Konsultasi Gratis
Riset

Elektabilitas Prabowo: Kepuasan Runtuh, Dukungan Bertahan

Ditulis oleh Tim Head Politika 27 Agustus, 2026 22 menit baca
Grafik perjalanan kepuasan publik dan elektabilitas Prabowo Subianto dari waktu ke waktu
Survei dan Elektabilitas
Halaman pelacak data survei
Elektabilitas Prabowo: Kepuasan Runtuh, Dukungan Bertahan

Kalimat di atas adalah dugaan yang beredar luas setelah dua rilis survei berdekatan. Halaman ini mengujinya dengan angka dari lembaga yang sama pada beberapa titik waktu, lalu melaporkan hasilnya apa adanya, termasuk bila hasilnya membantah dugaan itu sendiri.

51,1%
Kepuasan kinerja Presiden Prabowo, SMRC, lapangan 5 sampai 19 Juli 2026
37%
Kepuasan kinerja pemerintahan, Tempo Data Science, lapangan 31 Juli sampai 11 Agustus 2026
14,5%
Elektabilitas Prabowo, SMRC Juli 2026, simulasi semi terbuka 20 nama
20,4poin
Penurunan elektabilitas Prabowo di dalam deret SMRC, November 2025 ke Juli 2026

Elektabilitas Prabowo adalah persentase responden yang menyatakan akan memilih Prabowo Subianto bila pemilihan presiden digelar pada saat survei dilakukan. Angka itu berbeda dari kepuasan publik, atau approval rating, yang mengukur penilaian atas kinerja seseorang yang sedang menjabat. Keduanya sering tertukar, padahal satu menilai pekerjaan hari ini dan satunya lagi menghitung pilihan pada hari pemungutan suara yang belum tiba.

Perbedaan itu menjadi penting ketika dua rilis survei terbit berdekatan. SMRC melaporkan kepuasan terhadap Presiden Prabowo di angka 51,1 persen dengan elektabilitas 14,5 persen, sementara Tempo Data Science melaporkan kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo dan Gibran di angka 37 persen dengan elektabilitas 15 persen. Dua angka elektabilitas yang nyaris sama itu melahirkan satu kesimpulan yang cepat menyebar, yaitu bahwa kekecewaan publik belum berpindah ke siapa pun.

Halaman ini menguji kesimpulan tersebut. Bukan dengan menyandingkan dua angka dari dua lembaga berbeda, melainkan dengan menelusuri satu lembaga pada tiga titik waktu, lalu membandingkan setiap pergerakan dengan margin of error surveinya sendiri. Hasilnya, seperti akan terlihat, tidak sama dengan dugaan awal.

30 Poin Penting dalam 30 DetikRingkasan temuan
  • 1Di dalam deret SMRC, kepuasan terhadap Presiden Prabowo turun dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi 66,4 persen pada Februari sampai Maret 2026, lalu 51,1 persen pada Juli 2026.
  • 2Pada deret yang sama, elektabilitasnya turun dari 34,9 persen menjadi 33,3 persen, lalu jatuh ke 14,5 persen. Selisih 20,4 poin itu jauh melampaui margin of error 3,7 persen, sehingga terhitung pergerakan nyata.
  • 3Temuan pokokDiuji di dalam lembaga yang sama, dukungan tidak bertahan. Dukungan ikut runtuh bersama kepuasan.
  • 4Kemiripan angka 14,5 persen milik SMRC dan 15 persen milik Tempo Data Science bersifat kebetulan. Bentuk pertanyaannya berbeda, sehingga keduanya tidak sebanding.
  • 5Suara yang kecewa sudah berpindah. Elektabilitas Dedi Mulyadi di deret SMRC naik dari 19,7 persen menjadi 35 persen pada periode yang sama, dan pemilih belum menentukan hanya 12,7 persen pada simulasi dua nama.
  • 6Catatan sumberSeluruh angka Tempo Data Science di halaman ini berasal dari pemberitaan sekunder, karena rilis resminya belum dipublikasikan untuk umum sampai berkas ini disusun.
1Dasar pembacaan

Pengertian Kepuasan Publik dan Elektabilitas, 2 Ukuran yang Sering Tertukar

Kepuasan publik dan elektabilitas kerap dibaca sebagai satu hal yang sama, seolah kepuasan yang turun otomatis berarti dukungan yang hilang. Padahal keduanya menjawab pertanyaan yang berbeda dan berlaku pada orang yang berbeda pula. Hanya pejabat yang sedang menjabat yang punya angka kepuasan, sementara elektabilitas bisa dimiliki siapa saja yang namanya muncul di benak responden.

