Wawasan

Bagaimana Pramono Anung dan Rano Karno Menang Cuma dalam 91 Hari di Pilkada Jakarta 2024

Ditulis oleh Tim Head Politika 22 Agustus, 2026 38 menit baca
Bagaimana Pramono Anung dan Rano Karno Menang Cuma dalam 91 Hari di Pilkada Jakarta 2024
Riset dan Wawasan · Anatomi Kampanye
Bedah Strategi Pilkada Jakarta 2024

Bagaimana Pramono Anung dan Rano Karno Menang Cuma dalam 91 Hari di Pilkada Jakarta 2024

Satu pasangan punya 12 partai, dana terbesar, dan restu 2 presiden. Satu pasangan lagi dibentuk 1 hari sebelum pendaftaran ditutup, hanya bermodal 1 partai. Laporan ini membedah keputusan demi keputusan yang diambil ketiga tim, termasuk yang baru terungkap setelah pemilihan usai, lalu memisahkan mana yang bisa ditiru di daerah lain dan mana yang hanya bisa terjadi di Jakarta.

91hari
Waktu kerja pasangan pemenang sejak mendaftar sampai hari pemungutan suara
12lawan 1
Jumlah partai pengusung koalisi terbesar dibanding pasangan yang akhirnya menang
229kali
Lipat belanja kampanye pasangan termahal dibanding termurah, hasilnya hanya 3,7 kali lipat suara
2basis
Kubu pendukung yang selama ini berseberangan, disatukan dalam 2 pekan terakhir

Pada 28 Agustus 2024 pukul 11.00 WIB, sebuah opelet berhenti di depan kantor KPU Jakarta. Dari dalamnya turun 2 orang berbusana Betawi yang baru dipastikan menjadi pasangan calon kurang dari 24 jam sebelumnya. Sembilan puluh satu hari kemudian, keduanya memenangi pemilihan gubernur satu putaran. Laporan pertama kami sudah membedah angka dan hasil resminya. Laporan ini membedah bagian yang jauh lebih sulit dilihat, yaitu keputusan apa saja yang diambil di balik angka itu.

Baca Juga
Apa Itu Konsultan Politik? Definisi, Peran, dan Cara Memilihnya
Panduan dasar mengenai profesi ini: enam fungsi kerjanya, lima anggapan keliru, dan sembilan pertanyaan sebelum menandatangani kontrak.

Kami menyusunnya sebagai bahan belajar, bukan sebagai cerita ulang berita. Karena itu setiap strategi ditelusuri sampai ke pertanyaan yang jarang ditanyakan, yaitu siapa yang mengambil keputusan, kapan, atas dasar apa, dan apa akibat yang benar benar bisa diamati. Untuk pembaca yang bekerja di kampanye, laporan ini bisa dibaca sebagai daftar periksa. Perbedaan peran antara perancang strategi dan pelaksana lapangan sendiri pernah kami uraikan pada panduan tentang konsultan politik dan tim sukses.

Satu peringatan sejak awal. Strategi kampanye adalah wilayah yang paling banyak diisi klaim sepihak. Pihak yang menang cenderung merapikan cerita agar terlihat terencana, dan pihak yang kalah cenderung mencari sebab di luar dirinya. Karena itu setiap temuan dalam laporan ini kami beri label kualitas bukti, dan labelnya bisa Anda lihat langsung pada setiap bagian.

Lima label kualitas bukti yang dipakai laporan ini

Label ini muncul di sepanjang artikel. Fungsinya sederhana, yaitu agar Anda tahu seberapa jauh sebuah pernyataan boleh dipercaya, tanpa harus menebak nebak.
Terverifikasi
Ada dokumen resmi, rekaman peristiwa, atau pemberitaan yang saling menguatkan.
Klaim orang dalam
Dinyatakan pelaku kampanye. Namanya kami sebut agar bisa dinilai kepentingannya.
Analisis pihak ketiga
Pendapat pengamat atau konsultan. Bukan fakta, melainkan tafsir yang beralasan.
Pola teramati
Kesimpulan dari angka yang bisa dihitung ulang siapa pun.
Dugaan
Belum ada bukti memadai. Kami tetap tampilkan, tetapi dinyatakan terbuka sebagai dugaan.
Poin Penting dalam 30 DetikRingkasan Strategi
  • 1Pemenang justru punya waktu paling sedikit. Keputusan mengusung Pramono Anung diambil Megawati Soekarnoputri pada 27 Agustus 2024, pendaftaran dilakukan 28 Agustus, dan masa kampanye resmi hanya berjalan 25 September sampai 23 November 2024. Keterbatasan waktu ternyata memaksa fokus, bukan melemahkan.
  • 2Koalisi 12 partai gagal menjadi 1 mesin. Pengamat menyebut kekompakan koalisi pendukung Ridwan Kamil seperti perkawinan yang dipaksakan, dan aspirasi partai pengusung kurang terakomodasi. Semakin banyak partai, semakin sulit mengendalikan pesan harian.
  • 3Gaya kampanye dipilih secara sadar sejak rapat pertama. Konsep politik riang gembira diputuskan pada rapat perdana tim pemenangan 15 September 2024 yang dipimpin Lies Hartono atau Cak Lontong, lalu diterjemahkan menjadi konten pendek dan kampanye bergaya festival.
  • 4Kunci akhir adalah menyatukan 2 kubu yang bertahun tahun berseteru. Pertemuan dengan Anies Baswedan pada 15 November 2024 dan silaturahmi pendukung Basuki Tjahaja Purnama dengan pendukung Anies pada 17 November 2024 mengubah pemilihan ini dari 2 putaran menjadi 1 putaran.
  • 5Uang bukan variabel penentu. Belanja kampanye pasangan termahal sekitar 229 kali lipat pasangan termurah, tetapi hanya menghasilkan sekitar 3,7 kali lipat suara. Biaya per suara pemenang justru lebih murah daripada pesaing utamanya.
  • 6Isu yang paling dirasakan warga bukan identitas, melainkan pekerjaan. Survei Charta Politika yang dirilis 3 Oktober 2024 menempatkan kesulitan mencari kerja sebesar 37,3 persen sebagai persoalan terbesar, disusul kemacetan 22 persen. Pilkada 2024 nyaris kehilangan polarisasi identitas yang mewarnai 2017.
  • 7Pasangan perseorangan menjadi kanal kekecewaan. Dengan dana kampanye sekitar Rp292 juta dan nyaris tanpa iklan berbayar, Dharma Pongrekun dan Kun Wardana meraih hampir 2 kali lipat angka survei, sebagian besar dibaca pengamat sebagai suara protes.

Setiap butir di atas dibedah lengkap beserta tanggal, pelaku, sumber, dan label kualitas buktinya pada bagian bagian berikutnya. Hal yang kami cari tetapi tidak ditemukan juga kami cantumkan terbuka pada catatan metodologi.

01Medan Pertempuran

Jakarta bukan sekadar 1 provinsi, melainkan panggung terakhir yang tersisa

Strategi tidak lahir di ruang hampa. Untuk memahami mengapa ketiga tim mengambil keputusan seperti yang mereka ambil, kita perlu melihat lebih dulu keadaan politik yang mengelilingi mereka pada paruh kedua 2024. Ada 4 keadaan yang menekan dari luar, dan keempatnya membentuk pilihan strategi yang tersedia.

Konteks
4 keadaan yang membentuk ruang gerak ketiga tim
Keadaan ini bukan hasil kerja tim mana pun. Semuanya sudah ada sebelum kampanye dimulai, dan tugas tiap tim adalah membacanya dengan benar.
Keadaan 1
Satu satunya kekuatan besar yang tersisa di luar pemerintahan
Setelah Pemilihan Presiden Februari 2024, sebagian besar partai besar bergabung ke lingkaran pemerintahan. PDI Perjuangan menjadi satu satunya kekuatan besar yang berada di luar. Bagi partai itu, Jakarta bukan sekadar 1 provinsi, melainkan panggung untuk membuktikan bahwa mereka masih bisa menang.
Keadaan 2
Hubungan antarelite yang sedang retak terbuka
Ketegangan antara PDI Perjuangan dan Joko Widodo berlangsung sepanjang masa kampanye, dan berujung pada pemecatan Joko Widodo, Gibran Rakabuming, serta Bobby Nasution dari keanggotaan partai pada 16 Desember 2024. Ketegangan ini membuat dukungan tokoh nasional terbaca berbeda di Jakarta dibandingkan daerah lain.
Keadaan 3
Jakarta yang kehilangan status ibu kota
Undang Undang tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta mengubah kedudukan kota ini seiring pemindahan ibu kota negara. Muncul pertanyaan mendasar mengenai arah Jakarta setelah tidak lagi menjadi ibu kota, dan pertanyaan itu menjadi ruang kosong yang bisa diisi gagasan besar mana pun.
Keadaan 4
Publik yang baru saja marah kepada elite
Gelombang protes Peringatan Darurat pada Agustus 2024 memperlihatkan kejengkelan publik terhadap manuver elite, hanya 3 bulan sebelum pemungutan suara. Iklim ini menyulitkan siapa pun yang tampil terlalu dekat dengan kekuasaan pusat.

