Wawasan
Cara Mendaftar Caleg Lewat Partai dari Pendekatan Awal sampai Masuk DCT

Cara Mendaftar Caleg Lewat Partai dari Pendekatan Awal sampai Masuk DCT
Pendaftaran resmi ke KPU hanyalah babak akhir. Dapil, nomor urut, dan peluang Anda sudah diputuskan di dalam partai jauh sebelum itu. Artikel ini memetakan urutan langkahnya, siapa yang Anda temui di tiap titik, dan apa yang menentukan hasilnya.
Kebanyakan orang yang ingin maju sebagai calon anggota legislatif membayangkan prosesnya dimulai dari loket KPU. Kenyataannya, KPU tidak pernah membuka loket untuk perorangan. Satu satunya pintu masuk adalah partai politik, dan di dalam partai itu sebagian besar keputusan yang menentukan nasib Anda sudah selesai sebelum tahapan resmi dibuka. Pada Pemilu 2024, partai mengajukan nama ke KPU pada 1 sampai 14 Mei 2023, sembilan bulan sebelum hari pemungutan suara. Nama yang masuk pada hari itu adalah hasil penjaringan, seleksi, dan tawar menawar nomor urut yang berlangsung berbulan bulan sebelumnya.
Artikel ini ditulis untuk Anda yang bukan kader dan belum punya jalur masuk. Kami tidak mengulang pengertian caleg dan cara suara diubah menjadi kursi yang sudah dibahas di artikel pilar tentang caleg, dan tidak mengulang rincian syarat serta berkas yang sudah tuntas di artikel syarat menjadi caleg. Fokus kami satu: proses. Urutan langkah, pihak yang ditemui, keputusan yang diambil di tiap titik, dan hal yang sebenarnya menentukan hasil.
Dua arena, satu pintu
Proses pencalonan legislatif berjalan di dua arena yang berbeda waktunya. Arena pertama adalah negara, yakni rangkaian tahapan yang diatur KPU lewat peraturan pencalonan. Pada Pemilu 2024, rangkaian inti dari pengajuan bakal calon sampai verifikasi perbaikan memakan waktu sekitar enam bulan, dan seluruh rangkaian sampai penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) berlangsung dari akhir April sampai 3 November 2023 (KPU, PKPU 10/2023). Arena kedua adalah partai, dan arena inilah yang tidak tercantum di jadwal mana pun.
Pintu penghubung dua arena itu satu, yaitu Silon. KPU tidak menerima berkas dari perorangan. Partai mengunggah dokumen bakal calon melalui akun operator yang ditunjuk pengurus, sesuai tingkatannya: pengurus pusat untuk DPR, pengurus provinsi untuk DPRD provinsi, dan pengurus kabupaten atau kota untuk DPRD kabupaten atau kota. Bakal calon menyiapkan dokumennya, tetapi tidak memegang akses ke sistem. Ini alasan pertama mengapa hubungan dengan pengurus menentukan segalanya.
Putusan MK 135/PUU-XXII/2024 (26 Juni 2025) memisahkan pemilu nasional dan pemilu daerah, sehingga pemilu DPR dan DPRD tidak lagi serentak pada siklus berikutnya. Putusan MK 128/PUU-XXIV/2026 (25 Mei 2026) menegaskan partai yang tidak memenuhi kuota perempuan 30 persen bisa tidak diikutsertakan di dapil terkait. Revisi UU Pemilu dibahas Komisi II DPR sepanjang 2026 dan ditargetkan sah akhir tahun, tetapi sampai riset ini disusun belum ada teks final. Jadwal di atas karena itu adalah acuan pola, bukan jadwal pasti untuk pemilu berikutnya.
Tiga lapis aturan yang tidak boleh dicampur
Kesalahan paling umum pendatang baru adalah memperlakukan semua informasi tentang pencalonan sebagai satu jenis aturan. Padahal ada tiga lapis yang bobot kepastiannya sangat berbeda. Lapis pertama adalah ketentuan negara dalam UU Pemilu dan PKPU: mengikat semua partai dan bisa diperiksa siapa pun. Lapis kedua adalah ketentuan internal partai dalam AD/ART dan peraturan partai: mengikat hanya partai itu, dan dari riset kami hanya PDI-P yang peraturan rekrutmennya dapat dirujuk dengan nomor dokumen. Lapis ketiga adalah praktik yang hanya hidup dalam kesaksian, tanpa dokumen apa pun.