Tabel definisi
Beda Kepuasan Publik dan Elektabilitas
Disusun Tim Riset Head Politika berdasarkan rumusan yang lazim dipakai lembaga survei nasional.
AspekKepuasan publikElektabilitas
Yang diukurPenilaian atas kinerja seseorang atau pemerintahan yang sedang berjalanPilihan responden bila pemungutan suara digelar pada saat survei dilakukan
Bentuk pertanyaan khasPuas atau tidak puas terhadap kinerja, biasanya bertingkat empat pilihanSiapa yang akan dipilih, bisa tanpa daftar nama, dengan daftar nama, atau campuran keduanya
Siapa yang punya angkanyaHanya pejabat yang sedang menjabatSiapa pun yang namanya dikenal responden
Arti bila angkanya turunKinerja dinilai memburuk, tanpa memberi tahu ke mana dukungan berpindahDukungan berpindah ke nama lain, ke pilihan belum menentukan, atau keduanya sekaligus
Cara membacanya. Karena keduanya menjawab pertanyaan berbeda, kepuasan yang turun tidak dengan sendirinya menurunkan elektabilitas, dan sebaliknya. Justru di titik itulah dugaan yang menjadi judul halaman ini perlu diuji, bukan diterima begitu saja.
2Yang terjadi di satu lembaga

Perjalanan 2 Deret SMRC Sepanjang 9 Bulan

Menyandingkan angka dari dua lembaga berbeda menyimpan banyak jebakan. Cara paling aman menguji dugaan tadi adalah mengikuti satu lembaga saja pada beberapa titik waktu, karena metode, rumusan pertanyaan, dan cara wawancaranya relatif tetap. SMRC menyediakan hal itu, sebab lembaga ini merilis kepuasan dan elektabilitas sekaligus pada tiga gelombang yang berdekatan.

Grafik garis
Kepuasan dan Elektabilitas Prabowo di Deret SMRC
Kepuasan mengukur kinerja Presiden Prabowo. Elektabilitas memakai simulasi semi terbuka dengan 20 nama.
Kepuasan kinerjaElektabilitas
100 75 50 25 0 81,2 66,4 51,1 34,9 33,3 14,5 Nov 2025 Feb sampai Mar 2026 Jul 2026 Satuan persen. Sumbu tegak dipotong pada 100 persen.
Sumber. SMRC, gelombang November 2025, Februari sampai Maret 2026, dan 5 sampai 19 Juli 2026. Gelombang Juli 2026 memakai 749 responden, margin of error 3,7 persen, wawancara telepon 83,8 persen dan tatap muka 16,2 persen. Elektabilitas diambil dari simulasi semi terbuka dengan 20 nama. Rilis disampaikan lewat kanal SMRC pada 26 dan 29 Juli 2026.

Kedua garis di atas menurun, dan itu sudah cukup untuk membuat dugaan pembuka goyah. Bila dukungan benar benar bertahan, garis merah seharusnya mendatar sementara garis biru jatuh. Yang terjadi justru keduanya jatuh, dengan garis merah menukik paling tajam pada gelombang terakhir. Seberapa besar penurunan itu, dan apakah ia cukup besar untuk disebut pergerakan nyata, dihitung pada bagian berikutnya.

3Uji tesis

Bertahan atau Ikut Runtuh, Ini Hitungannya

Selisih angka survei baru berarti bila ia lebih besar daripada margin of error. Perbedaan yang lebih kecil daripada margin itu bukan perubahan, melainkan kemungkinan simpangan yang wajar terjadi pada pengambilan sampel. Karena itu setiap pergerakan pada tabel berikut dibandingkan lebih dulu dengan margin surveinya, sebelum disebut naik atau turun.

Hasil uji
Dugaan bahwa dukungan bertahan tidak terkonfirmasi
Di dalam deret SMRC, elektabilitas Prabowo tidak diam. Angkanya turun 20,4 poin dalam 9 bulan, jauh melampaui margin of error 3,7 persen. Dugaan itu hanya cocok pada satu jeda pendek, yaitu November 2025 sampai Februari dan Maret 2026, ketika kepuasan sudah jatuh sementara elektabilitas masih diam. Jeda itu tidak bertahan pada gelombang berikutnya.
Tabel uji
Pergerakan Tiap Gelombang Dibanding Margin of Error
Selisih dihitung terhadap gelombang sebelumnya di lembaga yang sama, yaitu SMRC.
GelombangKepuasanSelisihElektabilitasSelisihStatus elektabilitas
Nov 202581,2 persentitik awal34,9 persentitik awalTitik awal
Feb sampai Mar 202666,4 persenturun 14,8 poin33,3 persenturun 1,6 poinDiam, di bawah margin
Jul 202651,1 persenturun 15,3 poin14,5 persenturun 18,8 poinBergerak, jauh di atas margin
Nov 2025 ke Jul 2026turun 30,1 poinkeseluruhanturun 20,4 poinkeseluruhanBergerak, jauh di atas margin
Batas yang perlu diketahui. Margin of error yang dipublikasikan lengkap hanya untuk gelombang 5 sampai 19 Juli 2026, yaitu 3,7 persen dengan 749 responden. Margin untuk gelombang November 2025 dan Februari sampai Maret 2026 tidak tersedia pada rilis yang dapat diakses, sehingga penilaian bergerak atau diam pada tabel ini memakai 3,7 persen sebagai acuan. Angka itu tergolong longgar, dan justru membuat kesimpulan menjadi lebih berhati hati, bukan sebaliknya.