Label bukti. Keadaan 2 dan 3 terverifikasi melalui peristiwa dan dokumen resmi. Keadaan 1 dan 4 merupakan analisis pihak ketiga mengenai peta politik, bukan pernyataan resmi partai mana pun. Kaitan langsung antara gelombang protes Agustus dan perilaku memilih pada November masih berupa dugaan, dan kami tidak menemukan survei yang mengukurnya.

Keadaan kedua layak digarisbawahi karena efeknya paling sering salah diperkirakan. Di banyak daerah lain pada pilkada serentak yang sama, dukungan tokoh pusat terbukti bekerja. Di Jakarta tidak. Kami sudah membedah bagaimana kepercayaan publik terhadap pemerintahan pusat bergerak dalam laporan tentang anjloknya rapor pemerintahan, dan pola pascakepresidenan Joko Widodo dalam tulisan mengenai cetak biru politiknya di daerah.

Isu Warga
Yang paling dikeluhkan warga Jakarta ternyata bukan identitas
Survei Charta Politika yang dirilis 3 Oktober 2024 menanyakan persoalan terbesar yang dirasakan warga Jakarta. Harga bahan pokok sengaja dikeluarkan dari daftar pilihan oleh lembaga survei karena selalu menempati urutan pertama dan menutupi isu lain.
Kesulitan mencari pekerjaan
37,3%
Kemacetan lalu lintas
22,0%

Mengapa ini penting bagi strategi. Tim yang membaca angka ini akan menempatkan pekerjaan dan biaya hidup di jantung pesannya. Tim yang tidak membacanya akan berbicara tentang hal lain, betapapun bagus gagasannya. Pada bagian berikutnya kita akan melihat siapa yang berbicara tentang apa. Sumber angka: Charta Politika, dirilis 3 Oktober 2024, sebagaimana disampaikan Direktur Eksekutif Yunarto Wijaya.

02Anatomi Tim

3 tim, 3 bentuk organisasi, dan ketimpangan sumber daya yang mencolok

Sebelum membicarakan taktik, kita perlu tahu siapa yang mengerjakannya. Struktur tim menentukan seberapa cepat keputusan diambil, seberapa disiplin pesan dijaga, dan seberapa besar peluang kebocoran pesan. Ketuk untuk membandingkan ketiga tim.

Perbandingan Organisasi
Siapa yang memegang kemudi di masing masing kubu
Perhatikan 1 hal yang mudah terlewat, yaitu siapa yang ditunjuk menjadi ketua tim pemenangan. Pilihan itu sendiri sudah merupakan pernyataan strategi.
Pengusung
PDI Perjuangan, kemudian mendapat dukungan Hanura dan Partai Ummat
Ketua tim pemenangan
Lies Hartono, dikenal publik sebagai Cak Lontong, seorang pelawak dan pembawa acara
Ketua dewan pengarah
Todung Mulya Lubis
Juru bicara
Chico Hakim dan Aris Setiawan Yodi
Figur pendukung menonjol
Once Mekel, Putra Nababan, Maudy Koesnaedi, Cornelia Agatha, Darmadi Durianto
Dana kampanye
Rp63,27 miliar, dengan Rp33,5 miliar dari perseorangan dan pihak lain, serta Rp29,7 miliar dari partai
Ciri organisasi
Kendali pesan terpusat pada lingkaran kecil, karena hanya ada 1 partai utama yang perlu diajak sepakat
Pengusung
Koalisi Indonesia Maju Plus, 12 partai secara resmi. Ridwan Kamil sendiri pernah menyebut angka 15 partai pendukung, dan perbedaan ini muncul karena sebagian partai tidak memiliki kursi DPRD
Ketua tim pemenangan
Ahmad Riza Patria dari Gerindra, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta
Sekretaris
Basri Baco
Juru bicara
Cheryl Tanzil
Figur pendukung menonjol
Anggota DPR dan DPRD dari partai partai pengusung
Dana kampanye
Sekitar Rp67 miliar, dengan Rp66,6 miliar atau hampir seluruhnya berasal dari partai politik
Ciri organisasi
Kendali pesan tersebar di antara banyak partai, sehingga keputusan harian harus melewati lebih banyak meja
Pengusung
Jalur perseorangan, tanpa partai. Dukungan yang lolos verifikasi faktual sebanyak 677.468, di atas syarat minimal 618.968
Struktur tim
Tidak ditemukan. Kami mencari struktur resmi tim pemenangan mereka dan tidak menemukan dokumen maupun pemberitaan yang merincinya
Juru bicara
Kedua calon berbicara langsung, tanpa juru bicara khusus yang menonjol
Dana kampanye
Sekitar Rp292 juta, seluruhnya dari sumbangan pihak lain
Ciri organisasi
Berbasis relawan akar rumput, dengan penyebaran pesan mengandalkan perhatian organik, bukan belanja iklan
Rp67 miliar
Belanja pasangan nomor urut 1, hampir seluruhnya dari kas partai pengusung.
Rp63,3 miliar
Belanja pasangan nomor urut 3, lebih dari separuhnya justru dari sumbangan perseorangan.
Rp292 juta
Belanja pasangan nomor urut 2, sekitar 0,4 persen dari belanja pasangan termahal.

Lubang data yang kami akui. Kami mencari nama konsultan politik dan lembaga survei internal yang bekerja untuk ketiga pasangan, dan tidak menemukannya diumumkan secara terbuka. Karena itu tidak ada nama konsultan yang kami sebut dalam laporan ini. Struktur rinci tim Dharma Pongrekun dan Kun Wardana juga tidak ditemukan. Sumber angka dana: laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye sebagaimana diberitakan Jawa Pos, Kompas.id, GoodStats, dan Suara.

Pandangan redaksi Penunjukan seorang pelawak sebagai ketua tim pemenangan mudah dianggap main main. Kami melihatnya sebagai keputusan strategi yang sangat jelas. Ketua tim adalah orang yang menentukan nada seluruh kampanye, dan memilih figur yang dikenal karena humor berarti menetapkan nada itu sejak hari pertama. Bandingkan dengan kubu sebelah yang menunjuk mantan wakil gubernur, sebuah pilihan yang menandakan nada formal dan penekanan pada pengalaman.

Perbedaan lain yang jarang disorot adalah asal dana. Pasangan yang menang justru mengumpulkan lebih dari separuh dananya dari sumbangan perseorangan, sedangkan pasangan yang kalah hampir sepenuhnya dibiayai kas partai. Ini pola teramati, bukan penilaian moral, tetapi ia menyiratkan tingkat keterlibatan pendukung yang berbeda. Soal bagaimana anggaran kampanye biasanya disusun dan apa saja yang menentukan besarannya pernah kami uraikan pada panduan mengenai rentang biaya jasa politik profesional.

03Kalender 91 Hari

Apa yang dikerjakan pemenang pada tiap tahap, dari opelet sampai Gelora Bung Karno

Dari pendaftaran pada 28 Agustus 2024 sampai pemungutan suara 27 November 2024 hanya tersedia 91 hari, dan masa kampanye resminya bahkan lebih pendek, yaitu 25 September sampai 23 November 2024 atau sekitar 60 hari. Dalam siklus pilkada yang lazim, kandidat serius biasanya sudah bergerak bertahun tahun sebelumnya. Soal jarak waktu persiapan ini pernah kami bahas tersendiri pada panduan kapan sebaiknya kandidat mulai bersiap.

Ketuk setiap tahap untuk melihat keputusan apa yang diambil dan apa akibatnya.

H-9127 sampai 28 Agustus 2024Keputusan mendadak, dan sebuah opelet di depan kantor KPU

Keputusan mengusung Pramono Anung diambil Megawati Soekarnoputri pada 27 Agustus 2024. Bendahara Umum PDI Perjuangan Olly Dondokambey menyebut keputusan itu sebagai perintah ketua umum. Pendaftaran dilakukan keesokan harinya, 28 Agustus 2024 sekitar pukul 11.00 WIB.

Cara mendaftarnya bukan kebetulan. Keduanya datang mengenakan busana Betawi dengan opelet, kendaraan yang melekat pada tokoh Si Doel yang diperankan Rano Karno. Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto menyebut langkah itu sebagai kejutan, dengan kalimat, “Ya inilah surprise.”

