Anda punya populasi dan margin kesalahan yang diinginkan, lalu mencari jumlah responden.
Anda punya jumlah responden sebuah survei, lalu memeriksa berapa margin kesalahannya.
Tulis angka utuh. Titik pemisah ribuan boleh dipakai. Bila populasi tidak diketahui, kosongkan kolomnya dan centang kotak di atas.
Angka yang tercantum di rilis survei, misalnya 1.220 responden.
Diisi dalam persen, bukan pecahan. Tulis 5 untuk 5 persen, jangan 0,05. Geser untuk melihat hasilnya berubah seketika.
Rumus Slovin hanya berlaku pada 95 persen. Bila Anda memilih 90 atau 99 persen, alat berpindah ke rumus ukuran sampel proporsi, dan perpindahan itu diberitahukan di atas hasil.
Dibulatkan ke atas dari 300,00. Populasi 1.200, margin kesalahan 5 persen, tingkat kepercayaan 95 persen, proporsi 0,5.
- Rumus Slovin: n = N / (1 + N × e²), dengan N jumlah populasi dan e margin kesalahan.
- Margin kesalahan 5 persen ditulis sebagai pecahan: e = 0,05.
- Kuadratkan margin kesalahan: 0,05 × 0,05 = 0,0025.
- Kalikan dengan populasi: 1.200 × 0,0025 = 3.
- Tambahkan 1: 1 + 3 = 4.
- Bagi populasi dengan hasil itu: 1.200 / 4 = 300,00.
- Bulatkan ke atas: 300 responden.
Dihitung dengan Kalkulator Rumus Slovin, Head Politika, headpolitika.com/alat/kalkulator-slovin/
Sumbu tegak jumlah sampel, sumbu datar margin kesalahan. Titik merah menandai pilihan Anda. Dari 5 persen ke 2 persen, jumlah sampel naik dari 300 menjadi 811, hampir tiga kali lipat, sedangkan dari 5 persen ke 10 persen hanya turun menjadi 93. Itu sebabnya memperketat margin kesalahan jauh lebih mahal daripada dugaan orang.
Selisih 300 dan 292 muncul karena rumus Slovin memakai pembulatan z = 2, sedangkan rumus proporsi memakai z = 1,96 yang lebih tepat untuk 95 persen. Keduanya benar menurut rumusnya masing masing. Tabel Krejcie dan Morgan memakai chi kuadrat 3,841 dan secara aljabar setara dengan baris kedua, jadi angkanya berhimpit. Baris ketiga adalah angka yang keluar bila populasi dianggap sangat besar atau tidak diketahui.
Jumlah sampel ditentukan dengan rumus Slovin, n = N / (1 + N e²), pada populasi 1.200 orang dan margin kesalahan 5 persen, sehingga diperoleh 300 responden. Rumus tersebut adalah bentuk khusus rumus ukuran sampel proporsi Cochran (1977) pada tingkat kepercayaan 95 persen dan proporsi 0,5, dan rujukan tertua yang dapat dilacak untuk bentuk ini adalah Yamane, Statistics: An Introductory Analysis, edisi ke-2, Harper and Row, 1967. Perhitungan dilakukan dengan Kalkulator Rumus Slovin Head Politika, headpolitika.com/alat/kalkulator-slovin/.
Angka bawaan di halaman ini sudah terisi sebagai contoh, jadi Anda bisa langsung melihat cara kerjanya. Bila tombol tidak bekerja karena skrip diblokir peramban, seluruh langkah hitungan di atas tetap terbaca dan tetap benar untuk populasi 1.200 pada margin kesalahan 5 persen.
Cara memakai alat ini
- Pilih yang ingin dihitung. Jumlah sampel bila Anda sedang menyusun penelitian, margin kesalahan bila Anda sedang memeriksa angka survei yang beredar.
- Isi jumlah populasi. Bila jumlahnya memang tidak diketahui, centang kotaknya dan biarkan kolomnya kosong.
- Geser margin kesalahan sambil memperhatikan angka hasilnya. Tingkat kepercayaan sebaiknya dibiarkan 95 persen, kecuali dosen atau klien Anda meminta angka lain.
- Salin kalimat metode ke bab metodologi Anda, atau cetak bagian hasilnya sebagai lampiran.