Ada satu hal yang perlu dijaga agar tidak salah dibaca. Kepuasan dan elektabilitas sama sama turun, tetapi keduanya tidak turun dalam irama yang sama. Kepuasan mulai jatuh lebih dulu sejak gelombang kedua, sementara elektabilitas baru menyusul pada gelombang ketiga. Pandangan Head PolitikaPola berurutan seperti ini lazim ditafsirkan sebagai jeda antara penilaian kinerja dan keputusan memilih, dan jeda itu tampaknya berakhir pada paruh pertama 2026. Penafsiran ini milik Tim Riset Head Politika, bukan pernyataan lembaga survei.

4Jebakan pembanding

Mengapa 14,5 Persen dan 15 Persen Tidak Boleh Disandingkan

Dua angka elektabilitas yang berdekatan belum tentu mengukur hal yang sama. Hasil survei sangat ditentukan oleh cara pertanyaannya diajukan, terutama oleh ada atau tidaknya daftar nama yang dibacakan kepada responden, dan oleh berapa banyak nama di dalam daftar itu. Ketuk tab di bawah untuk melihat perbedaannya.

Simulasi terbuka, tanpa daftar nama

Responden ditanya siapa yang akan dipilih tanpa dibacakan satu nama pun, sehingga jawabannya bergantung pada nama yang paling mudah teringat. Bentuk ini menguntungkan tokoh yang sedang ramai diperbincangkan, dan cenderung menghasilkan angka belum menjawab yang besar.

Tempo Data Science, lapangan 31 Juli sampai 11 Agustus 2026, 1.260 responden, margin 2,9 persen. Berasal dari pemberitaan sekunderDedi Mulyadi 41 persen, Prabowo 15 persen
Poltracking Indonesia, lapangan 2 sampai 8 Maret 2026, 1.220 responden, margin 2,9 persenPrabowo 32,9 persen, Dedi Mulyadi 13,5 persen
Simulasi semi terbuka, daftar dibacakan tetapi boleh menyebut nama lain

Daftar nama dibacakan kepada responden, namun jawaban di luar daftar tetap dicatat. Panjang daftar sangat memengaruhi hasil, sebab semakin banyak nama yang ditawarkan, semakin terbagi pula suaranya.

SMRC, lapangan 5 sampai 19 Juli 2026, 749 responden, margin 3,7 persen, 20 namaPrabowo 14,5 persen, Dedi Mulyadi 35 persen
Indikator Politik Indonesia, lapangan 20 sampai 27 Oktober 2025, 1.220 responden, margin 2,9 persen, 25 namaPrabowo 46,7 persen, Dedi Mulyadi 18,4 persen
Simulasi dengan daftar nama tertentu

Responden memilih dari daftar yang sudah ditentukan. Hasilnya paling mudah dibandingkan antargelombang selama daftarnya tidak berubah, tetapi paling sulit dibandingkan antarlembaga karena isi daftarnya berbeda beda.

Tempo Data Science, lapangan 31 Juli sampai 11 Agustus 2026, 1.260 responden, margin 2,9 persen. Berasal dari pemberitaan sekunderDedi Mulyadi 42 persen, Prabowo 15 persen, Anies Baswedan 10 persen
SMRC, simulasi dua nama, lapangan 5 sampai 19 Juli 2026, 749 responden, margin 3,7 persenDedi Mulyadi 59 persen, Prabowo 28,3 persen, belum menentukan 12,7 persen
Kesimpulan bagian ini. Angka 14,5 persen milik SMRC berasal dari simulasi semi terbuka dengan 20 nama, sedangkan angka 15 persen milik Tempo Data Science berasal dari simulasi terbuka sekaligus simulasi dengan daftar nama. Karena bentuk pertanyaannya berbeda, kemiripan kedua angka itu tidak dapat dipakai sebagai bukti bahwa dukungan sedang diam.

Kasus Kecil yang Menjelaskan Banyak Hal, 41 Berbanding 42 Persen

Pada hari rilis Tempo Data Science, sejumlah media menyebut elektabilitas Dedi Mulyadi 41 persen, sementara media lain menyebut 42 persen. Selisih satu poin itu sempat terlihat seperti salah kutip. General Manager Tempo Data Science, Khairul Anam, menjelaskan bahwa keduanya benar untuk simulasi yang berbeda, yaitu 41 persen pada simulasi terbuka dan 42 persen pada simulasi dengan daftar nama.

Kasus kecil ini memperlihatkan persoalan yang lebih besar. Ketika satu survei melahirkan beberapa angka sekaligus, angka yang sampai ke pembaca sangat bergantung pada bagian mana yang dikutip. Bila rilis mentahnya tidak dipublikasikan, pembaca tidak punya cara memeriksa sendiri. Persoalan itu dibahas lebih jauh pada catatan metodologi di bagian akhir halaman ini.

