaan dalam satu waktu.
Berebut ceruk yang sama dengan sesama pendukung pemerintah. Beberapa partai baru memosisikan diri di posisi yang sama, sedangkan pemilih pendukung Presiden sudah memiliki Gerindra.
Kehilangan kader ke partai parlemen. Kader terlatih adalah aset yang paling dicari partai lain, dan tanpa kursi DPR, jalur karier di Gelora terbatas.
Ambang batas tetap tinggi. Pada angka empat persen, Gelora perlu hampir melima kalikan suaranya, dan tidak ada dasar untuk memperkirakan lonjakan sebesar itu.
Ketergantungan Gelora bertumpuk pada dua orang yang sekaligus menjadi sumber gagasan, sumber pengenalan publik, dan sumber akses kekuasaan. Tidak ada tokoh ketiga dengan pengenalan setara. Kerapuhannya tinggi, dan bentuknya khas: bila kedua tokoh itu tetap menjabat, Gelora aman tetapi tidak tumbuh karena perhatian tersedot ke urusan pemerintahan. Bila keduanya berhenti menjabat, Gelora kehilangan akses. Kedua keadaan itu sama sama tidak membesarkan partai, dan itulah persoalan strategis paling mendasar yang dihadapinya.
- Diuntungkan bila Gelora masuk DPR
- Kedua pendirinya yang memperoleh jalur kembali ke politik elektoral tanpa bergantung pada jabatan pemerintahan, jaringan mantan kader PKS yang memperoleh rumah permanen, serta pemerintahan yang menambah satu mitra fraksi
- Dirugikan bila Gelora tumbuh
- PKS sebagai sumber asal kadernya dan pemilihnya, PPP di Sulawesi Selatan serta Nusa Tenggara Barat, dan partai kecil lain yang memperebutkan posisi pendukung pemerintah
- Minimum realistis
- Sekitar 0,6 persen, bila kedua tokoh puncaknya sibuk di pemerintahan dan partai kehilangan perhatian
- Skenario dasar
- Sekitar 0,9 sampai 1,2 persen, yaitu naik tipis dari pemilu pertamanya
- Skenario atas
- Sekitar 1,8 persen, bila kaderisasi diubah menjadi mesin dapil dan basis Sulawesi Selatan diperdalam
- Skenario terobosan
- Sekitar 3 persen, bila menjadi inti penggabungan partai kecil pendukung pemerintah dan mewarisi sebagian suara mereka
- Skenario terburuk
- Di bawah 0,5 persen, bila kader terlatihnya pindah ke partai parlemen karena jalur karier tertutup
Angka di atas adalah analisis skenario Tim Head Politika, bukan prediksi dan bukan hasil survei.
Anggota Sekretariat Bersama Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat. Sikap khasnya adalah menolak perluasan ambang batas ke tingkat DPRD, sebab bila ambang batas juga diterapkan di daerah, 72 kursi kabupaten kotanya ikut terancam. Gelora juga paling maju dalam persiapan teknis, dengan meluncurkan unit khusus verifikasi partai politik pada 2 Agustus 2026, menargetkan lolos verifikasi pada Desember 2026, dan bersiap mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum pada rentang Juli sampai Desember 2027. Partai ini juga mengklaim kepengurusan lengkap di tingkat pusat dan provinsi serta 93 persen di tingkat kabupaten kota. klaim partai, belum diverifikasi
- Satu hal yang bila berhasil mengubah peta
- Mengubah suara yang tersebar menjadi suara yang menumpuk. Gelora tidak perlu menambah banyak suara, ia perlu memindahkan suara yang sudah ada agar terkonsentrasi di daerah pemilihan tertentu sampai menghasilkan kursi. Satu kursi DPRD provinsi dari 1,28 juta suara adalah tanda persoalan sebaran, bukan persoalan jumlah
- Satu kesalahan yang bisa menghancurkan
- Membiarkan partai berjalan sebagai pelengkap jabatan kedua pendirinya. Bila lima tahun ke depan Gelora hanya menjadi latar bagi aktivitas dua wakil menteri, ia akan tiba di 2029 dengan kader yang sudah pergi
- Satu
- Pilih dua puluh daerah pemilihan dan pusatkan seluruh sumber daya di sana, sebab menyebar tenaga secara merata sudah terbukti menghasilkan satu kursi provinsi
- Dua
- Munculkan tokoh ketiga dengan pengenalan sendiri, sebaiknya dari daerah basis, agar partai tidak berhenti bila dua pendirinya sibuk
- Tiga
- Sediakan jalur karier nyata bagi kader terlatih, misalnya penugasan pilkada dan posisi pengurus dengan kewenangan, agar mereka tidak pindah
- Empat
- Ambil satu isu yang tidak dipegang PKS maupun partai pemerintah, misalnya keterbukaan tata kelola perumahan atau diplomasi ekonomi, dua bidang yang justru dekat dengan pengalaman pendirinya
- Lima
- Buka bukti atas klaim kepengurusan 93 persen kabupaten kota secara mandiri, sebelum diperiksa Komisi Pemilihan Umum, karena klaim yang diverifikasi sendiri lebih kuat daripada klaim yang menunggu diperiksa
Yang harus dihentikan. Berhenti memakai jabatan pemerintahan kedua pendirinya sebagai isi utama komunikasi partai. Jabatan itu milik orangnya, bukan milik partai, dan tidak akan ikut ke bilik suara.
Tiga hal yang bisa membuat analisis di atas salah. Pertama, kami menilai satu kursi DPRD provinsi sebagai bukti mesin lemah, padahal untuk partai yang baru pertama kali ikut pemilu, 72 kursi kabupaten kota sebenarnya awal yang wajar, dan penilaian kami mungkin terlalu keras. Kedua, kami memperlakukan jabatan wakil menteri sebagai tali pengikat, padahal bisa jadi keduanya berhasil memakai jabatan itu untuk membangun jaringan kepala daerah yang tidak terlihat dari luar. Ketiga, kami tidak dapat memverifikasi klaim kepengurusan 93 persen kabupaten kota, sehingga penilaian atas kesiapan verifikasinya bertumpu pada pernyataan partai sendiri.
Kami tidak menemukan verifikasi independen atas klaim struktur Gelora, tidak menemukan laporan keuangan yang dapat diperiksa publik, tidak menemukan angka anggota terdaftar, dan tidak menemukan survei elektabilitas terkini dengan metodologi terbuka. Semuanya dinyatakan tidak tersedia dan tidak kami taksir.
Ruas 16. Bottom line Gelora
- Seberapa serius: sedang. Suaranya menengah dan kadernya terlatih, tetapi mesin daerahnya tidak sepadan dengan suaranya.
- Basis terkuat: Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat pada tingkat kabupaten kota, dengan hanya satu kursi DPRD provinsi secara nasional.
- Kekuatan terbesar: kader terlatih warisan tradisi kaderisasi PKS, ditambah akses langsung ke lingkaran pemerintahan.
- Kelemahan terbesar: suara tersebar terlalu tipis, dan seluruh partai bertumpu pada dua orang yang kini sibuk sebagai pejabat.
- Batas atas dan peluang tembus: kisaran 0,9 sampai 3 persen, dan pada ambang batas satu persen jaraknya menjadi dapat dikejar.
- Mengapa harus diperhatikan: bila blok partai kecil pendukung pemerintah benar benar dirapikan menjadi satu, Gelora adalah kandidat paling siap menjadi intinya.
05. Partai Hati Nurani Rakyat1.094.588 suara · 0,72 persen · kelayakan 45 · Penurunan tertajam, mesin terbesar kedua
- Berdiri
- Desember 2006, didirikan Wiranto bersama sejumlah purnawirawan dan politisi
- Asas dan ideologi
- Pancasila, dengan penekanan hati nurani, kebangsaan, dan antikorupsi
- Ketua umum
- Oesman Sapta Odang, terpilih kembali secara aklamasi pada Musyawarah Nasional di Bali, 18 sampai 20 Agustus 2024, untuk periode 2024 sampai 2029, atas dukungan 514 pengurus daerah dan cabang
- Pengurus dan struktur
- Kepengurusan pusat berisi 86 orang, dikukuhkan di Jakarta Convention Centre pada 26 April 2025, dihadiri sekitar lima ribu kader serta pejabat negara dan pimpinan partai lain termasuk Ketua Umum PDI Perjuangan
- Posisi politik
- Menyatakan mendukung pemerintahan Prabowo
- Kapasitas digital
- Situs resmi dan media sosial aktif, tanpa aset penyiaran. Liputan media nasional sedang dan meningkat sejak pertengahan 2026 karena kegiatan satuan tugasnya. Penilaian kualitatif per 12 Agustus 2026
Hanura memiliki riwayat penurunan paling tajam di antara seluruh partai dalam laporan ini, dan itu perlu disebut lebih dulu sebelum kekuatannya. Pada 2014 partai ini masih meraih 6.579.498 suara atau 5,26 persen dan memiliki fraksi di DPR. Pada 2019 perolehannya jatuh menjadi 2.161.507 suara atau 1,54 persen dan kursinya habis. Pada 2024 turun lagi menjadi 1.094.588 suara atau 0,72 persen. Dalam sepuluh tahun, suaranya menyusut menjadi sekitar seperenam.
Penyebabnya bukan tunggal, tetapi satu pola terlihat jelas. Hanura kehilangan figur pusatnya. Wiranto, pendirinya, sudah lama tidak menjadi pusat kampanye partai, dan kini menjabat Penasihat Khusus Presiden bidang politik dan keamanan. Terdapat satu perkembangan yang layak dicatat sebagai temuan, yaitu Wiranto diberitakan tercatat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Rakyat Indonesia, sebuah partai baru yang dideklarasikan pada Agustus 2025. Kedalaman keterlibatannya belum dapat dipastikan. perlu diverifikasi lebih lanjut
Titik balik terpenting justru terjadi baru baru ini, dan inilah alasan Hanura tidak layak dihapus dari perhitungan. Setelah pengukuhan kepengurusan pada April 2025, partai ini membentuk satuan tugas yang dipimpin Patrice Rio Capella dan mulai bergerak dengan jadwal. Konsolidasi struktur nasional ditargetkan rampung akhir September 2026, dilanjutkan pemetaan daerah pemilihan, dan pada 2027 struktur ditargetkan siap bergerak di setiap daerah pemilihan. Safari konsolidasi pertama digelar di Banten pada 8 Agustus 2026, dan pada kesempatan itu pengurus daerah serta cabang juga menerima bantuan operasional. Rio Capella menyebut Indonesia memiliki sekitar 80.000 ranting dan bila seluruhnya tertembus, Hanura dapat melewati ambang batas empat persen.
- Tokoh formal
- Oesman Sapta Odang sebagai ketua umum, pengusaha dan mantan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, juga pihak yang mengumumkan pembentukan sekretariat bersama dua belas partai pada September 2025
- Tokoh penggerak organisasi
- Patrice Rio Capella sebagai ketua satuan tugas, mantan Ketua Umum NasDem, dan orang yang paling banyak menyampaikan target terukur partai ini pada 2026
- Pendiri
- Wiranto, kini Penasihat Khusus Presiden. Hubungannya dengan partai tidak lagi bersifat operasional
- Perekrutan dari luar
- Kepengurusan 2025 memuat sejumlah nama berpengalaman termasuk mantan menteri, mantan pimpinan partai lain, mantan wakil ketua DPR, dan delapan purnawirawan jenderal
- Yang tidak dimiliki
- Tidak ada tokoh dengan elektabilitas nasional yang menjadi wajah partai. Nama besar yang direkrut adalah nama yang dikenal di kalangan politik, bukan di kalangan pemilih muda
- Provinsi terkuat
- Sumatra Utara dan Maluku Utara, masing masing 5 kursi DPRD provinsi
- Sebaran
- Hadir di DPRD 17 provinsi, dengan kekuatan tambahan di Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua
- Klasifikasi basis
- Regional dan tersebar. Basisnya nyata di luar Jawa, dan itu berbeda dari PSI yang bertumpu di kota besar Jawa
- Ketimpangan yang menentukan
- Inilah kasus paling ekstrem dalam laporan ini. Suara nasional Hanura hanya seperempat PSI, tetapi kursi kabupaten kotanya lebih dari tiga kali PSI. Artinya suara Hanura sangat efisien secara lokal dan sangat lemah secara nasional
Mesin daerah terbesar kedua di Indonesia di luar partai parlemen. Sebanyak 42 kursi provinsi dan 486 kursi kabupaten kota berarti ratusan legislator aktif dengan pemilih nyata. Hanya PPP yang lebih besar.
Satu satunya partai di kelompok ini yang bergerak dengan tenggat. Konsolidasi ditargetkan rampung September 2026, pemetaan dapil menyusul, dan 2027 siap bergerak per dapil. Tidak ada partai lain dalam laporan ini yang menyebut jadwal sejelas ini.
Bantuan operasional yang benar benar mengalir ke daerah. Penyerahan bantuan kepada pengurus daerah dan cabang pada Agustus 2026 menunjukkan pembiayaan tidak berhenti di pusat, dan bagi partai kecil ini pembeda yang jarang ada.
Kapasitas merekrut politisi berpengalaman. Kepengurusan 86 orang memuat mantan menteri, mantan pimpinan partai, dan purnawirawan, artinya partai masih dianggap layak ditumpangi karier.
Penurunan tiga pemilu berturut turut. Dari 5,26 persen menjadi 1,54 persen lalu 0,72 persen. Ini tren paling buruk di antara seluruh partai dalam laporan ini, dan tidak ada bukti pembalikan arah pada tingkat suara nasional.
Tidak ada wajah partai. Ketua umumnya dikenal di dunia politik dan usaha, bukan sebagai magnet pemilih. Pendirinya sudah tidak berperan, bahkan diberitakan berada di struktur partai lain.
Jarak yang sangat jauh dari ambang batas. Untuk mencapai empat persen, Hanura perlu hampir melima kalikan suaranya, dan untuk satu persen pun masih perlu tambahan sekitar 0,3 persen.
Target 80.000 ranting yang belum tentu terjangkau. Angka itu masuk akal sebagai aritmatika dan sangat berat sebagai pekerjaan lapangan dalam waktu kurang dari tiga tahun.
Penurunan ambang batas. Pada angka satu persen, Hanura berada tepat di ambang, sehingga tambahan kecil saja sudah cukup mengubah nasibnya.
Menjadi penampung legislator daerah dari partai kecil lain. Dengan mesin terbesar kedua dan bantuan operasional yang berjalan, Hanura adalah tujuan paling logis bagi kader partai kecil yang partainya berhenti bergerak.
Peran sebagai tuan rumah sekretariat bersama. Ketua umumnya adalah pihak yang mengumumkan pembentukan poros dua belas partai, dan posisi itu memberi pengaruh melebihi ukuran suaranya.
Basis luar Jawa yang persaingannya lebih renggang. Sumatra Utara, Maluku Utara, Kalimantan Barat, dan Papua bukan lumbung utama partai besar
Kehilangan legislator daerah. Ini ancaman paling nyata. Ratusan legislator Hanura adalah orang yang paling terdorong berpindah ke partai parlemen agar aman pada 2029, dan bila mereka pergi, satu satunya keunggulan Hanura ikut hilang.
Ketergantungan pada pembiayaan ketua umum. Bantuan operasional adalah kekuatan sekaligus tanda bahwa keberlangsungan partai bertumpu pada satu sumber.
Usia kepemimpinan dan pergantian generasi. Belum terlihat jalur suksesi yang jelas di bawah ketua umum sekarang.
Ambang batas tetap tinggi. Pada angka empat persen atau lebih, Hanura praktis tidak punya jalan dan akan bertahan sebagai kekuatan daerah saja.
Hanura tidak bergantung pada satu tokoh untuk suara, sebab suaranya memang tidak berasal dari tokoh mana pun. Ketergantungannya bersifat lain dan lebih jarang dibahas, yaitu pada pembiayaan ketua umumnya dan pada kesetiaan ratusan legislator daerahnya. Kedua hal itu berhubungan, sebab bantuan operasional adalah cara menahan legislator agar tidak pergi. Kerapuhannya sedang menuju tinggi, dan bentuknya bukan kejatuhan mendadak melainkan pengikisan bertahap, persis seperti yang sudah terjadi selama tiga pemilu.
- Diuntungkan bila Hanura masuk DPR
- Ratusan legislator daerahnya yang jalur karier nasionalnya kembali terbuka, wilayah luar Jawa yang memperoleh tambahan perwakilan, serta seluruh anggota sekretariat bersama karena ketua umum Hanura adalah salah satu penggerak utamanya
- Dirugikan bila Hanura tumbuh
- Partai parlemen yang bersaing di Sumatra Utara, Maluku Utara, Kalimantan Barat, dan Papua, serta partai kecil lain yang kadernya berpotensi direkrut Hanura
- Minimum realistis
- Sekitar 0,5 persen, bila legislator daerahnya berpindah dan penurunan berlanjut untuk keempat kalinya
- Skenario dasar
- Sekitar 0,8 sampai 1,1 persen, yaitu berhenti menurun berkat kerja satuan tugas
- Skenario atas
- Sekitar 1,6 persen, bila konsolidasi rampung sesuai jadwal dan pemetaan dapil berjalan pada 2027
- Skenario terobosan
- Sekitar 2,5 persen, bila menjadi penampung utama kader partai kecil yang berhenti bergerak, sekaligus muncul satu tokoh baru dengan pengenalan nasional
- Skenario terburuk
- Di bawah 0,4 persen, bila pembiayaan pusat berhenti dan legislator daerah pergi bersamaan
Angka di atas adalah analisis skenario Tim Head Politika, bukan prediksi dan bukan hasil survei.
Anggota Sekretariat Bersama Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat, dan ketua umumnya adalah pihak yang mengumumkan pembentukannya pada September 2025 sekaligus mendorong ambang batas satu persen bahkan nol persen. Sikap resmi partai pada Agustus 2026 disampaikan ketua satuan tugasnya, yaitu Hanura menyatakan tidak gentar berapa pun angka yang akhirnya ditetapkan, dengan alasan kekuatannya dibangun dari struktur ranting. Sebagai peserta pemilu sejak 2009, Hanura tidak menghadapi persoalan legalitas.
- Satu hal yang bila berhasil mengubah peta
- Menahan seluruh 528 legislator daerahnya tetap di partai sampai 2029, lalu menugaskan mereka merekrut pemilih di dapil masing masing. Hanura tidak memerlukan tokoh nasional untuk itu, ia memerlukan disiplin dan uang operasional yang tidak berhenti
- Satu kesalahan yang bisa menghancurkan
- Menghentikan bantuan operasional daerah sebelum 2029. Dalam partai yang tidak punya magnet elektoral, aliran dana operasional adalah satu satunya alasan pengurus daerah tetap bekerja, dan penghentiannya akan langsung terlihat sebagai kepindahan kader
- Satu
- Kunci kesetiaan 528 legislator daerah dengan kontrak politik yang jelas, termasuk kepastian pencalonan kembali dan dukungan pemenangan
- Dua
- Turunkan target 80.000 ranting menjadi target yang dapat dicapai, misalnya 20.000 ranting yang benar benar aktif di dapil prioritas, sebab angka besar yang gagal lebih merugikan daripada angka kecil yang tercapai
- Tiga
- Munculkan satu tokoh berusia di bawah lima puluh tahun sebagai wajah partai, sebaiknya dari basis luar Jawa yang sudah kuat
- Empat
- Ambil posisi sebagai partai perwakilan daerah luar Jawa secara terbuka, sebab di situlah kekuatan nyatanya dan tidak ada partai parlemen yang mengklaim posisi itu
- Lima
- Terbitkan laporan keuangan ringkas secara sukarela, karena partai yang pembiayaannya identik dengan ketua umum paling membutuhkan bukti keterbukaan
Yang harus dihentikan. Berhenti menjadikan pengukuhan pengurus dan pertemuan besar sebagai ukuran kemajuan. Pengukuhan 86 pengurus pusat pada 2025 dihadiri ribuan orang dan tidak mengubah satu pun angka suara. Yang mengubah angka adalah pengurus yang bekerja di ranting, dan itu tidak terlihat di panggung.