Ketuk tiap lapis di bawah ini untuk melihat bagaimana enam isu yang sama diperlakukan berbeda di tiap lapis.
TerverifikasiMengikat semua partai. Dapat dicek di naskah UU 7/2017 dan PKPU 10/2023.
- Seleksi bakal calon
- Wajib dilakukan secara demokratis dan terbuka sesuai AD/ART partai (Pasal 241 UU 7/2017). Negara tidak menetapkan standar minimal yang bisa diaudit.
- Nomor urut
- Daftar bakal calon disusun berdasarkan nomor urut (Pasal 243 UU 7/2017). Tidak ada kriteria penentuannya dalam undang undang.
- Lama keanggotaan
- Tidak diatur. Bakal calon hanya wajib berstatus anggota partai yang dibuktikan kartu tanda anggota.
- Domisili
- Cukup bertempat tinggal di wilayah NKRI (Pasal 240 UU 7/2017), bukan di dapil tempat dicalonkan.
- Biaya pendaftaran
- Pasal 228 UU 7/2017 soal imbalan pencalonan hanya menyebut pencalonan presiden dan wakil presiden. Untuk pileg tidak ada pasal pidana khusus yang tegas.
- Kuota perempuan
- Minimal 30 persen per dapil (Pasal 245 UU 7/2017), diperkuat Putusan MK 128/PUU-XXIV/2026 yang membolehkan partai digugurkan di dapil terkait.
Berbeda antarpartaiMengikat satu partai saja. Sebagian dipublikasikan, sebagian hanya diketahui dari kajian akademik atau pernyataan pengurus.
- Seleksi bakal calon
- PDI-P memakai penjaringan, penyaringan, dan penetapan berdasarkan SK DPP 061/TAP/DPP/III/2019. PKS memakai penugasan tertutup berbasis kaderisasi. Golkar dan PKB menggabungkan pendaftaran terbuka dengan seleksi internal.
- Nomor urut
- PDI-P memakai skoring jabatan partai, kualifikasi kader, dan rekam jejak (Peraturan PDI-P Nomor 25A Tahun 2018). Demokrat lewat Bappilu lalu Majelis Tinggi Partai. PKB lewat rapat wilayah dengan persetujuan DPP.
- Lama keanggotaan
- Tidak ada angka baku yang ditemukan. Partai berbasis kader seperti PKS dan PDI-P memprioritaskan kader lama lewat sistem skoring atau jenjang kaderisasi.
- Domisili
- Penempatan dapil adalah kebijakan pengurus. Partai bebas menempatkan bakal calon di luar daerah asalnya.
- Biaya pendaftaran
- Sejumlah partai menyatakan pendaftaran gratis sebagai komitmen internal, di antaranya Partai Buruh dan NasDem Tanjungpinang untuk Pemilu 2024.
- Kuota perempuan
- Partai menyusun sendiri cara memenuhinya. PKB misalnya menyebut unsur perempuan 30 persen sebagai salah satu kategori kebutuhan partai (Kompas.id, 2 Mei 2023).
Belum terverifikasiHanya hidup dalam kesaksian, kabar, atau dugaan. Tidak boleh dianggap prosedur, tetapi juga tidak boleh diabaikan saat Anda menimbang risiko.
- Seleksi bakal calon
- Cerita tentang restu elite dan kedekatan personal sebagai penentu utama. Sering disebut, jarang terdokumentasi.
- Nomor urut
- Dugaan lelang nomor cantik kepada calon berkantong tebal. Perludem menyebut skema berbasis abjad membuka peluang ini (Alinea.id, 2023), tetapi tidak ada kasus terbukti untuk pileg.
- Lama keanggotaan
- Praktik rekrutmen kader instan menjelang pemilu. Legal secara negara, dikritik pengamat, dibela sebagian partai dengan alasan kebutuhan elektoral.
- Domisili
- Penempatan calon dari luar dapil yang tidak dikenal pemilih setempat. Terjadi dan sah, tetapi risikonya elektoral, bukan hukum.