Rumus yang dipakai
Alat ini menyimpan dua rumus dan berpindah sendiri di antara keduanya. Perpindahan itu selalu diberitahukan di atas hasil, karena orang yang mengutip sebuah angka berhak tahu rumus mana yang menghasilkannya.
Rumus Slovin, berlaku pada tingkat kepercayaan 95 persen
- Tetapkan jumlah populasi N, berupa bilangan bulat.
- Tulis margin kesalahan sebagai pecahan. Untuk 5 persen, e bernilai 0,05.
- Kuadratkan e. Untuk 0,05 hasilnya 0,0025.
- Kalikan N dengan hasil kuadrat itu.
- Tambahkan 1 pada hasil langkah 4.
- Bagi N dengan hasil langkah 5.
- Bulatkan ke atas. Sampel yang kurang satu orang dari batas minimum tetap kurang.
Rumus ukuran sampel proporsi, untuk tingkat kepercayaan lain
- Ambil nilai z sesuai tingkat kepercayaan: 1,645 untuk 90 persen, 1,96 untuk 95 persen, 2,576 untuk 99 persen.
- Tetapkan proporsi p. Alat ini mengunci 0,5, keadaan yang menuntut sampel paling besar sehingga paling aman.
- Tulis margin kesalahan sebagai pecahan, lalu hitung sampel dasar n₀.
- Bila populasi diketahui, terapkan koreksi populasi terhingga pada langkah kedua rumus di atas.
- Bila populasi tidak diketahui, koreksi itu dilewati dan n₀ langsung menjadi hasilnya.
- Bulatkan ke atas.
Mode balikan memakai rumus yang sama, dibaca dari arah sebaliknya.
Masukkan jumlah responden sebuah survei ke rumus itu, dan keluar margin kesalahannya. Inilah cara memeriksa apakah angka yang dicantumkan di sebuah rilis masuk akal.
Bagian 3Asal usul rumusnya, singkat saja
Rujukan Slovin tahun 1960 yang dikutip hampir semua buku metode penelitian di Indonesia tidak dapat dilacak, dan sampai hari ini tidak ditemukan terbitan atas nama penulis itu. Bentuk rumus yang sama justru ada pada Yamane, Statistics: An Introductory Analysis, edisi ke-2, Harper and Row, 1967, dan dapat diturunkan dari Cochran, Sampling Techniques, edisi ke-3, Wiley, 1977. Uraian lengkapnya, termasuk apa yang sebenarnya tertulis di buku metode yang paling sering dikutip mahasiswa, ada di halaman rumus Slovin.
Bagian 4Contoh perhitungan lengkap, populasi 1.200
Anggap Anda meneliti 1.200 pemilih di satu kelurahan dan menerima margin kesalahan 5 persen.
- Margin kesalahan 5 persen ditulis 0,05.
- Kuadratnya 0,05 × 0,05 = 0,0025.
- Dikalikan populasi: 1.200 × 0,0025 = 3.
- Ditambah 1: 1 + 3 = 4.
- Dibagi: 1.200 / 4 = 300,00.
- Dibulatkan ke atas: 300 responden, yaitu 25 persen populasi.
Diperiksa ulang dengan rumus proporsi pada tingkat kepercayaan 95 persen, hasilnya 291,18 dan dibulatkan menjadi 292. Selisih 8 orang itu bukan kekeliruan salah satunya. Rumus Slovin memakai z = 2, sedangkan rumus proporsi memakai z = 1,96 yang lebih tepat untuk 95 persen, dan alat ini menampilkan keduanya supaya Anda bisa memilih dengan sadar.
Memperketat margin kesalahan mirip memperbesar foto. Setiap langkah menuntut cahaya berkali kali lebih banyak, dan di sini cahaya itu berupa responden. Pada populasi yang sama, margin 2 persen menuntut 811 responden, hampir tiga kali angka tadi.
Bagian 5Hasil uji alat ini terhadap 4 kelompok pembanding
Berbeda dari kalkulator kursi yang punya penetapan resmi sebagai penguji, rumus sampel tidak punya lembaga yang menetapkannya. Karena itu pengujinya adalah tabel dan angka yang sudah diterbitkan pihak lain. Rumus di dalam alat tidak diubah sedikit pun untuk mengejar angka pembanding.