Tiga hal yang bisa membuat analisis di atas salah. Pertama, sebagian nilai yang kami berikan bersandar pada adanya jadwal dan bantuan operasional, padahal jadwal adalah pernyataan dan bukan capaian, sehingga penilaian itu bisa jadi terlalu cepat atas sesuatu yang belum terbukti. Kedua, kami menilai 486 kursi kabupaten kota sebagai mesin yang bekerja, padahal kursi itu diperoleh pada 2024 ketika suara nasionalnya sudah jatuh, yang berarti kursi daerah dan suara nasional memang bergerak terpisah dan mesin itu mungkin tidak dapat dipakai untuk mengejar ambang batas nasional. Ketiga, kami tidak dapat memverifikasi apakah bantuan operasional bersifat berkelanjutan atau hanya pada kegiatan tertentu.
Kami tidak menemukan laporan keuangan Hanura yang dapat diperiksa publik, tidak menemukan angka anggota terdaftar yang dapat diverifikasi, tidak menemukan bukti independen atas capaian konsolidasi yang ditargetkan September 2026, dan tidak menemukan survei elektabilitas terkini dengan metodologi terbuka. Semuanya dinyatakan tidak tersedia.
Ruas 16. Bottom line Hanura
- Seberapa serius: lebih serius daripada anggapan umum. Suaranya jatuh tiga pemilu berturut turut, tetapi mesin daerahnya terbesar kedua dan satuan tugasnya bergerak dengan tenggat.
- Basis terkuat: Sumatra Utara dan Maluku Utara, dengan sebaran di 17 provinsi dan 486 kursi kabupaten kota.
- Kekuatan terbesar: ratusan legislator daerah yang masih menjabat, ditambah bantuan operasional yang benar benar mengalir ke pengurus daerah.
- Kelemahan terbesar: tidak ada wajah partai sama sekali, dan jaraknya ke ambang batas empat persen hampir lima kali perolehannya sekarang.
- Batas atas dan peluang tembus: kisaran 0,8 sampai 2,5 persen, dan hanya pada ambang batas satu persen peluangnya terbuka.
- Mengapa harus diperhatikan: Hanura adalah uji paling bersih atas satu pertanyaan penting, yaitu apakah kerja organisasi tanpa tokoh terkenal masih bisa menghasilkan suara di Indonesia.
06. Partai Bulan Bintang484.486 suara · 0,32 persen · kelayakan 36 · Kehilangan pendiri, mendapat ketua termuda
- Berdiri
- 1998, pada awal Reformasi, didirikan Yusril Ihza Mahendra bersama kalangan Masyumi dan Dewan Dakwah
- Asas dan ideologi
- Islam, dengan garis modernis dan penekanan pada penegakan hukum serta konstitusi
- Ketua umum
- Gugum Ridho Putra, terpilih pada Muktamar VI, Januari 2025, untuk periode 2025 sampai 2030
- Proses pemilihan
- Lima nama bersaing, yaitu Gugum Ridho Putra, Afriansyah Noor, Jurhum Lantong, Fahri Bachmid, dan Hilman Indra. Hanya dua yang memenuhi syarat dukungan 25 persen dari 551 peserta pemilik hak suara, lalu dipilih perwakilan pengurus wilayah, cabang, badan otonom, mahkamah partai, dan majelis syura
- Status badan hukum
- Sah, peserta pemilu sejak 1999
- Kapasitas digital
- Situs resmi dan media sosial tersedia, tanpa aset penyiaran. Liputan media nasional rendah setelah pendirinya mundur. Penilaian kualitatif per 12 Agustus 2026
PBB adalah partai dengan riwayat penurunan paling panjang dalam laporan ini. Pada dua pemilu pertama era Reformasi ia memiliki kursi DPR. Sejak 2009 ia tidak pernah lolos ambang batas lagi, dan perolehannya terus menyusut hingga 0,32 persen pada 2024. Selama seluruh periode itu, identitas partai praktis menyatu dengan satu nama, yaitu Yusril Ihza Mahendra, yang memimpinnya sejak berdiri.
Titik balik terbesarnya terjadi pada 18 Mei 2024, tiga bulan setelah kegagalan Pemilu 2024. Dalam Musyawarah Dewan Partai, Yusril mengundurkan diri sebagai ketua umum dengan alasan ingin beristirahat dari kepengurusan partai politik, setelah memimpin sejak 1998. Ia menyatakan akan tetap aktif berpolitik dalam kapasitas pribadi sebagai akademisi dan politisi senior, di luar keterikatan dengan partai mana pun. Musyawarah itu memilih Fahri Bachmid sebagai penjabat ketua umum dengan 29 suara berbanding 20, dari 49 peserta yang berhak memutuskan.
Titik balik kedua adalah Muktamar VI pada Januari 2025, yang memilih Gugum Ridho Putra sebagai ketua umum definitif. Ia adalah mantan Ketua Mahkamah Partai dan keponakan pendiri, sehingga pergantian ini dapat dibaca dua arah, yaitu sebagai pembaruan generasi sekaligus sebagai kesinambungan keluarga. Yang jelas, PBB kini dipimpin orang yang jauh lebih muda daripada pendirinya, dan itu satu satunya perubahan besar yang dialaminya setelah dua dekade penurunan.
- Tokoh formal
- Gugum Ridho Putra sebagai ketua umum sejak Januari 2025, berlatar hukum dan sebelumnya memimpin Mahkamah Partai
- Pendiri dan sesepuh
- Yusril Ihza Mahendra, yang secara formal sudah keluar dari kepengurusan sejak Mei 2024. Pengaruhnya kini bersifat historis dan personal, bukan struktural
- Tokoh berpengalaman di dalam partai
- Afriansyah Noor, mantan sekretaris jenderal yang dua kali kalah dalam pemilihan kepemimpinan, dan Fahri Bachmid, mantan penjabat ketua umum. Keduanya masih menjadi nama yang diperhitungkan di internal
- Jaringan utama
- Jaringan Islam modernis, dakwah, dan sebagian kalangan advokat. Jaringan ini kecil tetapi memiliki kesetiaan ideologis yang relatif tinggi
- Risiko internal
- Dua pemilihan kepemimpinan berturut turut berlangsung dengan selisih tipis, yaitu 29 berbanding 20 pada 2024 dan persaingan lima nama pada 2025. Ini menunjukkan partai masih terbelah, meski tidak sampai menjadi dualisme resmi
- Provinsi terkuat
- Sulawesi Tenggara dengan 4 kursi DPRD provinsi, jumlah tertinggi PBB di satu provinsi
- Sebaran
- Hadir di DPRD 7 provinsi, sebaran paling sempit di antara partai yang memiliki kursi provinsi
- Klasifikasi basis
- Lokal dan ideologis. Basisnya kecil, terkonsentrasi, dan bertahan karena kesetiaan ideologis bukan karena pertumbuhan
- Temuan yang menarik
- Dengan suara nasional hanya 0,32 persen, PBB memperoleh 164 kursi kabupaten kota, lebih banyak daripada PSI yang suaranya hampir sembilan kali lebih besar. Ini bukti kuat bahwa PBB masih memiliki kantong suara yang sangat pekat di beberapa daerah
Efisiensi suara paling tinggi di kelompok ini. Dengan suara terkecil ketiga, PBB tetap memperoleh 164 kursi kabupaten kota dan 12 kursi provinsi. Artinya pemilihnya tidak tersebar tipis melainkan terkumpul pekat di daerah tertentu, dan pemilih semacam ini paling sulit direbut partai lain.
Kesetiaan ideologis. Basis Islam modernis dan dakwah tidak berpindah karena bantuan atau iklan, dan itu membuat lantai suara PBB relatif tahan guncangan.
Kepemimpinan baru yang jauh lebih muda. Setelah 26 tahun dipimpin satu orang, PBB kini punya kesempatan mendefinisikan ulang dirinya, dan kesempatan itu tidak dimiliki partai yang pendirinya masih berkuasa.
Legitimasi sejarah. Sebagai penerus tradisi Masyumi, PBB memiliki cerita yang jelas, sesuatu yang tidak bisa dibeli partai baru.
Penurunan selama lima pemilu tanpa jeda. Ini kelemahan struktural, bukan kecelakaan satu pemilu. Tidak ada satu periode pun dalam dua dekade terakhir di mana PBB naik.
Kehilangan satu satunya nama yang dikenal. Yusril adalah pengenalan publik PBB. Setelah ia keluar, partai ini praktis tidak memiliki nama yang dikenal di luar kalangannya sendiri.
Sebaran paling sempit. Hadir hanya di DPRD 7 provinsi, artinya di 31 provinsi lain PBB tidak memiliki wakil di tingkat provinsi sama sekali.
Internal yang terbelah tipis. Dua pemilihan kepemimpinan dengan selisih kecil menyisakan pihak yang tidak sepenuhnya sejalan.
Jarak yang sangat jauh dari ambang batas. Untuk mencapai satu persen saja, PBB perlu menaikkan suaranya lebih dari tiga kali.
Penurunan ambang batas. Pada angka satu persen PBB belum masuk, tetapi jarak menjadi mungkin dikejar dalam dua pemilu, dan pada nol persen ia langsung memperoleh kursi.
Penggabungan partai Islam kecil. Ini peluang paling nyata dan paling realistis bagi PBB. Bersama PPP dan Partai Ummat ia berada di sekretariat bersama yang sama, dan gabungan ketiganya melampaui empat persen. PBB membawa mahar yang jelas ke meja itu, yaitu 164 kursi kabupaten kota.
Kepemimpinan muda sebagai pembeda. Ketua umum berusia jauh di bawah rata rata pimpinan partai lain dapat menjadi tawaran tersendiri bila dikelola dengan benar.
Ceruk penegakan hukum dan konstitusi. Sesuai tradisi partainya, isu ini belum benar benar dimiliki partai mana pun.
Berpindahnya basis ke partai Islam parlemen. PKS dan PKB berada di dalam DPR dan menawarkan kepastian yang tidak dapat ditawarkan PBB.
Kehilangan legislator daerah. Dengan 164 kursi kabupaten kota sebagai satu satunya aset besar, kepindahan sebagian saja sudah cukup melumpuhkan.
Menjadi partai yang hanya ada di atas kertas. Tanpa nama dikenal, tanpa dana besar, dan tanpa kursi DPR, PBB berisiko bertahan secara hukum tetapi berhenti secara politik.
Kehilangan posisi tawar dalam penggabungan. Bila PBB terus menyusut, mahar yang dibawanya ke meja penggabungan mengecil, dan pada titik tertentu ia akan diminta bergabung tanpa syarat.
PBB baru saja keluar dari ketergantungan pada satu tokoh, dan itu terjadi bukan karena pilihan strategi melainkan karena tokohnya mundur sendiri. Sekarang ketergantungannya berpindah ke dua hal, yaitu kesetiaan basis ideologis yang jumlahnya kecil, dan bertahannya 164 legislator kabupaten kota. Kerapuhannya sedang menuju tinggi. Yang membuatnya tidak lebih rapuh adalah sifat basisnya, sebab pemilih ideologis tidak mudah pergi, tetapi juga tidak mudah bertambah.
- Diuntungkan bila PBB masuk DPR
- Jaringan Islam modernis yang kembali memiliki saluran resmi di Senayan, 164 legislator kabupaten kota, serta kepemimpinan muda partai yang memperoleh panggung nasional
- Dirugikan bila PBB tumbuh
- PKS dan PPP yang memperebutkan ceruk pemilih yang sama, serta Partai Ummat yang menggarap segmen paling berdekatan dan berukuran paling mirip
- Minimum realistis
- Sekitar 0,2 persen, bila penurunan lima pemilu berlanjut menjadi enam
- Skenario dasar
- Sekitar 0,3 sampai 0,5 persen, yaitu bertahan pada lantai basis ideologisnya
- Skenario atas
- Sekitar 0,8 persen, bila kepemimpinan muda berhasil menarik pemilih baru di kantong yang sudah ada
- Skenario terobosan
- Melampaui satu persen hanya melalui penggabungan dengan partai Islam kecil lain, bukan melalui pertumbuhan sendiri. Kami menilai jalur ini lebih mungkin daripada jalur pertumbuhan organik
- Skenario terburuk
- Di bawah 0,2 persen dengan sebagian legislator daerah pindah, sehingga PBB bertahan secara hukum tetapi berhenti secara politik
Angka di atas adalah analisis skenario Tim Head Politika, bukan prediksi dan bukan hasil survei.
Anggota Sekretariat Bersama Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat dan mendorong ambang batas turun. Beberapa pengurusnya, termasuk Afriansyah Noor, aktif dalam kegiatan poros tersebut. Sebagai peserta pemilu sejak 1999, PBB tidak menghadapi persoalan legalitas maupun verifikasi administrasi. Kami tidak menemukan angka ambang batas tertentu yang diusulkan PBB secara resmi, berbeda dari Perindo dan Partai Ummat yang menyebut angka. tidak tersedia
- Satu hal yang bila berhasil mengubah peta
- Menjadi pihak yang memulai pembicaraan penggabungan partai Islam kecil, bukan pihak yang menunggu diajak. PBB memiliki mahar yang jelas berupa 164 kursi kabupaten kota, dan mahar itu paling bernilai sekarang, bukan setelah menyusut lagi pada 2029
- Satu kesalahan yang bisa menghancurkan
- Menghabiskan lima tahun untuk mengejar pertumbuhan sendiri. Lima pemilu berturut turut membuktikan jalur itu tidak berhasil, dan mengulanginya berarti tiba di 2029 dengan posisi tawar yang lebih kecil daripada hari ini
- Satu
- Buka pembicaraan penggabungan atau koalisi ambang batas dengan PPP dan Partai Ummat secara resmi dan terbuka, dengan menyebut sendiri syarat yang diinginkan
- Dua
- Pertahankan 164 legislator kabupaten kota sebagai prioritas tertinggi, sebab merekalah seluruh nilai tawar partai ini
- Tiga
- Perdalam tujuh provinsi yang sudah memiliki kursi, terutama Sulawesi Tenggara, dan hentikan penyebaran tenaga ke provinsi tanpa basis
- Empat
- Kuasai satu isu yang sesuai tradisi partainya, misalnya bantuan hukum bagi warga kecil, dan jalankan secara nyata bukan sebagai pernyataan
- Lima
- Manfaatkan usia muda ketua umumnya sebagai pembeda utama komunikasi, sebab itu satu satunya hal baru yang dimiliki PBB dalam dua dekade
Yang harus dihentikan. Berhenti menyandarkan pengenalan publik pada nama pendirinya. Yusril sudah keluar dari kepengurusan sejak Mei 2024 dan menyatakan berpolitik tanpa keterikatan partai. Menjaga asosiasi itu hanya menunda pekerjaan membangun pengenalan atas kepemimpinan yang sekarang.
Tiga hal yang bisa membuat analisis di atas salah. Pertama, kami menilai penggabungan sebagai jalur paling mungkin bagi PBB, padahal penggabungan menuntut pengorbanan jabatan dan secara historis jarang terjadi di Indonesia, sehingga penilaian kami mungkin terlalu optimistis atas jalur itu. Kedua, kami menilai efisiensi suara PBB sebagai kekuatan, padahal 164 kursi kabupaten kota bisa jadi hasil kerja calon secara pribadi di beberapa kantong, bukan hasil kerja partai, dan bila calon itu pindah maka kursinya ikut pindah. Ketiga, kami tidak memiliki bukti mengenai kondisi internal setelah dua pemilihan kepemimpinan yang selisihnya tipis, sehingga penilaian risiko internal bertumpu pada inferensi dari hasil pemungutan suara.
Kami tidak menemukan usulan angka ambang batas resmi dari PBB, tidak menemukan laporan keuangan yang dapat diperiksa publik, tidak menemukan angka anggota terdaftar, dan tidak menemukan survei elektabilitas terkini dengan metodologi terbuka. Semuanya dinyatakan tidak tersedia dan tidak kami taksir.
Ruas 16. Bottom line PBB
- Seberapa serius: lemah secara elektoral, tetapi tidak mati. Suaranya 0,32 persen sementara kursi kabupaten kotanya 164, lebih banyak daripada PSI.
- Basis terkuat: Sulawesi Tenggara, dengan kehadiran di DPRD hanya 7 provinsi, sebaran tersempit di antara partai yang punya kursi provinsi.
- Kekuatan terbesar: efisiensi suara tertinggi dan basis ideologis yang tidak mudah direbut.
- Kelemahan terbesar: menurun lima pemilu tanpa jeda, dan kehilangan satu satunya nama yang dikenal publik.
- Batas atas dan peluang tembus: kisaran 0,3 sampai 0,8 persen secara mandiri. Melampaui satu persen hanya realistis melalui penggabungan.
- Mengapa harus diperhatikan: PBB adalah pemilik mahar penggabungan paling jelas di blok partai Islam kecil, dan nilai mahar itu sedang menyusut setiap tahun.
07. Partai Buruh972.910 suara · 0,64 persen · kelayakan 34 · Basis diklaim besar, kursi daerah hampir nol
- Berdiri
- Nama Partai Buruh sudah ada sejak awal Reformasi, tetapi partai dalam bentuk sekarang diaktifkan kembali pada 2021 dengan basis serikat pekerja
- Asas dan ideologi
- Pancasila, dengan garis kesejahteraan pekerja, penolakan pengupahan murah, dan isu keadilan sosial
- Pimpinan
- Said Iqbal sebagai Presiden Partai, terpilih kembali pada Kongres V, 22 Januari 2026, untuk periode 2026 sampai 2031
- Pengurus inti
- Ferri Nuzarli sebagai sekretaris jenderal
- Basis organisasi
- Konfederasi serikat pekerja yang dipimpin Said Iqbal, dengan jaringan pengurus di kawasan industri
- Kapasitas digital dan media
- Memiliki kanal media pergerakan sendiri yang dikelola jaringan serikat, sehingga jangkauan internalnya kuat. Liputan media nasional sedang, biasanya melekat pada aksi unjuk rasa dan isu upah, bukan pada partainya. Penilaian kualitatif per 12 Agustus 2026
Partai Buruh adalah kasus paling menarik dan paling menjengkelkan dalam laporan ini, sebab ia memiliki hal yang dicari semua partai kecil, yaitu basis massa yang jelas, terorganisasi, dan sudah terbiasa digerakkan. Serikat pekerja Indonesia mampu mengumpulkan puluhan ribu orang di jalan dalam satu hari. Namun kemampuan itu tidak berpindah ke bilik suara.