- Biaya pendaftaran
- Kabar mahar ratusan juta sampai miliaran untuk pileg. Yang terverifikasi hanya dua kasus bernilai jauh lebih kecil, dibahas di bagian 06.
- Kuota perempuan
- Perempuan ditempatkan di nomor buntut sekadar memenuhi kuota. Data penempatan petahana di bagian 05 memberi gambaran tidak langsung.
Enam langkah dari pendekatan awal sampai masuk DCT
Urutan di bawah ini menggabungkan dua arena tadi menjadi satu jalan. Empat langkah pertama terjadi di dalam partai dan hampir tidak ada yang tercatat di jadwal KPU. Dua langkah terakhir adalah tahapan negara. Pada tiap langkah kami sebutkan siapa yang Anda temui, keputusan apa yang diambil di titik itu, dan apa yang menentukan hasilnya. Label lapis menunjukkan dari mana informasinya berasal.
01Sebelum apa punMenjadi anggota partai dan memegang kartu tanda anggota
NegaraKartu tanda anggota adalah salah satu dokumen wajib pencalonan (Pasal 240 UU 7/2017). Negara tidak mensyaratkan lama minimal keanggotaan, sehingga orang yang baru bergabung menjelang pemilu tetap sah dicalonkan.
PartaiTidak ada angka baku lama keanggotaan yang kami temukan di aturan partai mana pun. Yang ada adalah prioritas bagi kader lama lewat sistem skoring atau jenjang kaderisasi.
02Satu sampai dua tahun sebelum pemiluMasuk radar penjaringan bakal calon
NegaraUU hanya mewajibkan seleksi dilakukan secara demokratis dan terbuka sesuai AD/ART (Pasal 241 UU 7/2017). Cara menjalankannya diserahkan penuh kepada partai.
PraktikKajian akademik atas PKS menyebut penjaringan dibuka paling lambat dua tahun sebelum pemilu. Kami tidak menemukan dokumen serupa untuk partai lain, sehingga rentang ini tidak boleh dianggap berlaku umum.
03Berbulan bulan sebelum pengajuanSeleksi internal: rekam jejak, uji kelayakan, dan elektabilitas
PartaiDokumen yang dapat dirujuk dengan nomor hanya milik PDI-P, yaitu SK DPP 061/TAP/DPP/III/2019 dan Peraturan Partai Nomor 25A Tahun 2018. Partai lain kami ketahui dari kajian akademik dan pernyataan pengurus di media.
PraktikUji kelayakan, psikotes, dan survei elektabilitas internal sering disebut sebagai tahapan lazim, tetapi tidak semua partai memakainya dan tidak ada yang mempublikasikan pedomannya. Tanyakan langsung ke pengurus partai yang Anda tuju.
04Titik keputusan paling menentukanPenetapan daerah pemilihan dan nomor urut
NegaraDaftar disusun berdasarkan nomor urut (Pasal 243 UU 7/2017). Partai boleh mengajukan paling banyak 100 persen dari jumlah kursi dapil, dengan minimal 30 persen perempuan dan setiap tiga nama minimal satu perempuan (PKPU 10/2023). Tidak ada jalur gugatan ke lembaga negara atas nomor urut.
PartaiSengketa nomor urut diselesaikan lewat mekanisme internal. Wasekjen PDI-P Arif Wibowo menyatakan konflik nomor urut umumnya terjadi karena bakal calon tidak memahami aturan internal partai (Kompas.id, 18 April 2023).
05Sembilan bulan sebelum pemungutan suaraDokumen diunggah ke Silon dan diverifikasi KPU
NegaraJadwal 2024: pengajuan 1 sampai 14 Mei, verifikasi 15 Mei sampai 23 Juni, verifikasi perbaikan 10 Juli sampai 6 Agustus 2023 (PKPU 10/2023). Kepala daerah dan ASN yang maju wajib mengundurkan diri, dan surat pemberhentiannya punya batas akhir tersendiri (Pasal 14 PKPU 10/2023).
06Enam sampai tiga setengah bulan sebelum pemungutan suaraDCS, masa tanggapan masyarakat, dan penetapan DCT
NegaraSetelah DCT ditetapkan pada 3 November 2023, daftar bersifat tetap. Bakal calon tidak dapat lagi diganti dan tidak dapat mengundurkan diri lewat mekanisme KPU. Sebab pencoretan dibahas di bagian 07.