Terverifikasi Tanggal, jam pendaftaran, dan pernyataan pengurus partai tercatat dalam pemberitaan sezaman. Dugaan Bahwa pemilihan busana dan opelet merupakan bagian dari rancangan komunikasi yang disiapkan matang belum bisa kami buktikan, karena tidak ada dokumen atau pengakuan yang menjelaskan siapa yang merancangnya.

H-7315 September 2024Rapat perdana menetapkan nada seluruh kampanye

Rapat perdana tim pemenangan digelar dan dipimpin Lies Hartono atau Cak Lontong. Dari rapat inilah konsep yang kemudian dikenal sebagai politik riang gembira ditetapkan sebagai gaya kampanye.

Cak Lontong menjelaskan dasar pemikirannya, bahwa untuk mencapai kebahagiaan warga Jakarta pun caranya harus memakai cara cara yang membahagiakan.

Klaim orang dalam Penetapan konsep ini bersumber dari pernyataan pelaku kampanye sendiri, sehingga wajar bila terdengar rapi. Yang bisa diverifikasi secara mandiri adalah bahwa gaya itu benar benar konsisten muncul di lapangan sesudahnya.

H-6325 September 2024Masa kampanye resmi dimulai, hanya 60 hari tersedia

Masa kampanye resmi berlangsung 25 September sampai 23 November 2024. Ini rentang yang sama bagi ketiga pasangan, tetapi tidak berarti setara. Pasangan nomor urut 1 dan 2 sudah lebih dulu dikenal publik Jakarta, sedangkan pasangan nomor urut 3 baru diperkenalkan sebagai calon gubernur kurang dari 1 bulan sebelumnya.

Pola teramati Keterbatasan waktu memaksa pilihan. Dengan 60 hari, sebuah tim tidak mungkin mengerjakan semua kanal sekaligus, sehingga harus memilih 1 atau 2 hal yang dikerjakan habis habisan. Bagian berikutnya menunjukkan apa yang dipilih masing masing tim.

H-526 dan 27 Oktober 2024Dua debat pertama, dan panggung yang justru dimenangi pasangan termiskin

Pada debat pertama 6 Oktober 2024, perhatian publik justru tersedot ke pasangan nomor urut 2 setelah Dharma Pongrekun melontarkan pernyataan bernuansa teori konspirasi. Namanya menjadi topik terpopuler nomor 1 di platform X pada hari itu, tanpa 1 rupiah pun belanja iklan.

Pada debat kedua 27 Oktober 2024, Pramono memaparkan program yang sangat konkret, antara lain menaikkan honor pengurus rukun tetangga dan rukun warga hingga 2 kali lipat, menyetarakan gaji guru honorer dengan upah minimum, serta melanjutkan bantuan pendidikan sampai jenjang kuliah.

Terverifikasi Kedua peristiwa tercatat dan terekam. Analisis pihak ketiga Penilaian bahwa program konkret itu lebih mengena dibandingkan gagasan besar datang dari pengamat, bukan dari pengukuran langsung terhadap perpindahan suara.

H-1215 sampai 17 November 2024Tiga hari yang mengubah pemilihan ini menjadi 1 putaran

Pada 15 November 2024 Anies Baswedan mengunggah keterangan bahwa ia berbincang mengenai Jakarta dan masa depannya bersama Pramono dan Rano di rumahnya. Juru bicaranya, Sahrin Hamid, menegaskan posisi itu dengan kalimat, “Bukan condong, memang mendukung.”

Sehari kemudian, 16 November 2024, Basuki Tjahaja Purnama menyatakan harapannya bisa menambah suara bagi pasangan tersebut. Pada 17 November 2024, bersamaan dengan debat ketiga, digelar silaturahmi antara pendukung Basuki dan pendukung Anies, 2 kelompok yang selama bertahun tahun dikenal saling berhadapan.

Terverifikasi Ketiga peristiwa tercatat. Bagian ini kami bedah tersendiri pada Bagian 07, karena inilah mata rantai paling menentukan dalam seluruh laporan.

H-423 November 2024Penutup kampanye di Gelora Bung Karno

Kampanye akbar penutup digelar di Gelora Bung Karno dengan format hajatan, menghadirkan penampilan musik dan sejumlah mantan gubernur Jakarta. Format ini menutup kampanye dengan nada yang sama seperti yang ditetapkan pada rapat perdana 15 September, yaitu perayaan alih alih orasi keras.

Pola teramati Konsistensi nada dari hari pertama sampai hari terakhir adalah hal yang jarang bertahan dalam kampanye 60 hari. Konsistensi ini sendiri merupakan indikator bahwa kendali pesan berada di tangan sedikit orang.

Yang tidak kami temukan. Kami mencari dokumen rencana kampanye, notula rapat, atau materi presentasi internal ketiga tim, dan tidak menemukannya. Seluruh isi bagian ini karena itu bersandar pada peristiwa yang terlihat publik dan pengakuan pelaku, bukan pada dokumen perencanaan.

04Strategi Pemenang

6 keputusan Pramono dan Rano, dibedah satu per satu

Kampanye 60 hari tidak menyediakan ruang untuk mencoba banyak hal. Yang bisa dilakukan hanyalah memilih sedikit hal lalu mengerjakannya sampai habis. Berikut 6 keputusan yang bisa kami lacak, beserta sasaran, pelaksanaan, dan akibat yang teramati. Perhatikan bahwa tidak semuanya punya bukti sekuat yang lain, dan kami menandainya.

1Memilih pendamping yang membawa modal kultural, bukan modal politik
Sasaran
Menutup kelemahan terbesar Pramono, yaitu belum dikenal sebagai figur Jakarta, dengan kedekatan kultural Betawi milik Rano Karno.
Pelaksanaan
Ke-Betawi-an ditampilkan sejak hari pendaftaran, lewat busana dan opelet yang melekat pada tokoh Si Doel.
Hasil
Survei SMRC periode 31 Oktober sampai 9 November 2024 mencatat tingkat pengenalan Rano Karno 93 persen dan tingkat kedisukaan 92 persen. Angka kedisukaan setinggi itu jarang dimiliki politikus.
Label bukti
Terverifikasi untuk angka survei. Dugaan untuk klaim bahwa pemilihan Rano dilandasi perhitungan kultural yang terencana, karena tidak ada dokumen yang membuktikannya.
2Menetapkan nada kampanye sebelum menetapkan isi kampanye
Sasaran
Menurunkan tensi politik dan menjangkau pemilih muda yang jenuh pada pertarungan keras.
Pelaksanaan
Konsep politik riang gembira ditetapkan pada rapat perdana 15 September 2024, lalu diterjemahkan menjadi konten pendek, kampanye bergaya perayaan, dan pidato yang tidak menyerang lawan.
Hasil
Pramono sendiri menyebut efeknya pada 23 Oktober 2024 di Kelapa Gading, “Efeknya, saya dikenal Gen Z, Gen Milenial.”
Label bukti
Klaim orang dalam Baik penetapan konsep maupun penilaian efeknya berasal dari pelaku kampanye. Yang bisa diperiksa mandiri adalah konsistensi gaya itu dari awal sampai akhir.
3Menyimpan simbol partai, menonjolkan pencalonan lintas golongan
Sasaran
Membuat pemilih non-PDI Perjuangan tidak merasa terhalang, di kota yang jejak polarisasinya masih terasa.
Pelaksanaan
Positioning diarahkan sebagai gubernur untuk semua kelompok, bukan gubernur milik 1 partai. Atribut partai tidak dijadikan wajah utama kampanye.
Hasil
Survei Litbang Kompas periode 20 sampai 25 Oktober 2024 menyimpulkan latar agama pendukung kedua kandidat utama hampir tidak berbeda, sangat berbeda dari pola Pilkada 2017.
Label bukti
Terverifikasi untuk temuan survei. Analisis untuk kaitan sebab akibatnya dengan pilihan positioning.
4Menjual program yang bisa dihitung warga, bukan visi besar
Sasaran
Menjawab keluhan warga yang paling nyata, yaitu penghasilan dan biaya hidup.
Pelaksanaan
Program disampaikan dalam bentuk angka, antara lain menaikkan honor pengurus rukun tetangga dan rukun warga hingga 2 kali lipat, menyetarakan gaji guru honorer dengan upah minimum, serta melanjutkan bantuan pendidikan sampai jenjang kuliah.
Hasil
Program ini menyasar kelompok yang sekaligus berfungsi sebagai penyampai pesan di tingkat kampung, yaitu pengurus rukun tetangga dan guru.
Label bukti
Terverifikasi untuk isi program. Dugaan untuk anggapan bahwa program itu dipilih karena penerimanya adalah simpul komunikasi warga.
5Memakai waktu yang sedikit untuk kunjungan langsung, bukan untuk panggung besar
Sasaran
Membangun pengenalan dari nol dalam waktu terbatas, di lapisan warga yang paling jarang didatangi.
Pelaksanaan
Kunjungan kampung dilakukan intensif, dengan klaim tim mencapai hingga 9 titik dalam 1 hari.
Hasil
Analis Indikator Politik Indonesia menilai keunggulan pasangan ini datang dari kegiatan tatap muka, atribut luar ruang, dan kegiatan sosial, sementara lawan lebih unggul di media sosial.
Label bukti
Klaim orang dalam untuk jumlah titik kunjungan. Analisis pihak ketiga untuk penilaian keunggulan kanalnya.
6Memposisikan diri sebagai penerus 2 gubernur sekaligus
Sasaran
Mengambil warisan politik Basuki Tjahaja Purnama dan Anies Baswedan tanpa harus memilih salah satu.
Pelaksanaan
Pramono menyatakan komitmen melanjutkan program yang sudah berjalan sejak era kedua gubernur tersebut, bukan membongkarnya.
Hasil
Keputusan inilah yang membuka jalan bagi peristiwa 15 sampai 17 November 2024, yang kami bedah tersendiri pada Bagian 07.
Label bukti
Terverifikasi untuk pernyataan komitmen. Kaitannya dengan dukungan yang kemudian datang bersifat kuat tetapi tetap korelasi, bukan sebab tunggal.