Pada Pemilu 2024, pemilu pertama sejak diaktifkan kembali, partai ini meraih 972.910 suara atau 0,64 persen. Angka yang lebih menentukan adalah kursi daerahnya, yaitu nol kursi DPRD provinsi di seluruh Indonesia dan hanya 11 kursi kabupaten kota. Bandingkan dengan PBB yang suaranya separuh Partai Buruh tetapi memperoleh 12 kursi provinsi dan 164 kursi kabupaten kota. Perbandingan itu menunjukkan persoalannya bukan jumlah pendukung, melainkan kemampuan mengonsentrasikan suara sampai menghasilkan kursi.
Bukti paling telak ada di Jawa Barat, provinsi dengan kawasan industri terbesar dan seharusnya menjadi lumbung alami partai pekerja. Di sana Partai Buruh hanya meraih sekitar 274 ribu suara dan berada di peringkat sebelas, kalah dari partai yang tidak memiliki basis pekerja sama sekali.
Titik balik kelembagaannya terjadi pada 22 Januari 2026 lewat Kongres V, yang menegaskan kembali kepemimpinan Said Iqbal sampai 2031. Sebelumnya, pada 16 Oktober 2025, Mahkamah Konstitusi menolak permohonan uji materi yang diajukan partai ini mengenai ambang batas parlemen, dengan pertimbangan bahwa permohonan itu belum dapat diterima selama pembentuk undang undang belum melakukan perubahan.
- Tokoh formal dan pusat segala hal
- Said Iqbal, Presiden Partai sekaligus pemimpin konfederasi serikat pekerja. Ia adalah sumber basis massa, sumber pengenalan publik, dan sumber arah politik partai sekaligus
- Pengurus inti
- Ferri Nuzarli sebagai sekretaris jenderal
- Jaringan utama
- Serikat pekerja di kawasan industri Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kepulauan Riau. Jaringan ini nyata dan terbukti mampu memobilisasi aksi
- Yang tidak dimiliki
- Tidak ada tokoh kedua dengan pengenalan sebanding, dan tidak ada legislator daerah dalam jumlah berarti yang dapat menjadi tulang punggung mesin pemilu
- Catatan
- Kami tidak menemukan angka anggota partai yang terdaftar dan dapat diverifikasi, terpisah dari angka anggota serikat. Keduanya tidak boleh dicampur, dan pencampuran itulah sumber banyak kesalahan pembacaan atas partai ini
- Kursi DPRD provinsi
- Nol di seluruh 38 provinsi
- Kursi kabupaten kota
- Hanya 11 kursi secara nasional
- Klasifikasi basis
- Sektoral dan aspirasional. Basisnya nyata sebagai kelompok sosial tetapi belum menjadi basis elektoral, sebab pekerja tidak memilih berdasarkan identitas pekerjaannya
- Temuan yang menentukan
- Di Jawa Barat, provinsi paling industrial, perolehannya hanya sekitar 274 ribu suara pada peringkat sebelas. Bila di lumbung sendiri pun tidak menang, klaim basis massa perlu dibaca ulang sebagai potensi, bukan sebagai kekuatan yang sudah ada
Satu satunya partai dengan basis sosial yang jelas batasnya. Partai lain harus menjelaskan siapa pemilihnya. Partai Buruh tidak perlu, sebab jawabannya sudah ada dalam namanya. Kejelasan ini adalah modal komunikasi yang tidak dimiliki partai mana pun di kelompok ini.
Kemampuan mobilisasi yang terbukti. Jaringan serikatnya mampu mengumpulkan massa dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat, kemampuan yang bagi partai lain harus dibeli.
Isu yang tidak dimiliki siapa pun secara utuh. Upah, kepastian kerja, dan kini pekerja platform digital adalah isu yang tidak dikuasai partai parlemen mana pun secara konsisten.
Kanal media internal. Jaringan media pergerakannya memungkinkan komunikasi langsung ke basis tanpa bergantung pada media arus utama.
Nol kursi DPRD provinsi. Ini kelemahan yang paling sulit dijelaskan. Setelah satu pemilu penuh dengan basis massa yang dibanggakan, partai ini tidak memiliki satu pun wakil di tingkat provinsi.
Suara pekerja tidak otomatis menjadi suara partai pekerja. Bukti Jawa Barat memperlihatkan pekerja memilih berdasarkan banyak pertimbangan lain, termasuk figur, agama, dan jaringan lokal.
Ketergantungan total pada satu orang. Said Iqbal adalah partai dan serikat sekaligus. Tidak ada pemisahan kelembagaan yang terlihat, dan tidak ada penerus yang tampak.
Target yang tidak sepadan dengan modal. Menargetkan lima sampai tujuh kursi DPR memerlukan sekitar satu setengah sampai dua persen suara pada aturan sekarang, artinya menggandakan perolehan 2024 dua sampai tiga kali.
Penurunan ambang batas. Pada angka nol sampai satu persen, Partai Buruh berpeluang memperoleh kursi pertamanya, dan inilah sebabnya partai ini paling agresif menempuh jalur hukum.
Perubahan sistem menjadi berbasis daerah pemilihan. Bila ambang batas dihitung per daerah pemilihan, konsentrasi pekerja di kawasan industri menjadi jauh lebih berharga daripada dalam hitungan nasional.
Isu pekerja platform digital. Jumlah pengemudi dan kurir aplikasi terus bertambah dan belum terorganisasi secara politik. Ini basis baru yang paling dekat secara alamiah dengan partai ini.
Kenaikan biaya hidup sebagai bahan bakar isu. Ketika kepuasan publik pada kinerja ekonomi menurun, isu upah dan daya beli memperoleh perhatian yang lebih luas daripada kalangan pekerja saja.
Terus berhenti pada peran kelompok penekan. Ancaman terbesarnya bukan kalah pemilu, melainkan menjadi organisasi yang efektif di jalan dan tidak pernah efektif di kotak suara. Bila itu berlanjut, partai berubah menjadi sayap politik serikat, bukan partai.
Perebutan isu oleh partai besar. Isu upah mudah diambil partai parlemen tanpa perlu memiliki basis pekerja, dan partai besar punya panggung lebih luas untuk mengambilnya.
Kelelahan kader serikat. Pengurus serikat bekerja ganda sebagai pengurus partai tanpa imbalan karier yang jelas, dan itu tidak berkelanjutan selama dua siklus pemilu.
Ambang batas tetap tinggi. Pada angka empat persen, jarak yang harus ditempuh lebih dari enam kali perolehan sekarang.
Ketergantungan Partai Buruh paling terpusat di antara sepuluh partai ini. Ia bergantung pada satu orang, satu organisasi, dan satu isu sekaligus, dan ketiganya melekat pada figur yang sama. Kerapuhannya tinggi, tetapi dengan bentuk yang berbeda dari PSI. Bila figur pusat PSI berubah sikap, PSI kehilangan akses. Bila figur pusat Partai Buruh berhenti, partai ini kehilangan seluruh alasan berdirinya, sebab tidak ada kelembagaan yang berdiri di luar dirinya.
- Diuntungkan bila Partai Buruh masuk DPR
- Konfederasi serikat pekerja yang memperoleh saluran legislasi langsung untuk isu upah dan hubungan kerja, serta pekerja di kawasan industri yang memiliki wakil dengan mandat yang jelas
- Dirugikan bila Partai Buruh tumbuh
- Kalangan dunia usaha pada perundingan upah, serta partai parlemen yang selama ini mengklaim mewakili kelas pekerja tanpa harus bersaing dengan wakil pekerja yang sebenarnya
- Titik awal terbaru
- Partai Buruh tercantum dalam daftar survei SMRC Juli 2026, tetapi angkanya tidak dapat kami baca dari rilis yang tersedia. Untuk partai di bawah satu persen, survei nasional dengan 749 responden dan margin kekeliruan 3,7 persen praktis tidak memiliki daya pisah. Skenario di bawah dihitung dari hasil pemilu 2024 tidak tersedia
- Minimum realistis
- Sekitar 0,4 persen, bila kader serikat kelelahan dan mobilisasi pemilu tidak berjalan
- Skenario dasar
- Sekitar 0,6 sampai 0,9 persen, yaitu bertahan di kisaran 2024
- Skenario atas
- Sekitar 1,4 persen, bila memusatkan seluruh tenaga di kawasan industri dan berhasil memenangi kursi daerah pertamanya
- Skenario terobosan
- Sekitar 2,5 persen, bila ambang batas dihitung per daerah pemilihan atau bila pekerja platform digital berhasil diorganisasi secara politik
- Skenario terburuk
- Di bawah 0,3 persen, bila partai kembali diperlakukan sebagai kegiatan tambahan serikat, bukan sebagai organisasi pemilu
Angka di atas adalah analisis skenario Tim Head Politika, bukan prediksi dan bukan hasil survei.
Anggota Sekretariat Bersama Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat, dan satu satunya partai dalam laporan ini yang menempuh jalur hukum sendiri. Permohonan uji materinya mengenai ambang batas ditolak Mahkamah Konstitusi pada 16 Oktober 2025 karena dinilai belum dapat diterima selama pembentuk undang undang belum melakukan perubahan. Setelah itu partai ini mendorong percepatan revisi undang undang dan menargetkan lima sampai tujuh kursi DPR pada 2029. Sebagai peserta Pemilu 2024, tidak ada persoalan legalitas.
- Satu hal yang bila berhasil mengubah peta
- Memenangi kursi DPRD provinsi pertamanya di satu kawasan industri, misalnya Jawa Barat, Banten, atau Kepulauan Riau. Satu kursi provinsi akan mengubah partai ini dari klaim menjadi bukti, dan bukti itu jauh lebih berguna daripada seluruh angka keanggotaan serikat
- Satu kesalahan yang bisa menghancurkan
- Terus memakai jumlah anggota serikat sebagai ukuran kekuatan elektoral. Pemilu 2024 sudah membuktikan keduanya tidak sama, dan mengulangi kekeliruan pembacaan itu berarti menyiapkan kekecewaan yang sama pada 2029
- Satu
- Pilih lima kawasan industri dan kejar kursi DPRD provinsi di sana, bukan menyebar tenaga ke 38 provinsi
- Dua
- Pisahkan kepengurusan partai dari kepengurusan serikat, agar pengurus partai punya tugas dan imbalan karier sendiri
- Tiga
- Hitung dan umumkan jumlah anggota partai yang terdaftar, terpisah dari anggota serikat, sebab angka yang jujur lebih berguna daripada angka besar yang tidak dapat diuji
- Empat
- Rebut isu pekerja platform digital sebelum diambil partai lain, sebab ini kelompok baru yang tumbuh cepat dan belum bertuan
- Lima
- Munculkan tokoh kedua dan ketiga dari daerah, sebab satu nama tidak cukup untuk pemilu di 84 daerah pemilihan
Yang harus dihentikan. Berhenti mengukur kekuatan dari besarnya aksi unjuk rasa. Kemampuan mengumpulkan massa di jalan dan kemampuan mengumpulkan suara di bilik adalah dua keterampilan berbeda, dan hasil 2024 menunjukkan partai ini menguasai yang pertama dan belum menguasai yang kedua.
Tiga hal yang bisa membuat analisis di atas salah. Pertama, kami menilai nol kursi DPRD provinsi sebagai bukti mesin lemah, padahal Pemilu 2024 adalah pemilu pertama partai ini dalam bentuk sekarang, dan partai baru umumnya memerlukan lebih dari satu siklus untuk mengubah basis sosial menjadi kursi. Kedua, kami membandingkan Partai Buruh dengan PBB berdasarkan efisiensi suara, padahal PBB memiliki dua dekade pengalaman dapil sedangkan Partai Buruh belum. Ketiga, kami tidak memiliki data sebaran anggota serikat per daerah pemilihan, sehingga penilaian bahwa suara pekerja tidak terkonsentrasi bertumpu pada hasil Jawa Barat saja.
Kami tidak menemukan angka anggota partai yang terdaftar dan terpisah dari anggota serikat, tidak menemukan laporan keuangan yang dapat diperiksa publik, tidak menemukan sebaran anggota serikat per daerah pemilihan, dan tidak dapat membaca angka partai ini pada survei nasional terbaru. Semuanya dinyatakan tidak tersedia dan tidak kami taksir.
Ruas 16. Bottom line Partai Buruh
- Seberapa serius: lemah secara elektoral meski basis sosialnya paling jelas. Nol kursi DPRD provinsi dan 11 kursi kabupaten kota adalah capaian terendah di kelompok ini.
- Basis terkuat: kawasan industri Jawa Barat, Banten, dan Kepulauan Riau, tetapi belum satu pun berubah menjadi kursi provinsi.
- Kekuatan terbesar: satu satunya partai yang identitas pemilihnya tidak perlu dijelaskan, ditambah kemampuan mobilisasi yang terbukti.
- Kelemahan terbesar: jarak antara klaim basis massa dan hasil kotak suara, paling telanjang di Jawa Barat dengan peringkat sebelas.
- Batas atas dan peluang tembus: kisaran 0,6 sampai 2,5 persen. Target lima sampai tujuh kursi hanya masuk akal bila ambang batas dihitung per daerah pemilihan.
- Mengapa harus diperhatikan: partai ini adalah pengujian paling murni atas satu pertanyaan lama, yaitu apakah kelas sosial masih bisa menjadi dasar pilihan politik di Indonesia. Sejauh ini jawabannya belum.
08. Partai Ummat642.545 suara · 0,42 persen · kelayakan 28 · Basis satu provinsi, usulan teknis paling rinci
- Berdiri
- 29 April 2021, sebagai pecahan dari PAN, digagas Amien Rais bersama kader yang keluar bersamanya
- Asas dan ideologi
- Islam, dengan garis lebih tegas dan posisi kritis terhadap kekuasaan
- Ketua umum
- Ridho Rahmadi, menantu Amien Rais, dengan kepengurusan 2025 sampai 2030 yang sudah disahkan Kementerian Hukum
- Pengurus inti
- Amien Rais sebagai Ketua Majelis Syura, Heikal Safar sebagai ketua harian, Taufik Hidayat sebagai sekretaris jenderal
- Forum terakhir
- Musyawarah Nasional pada 2 sampai 3 Mei 2026 di Sleman, bertema konsolidasi menuju 2029
- Kapasitas digital
- Situs resmi dan media sosial aktif, tanpa aset penyiaran. Liputan media nasional rendah sampai sedang, biasanya muncul saat menyampaikan usulan teknis kepemiluan. Penilaian kualitatif per 12 Agustus 2026
Partai Ummat lahir dari perpecahan, dan itu menentukan seluruh profilnya. Amien Rais adalah pendiri PAN, dan ketika ia keluar bersama sejumlah kader pada 2021 lalu mendirikan partai baru, yang berpindah adalah sebagian jaringan pribadinya, bukan basis kelembagaan PAN. Akibatnya Partai Ummat memulai dengan pengenalan nama pendirinya yang tinggi tetapi tanpa mesin daerah.
Pemilu 2024 adalah pemilu pertamanya, dengan hasil 642.545 suara atau 0,42 persen dan nol kursi DPRD provinsi. Satu satunya wilayah dengan hasil yang berarti adalah Sumatra Barat, provinsi dengan tradisi politik Islam modernis paling kuat dan sekaligus wilayah asal jaringan pendukungnya. Di luar itu jejaknya sangat tipis, termasuk di Aceh yang sering diasumsikan sebagai basis alami partai Islam, tempat Partai Ummat hanya memperoleh kehadiran minimal.
Titik baliknya bersifat administratif, bukan elektoral. Kepengurusan periode 2025 sampai 2030 sudah disahkan Kementerian Hukum, dan Musyawarah Nasional pada Mei 2026 diarahkan pada konsolidasi. Yang menonjol dari partai ini justru bukan angka suaranya, melainkan kontribusinya dalam perdebatan teknis kepemiluan, yang akan diuraikan pada ruas kesebelas.
- Tokoh formal
- Ridho Rahmadi sebagai ketua umum, berlatar akademik dan merupakan menantu pendiri
- Tokoh ideologis dan pusat pengenalan publik
- Amien Rais sebagai Ketua Majelis Syura. Ia adalah alasan partai ini dikenal dan sekaligus batas pertumbuhannya, sebab pengenalannya tinggi tetapi tidak lagi disertai daya tarik elektoral yang luas
- Pengurus inti
- Heikal Safar sebagai ketua harian dan Taufik Hidayat sebagai sekretaris jenderal
- Jaringan utama
- Jaringan Islam modernis, terutama di Sumatra Barat dan sebagian Yogyakarta, sebagian bertumpang tindih dengan jaringan lama pendirinya
- Persoalan struktural
- Dua jabatan puncak dipegang pendiri dan menantunya, sehingga pembaruan kepemimpinan berlangsung di dalam lingkaran keluarga dan hal itu membatasi masuknya tokoh dari luar
- Provinsi terkuat
- Sumatra Barat, satu satunya wilayah dengan hasil yang berarti, termasuk kursi di DPRD kota dan beberapa kursi kabupaten
- Kursi DPRD provinsi
- Nol di seluruh Indonesia, bersama Partai Buruh
- Klasifikasi basis
- Lokal, ideologis, dan personalistik sekaligus. Ini kombinasi paling sempit di antara kesepuluh partai
- Anggapan yang perlu dikoreksi
- Partai Ummat sering diasumsikan kuat di Aceh karena karakter keagamaan wilayah itu. Data tidak mendukung anggapan tersebut, sebab kehadirannya di Aceh sangat minimal
Kejelasan posisi ideologis. Partai Ummat tidak berusaha menjadi partai tengah. Posisinya tegas dan itu menghasilkan lantai suara yang setia, meski kecil.
Pengenalan nama pendiri. Amien Rais adalah tokoh reformasi dengan pengenalan nasional, dan bagi partai berusia lima tahun itu bukan modal kecil.
Kontribusi teknis kepemiluan paling rinci. Di antara kesepuluh partai, Partai Ummat adalah yang paling banyak menyampaikan usulan konkret, dari klaster verifikasi sampai penggabungan sisa suara. Ini membangun reputasi kelembagaan yang tidak bergantung pada suara.
Basis Sumatra Barat yang pekat. Kekuatan di satu provinsi lebih berguna daripada kehadiran tipis di banyak provinsi, terutama bila ambang batas berubah menjadi berbasis daerah pemilihan.
Basis paling sempit di kelompok ini. Praktis hanya satu provinsi, dengan nol kursi DPRD provinsi secara nasional. Tidak ada partai lain dalam laporan ini yang sesempit ini.
Ketergantungan pada tokoh senior. Pengenalan publik partai bertumpu pada figur yang usianya sudah lanjut dan tidak lagi berada di puncak daya tarik elektoral.
Kepemimpinan dalam satu keluarga. Ketua umum adalah menantu pendiri, dan pola ini mempersempit ruang masuk bagi tokoh baru yang membawa basis sendiri.
Berhadapan langsung dengan partai Islam yang jauh lebih besar. PKS di segmen modernis perkotaan dan PPP di segmen tradisional, keduanya dengan sumber daya yang tidak sebanding.