5Tabel induk

Kumpulan Angka Lintas Lembaga sejak Januari 2025

Tabel berikut mengumpulkan titik data yang berhasil ditelusuri, bukan seluruh survei yang pernah ada. Angka dari lembaga berbeda sengaja tidak dijumlahkan maupun dikurangkan satu sama lain, karena objek dan metodenya berbeda. Tabel ini juga bagian dari halaman yang paling sering diperbarui ketika ada rilis baru.

Kepuasan terhadap Presiden atau pemerintahan

Perhatikan kolom objek. SMRC menanyakan kinerja Presiden Prabowo, sedangkan Tempo Data Science dan sebagian lembaga lain menanyakan kinerja pemerintahan Prabowo dan Gibran. Keduanya pertanyaan berbeda.

LembagaLapanganResponden dan marginObjekHasilSumber
Litbang Kompas4 sampai 10 Jan 20251.000 responden, margin 3,1 persenPemerintahan80,9 persenRilis asli
Indikator16 sampai 21 Jan 20251.220 responden, margin 2,9 persenPresiden79,3 persenRilis asli
Indikator15 sampai 21 Jan 20261.220 responden, margin 2,9 persenPresiden79,9 persenRilis asli
Poltracking2 sampai 8 Mar 20261.220 responden, margin 2,9 persenPemerintahan74,1 persenRilis asli
SMRC5 sampai 19 Jul 2026749 responden, margin 3,7 persenPresiden51,1 persenRilis asli
Tempo Data Science31 Jul sampai 11 Agu 20261.260 responden, margin 2,9 persenPemerintahan37 persenPemberitaan sekunder
Elektabilitas Prabowo sebagai calon presiden 2029

Kolom bentuk pertanyaan adalah kunci membaca tabel ini. Angka pada baris dengan bentuk berbeda tidak dapat langsung diperbandingkan, sekalipun tanggalnya berdekatan.

LembagaLapanganResponden dan marginBentuk pertanyaanPrabowoSumber
Indikator20 sampai 27 Okt 20251.220 responden, margin 2,9 persenSemi terbuka, 25 nama46,7 persenRilis asli
SMRCNov 2025Tidak dipublikasikan pada rilis yang dapat diaksesSemi terbuka, 20 nama34,9 persenRilis asli, rincian tidak lengkap
SMRCFeb sampai Mar 2026Tidak dipublikasikan pada rilis yang dapat diaksesSemi terbuka, 20 nama33,3 persenRilis asli, rincian tidak lengkap
Poltracking2 sampai 8 Mar 20261.220 responden, margin 2,9 persenTerbuka, tanpa daftar nama32,9 persenRilis asli
SMRC5 sampai 19 Jul 2026749 responden, margin 3,7 persenSemi terbuka, 20 nama14,5 persenRilis asli
Indikator14 sampai 24 Jul 2026Tidak dipublikasikanSemi terbuka18,8 persenStatus dibantah lembaga
Tempo Data Science31 Jul sampai 11 Agu 20261.260 responden, margin 2,9 persenTerbuka, tanpa daftar nama15 persenPemberitaan sekunder
Tempo Data Science31 Jul sampai 11 Agu 20261.260 responden, margin 2,9 persenDengan daftar nama15 persenPemberitaan sekunder
Tiga catatan yang menyertai tabel ini. Pertama, kepuasan versi Indikator masih berada di kisaran 79 sampai 80 persen pada awal 2026, sementara SMRC dan Tempo Data Science mencatat penurunan tajam pada pertengahan tahun. Perbedaan sebesar itu belum dapat dijelaskan hanya dari perbedaan tanggal, dan keduanya ditampilkan tanpa memilih salah satu. Kedua, beredar angka kepuasan 49,5 persen yang dikaitkan dengan Indikator untuk periode Juli 2026, tetapi lembaga tersebut mengeluarkan surat resmi pada 28 Juli 2026 yang menyatakan tidak merilis survei nasional pada bulan itu, sehingga angka tersebut tidak dipakai di sini. Ketiga, rincian jumlah responden dan margin untuk dua gelombang awal SMRC tidak tercantum pada rilis yang dapat diakses, dan hal itu ditandai apa adanya pada kolom sumber.
6Arah perpindahan

Ke Mana Suara yang Kecewa Itu Pergi

Bila dukungan terhadap seorang petahana menyusut, suaranya hanya punya dua tempat tujuan. Ia berpindah ke nama lain, atau mengendap di kelompok yang belum menentukan pilihan. Dugaan pembuka halaman ini menyiratkan kemungkinan kedua, yaitu kekecewaan yang menggantung tanpa tujuan. Deret SMRC menunjukkan yang sebaliknya.