Pandangan redaksi Bila 6 keputusan itu diringkas menjadi 1 kalimat, isinya kira kira begini. Tim ini menerima kelemahannya apa adanya, lalu membeli waktu dengan modal orang lain. Kelemahannya adalah kandidat yang belum dikenal dan partai tunggal. Modal orang lain adalah kedekatan kultural Rano Karno serta warisan politik 2 mantan gubernur. Ini pelajaran yang bisa dipakai di mana saja, yaitu kandidat dengan waktu pendek sebaiknya tidak membangun citra baru dari nol, melainkan menyambung diri pada citra yang sudah ada.

05Titik Patah

Strategi Ridwan Kamil dan Suswono, dan 4 tempat retaknya

Bagian ini paling mudah ditulis dengan nada mengejek, dan justru itu yang kami hindari. Pasangan ini memulai dengan keunggulan besar di survei, sumber daya terbesar, dan dukungan paling luas. Kekalahannya karena itu lebih layak dibaca sebagai pelajaran teknis, bukan sebagai bahan tertawaan.

1Menjual gagasan besar di kota yang sedang mengeluh soal pekerjaan
Keputusan
Mengambil positioning Jakarta sebagai kota global, menjawab pertanyaan tentang arah Jakarta setelah tidak lagi menjadi ibu kota.
Kelebihannya
Secara substansi, ini pertanyaan yang benar dan berani. Tidak banyak kandidat mau berbicara tentang arah jangka panjang sebuah kota.
Titik patah
Persoalan yang paling dirasakan warga justru kesulitan mencari kerja sebesar 37,3 persen dan kemacetan 22 persen. Gagasan besar tidak berbicara langsung kepada keluhan itu.
Label bukti
Terverifikasi untuk positioning dan angka survei isu. Analisis untuk penilaian bahwa ketidakcocokan itu merugikan secara elektoral.
2Menyandarkan mesin pada 12 partai sekaligus
Keputusan
Mengandalkan kekuatan gabungan koalisi besar sebagai mesin pemenangan utama.
Kelebihannya
Di banyak daerah lain pada pilkada serentak yang sama, pendekatan ini terbukti bekerja. Ini bukan strategi yang salah secara umum.
Titik patah
Pengamat menilai kekompakan koalisi itu menyerupai perkawinan yang dipaksakan, dan kepentingan sebagian partai pengusung kurang terakomodasi. Semakin banyak pihak yang harus disepakati, semakin lambat keputusan harian dan semakin longgar kendali pesan.
Label bukti
Analisis pihak ketiga Kami tidak memperoleh dokumen internal koalisi, sehingga penilaian soal mesin yang tidak solid bersandar pada pengamat dan pada pola hasil, bukan pada bukti langsung.
3Menempatkan restu tokoh pusat sebagai senjata utama
Keputusan
Menonjolkan dukungan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ketujuh Joko Widodo, termasuk pertemuan yang diberitakan luas pada November 2024.
Kelebihannya
Di sejumlah provinsi lain, faktor ini disebut efektif. Membaca peluang itu bukan kesalahan berpikir.
Titik patah
Exit poll SMRC menemukan elektabilitas pasangan ini pada kelompok yang mengetahui restu tersebut justru sedikit lebih rendah daripada kelompok yang tidak mengetahuinya. Di Jakarta, restu pusat tidak bertukar menjadi suara.
Label bukti
Terverifikasi untuk temuan exit poll. Dugaan untuk anggapan bahwa suasana pascaprotes Agustus 2024 yang membuatnya tidak bekerja.
4Membiarkan lelucon menjadi bahan pesan kampanye
Kejadian
Pernyataan Suswono mengenai janda kaya dan pemuda pengangguran pada Oktober 2024, disusul candaan Ridwan Kamil mengenai janda di Duren Sawit pada 16 November 2024, hanya 11 hari sebelum pemungutan suara.
Penanganan
Suswono meminta maaf dan mencabut pernyataannya pada 28 Oktober 2024. Untuk peristiwa 16 November, klarifikasi dari juru bicara baru muncul pada 22 November 2024, yaitu 6 hari kemudian.
Titik patah
Peneliti Utama BRIN Siti Zuhro menilai pernyataan terkait janda menimbulkan persepsi negatif yang berdampak pada merosotnya elektabilitas. Kecaman melebar sampai ke figur publik di luar politik.
Label bukti
Terverifikasi untuk peristiwa dan tanggal. Analisis untuk besaran dampak elektoralnya, karena tidak ada pengukuran khusus yang memisahkan efek ini dari faktor lain.

Pengamat dari IDSA A. Khoirul Umam menggambarkan persoalan koalisi ini pada 28 November 2024, “Kekompakkan KIM Plus bak kawin paksa, dimana aspirasi kepentingan partai-partai pengusung tampaknya kurang terakomodasi.”

A. Khoirul Umam, pengamat politik, dikutip Tribunnews

Yang dilakukan tim ini dengan benar

Laporan yang hanya mencatat kesalahan pihak kalah bukan laporan yang jujur. Ada 2 hal yang patut dicatat. Pertama, penanganan pascakekalahan. Meski sempat mengklaim hasil versi internal berbeda, tim ini akhirnya tidak mengajukan sengketa ke Mahkamah Konstitusi sampai batas waktu 11 Desember 2024, dan Ridwan Kamil menyampaikan ucapan selamat. Kedua, keberanian mengangkat pertanyaan arah kota jangka panjang, sesuatu yang jarang dilakukan kandidat dan tetap relevan meski tidak menang.

Klaim orang dalam yang tidak cocok dengan data Pada 28 November 2024, Ketua Tim Pemenangan Ahmad Riza Patria dan Sekretaris Basri Baco menyatakan hasil hitungan internal mereka menunjukkan pemilihan berlangsung 2 putaran. Basri Baco bahkan menyebut angka seratus persen atas keyakinan itu dan mengancam menggugat ke Mahkamah Konstitusi. Kami menampilkannya bukan untuk mempermalukan, melainkan karena klaim ini bertolak belakang dengan hasil resmi dan dengan seluruh hitung cepat lembaga kredibel, dan gugatan itu akhirnya tidak pernah diajukan. Pelajarannya jelas, yaitu hitungan internal yang tidak diuji dari luar bisa membuat sebuah tim salah membaca posisinya sendiri sampai hari terakhir.

06Kampanye Termurah

Rp292 juta, tanpa iklan berbayar, dan 459.230 suara

Pasangan nomor urut 2 hampir selalu diperlakukan sebagai catatan pinggir. Dari sudut pandang strategi, mereka justru kasus paling menarik dalam pilkada ini, karena memperlihatkan berapa banyak suara yang bisa diperoleh tanpa partai, tanpa dana, dan tanpa iklan.

Perhatikan dulu 1 angka. Dari pustaka iklan platform yang dipantau lembaga pemantau, belanja iklan media sosial pasangan ini tercatat nol rupiah.

Belanja Iklan Media Sosial
Yang paling banyak diperbincangkan justru yang tidak membayar
Angka berikut berasal dari pemantauan pustaka iklan platform Meta oleh lembaga pemantau pemilu, bukan dari laporan resmi dana kampanye.
Pramono dan Rano
Rp199,6 jt
Ridwan Kamil dan Suswono
Rp179,1 jt
Dharma dan Kun
Rp0

Cara membaca. Batang pada baris ketiga hanya penanda posisi, karena nilainya nol dan tidak mungkin digambar. Angka ini hanya mencakup 1 platform dan hanya akun yang terpantau, sehingga bukan gambaran seluruh belanja digital. Sumber: pemantauan pustaka iklan Meta sebagaimana dilaporkan lembaga pemantau pemilu.