Ambang batas berbasis daerah pemilihan. Inilah usulan yang paling menguntungkan Partai Ummat, dan partai ini memang mengusulkannya. Dengan basis pekat di satu provinsi, hitungan per daerah pemilihan mengubah nasibnya secara mendasar.
Verifikasi berklaster. Usulan agar partai yang pernah menjadi peserta cukup menjalani verifikasi administrasi akan memangkas beban terbesar partai kecil, dan Partai Ummat adalah pengusul utamanya.
Penggabungan partai Islam kecil. Bersama PPP dan PBB berada di sekretariat bersama yang sama. Bagi Partai Ummat, penggabungan adalah jalur paling realistis untuk memperoleh kursi.
Segmen pemilih kritis terhadap kekuasaan. Ketika kepuasan publik pada pemerintah menurun, posisi kritis Partai Ummat memperoleh relevansi yang lebih luas.
Kembalinya basis ke PAN. Jaringan yang keluar bersama pendirinya masih memiliki hubungan lama dengan PAN, dan sebagian dapat kembali bila Partai Ummat tidak menunjukkan kemajuan.
Pergantian generasi yang tidak siap. Bila tokoh senior tidak lagi aktif, partai kehilangan satu satunya sumber pengenalan nasionalnya.
Menjadi partai satu provinsi secara permanen. Tanpa perluasan, Partai Ummat berisiko bertahan hanya sebagai kekuatan Sumatra Barat, dan itu tidak cukup untuk ambang batas nasional berapa pun angkanya di atas satu persen.
Kehilangan posisi tawar penggabungan. Dengan 20 kursi kabupaten kota, mahar yang dibawanya ke meja penggabungan adalah yang terkecil di antara tiga partai Islam dalam laporan ini.
Partai Ummat bergantung pada satu tokoh, satu wilayah, dan satu keluarga sekaligus. Tiga ketergantungan itu saling menguatkan, sebab tokohnya adalah sumber jaringan di wilayah itu, dan kepemimpinannya berada dalam keluarga yang sama. Kerapuhannya tinggi. Yang menahannya dari kejatuhan cepat adalah sifat basisnya yang ideologis, sebab pemilih semacam ini tidak berpindah karena bujukan material, tetapi jumlahnya juga tidak bertambah tanpa perluasan wilayah.
- Diuntungkan bila Partai Ummat masuk DPR
- Jaringan Islam modernis yang berposisi kritis terhadap kekuasaan dan kini tidak memiliki saluran di Senayan, serta Sumatra Barat yang memperoleh perwakilan dengan garis politik yang khas
- Dirugikan bila Partai Ummat tumbuh
- PAN sebagai partai asalnya, PKS di segmen modernis, serta PBB yang memperebutkan ceruk paling berdekatan dengan ukuran paling mirip
- Titik awal terbaru
- Partai Ummat tercantum dalam daftar survei SMRC Juli 2026, tetapi angkanya tidak dapat kami baca dari rilis yang tersedia, dan margin kekeliruan survei itu jauh melebihi perolehan partai ini. Skenario di bawah dihitung dari hasil pemilu 2024 tidak tersedia
- Minimum realistis
- Sekitar 0,25 persen, bila sebagian jaringan kembali ke partai asalnya
- Skenario dasar
- Sekitar 0,4 sampai 0,6 persen, yaitu bertahan pada lantai basis ideologisnya
- Skenario atas
- Sekitar 0,9 persen, bila berhasil memperluas ke dua provinsi baru dan memperoleh kursi DPRD provinsi pertamanya
- Skenario terobosan
- Melampaui satu persen hanya melalui penggabungan partai Islam kecil, atau bila ambang batas diubah menjadi berbasis daerah pemilihan sehingga basis Sumatra Barat cukup untuk menghasilkan kursi
- Skenario terburuk
- Di bawah 0,2 persen, bila tokoh seniornya tidak lagi aktif dan partai kehilangan sumber pengenalan nasionalnya
Angka di atas adalah analisis skenario Tim Head Politika, bukan prediksi dan bukan hasil survei.
Anggota Sekretariat Bersama Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat, dan penyumbang usulan teknis paling rinci di antara kesepuluh partai. Usulannya meliputi ambang batas berbasis daerah pemilihan atau ambang batas nasional di bawah satu persen, tiga klaster verifikasi yaitu partai parlemen tidak perlu diverifikasi ulang, partai non-parlemen yang pernah lolos cukup verifikasi administrasi, dan partai baru menjalani verifikasi faktual, ditambah rekapitulasi elektronik langsung dari tempat pemungutan suara ke pusat, penggabungan sisa suara antarpartai, serta masuknya unsur partai politik dalam struktur penyelenggara pemilu. Sebagai peserta Pemilu 2024, tidak ada persoalan legalitas.
- Satu hal yang bila berhasil mengubah peta
- Memenangkan usulan ambang batas berbasis daerah pemilihan dalam revisi undang undang. Bagi partai dengan basis pekat di satu provinsi, perubahan aturan ini bernilai jauh lebih besar daripada seluruh kerja kampanye yang mungkin dilakukannya dalam lima tahun
- Satu kesalahan yang bisa menghancurkan
- Mempertahankan kepemimpinan di dalam satu keluarga sampai 2029. Tanpa masuknya tokoh yang membawa basis sendiri, partai ini akan tiba di pemilu berikutnya dengan basis yang sama sempitnya, sementara pengenalan pendirinya terus menurun seiring waktu
- Satu
- Perjuangkan usulan ambang batas berbasis daerah pemilihan secara serius di ruang legislasi, sebab inilah jalur dengan imbalan terbesar bagi partai ini
- Dua
- Perdalam Sumatra Barat sampai memperoleh kursi DPRD provinsi, sebab nol kursi provinsi adalah tanda paling merugikan bagi kredibilitas partai
- Tiga
- Buka jabatan puncak bagi tokoh di luar keluarga pendiri, terutama tokoh yang membawa basis di provinsi lain
- Empat
- Ikut aktif dalam pembicaraan penggabungan dengan PPP dan PBB, dan lakukan sekarang ketika masih memiliki 20 kursi kabupaten kota sebagai nilai tawar
- Lima
- Ubah reputasi usulan teknis kepemiluan menjadi identitas publik, misalnya sebagai partai yang paling memperjuangkan keadilan nilai suara, sebab itu satu satunya bidang di mana partai ini sudah unggul
Yang harus dihentikan. Berhenti mengandalkan karakter keagamaan sebuah wilayah sebagai dasar perhitungan basis. Aceh adalah contohnya, wilayah dengan karakter keagamaan kuat tempat Partai Ummat justru hampir tidak hadir. Yang menentukan bukan karakter wilayah, melainkan ada atau tidaknya pengurus yang bekerja di sana.
Tiga hal yang bisa membuat analisis di atas salah. Pertama, kami menilai basis satu provinsi sebagai kelemahan, padahal bila ambang batas benar benar diubah menjadi berbasis daerah pemilihan, basis pekat justru menjadi keunggulan dan seluruh papan skor kami untuk partai ini menjadi terlalu rendah. Kedua, kami menilai kepemimpinan dalam satu keluarga sebagai penghambat, padahal pada partai berbasis jaringan pribadi hal itu bisa menjadi penjaga kesatuan yang mencegah perpecahan seperti yang dialami PPP dan PKN. Ketiga, penilaian kami atas kehadiran di Aceh bertumpu pada jumlah kursi, dan kursi bukan satu satunya ukuran kehadiran organisasi.
Kami tidak menemukan angka anggota terdaftar yang dapat diverifikasi, tidak menemukan laporan keuangan yang dapat diperiksa publik, tidak menemukan rincian sebaran kursi kabupaten kota di luar Sumatra Barat, dan tidak dapat membaca angka partai ini pada survei nasional terbaru. Semuanya dinyatakan tidak tersedia dan tidak kami taksir.
Ruas 16. Bottom line Partai Ummat
- Seberapa serius: paling lemah secara organisasi di kelompok ini, dengan skor 20 dari 100 dan nol kursi DPRD provinsi.
- Basis terkuat: Sumatra Barat, dan praktis hanya di situ.
- Kekuatan terbesar: kejelasan posisi ideologis, ditambah kontribusi usulan teknis kepemiluan paling rinci di antara sepuluh partai.
- Kelemahan terbesar: basis paling sempit dan kepemimpinan yang berputar di dalam satu keluarga.
- Batas atas dan peluang tembus: kisaran 0,4 sampai 0,9 persen. Melampaui satu persen hanya realistis lewat penggabungan atau perubahan aturan menjadi berbasis daerah pemilihan.
- Mengapa harus diperhatikan: partai ini paling kecil suaranya tetapi paling berpengaruh dalam perdebatan teknis aturan pemilu, dan aturan itulah yang menentukan nasib seluruh partai dalam laporan ini.
09. Partai Kebangkitan Nusantara326.800 suara · 0,22 persen · kelayakan 26 · Kehilangan tokoh utamanya pada Maret 2026
- Berdiri
- 28 Oktober 2021, didirikan I Gede Pasek Suardika bersama loyalis Anas Urbaningrum, mantan kader Demokrat, mantan kader Hanura, dan aktivis
- Asas dan ideologi
- Pancasila, dengan penekanan kebangsaan dan identitas Nusantara
- Ketua umum
- I Gede Pasek Suardika, disahkan lewat surat keputusan Kementerian Hukum tertanggal 2 Maret 2026. Ini kali kedua ia memimpin, setelah periode 28 Oktober 2021 sampai 14 Juli 2023
- Peristiwa penentu
- Anas Urbaningrum mengundurkan diri sebagai ketua umum bersama 20 pengurus Pimpinan Nasional, efektif 1 Maret 2026, melalui surat pengunduran diri bersama
- Status badan hukum
- Sah, dengan kepengurusan baru yang sudah disahkan. Surat keputusan diserahkan langsung oleh Menteri Hukum
- Kapasitas digital
- Situs resmi dan media sosial tersedia, tanpa aset penyiaran. Liputan media nasional rendah sampai sedang, dan lonjakan terakhirnya justru terjadi karena pengunduran diri tokohnya. Penilaian kualitatif per 12 Agustus 2026
PKN adalah partai yang dibangun sebagai rumah bagi satu tokoh yang belum bisa masuk. Pasek Suardika, mantan Sekretaris Jenderal Hanura dan mantan politisi Demokrat, mendirikan partai ini pada akhir 2021 bersama para loyalis Anas Urbaningrum, dan sejak awal disiapkan agar Anas dapat memimpinnya setelah menyelesaikan masa hukumannya. Rencana itu terwujud pada 14 Juli 2023, ketika Anas ditetapkan sebagai ketua umum melalui musyawarah luar biasa.
Pemilu 2024 adalah pemilu pertama PKN, dan hasilnya paling kecil di antara seluruh peserta, yaitu 326.800 suara atau 0,22 persen. Meski demikian partai ini tetap memperoleh 4 kursi DPRD provinsi dan 52 kursi kabupaten kota, sebagian besar dari wilayah Papua.
Titik balik terbesar terjadi pada awal Maret 2026 dan sifatnya merugikan. Anas Urbaningrum mundur dari jabatan ketua umum bersama 20 pengurus Pimpinan Nasional secara serentak, dengan alasan resmi kesibukan pribadi dan perbedaan pandangan atas arah politik partai. Kepemimpinan kembali ke Pasek Suardika dengan pengesahan Kementerian Hukum pada 2 Maret 2026. Pada 11 Agustus 2026 Anas menegaskan kembali bahwa ketua umum PKN adalah Pasek dan bahwa ia sendiri tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan, meski tetap berpolitik tanpa keterikatan partai.
Sejumlah pengamat menilai pergantian ini membuka ruang penataan ulang arah partai menuju politik yang lebih inklusif dan berakar pada identitas Nusantara. Perlu ditegaskan, itu penilaian pihak ketiga, bukan program resmi yang sudah diumumkan partai. penilaian pengamat
- Tokoh formal dan pendiri
- I Gede Pasek Suardika, advokat, mantan anggota DPR, mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah dari Bali, mantan Sekretaris Jenderal Hanura, dan mantan politisi Demokrat
- Tokoh yang keluar
- Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum Partai Demokrat, yang memimpin PKN dari Juli 2023 sampai Maret 2026. Kepergiannya bersama 20 pengurus adalah kehilangan terbesar dalam sejarah singkat partai ini
- Jaringan utama
- Mantan kader Demokrat era kepemimpinan Anas, mantan kader Hanura, jaringan aktivis Cipayung, dan sebagian jaringan Bali serta Papua
- Persoalan struktural
- Kepemimpinan berpindah dua kali dalam kurang dari lima tahun, dan kedua perpindahan itu berkaitan dengan nasib pribadi satu tokoh, bukan dengan hasil pemilu
- Catatan
- Pasek sendiri menyatakan harus membagi waktu antara profesinya dan memimpin partai. Bagi partai dengan struktur di banyak wilayah, keterbatasan waktu pimpinan adalah risiko yang nyata
- Provinsi terkuat
- Papua Pegunungan dengan 2 kursi DPRD provinsi
- Sebaran
- Hadir di DPRD 3 provinsi saja, dengan total 4 kursi provinsi dan 52 kursi kabupaten kota
- Klasifikasi basis
- Lokal dan personalistik. Basisnya mengikuti jaringan pribadi para pendirinya, terutama di Papua dan Bali, bukan wilayah yang direbut lewat kerja partai
- Temuan yang menarik
- Dengan suara terkecil di antara 18 peserta, PKN tetap memperoleh 52 kursi kabupaten kota, lebih banyak daripada Partai Garuda yang suaranya lebih besar. Ini menandakan suaranya sangat terkonsentrasi di sedikit daerah
Legalitas yang bersih dan mutakhir. Kepengurusan baru sudah disahkan Kementerian Hukum pada 2 Maret 2026, dan proses pergantiannya berjalan tanpa dualisme. Ini berbeda dari PPP yang menempuh konflik terbuka sebelum rekonsiliasi.
Konsentrasi suara yang efisien. Dengan suara terkecil di antara seluruh peserta, PKN tetap memperoleh 4 kursi provinsi dan 52 kursi kabupaten kota, artinya suaranya tidak terbuang tersebar.
Pimpinan yang berpengalaman lintas partai. Pasek pernah berada di Demokrat, Hanura, dan Dewan Perwakilan Daerah, sehingga jaringan personalnya melintasi beberapa kubu.
Pengalaman satu siklus pemilu penuh. Partai ini sudah pernah melewati verifikasi dan pencalonan, pengalaman yang tidak dimiliki partai baru mana pun.
Kehilangan tokoh utama beserta 20 pengurus sekaligus. Ini kelemahan terbesar dan paling baru. Kepergian serentak sebanyak itu bukan pergantian biasa, melainkan pengurangan kapasitas kelembagaan dalam satu waktu.
Suara terkecil di antara 18 peserta Pemilu 2024. Titik awalnya paling rendah, dan tidak ada bukti pertumbuhan sejak itu.
Sebaran hanya di tiga provinsi. Di 35 provinsi lain PKN tidak memiliki wakil di tingkat provinsi sama sekali.
Identitas yang belum selesai. Setelah kehilangan tokoh yang menjadi alasan pendiriannya, partai ini belum mengumumkan arah baru yang tegas, dan wacana penataan ulang sejauh ini datang dari pengamat, bukan dari partainya.
Pimpinan yang membagi waktu dengan profesi. Diakui sendiri oleh ketua umumnya.
Penurunan ambang batas ke nol persen. Hanya pada skenario paling ekstrem inilah PKN berpeluang memperoleh kursi DPR dengan perolehan sekarang.
Basis Papua yang persaingannya renggang. Enam provinsi baru di Tanah Papua menambah jumlah kursi DPRD, dan PKN sudah memiliki pijakan di sana.
Menjadi pihak yang menerima kader dari partai lain. Dengan legalitas bersih dan tanpa konflik internal, PKN dapat menjadi tempat pindah bagi kader yang partainya bermasalah.
Penggabungan atau koalisi. Sebagai partai terkecil, PKN adalah kandidat paling logis untuk bergabung, dan 52 kursi kabupaten kotanya adalah nilai tawar yang nyata.
Kepergian kader mengikuti tokoh yang keluar. Ketika 20 pengurus pusat mundur bersama, risiko yang sama berlaku bagi pengurus daerah dan legislator yang direkrut melalui jaringan tokoh tersebut.
Berhenti sebagai partai yang hanya ada secara hukum. Tanpa tokoh, tanpa dana besar, dan dengan suara terkecil, PKN berisiko bertahan di daftar Kementerian Hukum tanpa aktivitas politik yang berarti.
Gagal pada verifikasi berikutnya. Hilangnya 20 pengurus pusat mempersulit pemeliharaan syarat kepengurusan di ratusan wilayah.
Ambang batas satu persen sekalipun. PKN perlu menaikkan suaranya lebih dari empat kali hanya untuk mencapai satu persen.
PKN adalah contoh paling jelas tentang apa yang terjadi ketika ketergantungan pada satu tokoh berakhir. Partai ini didirikan sebagai rumah bagi satu orang, memperoleh perhatian ketika orang itu masuk, dan kehilangan sebagian besar kapasitasnya ketika orang itu keluar bersama 20 pengurus. Kerapuhannya tertinggi di antara sepuluh partai, yaitu 72 dari 100. Yang tersisa adalah legalitas yang bersih, 4 kursi provinsi, dan 52 kursi kabupaten kota, dan ketiganya belum cukup menjadi dasar kebangkitan tanpa masuknya tokoh atau sumber daya baru.
- Diuntungkan bila PKN masuk DPR
- Jaringan mantan kader Demokrat dan Hanura yang memperoleh saluran kembali ke politik nasional, serta wilayah Papua yang menjadi basis utamanya
- Dirugikan bila PKN tumbuh
- Partai parlemen yang bersaing di Papua, dan partai kecil lain yang memperebutkan kader dari kalangan yang sama, sebab PKN dan Hanura menarik dari kolam yang bertumpang tindih
- Titik awal terbaru
- PKN tercantum dalam daftar survei SMRC Juli 2026, tetapi angkanya tidak dapat kami baca dari rilis yang tersedia, dan margin kekeliruan survei itu berkali kali lebih besar daripada perolehan partai ini. Skenario di bawah dihitung dari hasil pemilu 2024 tidak tersedia
- Minimum realistis
- Sekitar 0,1 persen, bila kepergian pengurus berlanjut sampai tingkat daerah
- Skenario dasar
- Sekitar 0,2 sampai 0,3 persen, yaitu bertahan pada kantong suara Papua dan Bali
- Skenario atas
- Sekitar 0,5 persen, bila berhasil menarik tokoh baru dan menambah dua provinsi basis
- Skenario terobosan
- Memperoleh kursi DPR hanya realistis bila ambang batas benar benar nol persen, atau melalui penggabungan dengan partai yang lebih besar
- Skenario terburuk
- Gagal memenuhi syarat kepengurusan pada verifikasi berikutnya, sehingga tidak menjadi peserta Pemilu 2029
Angka di atas adalah analisis skenario Tim Head Politika, bukan prediksi dan bukan hasil survei.