Bar berpasangan
Prabowo dan Dedi Mulyadi di Simulasi Semi Terbuka 20 Nama
Sumber SMRC. Panjang bar diukur pada skala 0 sampai 60 persen agar selisihnya terbaca jelas.
November 2025
Prabowo34,9%
Dedi Mulyadi19,7%
Februari sampai Maret 2026
Prabowo33,3%
Dedi Mulyadi23,3%
Juli 2026
Prabowo14,5%
Dedi Mulyadi35%
Sumber. SMRC, gelombang November 2025, Februari sampai Maret 2026, dan 5 sampai 19 Juli 2026. Gelombang terakhir memakai 749 responden dengan margin of error 3,7 persen. Kenaikan Dedi Mulyadi sebesar 15,3 poin dan penurunan Prabowo sebesar 20,4 poin sama sama berada jauh di atas margin tersebut.

Pada simulasi yang hanya menawarkan dua nama, gambarnya makin tegas. Pada Februari sampai Maret 2026 Prabowo masih unggul dengan 50,5 persen berbanding 42,6 persen. Pada Juli 2026 posisinya berbalik menjadi 28,3 persen berbanding 59 persen, sementara pemilih yang belum menentukan tinggal 12,7 persen. Angka belum menentukan yang kecil itu penting, sebab ia menutup kemungkinan bahwa suara yang hilang sedang mengambang tanpa tujuan.

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menyimpulkan bahwa bila pemilihan presiden digelar saat itu dan Prabowo maju kembali, kemungkinan dia tidak akan terpilih kembali.

Deni Irvani, Direktur Eksekutif SMRC, disampaikan pada 29 Juli 2026

Perlu ditegaskan bahwa pernyataan itu berlaku untuk keadaan pada saat survei diambil, bukan ramalan hasil pemilihan 2029. Jarak menuju pemungutan suara masih sekitar 3 tahun, dan angka sejauh itu dari hari pencoblosan lazim berubah beberapa kali. Yang bisa dipastikan hari ini hanyalah arah pergerakannya, bukan titik akhirnya.

7Sebab dan sebaran

Persepsi Publik Berbanding Angka Resmi, dan Siapa yang Paling Kecewa

Alasan ketidakpuasan yang paling banyak disebut responden adalah harga kebutuhan pokok sebesar 36 persen, disusul kesulitan ekonomi sebesar 23 persen, dengan 68 persen responden menilai keadaan ekonomi memburuk. Pemberitaan sekunderSeluruh angka pada paragraf ini bersumber dari survei Tempo Data Science. Menariknya, angka resmi pada periode yang sama tidak memperlihatkan kemerosotan sebesar itu.

Perbandingan
Yang Dirasakan Publik dan Yang Tercatat di Angka Resmi
Angka resmi dari Badan Pusat Statistik, dibandingkan dengan hasil survei persepsi pada periode berdekatan.
Hal yang diukurAngka resmiWaktu
Inflasi tahunan2,88 persenJuli 2026, bahkan tercatat deflasi bulanan 0,14 persen
Inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau2,97 persenJuli 2026, penyumbang inflasi tahunan terbesar
Tingkat pengangguran terbuka4,68 persenFebruari 2026, setara 7,24 juta orang dari 154,91 juta angkatan kerja
Pertumbuhan ekonomi5,61 persenTriwulan pertama 2026, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52 persen
Penilaian publik atas keadaan ekonomi68 persen menilai memburukSurvei Tempo Data Science, lapangan 31 Juli sampai 11 Agustus 2026, pemberitaan sekunder
Cara menafsirkan jarak ini. Angka agregat yang tenang dan pengalaman harian yang terasa berat bukan dua hal yang saling meniadakan. Inflasi umum yang rendah tetap bisa berdampingan dengan tekanan harga pangan, sebab kelompok makanan justru menjadi penyumbang inflasi tahunan terbesar, dan kelompok itulah yang paling sering dibeli rumah tangga. Pandangan Head PolitikaTim Riset Head Politika menilai jarak inilah yang paling masuk akal menjelaskan mengapa persepsi ekonomi jauh lebih negatif daripada statistiknya.

Ketidakpuasan Tertinggi Ada di Usia Muda dan di Sekitar Pusat Kekuasaan

Ketidakpuasan tidak tersebar merata. Ia menumpuk pada kelompok usia muda dan pada wilayah yang justru paling dekat dengan pusat pemerintahan.

Bar sebaran
Tingkat Ketidakpuasan Menurut Wilayah dan Usia
Sumber Tempo Data Science, lapangan 31 Juli sampai 11 Agustus 2026, 1.260 responden, margin 2,9 persen. Berasal dari pemberitaan sekunder.
Menurut wilayah
Banten76%
Jakarta73%
Jawa Tengah dan DIY68%
Sumatera dan Jawa Barat66%
Menurut kelompok usia
26 sampai 30 tahun74%
21 sampai 25 tahun67%
Catatan pembacaan. Angka pada bagian ini mengukur ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintahan, bukan pilihan calon presiden. Keduanya tidak otomatis berbanding lurus, sehingga wilayah dengan ketidakpuasan tertinggi belum tentu wilayah dengan penurunan elektabilitas terbesar. Data sebaran elektabilitas menurut wilayah tidak tersedia pada rilis yang dapat diakses.