Bagaimana enam partai memilih calonnya
Tidak ada satu prosedur yang berlaku untuk semua partai. Tabel berikut merangkum enam partai yang mekanismenya dapat kami telusuri. Kolom terakhir adalah yang terpenting: dari mana informasinya berasal. Hanya PDI-P yang aturannya dapat dirujuk dengan nomor dokumen. Lima partai lain kami ketahui dari kajian akademik atau pernyataan pengurus di media, sehingga rinciannya bisa berbeda dengan praktik di daerah Anda. Jangan menggeneralisasi satu partai menjadi semua partai.
Nomor urut dan tempat perempuan di daftar
Nomor urut adalah satu satunya keputusan partai yang langsung terlihat di surat suara, dan karena itu paling diperebutkan. Sistem proporsional terbuka membuat nomor urut secara hukum tidak menentukan siapa yang terpilih, tetapi data pendaftaran menunjukkan partai tetap memperlakukannya sebagai aset. Pada Pemilu 2024, Formappi mencatat 521 dari 575 anggota DPR petahana didaftarkan kembali, dan 319 di antaranya ditempatkan di nomor urut 1. Pendatang baru karena itu bersaing memperebutkan nomor yang tersisa.
Bagaimana partai membenarkan pilihannya? Tiga pengurus dan satu calon memberi jawaban yang berbeda, dan perbedaannya justru menunjukkan tidak adanya standar bersama.
Konflik nomor urut umumnya terjadi karena bakal caleg tidak memahami aturan internal partai. PDI-P memiliki sistem skoring dan kualifikasi kader.
Arif Wibowo, Wasekjen DPP PDI-P, dikutip Kompas.id, 18 April 2023. Parafrase Tim Head Politika.
Penomoran berdasarkan abjad biasanya diikuti partai yang belum punya sistem kaderisasi yang baik, yang merekrut dari luar dan instan.
Mardani Ali Sera, Ketua DPP PKS, dikutip Alinea.id, 23 Mei 2023.
Penentuan nomor urut merupakan keputusan partai. Petahana biasanya menduduki nomor urut 1, meski Golkar juga punya mekanisme berdasarkan kinerja.
Christina Aryani, calon Golkar Dapil DKI Jakarta II, di kantor Formappi, 31 Januari 2019, dikutip Kompas.com. Parafrase Tim Head Politika.
Pandangan Head Politika: bagi pendatang baru, tiga hal yang masih bisa dipengaruhi adalah waktu masuk partai, skor internal yang dibangun sejak dini, dan data elektabilitas yang dibawa sendiri ke meja pengurus. Status petahana dan kedekatan dengan elite berada di luar kendali Anda, dan tidak perlu dipaksakan.
Mahar politik: yang terbukti dan yang cuma beredar
Hampir setiap orang yang menimbang maju pernah mendengar cerita tentang mahar. Kami memeriksa cerita itu dengan satu disiplin: setiap kabar diberi status sesuai buktinya, dan tidak ada yang dinaikkan statusnya. Hasilnya berbeda jauh dari kesan umum. Untuk pemilu legislatif, kasus yang terverifikasi bernilai jutaan rupiah, bukan miliaran, dan kasus miliaran yang sering dikutip sebenarnya berasal dari pilkada.
Ada satu celah hukum yang perlu Anda tahu sejak awal. Pasal 228 UU 7/2017, satu satunya pasal yang secara tegas melarang imbalan dalam pencalonan, hanya menyebut pencalonan presiden dan wakil presiden, dan mensyaratkan pembuktian lewat putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Untuk pencalonan legislatif, tidak ada pasal pidana khusus yang setegas itu. Karena itu pernyataan partai bahwa pendaftaran gratis adalah komitmen internal, bukan kepatuhan pada ancaman pidana tertentu.
Pandangan Head Politika: bila Anda dimintai uang atas nama pendaftaran, mintalah kuitansi resmi berkop partai. Permintaan yang tidak berani dituliskan adalah permintaan yang tidak diakui partai itu sendiri, dan kasus PSI Palembang menunjukkan partai bersedia menindak bila ada bukti. Laporan ke Bawaslu tetap mungkin, tetapi dengan celah Pasal 228 di atas, jangan berharap prosesnya sekuat kasus pilkada.