Anggota Sekretariat Bersama Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat dan mendorong ambang batas turun. Kami tidak menemukan usulan angka tertentu yang disampaikan PKN secara resmi. Sebagai peserta Pemilu 2024 partai ini tidak menghadapi persoalan legalitas, dan kepengurusan barunya sudah disahkan pada Maret 2026. Namun kehilangan 20 pengurus pusat pada waktu yang sama membuat kesiapan verifikasi berikutnya menjadi pertanyaan terbuka. tidak tersedia
- Satu hal yang bila berhasil mengubah peta
- Mengubah diri dari rumah bagi satu tokoh menjadi partai dengan alasan berdiri sendiri. Setelah tokoh pendorongnya keluar, PKN memiliki kesempatan sekali saja untuk mendefinisikan ulang dirinya, dan kesempatan itu berlaku sekarang, bukan setelah tahapan pemilu dimulai
- Satu kesalahan yang bisa menghancurkan
- Mencari tokoh besar berikutnya untuk ditumpangi. Pola itu sudah dijalankan sekali dan berakhir pada Maret 2026 dengan kepergian 21 orang sekaligus. Mengulanginya berarti membangun kerapuhan yang sama untuk kedua kalinya
- Satu
- Selamatkan struktur lebih dulu, yaitu pastikan syarat kepengurusan wilayah tetap terpenuhi setelah kehilangan 20 pengurus pusat, sebab gagal verifikasi berarti selesai sebelum bertanding
- Dua
- Umumkan arah baru partai secara resmi, sebab saat ini wacana penataan ulang justru datang dari pengamat dan bukan dari partainya sendiri
- Tiga
- Perdalam Papua dan Bali sebagai dua basis nyata, dan hentikan pengeluaran di provinsi tanpa jejak
- Empat
- Pertahankan 52 legislator kabupaten kota sebagai prioritas, sebab merekalah nilai tawar terakhir partai ini
- Lima
- Buka pembicaraan penggabungan secara terbuka dan sejak awal, sebab posisi tawar partai terkecil paling baik ketika strukturnya masih utuh
Yang harus dihentikan. Berhenti menjadikan nasib pribadi satu tokoh sebagai poros pemberitaan dan perencanaan partai. Dua pergantian kepemimpinan dalam lima tahun keduanya berkaitan dengan urusan pribadi satu orang, bukan dengan hasil pemilu, dan pola itu tidak dapat dipertahankan.
Tiga hal yang bisa membuat analisis di atas salah. Pertama, kami menilai kepergian 20 pengurus sebagai kehilangan kapasitas, padahal bila mereka adalah pengurus yang tidak aktif, kepergian itu justru merapikan organisasi dan penilaian risiko kami terlalu tinggi. Kedua, kami menilai basis PKN sebagai personalistik, padahal 52 kursi kabupaten kota diperoleh oleh calon di daerah yang mungkin bekerja secara mandiri, sehingga sebagian basis itu bisa lebih tahan lama daripada dugaan kami. Ketiga, kami tidak mengetahui isi pembicaraan internal setelah pergantian kepemimpinan, sehingga penilaian atas arah partai bertumpu pada pernyataan publik yang tersedia.
Kami tidak menemukan usulan angka ambang batas resmi dari PKN, tidak menemukan program atau arah baru resmi setelah pergantian kepemimpinan, tidak menemukan laporan keuangan yang dapat diperiksa publik, tidak menemukan angka anggota terdaftar, dan tidak dapat membaca angka partai ini pada survei nasional terbaru. Semuanya dinyatakan tidak tersedia dan tidak kami taksir.
Ruas 16. Bottom line PKN
- Seberapa serius: paling rapuh di kelompok ini, dengan skor risiko 72 dari 100 dan suara terkecil di antara 18 peserta Pemilu 2024.
- Basis terkuat: Papua Pegunungan dan sebagian Bali, dengan kehadiran hanya di DPRD 3 provinsi.
- Kekuatan terbesar: legalitas bersih dan mutakhir, tanpa dualisme, ditambah 52 kursi kabupaten kota yang efisien untuk ukuran suaranya.
- Kelemahan terbesar: kehilangan tokoh utama bersama 20 pengurus pusat pada Maret 2026, dan belum ada arah baru resmi yang diumumkan.
- Batas atas dan peluang tembus: kisaran 0,2 sampai 0,5 persen. Kursi DPR hanya realistis bila ambang batas nol persen atau melalui penggabungan.
- Mengapa harus diperhatikan: PKN adalah pelajaran termahal dalam laporan ini tentang risiko membangun partai sebagai rumah bagi satu tokoh, dan pelajaran itu berlaku langsung bagi empat partai baru yang lahir pada 2025 dan 2026.
10. Partai Garda Republik Indonesia406.883 suara · 0,27 persen · kelayakan 26 · Ketua umum di lingkaran Presiden, basis di Papua
- Nama resmi
- Partai Garda Republik Indonesia, dikenal sebagai Partai Garuda. Perlu dibedakan dari Partai Gerakan Rakyat yang juga sering disingkat mirip
- Berdiri
- 2015
- Asas dan ideologi
- Pancasila, dengan penekanan pembaruan dan keterlibatan generasi muda
- Ketua umum
- Ahmad Ridha Sabana, yang sejak 22 Oktober 2024 juga menjabat Utusan Khusus Presiden bidang usaha mikro kecil menengah, ekonomi kreatif, dan digital
- Kegiatan terakhir
- Melantik pengurus daerah dan cabang dari enam provinsi di Tanah Papua periode 2025 sampai 2030 pada 13 Juli 2026 di Sorong, dan meminta kader menyiapkan verifikasi administrasi serta faktual
- Kapasitas digital
- Situs resmi dan media sosial tersedia, tanpa aset penyiaran. Liputan media nasional rendah, dan sebagian pemberitaannya justru terkait jabatan ketua umumnya di pemerintahan, bukan kegiatan partainya. Penilaian kualitatif per 12 Agustus 2026
Partai Garuda adalah partai paling jarang dibicarakan di antara kesepuluh partai, dan sebagian besar publik hanya mengenalnya sebagai nama di kertas suara. Ia berdiri pada 2015, mengikuti Pemilu 2019 dan 2024, dan pada keduanya berada di dasar perolehan suara. Pada 2024 hasilnya 406.883 suara atau 0,27 persen.
Yang membuat profilnya menarik justru bukan angka suaranya, melainkan dua hal yang tidak biasa bagi partai sekecil itu. Pertama, ketua umumnya duduk di lingkaran Presiden sebagai Utusan Khusus Presiden sejak 22 Oktober 2024, satu dari hanya dua partai dalam laporan ini yang pimpinannya memiliki jabatan di pemerintahan. Kedua, partai ini memiliki basis yang jelas dan tidak diperebutkan banyak pihak, yaitu wilayah Papua.
Titik balik terbarunya terjadi pada 13 Juli 2026, ketika ketua umumnya sendiri melantik pengurus enam provinsi di Tanah Papua dan menyatakan bahwa Papua sudah banyak melahirkan anggota dewan bagi partainya. Pada kesempatan yang sama pengurus daerah diminta menyiapkan verifikasi administrasi dan faktual, dan pengurus Papua Pegunungan menyampaikan target 30 kursi pada 2029. Target itu adalah pernyataan pengurus daerah, bukan angka resmi partai secara nasional.
- Tokoh formal
- Ahmad Ridha Sabana, ketua umum sejak lama dan sekaligus Utusan Khusus Presiden bidang usaha mikro kecil menengah, ekonomi kreatif, dan digital
- Pengurus daerah yang menonjol
- Danius Wenda sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Papua Pegunungan, dengan Zebulon T. Yohame sebagai sekretaris. Menurut keterangan mereka, mayoritas pengurus di wilayah itu adalah generasi muda yang aktif membangun partai selama lima tahun terakhir
- Jaringan utama
- Jaringan Papua dan Maluku Utara, ditambah akses ke lingkaran pemerintahan melalui jabatan ketua umumnya
- Yang tidak dimiliki
- Tidak ada tokoh dengan pengenalan nasional sebagai wajah partai. Ketua umumnya lebih dikenal lewat jabatan pemerintahannya daripada lewat partainya
- Catatan
- Pada Pemilu 2024, ketua umum partai ini maju sebagai calon legislatif dan memperoleh sekitar 3.691 suara tanpa cukup untuk memperoleh kursi. Angka itu memberi gambaran jujur tentang jarak antara jabatan formal dan daya tarik elektoral
- Provinsi terkuat
- Maluku Utara, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan, masing masing 1 kursi DPRD provinsi
- Sebaran
- Hadir di DPRD 3 provinsi, seluruhnya di Indonesia bagian timur, dengan 34 kursi kabupaten kota
- Klasifikasi basis
- Regional dan sangat terkonsentrasi. Praktis seluruh kekuatan Partai Garuda berada di kawasan timur
- Konsekuensinya
- Basis ini bernilai untuk kursi daerah dan hampir tidak bernilai untuk ambang batas nasional, sebab jumlah pemilih di wilayah tersebut kecil dibanding Jawa dan Sumatra
Akses ke lingkaran Presiden. Ketua umumnya menjabat Utusan Khusus Presiden, sehingga partai sekecil ini memiliki akses informasi dan jaringan yang tidak sepadan dengan ukuran suaranya.
Basis yang tidak diperebutkan. Papua dan Maluku Utara bukan lumbung partai besar, sehingga persaingannya paling renggang di seluruh Indonesia.
Pengurus daerah yang benar benar bekerja. Pelantikan enam provinsi pada Juli 2026 dipimpin langsung ketua umum, dan pengurus daerah menyampaikan target serta persiapan verifikasi sendiri, tanda kegiatan itu bukan seremoni pusat semata.
Bertambahnya provinsi di Tanah Papua. Pemekaran menambah jumlah kursi DPRD provinsi yang dapat diperebutkan, dan Partai Garuda sudah berada di sana lebih dulu.
Nyaris tidak dikenal di luar kertas suara. Pengenalan nama partai ini paling rendah di antara kesepuluh partai, dan itu berlaku bahkan setelah dua kali mengikuti pemilu.
Basis di wilayah berpenduduk paling kecil. Ini kelemahan aritmatika yang tidak dapat diperbaiki dengan kerja keras di wilayah yang sama.
Ketua umum yang perhatiannya terbagi. Jabatan Utusan Khusus Presiden adalah tugas penuh, dan partai kecil memerlukan pimpinan yang bekerja penuh untuk partainya.
Tidak ada wajah elektoral. Perolehan ketua umumnya sendiri sebagai calon legislatif pada 2024 hanya sekitar 3.691 suara.
Kebingungan nama. Kemunculan Partai Gerakan Rakyat membuat singkatan dan penyebutan mudah tertukar, dan bagi partai dengan pengenalan rendah, kebingungan nama adalah kerugian nyata.
Ambang batas nol atau satu persen. Hanya pada angka serendah itu Partai Garuda berpeluang memperoleh kursi DPR.
Menjadi partai perwakilan kawasan timur. Tidak ada partai nasional yang mengklaim posisi ini secara tegas, dan Partai Garuda sudah memiliki bukti kursinya.
Konsolidasi partai kecil pendukung pemerintah. Dengan ketua umum di lingkaran Presiden, Partai Garuda berada di posisi yang mudah diajak bila blok itu dirapikan.
Kader muda daerah. Keterangan pengurus Papua Pegunungan menyebut mayoritas pengurusnya generasi muda yang sudah aktif lima tahun, dan kader semacam ini murah dan tahan lama.
Berakhirnya jabatan ketua umum di pemerintahan. Bila akses itu hilang, yang tersisa adalah partai dengan 0,27 persen suara dan pengenalan nama paling rendah.
Perebutan basis Papua oleh partai lain. Perindo, Gelora, dan PKN sama sama memiliki kursi di provinsi Papua, sehingga wilayah yang renggang itu mulai ramai.
Gagal verifikasi. Dengan sebaran hanya tiga provinsi yang memiliki kursi, pemenuhan syarat kepengurusan di seluruh wilayah adalah beban yang berat.
Ambang batas empat persen atau lebih. Pada angka itu, jarak yang harus ditempuh lebih dari empat belas kali perolehan sekarang, dan itu tidak masuk akal untuk dikejar.
Partai Garuda bergantung pada satu wilayah dan satu jabatan. Wilayahnya adalah kawasan timur, dan jabatannya adalah posisi ketua umum di lingkaran Presiden. Yang menarik, ketergantungan pada tokoh justru rendah, sebab ketua umumnya bukan magnet pemilih dan perolehannya sendiri sebagai calon legislatif hanya beberapa ribu suara. Kerapuhannya sedang menuju tinggi, dengan bentuk yang tenang, yaitu partai ini kemungkinan tidak akan runtuh mendadak tetapi juga tidak memiliki jalur pertumbuhan yang terlihat.
- Diuntungkan bila Partai Garuda masuk DPR
- Kawasan timur yang memperoleh tambahan perwakilan, kader muda daerah di enam provinsi Tanah Papua yang jalur kariernya terbuka, serta lingkaran pemerintahan yang menambah satu mitra
- Dirugikan bila Partai Garuda tumbuh
- Perindo, Gelora, dan PKN yang sama sama memiliki kursi di provinsi Papua, sebab keempatnya memperebutkan wilayah yang sama dengan jumlah pemilih terbatas
- Titik awal terbaru
- Partai Garuda tercantum dalam daftar survei SMRC Juli 2026, tetapi angkanya tidak dapat kami baca dari rilis yang tersedia. Skenario di bawah dihitung dari hasil pemilu 2024 tidak tersedia
- Minimum realistis
- Sekitar 0,15 persen, bila akses pemerintahan berakhir dan kegiatan partai melambat
- Skenario dasar
- Sekitar 0,25 sampai 0,35 persen, yaitu bertahan pada basis kawasan timur
- Skenario atas
- Sekitar 0,6 persen, bila konsolidasi Papua berhasil dan partai menambah kursi provinsi di wilayah pemekaran
- Skenario terobosan
- Memperoleh kursi DPR hanya realistis bila ambang batas nol persen, atau bila menjadi bagian dari penggabungan partai kecil pendukung pemerintah
- Skenario terburuk
- Gagal memenuhi syarat verifikasi kepengurusan nasional, sehingga tidak menjadi peserta Pemilu 2029
Angka di atas adalah analisis skenario Tim Head Politika, bukan prediksi dan bukan hasil survei. Target 30 kursi yang disampaikan pengurus Papua Pegunungan adalah target kursi daerah di wilayah itu, bukan target kursi DPR, dan tidak dipakai dalam skenario di atas.
Anggota Sekretariat Bersama Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat. Kami tidak menemukan usulan angka ambang batas tertentu yang pernah disampaikan Partai Garuda secara resmi, dan dalam hal ini partai ini paling sedikit bersuara di antara kesepuluh partai. Untuk kesiapan verifikasi, terdapat bukti kerja nyata, yaitu pelantikan pengurus enam provinsi Tanah Papua pada 13 Juli 2026 yang disertai instruksi langsung agar kader menyiapkan verifikasi administrasi dan faktual. tidak tersedia untuk usulan angka
- Satu hal yang bila berhasil mengubah peta
- Mengambil posisi sebagai partai perwakilan kawasan timur secara terbuka dan konsisten. Tidak ada partai nasional yang mengklaim posisi itu, sedangkan Partai Garuda sudah memiliki kursi di tiga provinsi timur dan kader muda yang aktif. Posisi ini tidak akan membawanya ke ambang batas empat persen, tetapi akan memberinya alasan berdiri yang jelas dan nilai tawar dalam koalisi mana pun
- Satu kesalahan yang bisa menghancurkan
- Bergantung pada jabatan ketua umum di pemerintahan sebagai pengganti kerja partai. Jabatan itu bersifat sementara dan melekat pada orangnya, sedangkan pengenalan nama partai tetap paling rendah di antara kesepuluh partai
- Satu
- Kunci kawasan timur sebagai identitas resmi partai, bukan sekadar kenyataan geografis yang tidak diakui
- Dua
- Pastikan syarat verifikasi kepengurusan nasional terpenuhi, sebab dengan kursi hanya di tiga provinsi, risiko gagal di tahap administratif lebih besar daripada risiko kalah di kotak suara
- Tiga
- Bedakan nama partai secara tegas dalam seluruh komunikasi, karena kemunculan partai lain dengan singkatan mirip merugikan partai yang pengenalannya paling rendah
- Empat
- Bangun satu tokoh dengan pengenalan sendiri dari kader muda daerah, sebab ketua umum yang perolehannya beberapa ribu suara tidak dapat menjadi wajah elektoral
- Lima
- Ambil satu isu yang sesuai basis dan jabatan ketua umumnya, misalnya usaha mikro dan ekonomi digital di kawasan timur, agar akses pemerintahan menghasilkan program yang dapat dilihat pemilih
Yang harus dihentikan. Berhenti berjalan sebagai partai nasional yang kebetulan hanya ada di timur. Kejujuran mengenai basis sendiri lebih berguna daripada klaim nasional yang tidak ditopang satu pun kursi provinsi di Jawa dan Sumatra.
Tiga hal yang bisa membuat analisis di atas salah. Pertama, kami menilai basis kawasan timur sebagai kelemahan aritmatika, padahal pemekaran enam provinsi di Tanah Papua menambah jumlah kursi DPRD yang diperebutkan, sehingga nilai basis itu bisa lebih besar pada 2029 daripada pada 2024. Kedua, kami menilai perolehan ketua umum sebagai calon legislatif sebagai bukti lemahnya daya tarik elektoral, padahal perolehan satu calon di satu daerah pemilihan bukan ukuran yang adil bagi kemampuan memimpin partai. Ketiga, kami tidak dapat memverifikasi seberapa aktif kepengurusan di luar enam provinsi Tanah Papua, sehingga penilaian atas kesiapan verifikasinya bertumpu pada bukti dari satu kawasan saja.
Kami tidak menemukan usulan angka ambang batas resmi dari Partai Garuda, tidak menemukan laporan keuangan yang dapat diperiksa publik, tidak menemukan angka anggota terdaftar, tidak menemukan bukti kepengurusan aktif di luar kawasan timur, dan tidak dapat membaca angka partai ini pada survei nasional terbaru. Semuanya dinyatakan tidak tersedia dan tidak kami taksir.
Ruas 16. Bottom line Partai Garuda
- Seberapa serius: lemah, dengan pengenalan nama dan nilai elektoral pimpinan terendah di kelompok ini, yaitu 18 dari 100.
- Basis terkuat: Maluku Utara, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan, seluruhnya di kawasan timur.
- Kekuatan terbesar: ketua umum di lingkaran Presiden, ditambah basis kawasan timur yang persaingannya paling renggang dan kader muda daerah yang aktif.
- Kelemahan terbesar: basis berada di wilayah berpenduduk paling kecil, sehingga tidak dapat mengejar ambang batas nasional berapa pun usahanya di wilayah yang sama.
- Batas atas dan peluang tembus: kisaran 0,25 sampai 0,6 persen. Kursi DPR hanya realistis bila ambang batas nol persen atau melalui penggabungan.
- Mengapa harus diperhatikan: Partai Garuda adalah satu satunya partai dalam laporan ini yang bisa menjadi partai kawasan secara jujur, dan pilihan itu lebih realistis daripada mengejar ambang batas nasional yang jaraknya lebih dari empat belas kali.