Menanggapi sebaran wilayah tersebut, General Manager Tempo Data Science menyatakan bahwa daerah yang lebih dekat dengan kekuasaan justru optimismenya lebih rendah.

Khairul Anam, General Manager Tempo Data Science, disampaikan pada 26 Agustus 2026
8Bacaan strategis

Apa Arti Pola Ini bagi 3 Pihak yang Berkepentingan

Bagian ini ditulis sebagai pembacaan konsultan, bukan sebagai dukungan maupun serangan kepada siapa pun. Setiap butir bersandar pada angka yang sudah ditampilkan di atas, dan bila sebuah kesimpulan tidak punya dasar data, kesimpulan itu tidak dituliskan.

Bagi petahana dan partai pendukungnya
  • Keadaan yang dihadapi lebih berat daripada dugaan yang beredar. Bukan kepuasan turun sementara dukungan bertahan, melainkan keduanya turun bersama, dengan elektabilitas kehilangan 20,4 poin dalam 9 bulan.
  • Titik baliknya cepat. Pada Maret 2026 Poltracking masih menempatkan Prabowo di urutan teratas dengan 32,9 persen, dan pada Juli 2026 posisinya sudah berubah. Rentang itu hanya sekitar 4 bulan.
  • Pemicu terbesarnya harga kebutuhan pokok, disebut 36 persen responden. Karena itu rilis pertumbuhan ekonomi 5,61 persen tidak akan menggerakkan angka. Yang menggerakkan adalah harga yang benar benar terasa turun di pasar.
  • Tekanan terbesar ada di Banten dengan 76 persen dan Jakarta dengan 73 persen, dua wilayah yang paling dekat dengan pusat pemberitaan nasional.
Bagi penantang
  • Syarat yang biasanya paling sulit sudah terpenuhi. Kekecewaan sudah berpindah menjadi dukungan, terlihat dari kenaikan Dedi Mulyadi dari 19,7 persen menjadi 35 persen pada deret SMRC.
  • Ruang tambahan dari pemilih yang belum menentukan tipis, hanya 12,7 persen pada simulasi dua nama. Artinya pertumbuhan berikutnya harus diambil dari mempertahankan yang sudah berpindah, bukan dari menunggu yang ragu.
  • Kerapuhannya terlihat pada beda bentuk pertanyaan. Angka tinggi pada simulasi terbuka menandakan dukungan yang bertumpu pada nama yang sedang mudah diingat, dan ingatan publik berubah lebih cepat daripada keanggotaan partai.
  • Jarak menuju pemungutan suara masih sekitar 3 tahun. Tidak ada satu pun angka di halaman ini yang bisa dipakai memperkirakan hasil 2029.
Bagi calon legislatif di partai pendukung pemerintah
  • Menumpang pada figur presiden kini menjadi risiko yang bisa diukur. Elektabilitas Gerindra turun dari 29,3 persen menjadi 16,9 persen menurut SMRC pada Juli 2026, dan lembaga itu mengaitkannya langsung dengan turunnya evaluasi kinerja presiden.
  • Meski turun, posisinya masih teratas, di atas PDIP yang berada di 11,7 persen. Jadi persoalannya adalah laju penurunan, bukan kehilangan posisi.
  • Di daerah pemilihan yang ketidakpuasannya tinggi, pesan kampanye yang sepenuhnya menempel pada citra pusat berisiko ikut menanggung penurunan itu. Rekam jejak pribadi dan kerja di daerah menjadi pembeda yang lebih aman.
  • Kelompok usia 26 sampai 30 tahun mencatat ketidakpuasan tertinggi dengan 74 persen. Kelompok ini juga yang paling banyak mengonsumsi informasi lewat kanal digital.
Status bagian ini. Pandangan Head PolitikaSeluruh butir di atas adalah pembacaan Tim Riset Head Politika atas data yang ditampilkan di halaman ini. Tidak satu pun merupakan pernyataan lembaga survei, pemerintah, maupun partai politik.

Penutup, Satu Dugaan yang Runtuh Ketika Diuji

Halaman ini berangkat dari satu kalimat yang beredar luas, bahwa kepuasan publik runtuh sementara dukungan kepada Prabowo bertahan. Setelah diuji dengan angka dari lembaga yang sama pada 3 titik waktu, kalimat itu tidak bertahan. Kepuasan memang runtuh, tetapi dukungan ikut runtuh bersamanya, dan suara yang hilang sudah menemukan tujuan barunya.

Kesalahan yang membuat dugaan itu tampak meyakinkan sebenarnya sederhana. Dua angka dari dua lembaga berbeda disandingkan seolah mengukur hal yang sama, padahal bentuk pertanyaannya tidak sama. Kekeliruan semacam ini akan terus berulang selama rilis mentah lembaga survei tidak dapat diakses publik, dan selama angka berpindah dari ruang konferensi pers ke kepala pembaca hanya lewat satu kalimat berita.