Yang bisa menggugurkan pencalonan sebelum DCT
Masuk daftar yang diajukan partai bukan jaminan nama Anda sampai ke surat suara. Pada Pemilu 2024, dari 10.323 bakal calon DPR yang diajukan 18 partai, 9.917 yang akhirnya ditetapkan di DCT. Selisih 406 nama itu gugur di verifikasi, di masa tanggapan masyarakat, atau ditarik partainya sendiri. Corong di bawah ini menunjukkan di mana penyusutan terbesar terjadi, dan daftar sesudahnya merinci sebab yang terdokumentasi.
Mengapa pendatang baru gagal, dan apa yang bisa diperbaiki
Tiga persoalan berulang muncul di hampir semua sumber yang kami baca: rekrutmen yang tidak transparan, jarak antara aturan tertulis dan praktik, dan ketimpangan informasi yang dialami pendatang baru. Ketiganya bukan kebetulan. Masing masing punya sebab struktural yang bisa ditelusuri sampai pasal undang undang, dan karena itu punya jalan keluar yang berbeda tingkat kewenangannya.
APersoalan pertamaRekrutmen tidak transparan
BPersoalan keduaJarak antara aturan tertulis dan praktik
CPersoalan ketigaKetimpangan informasi bagi pendatang baru
- Masuk partai lebih awal dan pahami aturan internalnya
- Minta salinan peraturan rekrutmen dan kriteria skoring bila ada, karena waktu keanggotaan dan jenjang kader adalah komponen skor di partai berbasis kader.Implikasi pernyataan Arif Wibowo, PDI-P, 2023.
- Bawa data elektabilitas Anda sendiri ke meja pengurus
- Partai yang memakai pertimbangan elektoral menilai bakal calon dari bukti dukungan, bukan dari klaim. Survei yang metodologinya bisa dipertanggungjawabkan adalah bahan tawar yang paling sulit dibantah pengurus.Pandangan Head Politika berdasarkan mekanisme Golkar dan PAN.
- Siapkan dokumen jauh sebelum operator memintanya
- SKCK, surat sehat, dan legalisasi ijazah punya antrean sendiri. Bakal calon yang gugur karena berkas adalah kegagalan yang paling mudah dicegah.Kasus Pandeglang 2023.
- Pemilu internal partai untuk menyusun daftar calon
- Kader dan konstituen dilibatkan memilih daftar, bukan hanya pengurus pusat.Hanta Yuda AR, The Indonesian Institute.
- Rekrutmen berbasis meritokrasi yang transparan dan akuntabel
- Kriteria diumumkan sebelum penjaringan, skor dibuka kepada bakal calon yang dinilai.Muhammad Uhaib As’ad, akademisi; Panduan Rekrutmen dan Kaderisasi Partai Politik, KPK.
- Transparansi pencalonan agar masyarakat bisa memberi catatan
- Daftar bakal calon internal dibuka sebelum diajukan ke KPU, sehingga koreksi publik terjadi lebih awal.Djarot Saiful Hidayat, PDI-P.
- Syarat minimal lama keanggotaan dalam UU Pemilu
- Tiga tahun untuk DPR dan dua tahun untuk DPRD, dibuktikan dengan sekolah partai, untuk menutup jalur kader instan.Titi Anggraini, Perludem dan UI, di MK 15 Mei 2023 dan RDPU Komisi II DPR 26 Februari 2025.
- Penguatan kelembagaan partai masuk revisi UU Pemilu
- Survei Litbang Kompas medio April 2026 mencatat 61,9 persen responden menilai agenda penguatan partai perlu masuk revisi.Litbang Kompas, 2026; Kris Nugroho, Universitas Airlangga.
- Standar seleksi yang dapat diaudit
- Pasal 241 diberi turunan berupa standar minimal transparansi, sehingga frasa demokratis dan terbuka punya ukuran.Sintesis Tim Head Politika atas usulan Perludem dan The Indonesian Institute.