1Jalur perseorangan sebagai posisi, bukan sekadar cara mendaftar
Pelaksanaan
Dukungan warga dikumpulkan sampai 677.468 yang lolos verifikasi faktual, di atas syarat minimal 618.968.
Efek posisi
Tanpa partai, pasangan ini otomatis menjadi satu satunya pilihan bagi pemilih yang kecewa pada semua partai. Posisi itu tidak perlu dibeli dengan iklan.
Catatan penting
Proses pengumpulan dukungan ini diwarnai ratusan laporan warga soal pencatutan nomor induk kependudukan. Penyelidikan pidananya dihentikan dan diarahkan ke Bawaslu, dan pasangan tetap lolos verifikasi.
Label bukti
Terverifikasi untuk angka dukungan dan kronologi laporan.
2Membiarkan panggung debat bekerja sebagai pengganti iklan
Pelaksanaan
Pada debat pertama 6 Oktober 2024, pernyataan bernuansa teori konspirasi menjadikan nama Dharma Pongrekun topik terpopuler nomor 1 di platform X pada hari itu.
Hasil
Perhatian sebesar itu diperoleh tanpa belanja iklan. Sebagian penonton mengejek, tetapi namanya tetap tertanam di ingatan.
Label bukti
Terverifikasi untuk posisi topik terpopuler. Dugaan untuk anggapan bahwa perhatian itu benar benar berubah menjadi suara, karena tidak ada pengukuran yang memisahkannya.
3Menjadi wadah suara protes, disengaja atau tidak
Hasil
Perolehan akhir 459.230 suara atau 10,53 persen, sekitar 2 kali lipat angka yang muncul di survei survei sebelum pemungutan suara.
Penjelasan
Peneliti Utama Indikator Kennedy Muslim menilai lonjakan itu dapat dijelaskan sebagai gejala suara protes, terutama di kalangan pemilih minoritas.
Arti aritmetika
Perolehan ini lebih besar daripada jarak pemenang ke ambang 50 persen, sehingga keberadaan pasangan ini ikut menentukan pilkada berlangsung 1 atau 2 putaran.
Label bukti
Terverifikasi untuk angka. Analisis pihak ketiga untuk tafsir suara protes. Kami tidak menemukan data per kecamatan yang bisa membuktikan pola protes itu secara kuantitatif.
Biaya Per Suara
Berapa rupiah yang dikeluarkan untuk setiap 1 suara
Dihitung dengan membagi pengeluaran pada laporan resmi dana kampanye dengan perolehan suara resmi. Perhitungan ini bisa diperiksa ulang siapa pun.
Ridwan Kamil dan Suswono
Rp38.937
Pramono dan Rano
Rp28.958
Dharma dan Kun
Rp635
229 kali
Lipat belanja pasangan termahal dibanding termurah.
3,7 kali
Lipat suara yang dihasilkan dari belanja 229 kali lipat itu.
26 persen
Selisih biaya per suara pemenang yang lebih murah dibanding pesaing utamanya.

Keterbatasan yang wajib dibaca sebelum memakai angka ini. Ini pola teramati, bukan ukuran efisiensi mutlak, dan ada 3 alasannya. Pertama, laporan resmi hanya mencatat dana yang dilaporkan. ICW dan Perludem menemukan belanja iklan digital di luar akun resmi yang tidak tertuang dalam laporan dana kampanye, sehingga angka sebenarnya bisa lebih besar. Kedua, angka ini tidak menghitung nilai hal hal yang tidak dibayar, seperti dukungan tokoh, kerja relawan, modal popularitas awal, dan perhatian media yang datang gratis. Ketiga, biaya rendah tidak otomatis berarti strategi lebih baik, karena pasangan termurah tetap kalah. Yang sah disimpulkan hanyalah bahwa besarnya belanja bukan penentu hasil.

07Mata Rantai Penentu

Tiga hari pada November yang menyatukan 2 kubu yang bertahun tahun bermusuhan

Kalau seluruh laporan ini harus diringkas menjadi 1 bagian, inilah bagiannya. Selama bertahun tahun, pendukung Basuki Tjahaja Purnama dan pendukung Anies Baswedan adalah 2 kelompok yang paling sulit dipertemukan dalam politik Jakarta. Perseteruan keduanya bahkan menjadi penanda Pilkada 2017. Pada November 2024, keduanya memilih hal yang sama.

Yang terjadi bukan kebetulan, dan juga bukan hasil rekayasa 1 malam. Ia bertumpu pada keputusan yang diambil jauh lebih awal, yaitu memposisikan diri sebagai penerus kedua gubernur itu sekaligus, seperti kami bedah pada keputusan keenam di Bagian 04.

Alur Penyatuan Dukungan
Dua basis yang berlawanan, 1 tujuan yang sama
Angka pada tiap kotak berasal dari exit poll SMRC yang dirilis 1 Desember 2024, memakai 600 responden dari 300 tempat pemungutan suara.
Basis pertama
Pendukung Anies Baswedan
Sebanyak 52 persen warga mengetahui Anies mendukung pasangan nomor urut 3. Dari kelompok yang mengetahui itu, 78 persen menilai dukungan tersebut baik bagi kemenangan pasangan itu.
Basis kedua
Pendukung Basuki Tjahaja Purnama
Sebanyak 44 persen warga mengetahui Basuki mendukung pasangan yang sama. Dari kelompok yang mengetahui itu, 80 persen menilai dukungan tersebut baik.
Hasil penggabungan
Pramono Anung dan Rano Karno
Pendukung Basuki yang mengetahui dukungan Anies memilih pasangan ini sebanyak 55 persen, atau 13 poin lebih tinggi daripada yang tidak mengetahuinya. Pendukung Anies yang mengetahui dukungan Basuki memilih pasangan ini sebanyak 59 persen, atau 8 poin lebih tinggi.

Yang membuat temuan ini kuat. Angka di atas bukan opini analis, melainkan selisih terukur antara 2 kelompok pemilih yang berbeda hanya pada 1 hal, yaitu tahu atau tidak tahu adanya dukungan. Selisih 13 poin dan 8 poin itulah efek yang bisa diklaim. Terverifikasi Sumber: rilis resmi SMRC dan pemberitaan sezaman.

Urutan peristiwanya berlangsung sangat cepat. Pada 15 November 2024 Anies mengunggah keterangan bahwa ia berbincang mengenai Jakarta bersama Pramono dan Rano di rumahnya. Juru bicaranya, Sahrin Hamid, menutup ruang tafsir dengan 1 kalimat pendek.

“Bukan condong, memang mendukung.”

Sahrin Hamid, juru bicara Anies Baswedan, 15 November 2024

Sehari berikutnya, 16 November 2024, Basuki Tjahaja Purnama menyampaikan hal serupa kepada media dengan nada yang tidak kalah terbuka.

“Puji Tuhan bisa nambah suara untuk kemenangan Mas Pram dan Bang Doel.”

Basuki Tjahaja Purnama, kepada detikcom, 16 November 2024

Puncaknya pada 17 November 2024, bersamaan dengan debat ketiga, digelar silaturahmi antara pendukung Basuki dan pendukung Anies yang menyerukan pemenangan 1 putaran. Analis SMRC Saidiman Ahmad menilai dukungan Anies terbukti lebih menentukan pilihan dibandingkan dukungan tokoh lain pada pilkada ini.

Pandangan redaksi Pelajaran teknisnya bukan soal siapa yang mendukung siapa, melainkan soal waktu dan syarat. Waktunya berada pada 12 hari terakhir, saat pemilih yang belum menentukan pilihan sedang mencari alasan terakhir. Syaratnya adalah kandidat harus lebih dulu bersih dari permusuhan dengan kedua kubu. Kandidat yang selama kampanye menyerang salah satu kubu tidak akan bisa memakai taktik ini, karena pintunya sudah tertutup sendiri.

08Rantai Sebab Akibat

Tiga rantai, dan celah yang kami biarkan terbuka

Bagian ini paling rawan menipu pembaca. Setelah hasil diketahui, sangat mudah menyusun rantai sebab akibat yang tampak mulus, seolah setiap keputusan otomatis menghasilkan akibat yang diinginkan. Kampanye nyata tidak pernah serapi itu. Karena itu setiap rantai di bawah kami lengkapi dengan penjelasan alternatif yang juga masuk akal. Ketuk untuk membuka.