Itu sebabnya halaman ini dibuat sebagai pelacak, bukan sebagai berita sekali tayang. Setiap ada rilis besar, tabelnya diperbarui, dan bila data baru membantah kesimpulan hari ini, kesimpulan itulah yang akan diubah, bukan datanya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

PengertianApa yang dimaksud dengan elektabilitas Prabowo?

Elektabilitas Prabowo adalah persentase responden yang menyatakan akan memilih Prabowo Subianto bila pemilihan presiden digelar pada saat survei dilakukan. Angka ini berbeda dari kepuasan publik, yang menilai kinerjanya sebagai presiden yang sedang menjabat. Satu orang bisa saja menyatakan puas atas kinerja seseorang tetapi memilih nama lain, dan sebaliknya.

Angka terbaruBerapa elektabilitas Prabowo pada survei terakhir?

SMRC mencatat 14,5 persen pada simulasi semi terbuka dengan 20 nama, dari survei berlapangan 5 sampai 19 Juli 2026 terhadap 749 responden dengan margin of error 3,7 persen. Tempo Data Science mencatat 15 persen dari survei berlapangan 31 Juli sampai 11 Agustus 2026 terhadap 1.260 responden dengan margin 2,9 persen, dan angka itu berasal dari pemberitaan sekunder karena rilis resminya belum dipublikasikan.

Uji dugaanBenarkah dukungan bertahan meski kepuasan runtuh?

Tidak, bila diuji di dalam lembaga yang sama. Pada deret SMRC, elektabilitas Prabowo turun dari 34,9 persen pada November 2025 menjadi 14,5 persen pada Juli 2026, yaitu 20,4 poin, jauh melampaui margin of error. Dugaan itu hanya cocok pada satu jeda pendek antara November 2025 dan Maret 2026, ketika kepuasan sudah jatuh sementara elektabilitas masih diam.

Beda lembagaMengapa angka kepuasan tiap lembaga berbeda jauh?

Ada tiga sebab yang bisa ditunjukkan. Pertama, objeknya berbeda, karena SMRC menanyakan kinerja Presiden Prabowo sedangkan Tempo Data Science menanyakan kinerja pemerintahan Prabowo dan Gibran. Kedua, cara wawancaranya berbeda, antara telepon dan tatap muka. Ketiga, tanggal lapangannya berbeda. Karena itu selisih angka antarlembaga tidak boleh dikurangkan begitu saja dan disebut sebagai penurunan sekian poin.

Arah suaraKe mana suara pemilih yang kecewa berpindah?

Menurut deret SMRC, sebagian besar berpindah kepada Dedi Mulyadi, yang naik dari 19,7 persen menjadi 35 persen pada periode yang sama. Suara itu tidak mengendap di kelompok belum menentukan, sebab pada simulasi dua nama kelompok tersebut hanya 12,7 persen.

Batas pembacaanApakah angka ini bisa memperkirakan hasil 2029?

Tidak. Survei memotret preferensi pada saat pengambilan data, dan jarak menuju pemungutan suara masih sekitar 3 tahun. Yang dapat dibaca hari ini hanyalah arah pergerakan, bukan titik akhirnya. Halaman ini juga tidak menyusun peringkat seluruh calon, karena bahasan itu berada di halaman lain.

Catatan Metodologi dan Transparansi

Bagian ini memuat hal hal yang biasanya disembunyikan, dan justru menjadi alasan halaman ini dapat dipercaya atau tidak.

Keterbatasan sumberRilis Tempo Data Science belum dipublikasikan

Sampai berkas ini disusun pada 27 Agustus 2026, rilis resmi survei Tempo Data Science yang diumumkan pada 26 Agustus 2026 tidak dapat ditemukan dalam bentuk dokumen maupun siaran pers daring. Yang beredar adalah berkas yang dibagikan kepada wartawan di lokasi acara. Karena itu seluruh angkanya di halaman ini ditandai sebagai pemberitaan sekunder, penandaan itu diletakkan di dalam tabel, dan akan diganti bila rilis aslinya terbit.

Angka yang tidak dipakaiBantahan resmi Indikator atas survei Juli 2026

Beredar angka kepuasan 49,5 persen yang dikaitkan dengan Indikator Politik Indonesia untuk periode 14 sampai 24 Juli 2026. Lembaga tersebut mengeluarkan surat resmi pada 28 Juli 2026 yang menyatakan tidak merilis survei nasional pada bulan itu. Angka kepuasan tersebut tidak dipakai di halaman ini, sedangkan angka elektabilitas yang berasal dari periode yang sama tetap ditampilkan dengan penanda bahwa statusnya dibantah lembaga.