Siapa kuat di mana, dan berapa mahal harga satu kursi bagi masing masing
Kursi DPRD dipakai sebagai perkiraan kekuatan wilayah karena Komisi Pemilihan Umum tidak menerbitkan rincian suara DPR per provinsi untuk setiap partai kecil secara sistematis. Perkiraan ini punya keterbatasan, tetapi ia terverifikasi dan tersedia untuk kesepuluh partai sekaligus, sehingga dapat dibandingkan secara setara.
Pembagian 209 kursi DPRD provinsi di antara kesepuluh partai
Pilih setiap bagian untuk keterangannya.
PPP menguasai hampir 40 persen kursi provinsi kelompok ini
Dari 209 kursi DPRD provinsi yang dimenangi kesepuluh partai, 83 di antaranya milik PPP, tersebar di 29 provinsi. Ditambah 849 kursi kabupaten kota, PPP memegang 932 dari 2.395 kursi daerah kelompok ini, atau 39 persen. Inilah dasar penilaian bahwa PPP satu satunya partai non-parlemen dengan basis yang layak disebut nasional.
Hanura terbesar kedua, dan seluruhnya di luar lumbung partai besar
Sebanyak 42 kursi provinsi tersebar di 17 provinsi, dengan Sumatra Utara dan Maluku Utara masing masing 5 kursi. Ditambah 486 kursi kabupaten kota, totalnya 528 kursi daerah. Fakta ini bertolak belakang dengan suara nasionalnya yang hanya 0,72 persen, dan pertentangan itu dijelaskan pada tabel efisiensi di bawah.
PSI unggul di kota besar, dengan kedalaman paling tipis
Sebanyak 33 kursi provinsi tersebar di 15 provinsi, dengan DKI Jakarta 8 kursi sebagai yang tertinggi. Namun kursi kabupaten kotanya hanya 149, sehingga totalnya 182 kursi daerah atau kurang dari seperlima PPP. Pola ini khas partai yang kuat di lapis atas dan tipis di lapis bawah.
Tujuh partai lainnya berbagi seperempat kursi provinsi
Rinciannya Perindo 31, PBB 12, PKN 4, Partai Garuda 3, Gelora 1, sedangkan Partai Buruh dan Partai Ummat nol. Empat dari tujuh partai ini memiliki kursi provinsi terbanyaknya di wilayah Papua, yaitu Perindo, Gelora, PKN, dan Partai Garuda. Artinya wilayah yang dianggap paling renggang persaingannya justru mulai ramai diperebutkan partai non-parlemen.
Persentase dibulatkan sehingga jumlahnya dapat berbeda sedikit dari 100. Penjumlahan 83, 42, 33, 31, 12, 4, 3, dan 1 menghasilkan tepat 209 kursi. Sumber: rekapitulasi berbasis Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 360 Tahun 2024.
Berapa suara yang dibutuhkan untuk satu kursi daerah
Suara nasional dibagi jumlah kursi daerah yang diperoleh, yaitu kursi DPRD provinsi ditambah kabupaten kota. Semakin kecil angkanya, semakin efisien suara partai itu berubah menjadi kursi. Urutan disusun dari yang paling efisien.
| Partai | Suara 2024 | Kursi daerah | Suara per kursi | Arti angkanya |
|---|---|---|---|---|
Hanura | 1.094.588 | 528 | 2.073 | Paling efisien. Suaranya menumpuk pekat di banyak daerah pemilihan kecil |
PBB | 484.486 | 176 | 2.753 | Sangat efisien meski suara nasionalnya terkecil ketiga |
Perindo | 1.955.154 | 380 | 5.145 | Efisien, terutama karena basis Papua dan Maluku |
PKN | 326.800 | 56 | 5.836 | Efisien meski suara nasionalnya terkecil di antara 18 peserta |
PPP | 5.878.777 | 932 | 6.308 | Efisien sekaligus besar. Kombinasi ini hanya dimiliki PPP |
Garuda | 406.883 | 37 | 10.997 | Menengah, dengan basis hanya di tiga provinsi timur |
Gelora | 1.281.991 | 73 | 17.562 | Tidak efisien. Suaranya tersebar tipis di banyak wilayah |
PSI | 4.260.169 | 182 | 23.408 | Tidak efisien. Suara besar yang tidak menumpuk cukup di satu dapil |
Ummat | 642.545 | 20 | 32.127 | Sangat tidak efisien, tanpa satu pun kursi provinsi |
Buruh | 972.910 | 11 | 88.446 | Paling tidak efisien, yaitu 43 kali lebih mahal daripada Hanura |
Ada dua cara berbeda untuk gagal, dan keduanya tampak sama dari luar
Kesepuluh partai sama sama tidak memperoleh kursi DPR, tetapi sebabnya berlawanan. Kelompok pertama, yaitu Hanura, PBB, Perindo, dan PKN, suaranya sangat efisien secara lokal tetapi terlalu kecil secara nasional. Mereka menang di banyak tempat kecil dan tidak pernah cukup dalam hitungan nasional. Kelompok kedua, yaitu PSI, Partai Buruh, Partai Ummat, dan Gelora, mengumpulkan suara dalam jumlah lumayan tetapi tersebar terlalu tipis untuk menghasilkan kursi di satu pun daerah pemilihan tingkat provinsi. Hanya PPP berada di kedua sisi sekaligus, yaitu besar dan efisien.
Perbedaan ini menentukan obat yang berbeda. Kelompok pertama perlu memperluas wilayah. Kelompok kedua perlu memusatkan tenaga. Menyamakan resep untuk keduanya, misalnya dengan meminta semua partai kecil menambah struktur di 38 provinsi, akan memperbaiki yang pertama dan memperburuk yang kedua.
Empat kantong wilayah yang perlu dikenali
Buka satu per satu untuk melihat siapa menguasai apa, dan siapa yang berhadapan dengan siapa.
Koridor Islam tradisional, dari Jawa sampai Nusa Tenggara BaratPenguasa: PPP
Kantong ini mencakup Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat, ditambah Aceh, Sumatra Barat, dan Jambi. PPP memimpin dengan Sulawesi Selatan sebagai provinsi terkuatnya, yaitu 8 kursi DPRD provinsi. Ini kantong dengan jumlah pemilih paling besar di antara keempatnya, sehingga paling bernilai untuk mengejar persentase nasional.
Yang perlu dicatat, Gelora juga memiliki basis kabupaten kota di Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat, sehingga dua partai non-parlemen berhadapan di wilayah yang sama sambil sama sama menghadapi PKB dan PKS yang sudah berada di DPR. Bagi Gelora, memperdalam wilayah ini berarti bersaing dengan partai yang lima kali lebih besar suaranya.
Kawasan timur, dari Maluku sampai enam provinsi Tanah PapuaPenguasa: Perindo, dengan tiga penantang
Ini kantong paling ramai diperebutkan partai non-parlemen, dan paling jarang diperhatikan publik. Perindo memimpin dengan Papua Pegunungan 4 kursi, disusul PKN 2 kursi di provinsi yang sama, lalu Partai Garuda dan Gelora masing masing 1 kursi. Hanura juga kuat di Maluku Utara dengan 5 kursi.
Pemekaran wilayah menambah jumlah kursi DPRD provinsi yang diperebutkan, dan itu menjelaskan mengapa empat partai kecil memiliki kursi terbanyaknya justru di sini. Namun keuntungannya terbatas. Jumlah pemilih di kawasan ini jauh lebih kecil daripada Jawa dan Sumatra, sehingga kursi yang diperoleh tidak sepadan nilainya bila diukur dengan ambang batas nasional. Kantong ini bagus untuk bertahan hidup, dan tidak cukup untuk masuk Senayan.
Kota besar, terutama JakartaPenguasa: PSI
PSI memimpin dengan 8 kursi DPRD DKI Jakarta, jumlah tertinggi yang dimiliki partai non-parlemen mana pun di satu provinsi selain PPP di Sulawesi Selatan. Kekuatan tambahannya berada di Nusa Tenggara Timur.
Kantong ini memiliki sifat yang khas dan berbahaya. Pemilih kota besar paling terjangkau lewat kanal digital dan paling murah dikampanyekan, tetapi juga paling mudah berpindah karena kesetiaannya tidak diikat jaringan sosial. Kantong ini juga paling diperebutkan partai parlemen dengan sumber daya jauh lebih besar. Karena itu 33 kursi provinsi PSI tidak setara nilainya dengan 42 kursi Hanura di luar Jawa, meski angkanya berdekatan.
Kantong provinsi tunggalPenghuni: Partai Ummat, PBB, dan sebagian Partai Buruh
Kelompok terakhir ini bukan wilayah geografis melainkan pola. Partai Ummat praktis hanya berarti di Sumatra Barat, PBB terkuat di Sulawesi Tenggara dan hadir hanya di DPRD 7 provinsi, sedangkan Partai Buruh tidak memiliki satu pun kursi provinsi meski basis pekerjanya terkumpul di kawasan industri.
Pola ini paling rapuh, sebab kehilangan satu wilayah berarti kehilangan hampir seluruh basis. Namun ada satu keadaan yang membalik penilaian ini sepenuhnya, yaitu bila ambang batas diubah menjadi berbasis daerah pemilihan seperti diusulkan Partai Ummat. Dalam hitungan per daerah pemilihan, kantong pekat di satu provinsi menjadi jauh lebih bernilai daripada kehadiran tipis di banyak provinsi. Inilah sebabnya usulan teknis kepemiluan bukan urusan prosedural, melainkan pertarungan kepentingan yang menentukan nasib.
Tujuh hambatan bersama, dan satu akar yang menjelaskan semuanya
Bagian ini mencari sebab, bukan pihak yang bersalah. Pembobotan di bawah adalah penilaian analitik Tim Head Politika berdasarkan bukti yang tercantum pada kesepuluh profil, dan kami tampilkan agar dapat diuji serta dibantah.
Hambatan mana yang paling menentukan
Batang menunjukkan bobot tiap hambatan, garis emas menunjukkan akumulasinya. Pilih kategori di bawah grafik untuk keterangannya.
Tidak ada wajah elektoral
Delapan dari sepuluh partai tidak memiliki satu pun tokoh yang dapat memindahkan suara. Nilai elektoral pimpinan yang kami beri berkisar 18 sampai 26 untuk Partai Garuda, PKN, PBB, dan Hanura. Bahkan PPP dengan mesin daerah terbesar hanya kami beri 38. Hanya PSI dan Gelora berada di atas 45, dan keduanya pun bertumpu pada figur yang bukan ketua umumnya sendiri.
Bukti paling telak datang dari Partai Garuda, yang ketua umumnya maju sebagai calon legislatif pada 2024 dan hanya memperoleh sekitar 3.691 suara. Jabatan formal tidak sama dengan daya tarik pemilih.
Suara tidak menumpuk cukup di satu daerah pemilihan
Tabel efisiensi pada bagian sebelumnya menunjukkan jarak yang ekstrem. Hanura hanya butuh 2.073 suara untuk satu kursi daerah, sedangkan Partai Buruh butuh 88.446, atau 43 kali lebih mahal. PSI dengan 4,26 juta suara hanya menghasilkan 182 kursi daerah, sementara PBB dengan 484 ribu suara menghasilkan 176 kursi.
Persoalannya bukan jumlah pendukung, melainkan letaknya. Suara yang tersebar merata di seluruh Indonesia tidak menghasilkan kursi di mana pun, dan itulah yang terjadi pada Gelora dengan hanya satu kursi provinsi dari 1,28 juta suara.
Ketergantungan pada satu tokoh atau satu sumber dana
PKN adalah buktinya yang paling mahal. Partai itu didirikan sebagai rumah bagi satu tokoh, dan ketika tokoh itu keluar pada Maret 2026 ia membawa 20 pengurus pusat sekaligus. Skor risiko PKN 72 dari 100, tertinggi di kelompok ini.
Bentuk lainnya adalah ketergantungan pada satu pembiayaan. Hanura menyalurkan bantuan operasional ke pengurus daerah dan itu kekuatan nyata, tetapi juga menandakan roda organisasi berputar karena satu sumber. Perindo bergantung pada satu grup usaha, PSI pada satu keluarga, Gelora pada dua pejabat, dan Partai Buruh pada satu orang yang sekaligus memimpin serikatnya.
Basis berada di wilayah berpenduduk kecil
Empat partai memiliki kursi provinsi terbanyaknya di wilayah Papua, yaitu Perindo, Gelora, PKN, dan Partai Garuda. Kursi itu nyata dan diperoleh dengan kerja, tetapi jumlah pemilih di sana jauh lebih kecil daripada Jawa dan Sumatra.
Akibatnya muncul jebakan yang halus. Partai yang berhasil di kawasan timur memperoleh bukti bahwa strateginya bekerja, lalu memperdalam wilayah yang sama, dan justru semakin jauh dari ambang batas nasional yang dihitung dari seluruh Indonesia.
Konflik dan pergantian kepemimpinan
Delapan dari sepuluh partai mengganti atau menetapkan ulang kepemimpinannya setelah Pemilu 2024, dan tiga di antaranya melalui guncangan. PPP menempuh dua klaim kepemimpinan pada Muktamar September 2025 sebelum direkonsiliasi. PBB kehilangan pendirinya setelah 26 tahun. PKN kehilangan tokoh utamanya bersama 20 pengurus.
Biaya konflik bukan hanya waktu, melainkan legislator daerah. Merekalah pihak yang paling terdorong berpindah ke partai yang sudah aman di Senayan ketika partainya sendiri terlihat tidak stabil.
Positioning yang tumpang tindih
Tiga partai berebut ceruk pemilih Islam, yaitu PPP, PBB, dan Partai Ummat, dan ketiganya berada di sekretariat bersama yang sama sambil bersaing di kotak suara. Gelora berebut ceruk yang sama dengan PKS yang menjadi asal kadernya. Perindo dan Partai Garuda berebut kawasan timur bersama PKN.
Bagi partai besar, tumpang tindih ceruk hanya mengurangi sebagian suara. Bagi partai kecil yang lantai suaranya di bawah satu persen, tumpang tindih berarti tidak satu pun mencapai ambang batas padahal jumlah gabungannya cukup.
Pendanaan yang tidak dapat diperiksa dan tidak berkelanjutan
Untuk kesepuluh partai, kami tidak menemukan laporan keuangan yang dapat diperiksa publik. Kami tidak menaksir angkanya. Yang dapat dinilai hanya polanya, yaitu pembiayaan bertumpu pada satu atau dua figur, sehingga kelangsungan partai terikat pada keputusan pribadi orang tersebut.
Bobotnya paling kecil bukan karena tidak penting, melainkan karena bukan pembeda. Hampir semua partai dalam kelompok ini menghadapi keadaan yang sama, sehingga faktor ini tidak menjelaskan mengapa satu partai lebih berhasil daripada yang lain.
Pembobotan pada diagram ini adalah penilaian analitik Tim Head Politika, bukan angka resmi lembaga mana pun. Tiga hambatan pertama, yaitu ketiadaan wajah elektoral, sebaran suara, dan ketergantungan pada satu sumber, secara akumulatif menjelaskan sekitar 57 persen persoalan.
Menembus sampai akar dengan lima pertanyaan
Setiap jawaban memunculkan pertanyaan berikutnya. Buka satu per satu.
Mengapa kesepuluh partai memenangi 2.395 kursi daerah tetapi nol kursi DPR
Karena kursi daerah dan kursi DPR disaring dengan dua cara berbeda. Kursi DPRD dibagi di setiap daerah pemilihan tanpa ambang batas, sehingga partai dengan suara pekat di satu wilayah tetap memperoleh kursi. Kursi DPR disaring lebih dulu oleh ambang batas nasional empat persen, dan partai yang tidak melewatinya tidak diikutkan dalam pembagian kursi sama sekali, sebesar apa pun perolehannya di daerah tertentu.
Jadi 2.395 kursi daerah itu bukan pengecualian yang aneh. Ia adalah hasil yang wajar dari aturan yang berbeda, dan justru memperlihatkan bahwa organisasi kesepuluh partai tidak runtuh.
Mengapa suara mereka cukup untuk kursi daerah tetapi tidak cukup untuk ambang batas nasional
Karena ada dua kegagalan yang berbeda dan keduanya tampak sama dari luar. Kelompok pertama, yaitu Hanura, PBB, Perindo, dan PKN, suaranya sangat efisien tetapi jumlah totalnya kecil. Hanura butuh hanya 2.073 suara per kursi daerah, tetapi keseluruhan suaranya hanya 0,72 persen nasional.
Kelompok kedua, yaitu PSI, Partai Buruh, Partai Ummat, dan Gelora, jumlah suaranya lumayan tetapi tersebar tipis. Gelora meraih 1,28 juta suara dan hanya menghasilkan satu kursi DPRD provinsi di seluruh Indonesia. Kelompok pertama perlu memperluas, kelompok kedua perlu memusatkan, dan resep keduanya berlawanan.
Mengapa tidak ada satu pun yang berhasil memusatkan dan memperluas sekaligus
Karena keduanya memerlukan dua hal yang berbeda dan tidak pernah dimiliki satu partai secara bersamaan. Memusatkan suara sampai menghasilkan kursi memerlukan mesin lokal, yaitu pengurus yang bekerja dan calon yang punya pemilih sendiri. Memperluas ke seluruh Indonesia memerlukan wajah nasional, yaitu tokoh yang membuat orang memilih partai itu di daerah yang belum pernah dikunjungi pengurusnya.
PPP dan Hanura memiliki mesin dan tidak memiliki wajah. PSI memiliki wajah dan perhatian dengan mesin seperlima PPP. Perindo memiliki jaringan siar nasional yang mestinya menjadi pengganti wajah, dan tetap gagal dua kali. Tidak satu pun memiliki keduanya.
Mengapa mesin dan wajah tidak pernah berada di partai yang sama
Karena keduanya datang dari arah berlawanan dan saling menggantikan. Mesin dibangun bertahun tahun dari bawah oleh kader daerah, dan itu pekerjaan lambat yang mahal serta tidak terlihat. Wajah biasanya datang dari luar, yaitu tokoh yang sudah terkenal lalu masuk atau dipinjam, dan kedatangannya membawa logika kendaraan.
Ketika partai memperoleh wajah, perhatian dan sumber daya berpindah ke figur itu dan pembangunan mesin berhenti, seperti terlihat pada PSI yang suara nasionalnya naik sementara kursi daerahnya tetap seperlima PPP. Sebaliknya partai yang bertahan membangun mesin, seperti Hanura dan PBB, tidak memiliki apa pun yang menarik tokoh besar untuk masuk. Pola ini berulang di kesepuluh partai tanpa kecuali.
Mengapa insentifnya tersusun seperti ituAkar masalah
Karena imbalan jangka pendek bagi partai kecil bukan kursi DPR, melainkan dua hal yang lebih mudah dicapai. Pertama, bertahan sebagai peserta pemilu, yang cukup dipenuhi dengan struktur administratif dan berkas kepengurusan. Kedua, memiliki nilai tawar dalam koalisi pilkada dan pencalonan, yang cukup dipenuhi dengan satu tokoh yang dikenal serta kursi daerah sebagai mahar.
Keduanya tidak menuntut mesin dan wajah sekaligus. Bahkan sebaliknya, mengejar keduanya berarti mengeluarkan biaya jauh lebih besar untuk imbalan yang baru muncul lima tahun kemudian dan belum pasti. Penghapusan ambang batas pencalonan presiden pada Januari 2025 memperkuat logika ini, sebab kini partai kecil pun berhak mengusung calon presiden tanpa perlu memiliki kursi DPR sama sekali.