R1Pasangan nomor urut 3Rantai kemenangan, kekuatan bukti kuat
1
Keputusan
Megawati Soekarnoputri memilih Pramono Anung dan memasangkannya dengan Rano Karno, diputuskan 27 Agustus 2024.
2
Akibat teramati
Kelemahan pengenalan tertutup oleh modal kultural. Tingkat pengenalan Rano 93 persen dan kedisukaan 92 persen menurut survei SMRC akhir Oktober sampai awal November 2024.
3
Keputusan lanjutan
Memposisikan diri sebagai penerus 2 gubernur sekaligus, lalu merangkul keduanya pada 15 sampai 17 November 2024.
4
Akibat teramati
Selisih 13 poin dan 8 poin pada exit poll antara pemilih yang tahu dan tidak tahu adanya dukungan tersebut.
Penjelasan alternatif yang juga masuk akal

Bobot kemenangan bisa jadi lebih ditentukan kejenuhan pemilih terhadap koalisi besar dan terhadap campur tangan pusat, bukan oleh figur Rano maupun oleh dukungan 2 mantan gubernur. Kami tidak menemukan data yang bisa memisahkan bobot kedua penjelasan ini, sehingga besarnya kontribusi masing masing tetap berupa dugaan.

R2Pasangan nomor urut 1Rantai kekalahan, kekuatan bukti sedang
1
Keputusan
Bertumpu pada koalisi 12 partai dan restu tokoh pusat sebagai mesin utama, dengan positioning kota global.
2
Akibat teramati
Kendali pesan longgar, dan restu pusat tidak bertukar menjadi suara. Exit poll menunjukkan elektabilitas pada kelompok yang mengetahui restu itu justru sedikit lebih rendah.
3
Kejadian yang memperburuk
Blunder mengenai janda terjadi 2 kali, pada Oktober dan pada 16 November 2024, dengan klarifikasi baru muncul 6 hari kemudian.
4
Akibat teramati
Persepsi negatif meluas, terutama di kalangan perempuan, menurut penilaian Peneliti Utama BRIN Siti Zuhro.
Penjelasan alternatif yang juga masuk akal

Kekalahan bisa jadi lebih ditentukan oleh persepsi bahwa kandidat belum mengakar di Jakarta, dan blunder hanya mempercepat sesuatu yang sudah bergerak. Kami tidak memperoleh dokumen internal koalisi, sehingga penilaian mengenai mesin yang tidak solid bersandar pada pengamat dan pada pola hasil, bukan pada bukti langsung. Karena itu rantai ini kami beri kekuatan bukti sedang, bukan kuat.

R3Pasangan nomor urut 2Rantai kekalahan yang melampaui prediksi, kekuatan bukti sedang
1
Keputusan
Menempuh jalur perseorangan dan membawa pesan yang menjauh dari semua partai.
2
Akibat teramati
Menjadi satu satunya wadah bagi pemilih yang kecewa pada seluruh partai, tanpa perlu belanja iklan. Belanja iklan media sosial tercatat nol rupiah.
3
Akibat teramati
Perolehan 459.230 suara atau 10,53 persen, sekitar 2 kali lipat angka survei sebelum pemungutan suara.
Penjelasan alternatif yang juga masuk akal

Sebagian suara itu mungkin bukan protes yang disadari, melainkan efek penampilan debat yang viral, atau akibat seruan mencoblos di luar 2 kandidat utama yang beredar di sebagian kelompok pemilih. Kami mencari data sebaran per kecamatan yang bisa membuktikan pola protes secara kuantitatif dan tidak menemukannya, sehingga tafsir suara protes tetap berstatus analisis, bukan fakta.

Mengapa celahnya sengaja dibiarkan terbuka. Rantai sebab akibat yang mulus tanpa celah biasanya tanda bahwa penulisnya menyusun cerita dari hasil, bukan dari bukti. Dalam kampanye, banyak faktor bekerja bersamaan dan tidak ada 1 keputusan yang bisa diklaim sebagai penyebab tunggal. Yang bisa kami pastikan adalah arah hubungannya, bukan besarnya.

09Buku Pedoman

Apa yang bisa ditiru, apa yang harus dihindari, dan apa yang hanya bisa terjadi di Jakarta

Bagian ini kami susun untuk pembaca yang bekerja di kampanye. Setiap butir dilengkapi syarat keberhasilan, jenis daerah yang cocok, dan risikonya. Butir yang tidak punya syarat jelas bukan strategi, melainkan harapan. Ketuk untuk memilih kategori.

Peta Jalan
Tiga kategori pelajaran dari Pilkada Jakarta 2024
Kategori ketiga sengaja dipisahkan, karena inilah bagian yang paling sering ditiru secara keliru oleh kandidat di daerah lain.
1Menetapkan nada kampanye pada rapat pertama, sebelum menyusun isi
Syarat
Kandidat harus nyaman dengan nada yang dipilih. Nada riang gembira yang dibawakan kandidat kaku akan terlihat dipaksakan.
Cocok di
Daerah dengan proporsi pemilih muda besar dan konsumsi media tinggi.
Risiko
Dianggap tidak serius bila tidak diimbangi program yang bisa dihitung.
2Menjual program dalam bentuk angka yang bisa dihitung warga
Syarat
Kemampuan anggaran daerah harus benar benar diperiksa lebih dulu, karena janji berupa angka paling mudah ditagih.
Cocok di
Hampir semua daerah, terutama yang keluhan utamanya soal penghasilan dan biaya hidup.
Risiko
Menjadi bumerang bila tidak bisa dipenuhi setelah menang.
3Memilih pendamping yang menutup kelemahan, bukan yang menambah kekuatan
Syarat
Kelemahan kandidat utama harus diakui lebih dulu secara jujur di dalam tim. Ini bagian tersulitnya.
Cocok di
Daerah dengan identitas kultural kuat, tempat asal dan kedekatan lokal masih dihitung pemilih.
Risiko
Pendamping yang jauh lebih populer bisa menenggelamkan kandidat utama.
4Memusatkan kendali pesan pada sedikit orang
Syarat
Harus ada 1 orang yang jelas berwenang memutus pesan harian, dan partai pengusung menerima kewenangan itu.
Cocok di
Semua daerah, dan justru paling dibutuhkan ketika partai pengusungnya banyak.
Risiko
Partai pengusung merasa tidak dilibatkan, sehingga mesinnya berjalan setengah hati.
1Menyamakan jumlah partai dengan besarnya mesin
Kekeliruannya
Dukungan formal partai tidak otomatis menjadi kerja lapangan. Semakin banyak pengusung, semakin besar kemungkinan setiap pihak merasa pihak lain yang bekerja.
Pencegahan
Bagi wilayah kerja secara tertulis, dengan target terukur per partai, lalu periksa capaiannya setiap pekan.
2Menjual gagasan besar tanpa memeriksa keluhan terbesar warga
Kekeliruannya
Gagasan boleh besar, tetapi pintu masuknya harus keluhan sehari hari. Di Jakarta 2024, pintu itu adalah pekerjaan dan biaya hidup.
Pencegahan
Mulai dari survei pemeringkatan isu, bukan dari visi. Baru terjemahkan visi ke dalam bahasa keluhan itu.
3Menganggap restu tokoh besar sebagai jaminan
Kekeliruannya
Nilai restu berbeda antardaerah, dan bisa bernilai nol atau negatif di daerah yang sedang jengkel pada pusat.
Pencegahan
Uji lebih dulu dengan survei, apakah pemilih setempat menganggap restu semacam itu pantas diberikan.
4Mempercayai hitungan internal tanpa pembanding dari luar
Kekeliruannya
Pada 28 November 2024, tim yang kalah masih menyatakan hitungan internalnya menunjukkan 2 putaran. Hitungan itu bertolak belakang dengan hasil resmi, dan gugatan yang diancamkan tidak pernah diajukan.
Pencegahan
Bandingkan hitungan internal dengan minimal 2 sumber luar, dan siapkan rencana untuk kemungkinan kalah, bukan hanya untuk kemungkinan menang.
1Aturan ambang lebih dari 50 persen
Mengapa khas
Jakarta satu satunya provinsi dengan syarat ini. Karenanya seluruh strategi akhir diarahkan pada pembingkaian 1 putaran, sesuatu yang tidak relevan di daerah lain.
Bahaya menirunya
Di daerah dengan aturan suara terbanyak, mengejar angka 50 persen berarti membuang sumber daya untuk sasaran yang tidak diperlukan.
2Keberadaan 2 mantan gubernur populer yang bisa dirangkul
Mengapa khas
Tidak banyak daerah memiliki 2 mantan pemimpin yang sama sama punya basis besar, apalagi yang basisnya bisa dipertemukan.
Bahaya menirunya
Merangkul tokoh yang tidak punya basis nyata hanya menambah beban citra tanpa tambahan suara.
3Konsumsi media warga yang sangat tinggi
Mengapa khas
Konten pendek bisa menyebar cepat karena hampir seluruh warga terhubung. Di daerah dengan akses lebih terbatas, kanal ini tidak menggantikan pertemuan langsung.
Bahaya menirunya
Memindahkan sebagian besar anggaran ke kanal digital di daerah yang mesin sosialnya masih bertumpu pada pertemuan warga.