Tabel jadi yang beredar dan tabel pembanding
| Pembanding | Populasi | Angka pembanding | Kalkulator | Cocok |
|---|---|---|---|---|
| Tabel Slovin, 5 persen | 100 | 80 | 80,00 | Ya |
| Tabel Slovin, 5 persen | 200 | 133 | 133,33 → 134 | Selisih 1, arah pembulatan |
| Tabel Slovin, 5 persen | 500 | 222 | 222,22 → 223 | Selisih 1, arah pembulatan |
| Tabel Slovin, 5 persen | 1.000 | 286 | 285,71 → 286 | Ya |
| Tabel Slovin, 5 persen | 5.000 | 357 | 370,37 → 371 | Tidak, tabelnya keliru |
| Tabel Slovin, 5 persen | 10.000 | 370 | 384,62 → 385 | Tidak, tabelnya keliru |
| Tabel Slovin, 5 persen | 1.000.000 | 400 | 399,84 → 400 | Ya |
| Krejcie dan Morgan | 250 | 152 | 151,68 → 152 | Ya |
| Krejcie dan Morgan | 1.000 | 278 | 277,74 → 278 | Ya |
| Krejcie dan Morgan | 1.200 | 291 | 291,18 → 292 | Selisih 1, arah pembulatan |
Selisih 1 orang muncul karena tabel tabel itu membulatkan ke bilangan terdekat, sedangkan alat ini selalu membulatkan ke atas. Dua baris yang ditandai keliru berbeda jauh lebih besar dari itu: angka 370 sebenarnya nilai rumus proporsi untuk populasi 10.000, dan angka itu dipasang di baris rumus Slovin. Tabel jadi semacam itu seperti daftar harga lama yang tidak pernah diperbarui, terlihat rapi tetapi sudah salah di beberapa baris.
Kalkulator mapan dan rilis survei nyata
| Pembanding | Masukan | Angka pembanding | Kalkulator | Cocok |
|---|---|---|---|---|
| Raosoft | 10.000, 5 persen, 95 persen | 370 | 369,98 → 370 | Ya, persis |
| SurveyMonkey | 500.000, 5 persen, 95 persen | 384 | 383,87 → 384 | Ya, persis |
| SurveyMonkey | 300, 10 persen, 80 persen | 37 | 36,22 → 37 | Rumus cocok, pilihan 80 persen tidak tersedia di alat ini |
| Indikator Politik Indonesia | 1.220 responden, nasional | 2,9 persen | 2,81 persen | Ya, setelah dibulatkan |
| Poltracking, Pilkada DKI 2024 | 2.000 responden | 2,2 persen | 2,19 persen | Ya, persis |
| Puspek FISIP Universitas Airlangga | 800 responden, 98 persen | 2 persen | 3,46 persen pada 95 persen | Tidak, klaimnya tidak mungkin |
Baris terakhir memperlihatkan gunanya mode balikan. Dengan 800 responden, margin kesalahan 2 persen tidak bisa dicapai pada tingkat kepercayaan mana pun, dan Dewan Etik Persepi memang pernah mempersoalkan rilis itu.
Sumber angka pembanding: tabel Slovin yang beredar di penerbitdeepublish.com, staidasumsel.ac.id, dan tsurvey.id; tabel Krejcie dan Morgan sebagaimana beredar luas di kepustakaan Indonesia; kalkulator Raosoft dan SurveyMonkey; rilis survei Indikator Politik Indonesia serta Poltracking; catatan Dewan Etik Persepi atas survei Puspek FISIP Universitas Airlangga. Rumus dasarnya diambil dari Cochran (1977) dan Yamane (1967), beserta telaah Tejada dan Punzalan, On the Misuse of Slovin’s Formula, The Philippine Statistician, 2012. Uji dijalankan Tim Riset Head Politika pada 9 September 2026. Head Politika juga menyelenggarakan survei sebagai bagian dari layanannya. Penilaian di halaman ini disusun dari dokumen publik yang dapat diperiksa siapa pun.
Bagian 6Kapan rumus ini sebaiknya tidak dipakai
Keadaan 1Yang ditaksir berupa rata rata, bukan proporsi
Rumus ini diturunkan untuk menaksir persentase, misalnya berapa persen pemilih memilih calon tertentu. Untuk menaksir rata rata, misalnya rata rata pengeluaran rumah tangga, rumusnya menuntut simpangan baku populasi dan bentuknya berbeda. Memakai Slovin untuk rata rata sama dengan menganggap simpangan bakunya 0,5 tanpa dasar.