Pandangan redaksi. Inilah sebabnya penurunan ambang batas, meski layak diperjuangkan, tidak menyelesaikan persoalan yang menjadi alasannya. Menurunkan garis akan meloloskan partai yang sudah dekat, terutama PSI dan mungkin PPP serta Perindo, tetapi tidak mengubah insentif yang membuat partai memilih menjadi kendaraan ketimbang menjadi organisasi. Yang mengubah insentif adalah imbalan yang datang lebih cepat bagi partai yang benar benar memiliki anggota, misalnya syarat verifikasi yang menilai keanggotaan aktif dan bukan hanya kelengkapan berkas, atau keterbukaan keuangan yang menjadi pembeda di mata pemilih. Sampai itu ada, kesepuluh partai ini akan terus memilih jalan yang paling murah, dan jalan yang paling murah tidak pernah sampai ke Senayan.
Lima lapis, dan dua partai yang paling diremehkan
Klasifikasi berikut menggabungkan tiga hal, yaitu hasil Pemilu 2024, posisi pada survei Juli 2026, dan papan skor kelayakan pada Bagian 02. Pengelompokan ini penilaian analitik Tim Head Politika. Pilih lapis untuk melihat isinya beserta alasannya.
Dua kuda hitam yang paling diremehkan
Kuda hitam di sini berarti partai yang perhatian publiknya jauh lebih kecil daripada modal yang benar benar dimilikinya. Keduanya berada di lapis ketiga, bukan lapis pertama, sebab modal itu belum terbukti berubah menjadi suara nasional.

Hanura
Suara 0,72 persen, kursi daerah 528- Mengapa diremehkan
- Suaranya turun tiga pemilu berturut turut, dari 5,26 persen pada 2014 menjadi 1,54 persen pada 2019 lalu 0,72 persen pada 2024, sehingga pembaca berita wajar menyimpulkan partai ini sedang habis
- Yang tidak terlihat
- Mesin daerah terbesar kedua di kelompok ini dengan 42 kursi provinsi dan 486 kursi kabupaten kota, efisiensi suara tertinggi yaitu 2.073 suara per kursi daerah, satuan tugas dengan tenggat September 2026, dan bantuan operasional yang benar benar mengalir ke pengurus daerah
- Syarat agar mengejutkan
- Menahan 528 legislator daerahnya tetap di partai sampai 2029 dan memunculkan satu tokoh dengan pengenalan sendiri. Hanura tidak memerlukan mesin baru, ia memerlukan wajah
- Batas kejutannya
- Sekitar 2,5 persen pada skenario terobosan, sehingga kejutannya bukan masuk DPR pada ambang batas empat persen, melainkan menjadi penentu bila angkanya turun

PBB
Suara 0,32 persen, kursi daerah 176- Mengapa diremehkan
- Menurun lima pemilu tanpa jeda dan kehilangan satu satunya nama yang dikenal publik ketika Yusril Ihza Mahendra mundur pada 18 Mei 2024, sehingga partai ini praktis hilang dari pemberitaan nasional
- Yang tidak terlihat
- Efisiensi suara tertinggi kedua, yaitu 2.753 suara per kursi daerah. Dengan suara hanya 0,32 persen, PBB memperoleh 164 kursi kabupaten kota, lebih banyak daripada PSI yang suaranya hampir sembilan kali lebih besar. Basis ideologisnya juga paling sulit direbut partai lain
- Syarat agar mengejutkan
- Menjadi pihak yang memulai pembicaraan penggabungan partai Islam kecil, bukan menunggu diajak. PBB membawa mahar paling jelas ke meja itu, yaitu 176 kursi daerah
- Batas kejutannya
- Melampaui satu persen hanya melalui penggabungan. Secara mandiri batas atasnya sekitar 0,8 persen, sehingga kejutan PBB berbentuk pengaruh dalam konsolidasi, bukan perolehan kursi sendiri
Siapa yang justru terlalu diperhatikan
Untuk kejujuran, kebalikannya juga perlu disebut. Perindo memperoleh perhatian yang sepadan bahkan lebih besar daripada modalnya, sebab jaringan penyiaran pendirinya memastikan partai ini selalu terlihat, dan pada 2019 serta 2024 perhatian itu tidak berubah menjadi kursi. Partai Buruh juga memperoleh perhatian besar setiap kali isu upah muncul, sedangkan capaian elektoralnya paling rendah di kelompok ini dengan 11 kursi kabupaten kota. Perhatian publik bukan ukuran kekuatan, dan kesenjangan itu berlaku ke dua arah.
Yang bisa dikerjakan dalam 30, 100, dan 365 hari
Kritik tanpa jalan keluar hanya menambah kebisingan. Saran berikut disusun dari temuan Bagian 06, diurutkan menurut biaya dan kecepatan dampaknya, dan dimulai dari yang paling murah. Sasarannya dua pihak, yaitu kesepuluh partai dan pembentuk undang undang. Setiap butir menyebut pemiliknya dan indikator keberhasilannya. Saran khusus per partai tersedia pada ruas ketiga belas setiap profil di Bagian 04.
Kenali dulu jenis kegagalan sendiri, lalu pilih resep yang sesuai
Tabel efisiensi pada Bagian 05 membagi kesepuluh partai menjadi dua kelompok dengan obat berlawanan. Yang efisien tetapi kecil, yaitu Hanura, PBB, Perindo, dan PKN, perlu memperluas wilayah. Yang bersuara lumayan tetapi tersebar, yaitu PSI, Partai Buruh, Partai Ummat, dan Gelora, perlu memusatkan tenaga. Salah mengenali kelompok sendiri berarti menghabiskan lima tahun pada pekerjaan yang memperburuk keadaan.
Hentikan perlombaan angka 38 provinsi, umumkan sepuluh wilayah prioritas
Kepengurusan tipis di seluruh provinsi cukup untuk lolos administrasi dan tidak menghasilkan kursi. Menyebut sepuluh wilayah prioritas dengan target keanggotaan yang dapat diperiksa lebih sulit dilakukan tetapi jauh lebih dipercaya. Ini keputusan, bukan pengeluaran.
Kunci satu isu yang belum dimiliki partai parlemen
Positioning yang tumpang tindih menyumbang 10 persen hambatan. Tiga partai berebut ceruk pemilih Islam dan empat partai berebut kawasan timur. Memilih satu isu yang belum bertuan, lalu menempelkannya pada nama partai secara konsisten, lebih murah daripada bersaing langsung di lumbung partai besar.
Hitung dan umumkan jumlah anggota yang benar benar dapat dihubungi
PSI membuktikan angka keanggotaan dapat diuji, yaitu 157.579 orang benar benar memberi suara dari 187.306 pemilih terdaftar pada kongres 2025. Partai lain dapat melakukan hal sederhana yang sama, misalnya satu pemungutan suara internal atau satu penghitungan ulang kartu anggota, lalu mengumumkan hasilnya apa adanya. Angka jujur yang kecil lebih berguna daripada angka besar yang tidak dapat diuji.
Kunci kesetiaan legislator daerah dengan perjanjian yang jelas
Kesepuluh partai memegang 2.395 kursi daerah, dan itu aset terbesar sekaligus paling mudah diambil partai lain. Legislator daerah adalah pihak yang paling terdorong berpindah ke partai yang sudah aman di Senayan. Kepastian pencalonan kembali dan dukungan pemenangan lebih murah daripada membangun mesin baru dari nol.
Munculkan tokoh kedua dan ketiga, jangan menunggu tokoh besar dari luar
Ketiadaan wajah elektoral adalah hambatan terbesar dengan bobot 22 persen. Namun mencari tokoh besar dari luar membawa risiko yang sudah terbukti mahal, yaitu PKN yang kehilangan tokoh utamanya bersama 20 pengurus pada Maret 2026. Menaikkan kader daerah yang sudah punya pemilih sendiri lebih lambat tetapi tidak menciptakan kerapuhan baru.
Pilih daerah pemilihan berpenduduk besar yang persaingannya renggang
Empat partai memiliki kursi provinsi terbanyaknya di wilayah Papua, dan itu bernilai untuk bertahan hidup tetapi tidak untuk ambang batas nasional. Menambah satu titik kuat di Jawa atau Sumatra memberi tambahan persentase jauh lebih besar daripada memperdalam wilayah berpenduduk kecil yang sudah dikuasai.
Terbitkan laporan keuangan ringkas secara sukarela
Untuk kesepuluh partai, kami tidak menemukan laporan keuangan yang dapat diperiksa publik. Partai kecil justru memperoleh keuntungan pembeda bila melangkah lebih dulu, sebab keterbukaan sukarela adalah salah satu dari sedikit hal yang tidak dapat ditiru cepat oleh partai besar tanpa risiko.
Untuk DPR, umumkan metode penghitungan lebih dulu, bukan angkanya
Mahkamah Konstitusi tidak meminta angka tertentu, Mahkamah meminta metode kajian yang jelas. Menerbitkan dasar hitungan sebelum menyebut angka akan memindahkan perdebatan dari tarik menarik kepentingan menjadi uji teknis, dan sekaligus melindungi angka yang dihasilkan dari gugatan berulang dengan alasan yang sama seperti pada 2023.
Bicarakan penggabungan sekarang, bukan pada 2028
Tujuh partai terkecil pada 2024 mengumpulkan 5.210.203 suara dan tidak satu pun mendekati ambang batas secara terpisah. Dijumlahkan, mereka setara sebuah partai menengah yang tidak pernah ada. Penggabungan menuntut pengorbanan jabatan, dan itulah sebab utama jalan ini jarang ditempuh meski hitungannya jelas. Yang perlu dicatat, nilai tawar setiap partai paling besar sekarang, ketika strukturnya masih utuh, dan menyusut setiap tahun.
Ubah kursi daerah menjadi bukti kerja yang dapat dilihat pemilih
Sebanyak 2.395 kursi daerah selama ini hanya berfungsi sebagai angka dalam laporan seperti ini. Bila ribuan legislator itu menghasilkan capaian yang dapat disebut, misalnya satu jenis pelayanan yang membaik di wilayahnya, partai memperoleh alasan untuk dipilih yang tidak bergantung pada tokoh nasional mana pun.
Bangun mesin dan wajah bersamaan, meski keduanya mahal
Temuan utama laporan ini adalah mesin dan wajah tidak pernah berada di partai yang sama. Memutus pola itu adalah pekerjaan lima tahun, bukan lima bulan, dan tidak ada jalan pintasnya. Partai yang hanya menambah wajah akan mengulangi PSI pada 2024, yaitu perhatian besar dengan mesin seperlima PPP. Partai yang hanya menambah mesin akan mengulangi Hanura, yaitu ratusan kursi daerah dengan 0,72 persen suara nasional.
Untuk pembentuk undang undang, selesaikan angkanya sebelum tahapan pemilu berjalan
Ketidakpastian angka merugikan semua pihak, termasuk partai parlemen, sebab tidak ada yang dapat menyusun strategi wilayah tanpa mengetahui targetnya. Menetapkan angka beserta metodenya jauh sebelum tahapan dimulai mengurangi risiko gugatan pada saat paling genting, yaitu ketika pencalonan sudah berjalan.
Lima kemungkinan angka, dan siapa yang lolos pada masing masing
Angka ambang batas baru belum ada, dan usulan yang beredar berjarak sangat jauh. Tabel berikut menghitung siapa yang lolos pada setiap kemungkinan, memakai posisi survei Juli 2026 tanpa golput untuk tiga partai yang angkanya terbaca, dan hasil Pemilu 2024 untuk sisanya. Ini analisis skenario, bukan prediksi.
Siapa lolos pada tiap kemungkinan angka
| Kemungkinan angka | Pengusul atau asal usulan | Partai non-parlemen yang lolos | Akibat lebih luas |
|---|---|---|---|
| 0 persen | Sebagian pengurus Sekber GKSR, termasuk Oesman Sapta Odang | Kesepuluh partai berpeluang memperoleh kursi sesuai perolehan di daerah pemilihan | Fragmentasi tertinggi. Poros dua belas partai kehilangan alasan berdiri dan anggotanya kembali bersaing |
| 1 persen | Tuntutan resmi Sekber GKSR, juga diusulkan Perindo | PSI, Perindo, dan PPP. Gelora dan Hanura berada tepat di tepi | Tiga sampai lima fraksi tambahan. Kursi yang mereka peroleh diambil dari partai yang kini sudah duduk |
| 2,5 persen | Permohonan uji materi yang ditolak Mahkamah pada Maret 2026 | PSI dan Perindo | Perubahan terbatas. PPP tetap di luar kecuali memulihkan suara yang lepas pada 2026 |
| 4 persen, tetap | Keadaan sekarang bila revisi tidak menghasilkan angka baru | Hanya PSI, dan posisinya masih di dalam rentang margin kekeliruan survei | Lanskap mirip 2024. Suara terbuang dalam jumlah besar dan perdebatan yang sama terulang menjelang 2034 |
| 4 sampai 7 persen | Golkar mengusulkan empat sampai enam persen berjenjang, NasDem mengusulkan 5,5 sampai tujuh persen | Tidak satu pun | Kesepuluh partai praktis kehilangan jalan masuk. Sebagian partai parlemen yang kini berada di kisaran tujuh persen pun ikut terancam |
Selisih antara satu persen dan empat persen adalah selisih antara lima fraksi dan satu fraksi
Pada angka satu persen, tiga sampai lima partai non-parlemen masuk DPR. Pada angka empat persen, hanya satu dan bahkan itu belum pasti. Perbedaan sebesar itu tidak ditentukan oleh kerja partai selama lima tahun, melainkan oleh perundingan di ruang yang tidak satu pun dari kesepuluh partai memiliki suara di dalamnya. Inilah alasan mengapa Bagian 03 menempatkan sekretariat bersama sebagai perubahan terbesar sejak 2024, dan sekaligus alasan mengapa jalur itu paling sulit dimenangkan.
Posisi survei yang dipakai adalah PSI sekitar 5,5 persen, Perindo sekitar 3,0 persen, dan PPP sekitar 1,8 persen, seluruhnya hasil hitung ulang tanpa golput dari survei SMRC 5 sampai 19 Juli 2026. Untuk tujuh partai lain angkanya tidak terbaca, sehingga dipakai hasil Pemilu 2024. Margin kekeliruan survei 3,7 persen, sehingga seluruh baris pada tabel ini harus dibaca sebagai kemungkinan, bukan kepastian.
Angka baru disertai dasar hitungan yang dipublikasikan sesuai permintaan Mahkamah Konstitusi. Berapa pun angkanya, partai memperoleh kepastian untuk menyusun strategi wilayah, dan risiko gugatan berulang menurun.
Tahapan pemilu berjalan sementara angka ambang batas belum final. Semua partai menyusun strategi berdasarkan aturan lama yang statusnya konstitusional bersyarat, dan ketidakpastian ini paling merugikan partai kecil karena mereka paling terikat pada angka.
Muncul gugatan baru dengan alasan yang sama seperti perkara 2023, yaitu penetapan angka tanpa metode. Persoalannya bukan lagi nasib sepuluh partai, melainkan kepastian hukum penyelenggaraan pemilu itu sendiri.
Apa yang perlu dipantau tiap tahun sampai 2029
Indikator awal adalah tanda yang muncul lebih dulu dan dapat dipakai memperkirakan arah. Indikator akhir adalah hasil yang baru terlihat setelah keputusan sudah diambil.
Sisa 2026, tahun aturan ditentukanPaling menentukan
- Indikator awal
- Bentuk final angka ambang batas dalam pembahasan Komisi II DPR, apakah metode penghitungannya diumumkan lebih dulu, dan apakah usulan verifikasi berklaster dari Perindo serta Partai Ummat diakomodasi
- Indikator awal kedua
- Apakah konsolidasi struktur Hanura benar benar rampung pada September 2026 sesuai target satuan tugasnya, dan apakah Gelora lolos verifikasi internal pada Desember 2026 sesuai target unit verifikasinya
- Indikator awal ketiga
- Apakah PPP menunjukkan tanda pemulihan setelah turun ke 1,3 persen pada survei Juli 2026, dan apakah rekonsiliasi Oktober 2025 bertahan tanpa konflik baru
- Indikator akhir
- Rilis survei nasional berikutnya dari beberapa lembaga, untuk menguji apakah kenaikan PSI dan Perindo serta penurunan PPP bertahan atau hanya gejala sesaat
2027, tahun verifikasi dan penyaringanPenyaring peserta
- Indikator awal
- Apakah kesepuluh partai memenuhi syarat kepengurusan untuk verifikasi. Yang paling perlu diperhatikan adalah PKN setelah kehilangan 20 pengurus pusat, serta Partai Garuda dan Partai Ummat yang sebarannya paling sempit
- Indikator awal kedua
- Perpindahan legislator daerah. Bila mulai terlihat perpindahan dari 2.395 kursi daerah menuju partai parlemen, itu tanda paling dini bahwa kader menilai partainya tidak akan lolos
- Indikator awal ketiga
- Pembicaraan penggabungan, terutama antara PPP, PBB, dan Partai Ummat, serta di antara partai kecil pendukung pemerintah
- Indikator akhir
- Penetapan partai yang lolos verifikasi. Partai yang gugur di tahap ini selesai sebelum bertanding, sebesar apa pun perolehan suaranya pada 2024
2028, tahun pencalonan dan koalisiPenentu nilai tawar
- Indikator awal
- Apakah ada partai non-parlemen yang menjadi kendaraan resmi pencalonan presiden. Setelah ambang batas pencalonan dihapus pada Januari 2025, setiap partai peserta berhak mengusung, dan status kendaraan menaikkan nilai tawar jauh melampaui perolehan suara
- Indikator awal kedua
- Munculnya tokoh baru sebagai wajah partai. Ketiadaan wajah elektoral adalah hambatan terbesar dengan bobot 22 persen, sehingga setiap perubahan pada faktor ini paling besar dampaknya
- Indikator awal ketiga
- Apakah kesepakatan penggabungan benar benar diumumkan resmi, atau berhenti sebagai wacana seperti yang biasa terjadi
- Indikator akhir
- Daftar calon legislatif. Mutu calon di daerah pemilihan berpenduduk besar adalah petunjuk paling jujur mengenai keseriusan partai, sebab calon yang punya pemilih sendiri tidak mau maju dari partai yang diperkirakan gagal
2029, tahun pembuktianHasil akhir
- Indikator akhir pertama
- Berapa partai non-parlemen yang menembus ambang batas, dan apakah jumlahnya sesuai dengan angka yang akhirnya ditetapkan DPR
- Indikator akhir kedua
- Apakah kursi daerah kesepuluh partai bertambah atau menyusut dari 2.395. Ini ukuran paling jujur apakah mesin mereka benar benar bekerja atau hanya bertahan
- Indikator akhir ketiga
- Berapa suara yang kembali terbuang. Bila angkanya masih di kisaran belasan juta seperti 17.304.303 pada 2024, maka penurunan ambang batas tidak menyelesaikan persoalan yang menjadi alasannya
- Pertanyaan penutup
- Apakah ada satu partai yang berhasil memiliki mesin dan wajah sekaligus. Sepanjang laporan ini tidak ada, dan pemilu berikutnya adalah kesempatan pertama untuk membuktikan pola itu dapat diputus
Yang runtuh pada 2024 bukan organisasi mereka, melainkan satu garis
Setelah kesepuluh partai dibedah dengan ruas yang sama, satu pola muncul dan pola itu tidak nyaman bagi kedua belah pihak dalam perdebatan ambang batas. Bagi yang menganggap partai non-parlemen sudah habis, data kursi daerah membantahnya, sebab 2.395 kursi DPRD bukan angka partai yang mati. Bagi yang menganggap mereka korban aturan, papan skor membantahnya juga, sebab delapan dari sepuluh berada di kuadran kiri bawah dan tidak satu pun mendekati ambang batas empat persen selain PPP pada 2024 dan PSI pada survei 2026.