Status bagian ini. Seluruh butir di atas adalah pandangan redaksi Head Politika yang disusun dari temuan laporan ini, bukan rekomendasi resmi lembaga mana pun, dan bukan jaminan hasil. Kami menyampaikannya terbuka agar bisa dibantah, dikoreksi, atau dikembangkan.

Penutup: dari politik yang memecah pada 2017 menjadi politik yang menjahit pada 2024

Bila kita berdiri agak jauh dan melihat 3 pilkada Jakarta terakhir sebagai 1 rangkaian, ada pergeseran yang cukup mencolok dalam hal cara memenangi kota ini. Pada 2012 yang menonjol adalah kekuatan figur baru dan kunjungan langsung. Pada 2017 yang menonjol adalah mobilisasi berdasarkan identitas, dengan biaya sosial yang masih terasa bertahun tahun sesudahnya. Pada 2024, strategi yang menang justru bekerja ke arah sebaliknya, yaitu menurunkan tensi dan menjahit kembali 2 kelompok yang dulu berhadapan.

Ini bukan berarti politik Jakarta sudah sembuh. Survei Litbang Kompas periode 20 sampai 25 Oktober 2024 memang menemukan latar agama pendukung kedua kandidat utama hampir tidak berbeda, dan itu kabar baik. Namun partisipasi yang hanya 57,52 persen menunjukkan bahwa berkurangnya polarisasi tidak otomatis berarti bertambahnya keterlibatan. Sebagian warga tidak lagi bertengkar, tetapi juga tidak lagi datang.

Bagi pembaca yang bekerja di kampanye, pelajaran terpentingnya mungkin terdengar tidak dramatis. Kampanye yang menang pada 2024 bukan kampanye dengan uang terbesar, bukan pula kampanye dengan partai terbanyak. Yang membedakannya adalah kejujuran menilai kelemahan sendiri, kedisiplinan menjaga 1 nada dari hari pertama sampai hari terakhir, dan kesabaran menahan diri untuk tidak menyerang. Ketiganya tidak butuh anggaran besar, tetapi butuh keputusan yang diambil lebih awal. Bagaimana keputusan semacam itu biasanya disiapkan pernah kami uraikan pada panduan mengenai peran konsultan politik dan cara memilihnya.

Satu catatan terakhir yang perlu kami sampaikan terus terang. Laporan ini disusun setelah hasilnya diketahui, dan itu selalu membuat segala sesuatu tampak lebih terencana daripada yang sebenarnya terjadi. Sebagian keputusan yang kami bedah di atas kemungkinan besar diambil dalam keadaan terburu buru, dengan informasi terbatas, dan sebagian keberhasilannya datang dari keberuntungan. Kami mencoba menandai batas itu di sepanjang laporan, tetapi pembaca tetap perlu memegangnya sendiri.

FAQPertanyaan yang Sering Muncul

7 pertanyaan tentang strategi kampanye Pilkada Jakarta 2024

01Berapa lama waktu kampanye Pramono Anung dan Rano Karno?

Dari pendaftaran ke KPU pada 28 Agustus 2024 sampai pemungutan suara 27 November 2024 tersedia 91 hari. Masa kampanye resminya lebih pendek lagi, yaitu 25 September sampai 23 November 2024 atau sekitar 60 hari. Keputusan mengusung Pramono sendiri baru diambil Megawati Soekarnoputri pada 27 Agustus 2024, yaitu 1 hari sebelum pendaftaran.

02Siapa ketua tim pemenangan masing masing pasangan?

Tim Pramono Anung dan Rano Karno diketuai Lies Hartono, pelawak yang dikenal sebagai Cak Lontong, dengan Todung Mulya Lubis sebagai ketua dewan pengarah. Tim Ridwan Kamil dan Suswono diketuai Ahmad Riza Patria dari Gerindra, dengan sekretaris Basri Baco. Untuk pasangan Dharma Pongrekun dan Kun Wardana, kami tidak menemukan struktur tim pemenangan yang dirinci secara terbuka.

03Apa itu politik riang gembira dan siapa yang menetapkannya?

Politik riang gembira adalah gaya kampanye bernada perayaan yang menghindari serangan terhadap lawan. Konsep ini ditetapkan pada rapat perdana tim pemenangan 15 September 2024 yang dipimpin Lies Hartono. Dasar pemikirannya, untuk mencapai kebahagiaan warga pun caranya harus memakai cara cara yang membahagiakan. Perlu dicatat bahwa penetapan ini bersumber dari pengakuan pelaku kampanye sendiri, sehingga wajar bila terdengar rapi. Yang bisa diperiksa secara mandiri adalah konsistensi gaya itu dari rapat pertama sampai kampanye penutup di Gelora Bung Karno.

04Bagaimana dukungan Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama diperoleh?

Rangkaiannya berlangsung dalam 3 hari. Pada 15 November 2024 Anies mengunggah keterangan bahwa ia berbincang mengenai Jakarta bersama Pramono dan Rano di rumahnya, dan juru bicaranya Sahrin Hamid menegaskan bahwa itu memang dukungan. Pada 16 November 2024 Basuki menyatakan harapannya bisa menambah suara bagi pasangan tersebut. Pada 17 November 2024 digelar silaturahmi antara pendukung kedua tokoh. Landasannya sudah disiapkan lebih awal lewat posisi melanjutkan program kedua gubernur tanpa memihak salah satu.

05Berapa biaya per suara ketiga pasangan?

Dihitung dari laporan resmi dana kampanye dibagi perolehan suara, hasilnya sekitar Rp38.937 untuk Ridwan Kamil dan Suswono, Rp28.958 untuk Pramono dan Rano, serta Rp635 untuk Dharma dan Kun. Angka ini bukan ukuran efisiensi mutlak karena laporan resmi hanya mencatat dana yang dilaporkan, tidak menghitung nilai dukungan tokoh dan kerja relawan yang tidak dibayar, dan karena pasangan dengan biaya terendah tetap kalah.

06Mengapa koalisi 12 partai bisa kalah?

Tidak ada 1 jawaban tunggal yang terbukti. Yang bisa dikatakan, pengamat menilai kekompakan koalisi itu menyerupai perkawinan yang dipaksakan dan kepentingan sebagian partai pengusung kurang terakomodasi, sehingga kendali pesan harian menjadi longgar. Ditambah positioning yang tidak langsung menjawab keluhan terbesar warga, restu tokoh pusat yang tidak bertukar menjadi suara, dan blunder yang terjadi 2 kali. Kami tidak memperoleh dokumen internal koalisi, sehingga penilaian ini bersandar pada pengamat dan pada pola hasil.

07Strategi mana yang bisa ditiru di daerah lain?

Empat taktik yang paling mungkin dipindahkan adalah menetapkan nada kampanye sejak rapat pertama, menjual program dalam bentuk angka yang bisa dihitung warga, memilih pendamping yang menutup kelemahan kandidat utama, dan memusatkan kendali pesan pada sedikit orang. Yang tidak bisa ditiru adalah 3 hal yang bergantung pada konteks Jakarta, yaitu aturan ambang lebih dari 50 persen, keberadaan 2 mantan gubernur populer yang bisa dirangkul, dan konsumsi media warga yang sangat tinggi. Rinciannya beserta syarat dan risikonya ada pada Bagian 09.

METMetodologi dan Transparansi

Bagaimana laporan ini disusun, dan apa yang tidak kami temukan

Berbeda dari laporan pertama yang bertumpu pada angka resmi, laporan ini bekerja pada bahan yang jauh lebih licin, yaitu strategi. Sebagian besar keterangan tentang strategi datang dari pelaku yang punya kepentingan menjelaskan dirinya sendiri. Karena itu kami memakai 5 label kualitas bukti sepanjang artikel, dan tidak menghapus keterangan yang bertentangan.

Tiga prinsip yang kami pegang. Pertama, klaim orang dalam tidak pernah disajikan sebagai fakta, dan nama pengucapnya selalu disebut agar pembaca bisa menilai kepentingannya. Kedua, setiap rantai sebab akibat wajib disertai penjelasan alternatif, karena rantai yang mulus tanpa celah biasanya tanda cerita disusun dari hasil, bukan dari bukti. Ketiga, pihak yang kalah juga dicatat hal benarnya, dan pihak yang menang juga dicatat keberuntungannya.

Ada 1 kelompok angka yang kami hitung sendiri, yaitu biaya per suara dan rasio perbandingannya. Perhitungannya sederhana, yaitu pengeluaran pada laporan resmi dibagi perolehan suara resmi, dan bisa diperiksa ulang siapa pun.