Aturan hitungMengapa selisih antarlembaga tidak dikurangkan

Menyebut penurunan dari 51,1 persen versi SMRC ke 37 persen versi Tempo Data Science sebagai turun 14 poin adalah kesalahan, sebab keduanya lembaga berbeda dengan objek pertanyaan berbeda. Yang boleh dikatakan hanya bahwa keduanya menunjukkan arah yang sama. Seluruh perhitungan selisih di halaman ini dilakukan di dalam satu lembaga saja.

Rincian jumlah responden dan margin of error untuk gelombang SMRC November 2025 serta Februari sampai Maret 2026 tidak tercantum pada rilis yang dapat diakses. Penilaian bergerak atau diam untuk kedua gelombang itu memakai margin 3,7 persen milik gelombang Juli 2026 sebagai acuan, dan angka itu tergolong longgar sehingga membuat kesimpulan lebih berhati hati.

Perawatan halamanKapan halaman pelacak ini diperbarui

Halaman ini diperbarui setiap ada rilis survei nasional besar yang memuat kepuasan publik atau elektabilitas Prabowo, dengan tenggat 48 jam sejak rilis. Yang diperbarui lebih dulu adalah tabel induk, baru kemudian narasinya bila kesimpulannya berubah. Bila data baru membantah temuan hari ini, temuan itu akan dinyatakan berubah secara terbuka, bukan dihapus diam diam.

Daftar Sumber

Data resmi lembaga negara
Pemberitaan yang memuat lembaga, tanggal lapangan, dan margin
Celah sumber yang belum tertutup
  • Rilis asli Litbang Kompas Januari 2025 serta Indikator Politik Indonesia Januari 2025 dan Januari 2026 belum berhasil ditautkan langsung, sehingga angkanya ditampilkan sebagai rujukan tanpa tautan.Bila dokumen aslinya ditemukan, tautannya akan ditambahkan pada pembaruan berikutnya.
  • Rilis SMRC untuk gelombang November 2025 dan Februari sampai Maret 2026 tidak memuat jumlah responden dan margin of error pada bagian yang dapat diakses.Hal ini sudah ditandai pada kolom sumber di tabel induk.

Bacaan Lanjutan di Head Politika

Tiga tulisan berikut sudah tayang dan melengkapi halaman ini dari sudut yang berbeda.

Kenapa Kepuasan Publik ke Prabowo Anjlok 30 Poin? Ini DatanyaBaca ini bila Anda ingin menelusuri sebab sebab turunnya kepuasan secara lebih rinci, karena halaman pelacak ini hanya merangkumnya.

FORMAS dan 103 ormas: membaca konsolidasi masyarakat sipil

Jaringan organisasi yang dikukuhkan adik Presiden pada Agustus 2026, dan apa nilainya sebagai infrastruktur politik menuju 2029.
Dedi Mulyadi 35 Persen, Prabowo 14,5 Persen: Kenapa Bisa TerbalikBaca ini untuk pembahasan khusus mengenai pembalikan posisi antara keduanya, yang di sini hanya ditampilkan sebagai data perpindahan suara.

Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Turun, ke Mana SuaranyaBaca ini bila Anda calon legislatif atau pengurus partai, sebab dampak pola ini pada tingkat partai dibahas lebih dalam di sana.

Ditulis, dianalisis, dan dipublikasikan oleh Tim Head Politika. Halaman ini bersifat pelacak dan diperbarui mengikuti rilis survei terbaru. Bila Anda menemukan angka yang keliru, memiliki rilis asli yang belum kami tautkan, atau ingin menggunakan hak jawab, silakan hubungi Head Politika Head Politika dan koreksinya akan kami tampilkan secara terbuka.
Bacaan lanjutan di Head Politika
Peta elektabilitas capres 2029 dari waktu ke waktu
Seluruh survei nasional dalam satu tabel, lengkap dengan tanggal lapangan, jumlah responden, dan bentuk pertanyaannya.
Elektabilitas Dedi Mulyadi: anatomi kenaikan tercepat
Nama yang paling sering disandingkan dengan Prabowo dalam survei terbaru. Dari mana angkanya datang.
Kenapa kepuasan publik ke Prabowo anjlok 30 poin
Bedah rilis SMRC Juli 2026, titik awal penurunan yang dilacak halaman ini.
Keterbukaan
Head Politika juga menyelenggarakan survei sebagai bagian dari layanannya. Penilaian di halaman ini disusun dari dokumen publik yang dapat diperiksa siapa pun, dan tidak dimaksudkan untuk menilai mutu satu lembaga dibanding lembaga lain.
Bagikan
Tentang Penulis

Ditulis oleh Tim Head Politika, konsultan politik Indonesia yang mendampingi kandidat eksekutif dan legislatif melalui riset data, strategi kampanye terukur, dan komunikasi yang efektif sejak 2014.

Konsultasi Gratis

Ingin Peta Politik Dapil Anda Dibaca dengan Data?

Diskusikan situasi Anda langsung dengan tim kami. Tanpa biaya, tanpa keterikatan, hanya pembicaraan jujur tentang peluang Anda.

Mulai Konsultasi Gratis
Daftar Isi