Keadaan 2Populasinya di bawah 100
Pada populasi sekecil itu, sampel yang dituntut rumus sudah mencakup sebagian besar anggotanya. Kepustakaan metodologi menganjurkan mengambil seluruh populasi. Alat ini memunculkan peringatan otomatis begitu populasi yang Anda masukkan kurang dari 100.
Keadaan 3Hasilnya akan dipecah menjadi banyak kelompok
Angka 300 responden berlaku untuk satu angka gabungan. Begitu hasilnya dipecah menurut umur, wilayah, atau golongan lain, tiap kelompok punya margin kesalahannya sendiri yang jauh lebih lebar. Penelitian yang merencanakan analisis bertingkat perlu menghitung ukuran sampel per kelompok, bukan sekali untuk semua.
Keadaan 4Penarikan sampelnya bertingkat, bukan acak sederhana
Survei politik di Indonesia umumnya memakai penarikan bertingkat, mulai dari desa lalu rumah tangga. Cara itu menaikkan ragam, dan margin kesalahan sebenarnya lebih lebar daripada keluaran rumus acak sederhana. Kepustakaan kesehatan Indonesia biasa memakai pengali 1,75 sampai 2 untuk keperluan itu, dan alat ini tidak menghitungnya.
Keadaan 5Margin kesalahan diisi sangat kecil demi terlihat meyakinkan
Pada margin 1 persen, populasi 1.200 menuntut 1.072 responden, yaitu 89 persen anggotanya. Angka itu sah secara hitungan tetapi tidak masuk akal di lapangan. Bila sampel yang keluar mendekati populasinya, yang sebenarnya Anda butuhkan adalah sensus.
Batas alat ini
Alat yang jujur tentang batasnya lebih layak dikutip daripada alat yang terlihat serba bisa.
- Mengandaikan penarikan sampel acak sederhana. Tidak ada penghitungan pengali untuk penarikan bertingkat, jadi hasilnya adalah batas bawah yang ideal.
- Proporsi dikunci 0,5. Angka itu menuntut sampel paling besar. Bila Anda punya dasar kuat bahwa proporsinya jauh dari 0,5, sampel yang benar benar dibutuhkan lebih kecil daripada keluaran alat ini.
- Hanya untuk menaksir proporsi. Penelitian yang menaksir rata rata memerlukan rumus lain yang tidak disediakan di sini.
- Tingkat kepercayaan terbatas 3 pilihan. Tersedia 90, 95, dan 99 persen. Angka seperti 80 persen tidak bisa dimasukkan, dan itu memang jarang dipakai di penelitian maupun rilis survei Indonesia.
- Tidak menilai mutu pelaksanaan. Kerangka sampel yang buruk, responden yang menolak menjawab, dan pertanyaan yang menuntun tidak terbaca oleh rumus apa pun. Jumlah sampel yang cukup tidak menjamin hasil yang benar.
- Menghitung apa yang Anda ketik. Salah satu angka nol pada jumlah populasi, hasilnya ikut salah.
Cara mengutip halaman ini
Untuk bab metodologi, yang biasanya diminta bukan sitasi alatnya, melainkan sumber rumusnya. Kalimat metode di atas kalkulator sudah memuat keduanya.
Bagian 9Bacaan lanjutan di Head Politika
- Rumus Slovin. Baca ini bila Anda perlu uraian penuh tentang asal usul rumusnya, asumsi yang terkunci di dalamnya, dan kekeliruan yang beredar di internet Indonesia.
- Kalkulator Kursi DPR dan DPRD. Berguna setelah suara terkumpul, yaitu mengubah perolehan suara menjadi kursi dengan metode Sainte-Lague.
Dibangun dan diuji oleh Tim Riset Head Politika. Alat ini dibuat dari rumus yang dapat diperiksa, lalu diuji balik dengan tabel dan rilis survei yang sudah diterbitkan pihak lain. Bila Anda menemukan angka pembanding yang tidak cocok, kirimkan sumbernya kepada kami, karena itu cara terbaik menjaga alat ini tetap benar. Bagi lembaga dan tim yang membutuhkan perancangan sampel untuk survei sebenarnya, termasuk penarikan bertingkat yang tidak tertangani rumus di halaman ini, Head Politika menyediakan layanan survei dan riset.