!KeterbukaanDelapan hal yang dicari tetapi tidak ditemukan

Kami memilih mengosongkan daripada menambal dengan perkiraan. Berikut yang belum tertutup.

1. Nama konsultan politik dan lembaga survei internal yang bekerja untuk ketiga pasangan. Tidak diumumkan terbuka, sehingga tidak ada nama konsultan yang kami sebut.

2. Struktur rinci tim pemenangan Dharma Pongrekun dan Kun Wardana.

3. Dokumen rencana kampanye, notula rapat, atau materi presentasi internal ketiga tim.

4. Data belanja iklan politik dari pustaka transparansi iklan Google. Yang kami peroleh hanya pemantauan pustaka iklan Meta.

5. Sebaran suara Dharma dan Kun per kecamatan, yang diperlukan untuk menguji tafsir suara protes secara kuantitatif.

6. Jumlah saksi yang benar benar terisi tiap kubu di 14.835 tempat pemungutan suara.

7. Riset akademik atau tesis komprehensif yang membedah kampanye Pilkada Jakarta 2024.

8. Survei persepsi pemenang debat kedua dan ketiga.

Bila Anda memiliki dokumen untuk salah satu butir di atas, redaksi terbuka untuk memperbarui laporan ini.

Catatan konflik keterangan Terdapat 3 titik perbedaan yang kami tampilkan apa adanya. Pertama, jumlah partai pengusung Ridwan Kamil dan Suswono tercatat 12 partai secara resmi, sementara Ridwan Kamil sendiri pernah menyebut 15 partai pendukung. Perbedaan ini muncul karena sebagian partai tidak memiliki kursi DPRD. Kedua, hitungan internal tim yang kalah menyatakan pemilihan berlangsung 2 putaran, dan itu bertolak belakang dengan hasil resmi serta seluruh hitung cepat lembaga kredibel. Ketiga, klaim mengenai jumlah titik kunjungan harian berasal dari tim sendiri dan tidak dapat kami verifikasi secara mandiri.

SBRDaftar Sumber

Sumber yang dapat Anda periksa sendiri

Berikut sumber yang tautannya sudah kami verifikasi dapat diakses. Sumber lain yang dipakai tetapi belum terverifikasi tautannya kami sebutkan namanya saja di bawah, agar Anda tidak diarahkan ke tautan yang salah.

Detik, PDIP Ungkap Alasan Usung Pramono Anung dan Rano Karnonews.detik.com/pilkada/d-7512528 Detik, janji melanjutkan warisan 2 gubernur terdahulunews.detik.com/pilkada/d-7645374 Tempo, juru bicara menyatakan Anies mendukung Pramono dan Ranotempo.co/video/arsip/jubir-sebut-anies-baswedan-dukung-pramono-rano Era.id, silaturahmi pendukung Anies dan pendukung Basukiera.id/megapolitan/169618 Liputan6, analisis SMRC mengenai penyatuan 2 basis pendukungliputan6.com/pemilu/read/5823903 Tribunnews, analisis pengamat mengenai penyebab kekalahan, termasuk kutipan A. Khoirul Umamtribunnews.com/mata-lokal-memilih/2024/11/29 Charta Politika, sorotan pakar atas blunder tim pemenanganchartapolitika.com/pakar-bongkar-penyebab-kekalahan-ridwan-kamil Suara, penilaian Siti Zuhro mengenai dampak pernyataan soal jandasuara.com/kotaksuara/2024/11/28/150034 Liputan6, kecaman atas candaan pada 16 November 2024liputan6.com/lifestyle/read/5799725 Monitor Indonesia, rangkuman analisis kekalahanmonitorindonesia.com/metropolitan/read/2024/12/599706 Tempo, kronologi klaim 2 putaran dan batalnya gugatan ke Mahkamah Konstitusitempo.co/politik/kronologi-tim-ridwan-kamil-suswono-batal-gugat Jawa Pos, debat pertama dan posisi topik terpopuler di platform Xjawapos.com/jabodetabek/015167396 Detik, analisis Kennedy Muslim mengenai lonjakan suara pasangan perseorangannews.detik.com/pilkada/d-7660324 Kompas.com, perolehan suara yang melampaui 2 kali lipat prediksikompas.com/tren/read/2024/11/29/193000665 Tempo, tanggapan Dharma Pongrekun atas hasiltempo.co/politik/dapat-suara-10-persen-dharma-pongrekun Jawa Pos, laporan dana kampanye ketiga pasanganjawapos.com/jabodetabek/015420060 GoodStats, sebaran asal dana kampanye tiap pasangangoodstats.id/article/sebaran-dana-selama-kampanye Kompas.id, perbandingan sumber sumbangan dana kampanyekompas.id/artikel/sumbangan-dana-kampanye-ridwan-suswono-dominan-dari-parpol Suara, catatan sumbangan kampanye terbanyaksuara.com/news/2025/02/20/220559 ICW, Laporan Pemantauan Dana Kampanye Pilkada 2024, berkas PDFantikorupsi.org, dokumen laporan pemantauan PR Politik, perbandingan belanja iklan media sosial ketiga pasanganprpolitik.com/perbandingan-belanja-iklan-media-sosial-pilkada-jakarta-2024 CNN Indonesia, penetapan daftar pemilih tetap dan jumlah tempat pemungutan suaracnnindonesia.com/nasional/20240922170351-617-1147048 Kompas.com, exit poll Litbang Kompas mengenai perilaku segmen pemilihkompas.com/tren/read/2024/11/28/153000065 Kompas.id, survei Litbang Kompas periode 20 sampai 25 Oktober 2024kompas.id/artikel/survei-litbang-kompas-pilkada-jakarta-2024 SMRC, rilis resmi mengenai efek dukungan tokoh pada exit pollsaifulmujani.com/pasangan-pram-rano-menyatukan-pendukung-ahok-dan-anies BeritaSatu, sebaran suara resmi Pilkada Gubernur Jakarta 2024beritasatu.com/bersatu-kawal-pilkada/2859341

Sumber berikut dipakai dalam laporan tetapi tautan langsungnya belum kami verifikasi, sehingga sengaja tidak kami tautkan.

  • Rilis survei Charta Politika mengenai pemeringkatan isu warga Jakarta, dipublikasikan 3 Oktober 2024, sebagaimana disampaikan Direktur Eksekutif Yunarto Wijaya.
  • Rilis survei SMRC periode 31 Oktober sampai 9 November 2024 mengenai tingkat pengenalan dan kedisukaan calon.
  • Pemberitaan mengenai rapat perdana tim pemenangan pada 15 September 2024 dan penetapan gaya kampanye.
  • Pemberitaan mengenai pernyataan Pramono Anung di Kelapa Gading pada 23 Oktober 2024.
  • Pemberitaan detikcom mengenai pernyataan Basuki Tjahaja Purnama pada 16 November 2024.
  • Pemberitaan mengenai proses verifikasi faktual dukungan pasangan perseorangan dan laporan pencatutan nomor induk kependudukan.
  • Pemberitaan mengenai kampanye akbar penutup pada 23 November 2024.
  • Analisis Indikator Politik Indonesia mengenai perbandingan kanal kampanye antarpasangan.

Bila terdapat tautan yang tidak lagi dapat diakses atau angka yang keliru, silakan sampaikan kepada redaksi agar kami perbarui.

Laporan ini disusun, dianalisis, dan dipublikasikan oleh Tim Riset Head Politika. Ini bagian kedua dari 2 laporan mengenai Pilkada Gubernur Jakarta 2024. Bagian pertama membedah angka dan hasil resmi Pilkada Jakarta 2024, bagian kedua membedah strategi dan sebab akibatnya.

Laporan disusun sebagai riset independen. Kami tidak mewakili kepentingan pemerintah, partai politik, kandidat, lembaga survei, atau pihak mana pun yang disebut di dalamnya. Bagian yang berisi penilaian ditandai sebagai pandangan redaksi, dan bagian yang berisi keterangan pelaku kampanye ditandai sebagai klaim orang dalam. Bila terdapat angka yang keliru, konteks yang terlewat, atau keterangan yang perlu diluruskan, redaksi terbuka untuk koreksi, diskusi, dan hak jawab.

Dipublikasikan 22 Agustus 2026. Head Politika, headpolitika.com.

Bagikan
Tentang Penulis

Ditulis oleh Tim Head Politika, konsultan politik Indonesia yang mendampingi kandidat eksekutif dan legislatif melalui riset data, strategi kampanye terukur, dan komunikasi yang efektif sejak 2014.

Konsultasi Gratis

Ingin Peta Politik Dapil Anda Dibaca dengan Data?

Diskusikan situasi Anda langsung dengan tim kami. Tanpa biaya, tanpa keterikatan, hanya pembicaraan jujur tentang peluang Anda.

Mulai Konsultasi Gratis
Daftar Isi