Yang paling menentukan justru bukan kekuatan mereka, melainkan tiga hal di luar kendali mereka. Pertama, angka ambang batas baru yang sedang dirundingkan DPR, dengan usulan yang berkisar dari nol persen sampai tujuh persen berjenjang. Kedua, ke mana 25,9 persen pemilih yang belum menentukan pilihan akan pulang. Ketiga, apakah legislator daerah mereka bertahan atau berpindah ke partai yang sudah aman di Senayan.
Ada satu temuan yang menurut kami paling layak dibawa keluar dari laporan ini. Mesin dan magnet tidak pernah berada di partai yang sama. PPP dan Hanura memiliki mesin daerah terbesar dan tidak memiliki wajah. PSI memiliki akses dan perhatian terbesar dengan mesin daerah seperlima PPP. Perindo memiliki jaringan siar nasional dan tetap gagal dua kali. Partai Buruh memiliki basis sosial paling jelas dan nol kursi provinsi. Selama pembagian itu bertahan, ambang batas serendah apa pun hanya akan meloloskan partai, bukan menyelesaikan persoalan representasi yang menjadi alasan penurunan ambang batas itu diperjuangkan.
Pandangan redaksi. Penurunan ambang batas layak diperjuangkan, sebab 17,3 juta suara yang tidak berubah menjadi kursi adalah persoalan nyata dan Mahkamah Konstitusi sudah menyatakan angka lama tidak boleh dipertahankan tanpa dasar hitungan. Namun penurunan itu bukan penyelamat. Partai yang lolos karena garisnya diturunkan, tanpa membenahi mesin dan wajahnya, akan kembali berada di tepi yang sama pada 2034. Pekerjaan yang benar benar menentukan bukan melobi angka, melainkan mengubah kepengurusan di atas kertas menjadi pengurus yang bekerja, dan mengubah kedekatan dengan kekuasaan menjadi alasan bagi orang untuk memilih.
Bagian kedua laporan ini membedah empat partai baru yang lahir sepanjang 2025 dan 2026, yaitu Partai Gerakan Rakyat, Partai Gema Bangsa, Partai Rakyat Indonesia, dan Partai Amanat Demokrasi Indonesia, dengan alat ukur yang berbeda karena mereka belum pernah menghadapi satu pun pemilu.
Pertanyaan yang paling sering muncul
Berapa suara sepuluh partai yang gagal masuk DPR pada 2024, dan berapa kursi daerah yang mereka menangi?
Total 17.304.303 suara atau sekitar 11,4 persen suara sah nasional, dan angka itu adalah hasil penjumlahan langsung perolehan kesepuluh partai. Meski tidak memperoleh satu pun kursi DPR, mereka tetap memenangi 209 kursi DPRD provinsi dan 2.186 kursi DPRD kabupaten kota, jadi 2.395 kursi daerah secara keseluruhan. PPP memegang jumlah terbesar dengan 83 kursi provinsi dan 849 kursi kabupaten kota.
Apakah ambang batas parlemen empat persen sudah dihapus untuk Pemilu 2029?
Belum. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 116/PUU-XXI/2023 menyatakan angka empat persen konstitusional untuk Pemilu 2024 dan konstitusional bersyarat untuk 2029 serta pemilu berikutnya, dengan syarat norma dan besaran persentasenya diubah lebih dulu berdasarkan metode kajian yang jelas. Mahkamah tidak meniadakan ambang batasnya. Angka empat persen masih tertulis di undang undang sampai revisi selesai, dan Mahkamah sudah dua kali menolak pengujian lanjutan dengan alasan pembentuk undang undang belum melakukan perubahan.
Apa itu Sekber GKSR dan siapa saja anggotanya?
Sekretariat Bersama Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat adalah poros bersama dua belas partai non-parlemen, dibentuk 25 September 2025 dan dideklarasikan resmi 22 November 2025 di Jakarta. Anggotanya adalah kesepuluh partai gagal parlemen 2024 ditambah Partai Berkarya dan Partai Rakyat Adil Makmur yang bukan peserta Pemilu 2024, dan keduanya dibahas terpisah karena tidak memiliki angka yang dapat dibandingkan. Tuntutan utamanya adalah menurunkan ambang batas parlemen menjadi satu persen, dan sebagian pengurusnya menyebut nol persen.
Partai non-parlemen mana yang paling berpeluang masuk DPR pada 2029?
Berdasarkan data terbaru, PSI. Survei SMRC 5 sampai 19 Juli 2026 mencatat PSI pada 4,1 persen mentah atau sekitar 5,5 persen setelah golput 25,9 persen dikeluarkan dari penyebut, satu satunya partai non-parlemen yang berada di zona genting bersama NasDem, PKS, dan PAN. Perindo menyusul dengan 2,2 persen mentah atau sekitar 3,0 persen. PPP yang pada 2024 paling dekat ke ambang batas justru turun ke 1,3 persen. Perlu dicatat margin kekeliruan survei tersebut 3,7 persen, sehingga angkanya harus dibaca sebagai rentang.
Mengapa Partai Buruh dan Partai Ummat berada di dasar papan skor padahal keduanya punya basis massa yang jelas?
Karena basis sosial dan basis elektoral bukan hal yang sama. Keduanya adalah satu satunya partai dalam laporan ini yang tidak memperoleh satu pun kursi DPRD provinsi, dengan hanya 11 kursi kabupaten kota untuk Partai Buruh dan 20 kursi untuk Partai Ummat. Bukti paling telak ada di Jawa Barat, provinsi paling industrial, tempat Partai Buruh hanya meraih sekitar 274 ribu suara pada peringkat sebelas. Sebagai pembanding, PBB yang suaranya separuh Partai Buruh memperoleh 12 kursi provinsi dan 164 kursi kabupaten kota, karena suaranya jauh lebih terkonsentrasi.
Apakah masih ada partai yang identik dengan pendirinya, seperti PBB dengan Yusril Ihza Mahendra?
Tidak lagi untuk PBB. Yusril Ihza Mahendra mengundurkan diri sebagai ketua umum pada 18 Mei 2024 setelah memimpin sejak 1998, dan menyatakan akan berpolitik dalam kapasitas pribadi di luar keterikatan partai. Muktamar VI pada Januari 2025 memilih Gugum Ridho Putra, mantan Ketua Mahkamah Partai dan keponakan pendiri, sebagai ketua umum periode 2025 sampai 2030. Kasus serupa terjadi di PKN, tempat Anas Urbaningrum mundur bersama 20 pengurus Pimpinan Nasional efektif 1 Maret 2026, dan kepemimpinan kembali ke I Gede Pasek Suardika dengan pengesahan Kementerian Hukum tertanggal 2 Maret 2026.
Apa yang paling perlu dipantau menjelang 2029?
Tiga hal. Pertama, angka ambang batas final dalam revisi Undang Undang Pemilu, dengan usulan yang beredar berkisar dari nol persen sampai tujuh persen berjenjang, dan Golkar mengusulkan empat sampai enam persen berjenjang sementara NasDem mengusulkan naik ke 5,5 sampai tujuh persen. Kedua, apakah 2.395 legislator daerah kesepuluh partai bertahan atau berpindah ke partai parlemen agar aman pada 2029. Ketiga, pembicaraan penggabungan, terutama di blok partai Islam kecil yaitu PPP, PBB, dan Partai Ummat, serta blok partai kecil pendukung pemerintah.
Catatan metodologi dan transparansi
Angka hasil Pemilu 2024 pada laporan ini bersumber pada rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum yang ditetapkan 20 Maret 2024 dan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 360 Tahun 2024. Angka kursi DPRD provinsi dan kabupaten kota bersumber pada rekapitulasi berbasis keputusan yang sama.
Tiga hal berikut adalah pekerjaan redaksi, bukan temuan lembaga mana pun, dan kami tandai agar dapat diuji. Pertama, seluruh skor kelayakan, kekuatan organisasi, daya ancam, nilai elektoral pimpinan, benteng politik, dan risiko adalah penilaian analitik Tim Head Politika dengan bobot yang dibuka pada Bagian 02. Kedua, seluruh batas atas suara pada ruas kesepuluh setiap profil adalah analisis skenario, bukan prediksi dan bukan hasil survei. Ketiga, hitung ulang angka survei tanpa golput dilakukan dengan membagi angka mentah dengan basis 74,1 persen, karena 25,9 persen responden belum menentukan pilihan sedangkan kursi DPR dibagi dari suara sah.
Karena Komisi Pemilihan Umum tidak menerbitkan rincian suara DPR per provinsi untuk setiap partai kecil secara sistematis, pemetaan wilayah kekuatan pada laporan ini memakai jumlah kursi DPRD sebagai perkiraan yang dapat diverifikasi. Perkiraan ini punya keterbatasan, sebab kursi daerah dan suara nasional tidak selalu bergerak searah, dan keterbatasan itu kami sebutkan pada ruas keempat belas setiap profil.
Satu sumber angka yang beredar luas sengaja kami buang, yaitu daftar kursi DPRD kabupaten kota yang menyebut PPP 954 dan Hanura 746. Angka itu adalah data Pemilu 2019 karena masih memuat PKPI dan Partai Berkarya yang tidak menjadi peserta Pemilu 2024. Terdapat pula selisih satu kursi pada catatan kabupaten kota PPP, yaitu 849 dan 850 pada sumber yang sama, kemungkinan akibat pergantian antarwaktu.
Survei yang dipakai sebagai titik awal skenario adalah survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting yang digelar 5 sampai 19 Juli 2026 terhadap 749 responden dengan margin kekeliruan sekitar 3,7 persen. Angka itu hanya dapat kami baca untuk PSI, Perindo, dan PPP. Untuk tujuh partai lainnya, angkanya kami nyatakan tidak terbaca dan tidak kami taksir, sebab untuk partai di bawah satu persen survei nasional dengan ukuran sampel tersebut praktis tidak memiliki daya pisah. Perbandingan lintas lembaga juga tidak sepenuhnya setara karena beda waktu, metode, dan ukuran sampel.
Sepanjang laporan ini, klaim yang belum dapat diverifikasi diberi label secara eksplisit, dan data yang tidak kami temukan dinyatakan tidak tersedia, bukan dikosongkan tanpa keterangan. Laporan akan kami tinjau ulang setiap ada rilis survei nasional baru, putusan pengadilan baru, atau perkembangan resmi dalam revisi Undang Undang Pemilu.
Daftar sumber
- Komisi Pemilihan Umum, rekapitulasi nasional Pemilu 2024 yang ditetapkan 20 Maret 2024, dan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 360 Tahun 2024 mengenai penetapan hasil pemilu. Dipakai untuk seluruh angka suara nasional dan kursi DPRD.Peringkat 1
- Mahkamah Konstitusi, Putusan Nomor 116/PUU-XXI/2023, dibacakan 29 Februari 2024 atas permohonan Perludem, mengenai ambang batas parlemen empat persen yang dinyatakan konstitusional bersyarat untuk Pemilu 2029. Beserta keterangan Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih pada 1 Maret 2024 bahwa putusan itu tidak meniadakan ambang batas. mkri.idPeringkat 1
- Mahkamah Konstitusi, Putusan Nomor 62/PUU-XXII/2024, dibacakan 2 Januari 2025, mengenai penghapusan ambang batas pencalonan presiden pada Pasal 222 Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017.Peringkat 1
- Mahkamah Konstitusi, penolakan pengujian ambang batas parlemen yang diajukan Partai Buruh pada 16 Oktober 2025, serta penolakan pengujian serupa pada awal Maret 2026 yang dinilai prematur karena pembentuk undang undang belum melakukan perubahan. Permohonan Maret 2026 meminta batas maksimal 2,5 persen. mediaindonesia.comPeringkat 2
- Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi, hitungan 17.304.303 suara atau 11,4 persen suara sah nasional yang tidak terkonversi menjadi kursi DPR, disampaikan penelitinya Heroik M. Pratama pada 24 Maret 2024 dan ditegaskan ulang dalam rapat dengar pendapat umum Komisi II DPR pada 3 Februari 2026.Peringkat 3
- Saiful Mujani Research and Consulting, Elektabilitas Partai, temuan survei nasional 5 sampai 19 Juli 2026, 749 responden, margin kekeliruan sekitar 3,7 persen. Dipakai sebagai titik awal skenario untuk PSI, Perindo, dan PPP. Pembahasan lengkap beserta hitung ulang tanpa golput tersedia pada laporan kami, Survei SMRC, Elektabilitas Gerindra Turun, ke Mana Suaranya.Peringkat 3
- Pembentukan Sekretariat Bersama Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat oleh dua belas partai non-parlemen, diumumkan Oesman Sapta Odang pada 24 September 2025 dan dibentuk 25 September 2025, dengan deklarasi resmi 22 November 2025 di Jakarta.Peringkat 2
- Pembahasan revisi Undang Undang Pemilu di Komisi II DPR, termasuk pernyataan anggota Komisi II Muhammad Khozin dalam rapat dengar pendapat umum 3 Juni 2026, serta usulan Golkar mengenai ambang batas berjenjang dan usulan NasDem mengenai kenaikan ambang batas. kompas.comPeringkat 2
- PPP, Muktamar X pada 27 sampai 28 September 2025 beserta dua klaim kepemimpinan, dan pengesahan hasil rekonsiliasi oleh Kementerian Hukum pada awal Oktober 2025 dengan Muhamad Mardiono sebagai ketua umum.Peringkat 2
- PSI, Kongres di Solo pada 20 Juli 2025, pemilihan ketua umum secara elektronik dengan 102.868 suara atau 65,28 persen dari 157.579 suara sah dan 187.306 pemilih terdaftar, beserta perubahan logo partai. tempo.coPeringkat 2
- Perindo, penyerahan jabatan ketua umum dari Hary Tanoesoedibjo kepada Angela Tanoesoedibjo pada 31 Juli 2024, beserta keterangan pendirinya bahwa ia tetap aktif menuju 2029. okezone.comPeringkat 2
- Partai Gelora, Musyawarah Nasional I pada 8 Desember 2024 dengan Anis Matta terpilih aklamasi, serta peluncuran unit verifikasi partai politik pada 2 Agustus 2026 beserta klaim kepengurusan. detik.comPeringkat 2
- Partai Hanura, Musyawarah Nasional di Bali 18 sampai 20 Agustus 2024 dengan Oesman Sapta Odang terpilih aklamasi, pengukuhan kepengurusan pusat 86 orang pada 26 April 2025, serta kerja satuan tugas yang dipimpin Patrice Rio Capella dengan target konsolidasi rampung September 2026. kompas.comPeringkat 2
- Partai Buruh, Kongres V pada 22 Januari 2026 dengan Said Iqbal terpilih kembali untuk periode 2026 sampai 2031, serta target lima sampai tujuh kursi DPR.Peringkat 2
- Partai Ummat, kepengurusan 2025 sampai 2030 yang disahkan Kementerian Hukum, Musyawarah Nasional 2 sampai 3 Mei 2026 di Sleman, serta usulan tiga klaster verifikasi dan ambang batas berbasis daerah pemilihan.Peringkat 2
- PBB, pengunduran diri Yusril Ihza Mahendra sebagai ketua umum pada 18 Mei 2024, penunjukan Fahri Bachmid sebagai penjabat, dan Muktamar VI pada Januari 2025 yang memilih Gugum Ridho Putra sebagai ketua umum periode 2025 sampai 2030. antaranews.comPeringkat 1
- PKN, pengunduran diri Anas Urbaningrum bersama 20 pengurus Pimpinan Nasional efektif 1 Maret 2026, pengesahan I Gede Pasek Suardika sebagai ketua umum melalui surat keputusan Kementerian Hukum tertanggal 2 Maret 2026, dan penegasan Anas pada 11 Agustus 2026 bahwa ia tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan. fajar.co.idPeringkat 2
- Partai Garuda, pelantikan pengurus daerah dan cabang enam provinsi di Tanah Papua pada 13 Juli 2026 di Sorong beserta instruksi menyiapkan verifikasi, dan pengangkatan Ahmad Ridha Sabana sebagai Utusan Khusus Presiden pada 22 Oktober 2024. liputan6.comPeringkat 2
- Perolehan suara PPP pada tiga pemilu, yaitu 8.157.488 atau 6,53 persen pada 2014 dengan 39 kursi, 6.323.147 atau 4,52 persen pada 2019 dengan 19 kursi, dan 5.878.777 atau 3,87 persen pada 2024. Beserta catatan pendapat akhir Fraksi PPP yang dibacakan Achmad Baidowi pada 13 Juli 2017 mengenai persetujuan kenaikan ambang batas menjadi empat persen. tempo.coPeringkat 2
- Perolehan suara Hanura pada tiga pemilu, yaitu 6.579.498 atau 5,26 persen pada 2014, 2.161.507 atau 1,54 persen pada 2019, dan 1.094.588 atau 0,72 persen pada 2024. kompas.comPeringkat 2
Tautan mengarah ke sumber asli dan terbuka di jendela baru. Beberapa butir merujuk dokumen resmi dan keterangan pengurus partai yang dirujuk melalui pemberitaan, dan pada butir tersebut kami mencantumkan tanggal peristiwa agar dapat ditelusuri. Bila terdapat tautan yang tidak lagi dapat diakses, silakan sampaikan kepada redaksi agar kami perbarui.
Laporan ini ditulis dan dianalisis oleh Tim Head Politika. Bagian kedua membedah empat partai baru yang lahir sepanjang 2025 dan 2026.
Laporan disusun sebagai riset independen. Kami tidak mewakili kepentingan pemerintah, partai politik, atau pihak yang disebut di dalamnya. Kritik pada laporan ini disampaikan bersama usulan jalan keluar, karena tujuannya adalah representasi politik yang lebih adil dan organisasi partai yang lebih sehat. Bila terdapat angka yang keliru, konteks yang terlewat, atau capaian yang belum tercatat, redaksi terbuka untuk koreksi dan hak jawab.
Dipublikasikan 12 Agustus 2026. Data hasil pemilu per Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 360 Tahun 2024, data survei per 19 Juli 2026, dan status kepengurusan partai per 12 Agustus 2026. Head Politika, headpolitika.com.
Ingin Peta Politik Dapil Anda Dibaca dengan Data?
Diskusikan situasi Anda langsung dengan tim kami. Tanpa biaya, tanpa keterikatan, hanya pembicaraan jujur tentang peluang Anda.
Mulai Konsultasi Gratis
PPP
PSI
Perindo
Gelora
Buruh
Ummat
Garuda
PKN