Untuk mencegah kehadiran petualang politik oportunis atau caleg kutu loncat, apa pun pilihan sistemnya mesti disertai syarat caleg harus berstatus kader partai selama kurun waktu tertentu.
Titi Anggraini, Dewan Pembina Perludem dan pengajar hukum pemilu UI, sidang uji materi sistem pemilu di Mahkamah Konstitusi, 15 Mei 2023.
Yang perlu Anda pegang sebelum melangkah
Mendaftar sebagai caleg lewat partai bukan urusan mengisi formulir pada bulan yang ditentukan KPU. Ia adalah urusan masuk ke sebuah organisasi, memahami cara organisasi itu memilih orangnya, dan menempatkan diri di dalam mekanisme itu jauh sebelum tenggat negara tiba. Tiga hal yang kami harap tertinggal setelah Anda membaca: satu, pintu masuknya partai dan hanya partai; dua, aturan yang mengikat Anda berlapis tiga dan tidak boleh dicampur; tiga, keputusan yang menentukan nasib Anda diambil di arena yang tidak punya jadwal publik, sehingga datang lebih awal adalah satu satunya strategi yang benar benar berada di tangan Anda.
Kritik kami kepada partai sudah kami tuliskan beserta usulan perbaikannya. Kritik kami kepada pembaca lebih sederhana: jangan percaya cerita yang tidak berani ditulis, dan jangan mengabaikan aturan yang sudah ditulis.
Pertanyaan yang paling sering diajukan
01Saya bukan kader partai. Harus mulai dari mana?
Mulai dari partai, bukan dari KPU, dan mulai jauh sebelum tahapan resmi dibuka. Pasal 241 UU 7/2017 menyerahkan seleksi bakal calon sepenuhnya kepada partai sesuai AD/ART masing masing, sehingga keputusan tentang dapil dan nomor urut selesai di dalam partai sebelum pendaftaran ke KPU.
02Kapan pendaftaran resmi caleg dibuka?
Paling lambat sembilan bulan sebelum hari pemungutan suara, sesuai Pasal 247 ayat (2) UU 7/2017. Pada Pemilu 2024, partai mengajukan bakal calon ke KPU pada 1 sampai 14 Mei 2023. Jadwal pemilu berikutnya menunggu PKPU baru dan hasil revisi UU Pemilu.
03Saya mendaftar ke KPU atau ke partai?
Ke partai. Hanya partai politik peserta pemilu yang dapat mengajukan bakal calon ke KPU, dan pengajuannya lewat Sistem Informasi Pencalonan (Silon) yang akunnya dipegang operator partai. Perorangan tidak memiliki akun Silon (PKPU 10/2023).
04Apakah harus menjadi anggota partai lebih dulu?
Ya. Bakal calon wajib berstatus anggota partai politik peserta pemilu yang dibuktikan dengan kartu tanda anggota, sesuai Pasal 240 UU 7/2017. Tanpa kartu tanda anggota, dokumen pencalonan tidak lengkap.
05Berapa lama harus menjadi anggota sebelum boleh dicalonkan?
Negara tidak menetapkan lama minimal keanggotaan. Usulan satu sampai tiga tahun berulang kali diajukan, antara lain oleh Perludem, tetapi sampai riset ini disusun belum masuk undang undang. Aturan internal partai bisa memprioritaskan kader lama lewat skoring, tetapi itu kebijakan partai, bukan syarat hukum.
06Apakah saya wajib tinggal di daerah pemilihan tempat saya dicalonkan?
Tidak. Pasal 240 UU 7/2017 hanya mensyaratkan bertempat tinggal di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Partai bebas menempatkan bakal calon di dapil mana pun. Risikonya elektoral, yakni tidak dikenal pemilih setempat, bukan risiko hukum.
07Siapa yang menentukan nomor urut saya?
Partai. Pasal 243 UU 7/2017 hanya mengatur bahwa daftar bakal calon disusun berdasarkan nomor urut, tanpa kriteria penentuannya. Kriteria dan pemutusnya berbeda antarpartai, misalnya skoring di PDI-P atau Majelis Tinggi Partai di Demokrat.
08Bisakah nomor urut digugat ke pengadilan atau Bawaslu?
Tidak ada jalur gugatan ke lembaga negara atas nomor urut yang kami temukan, karena nomor urut adalah kewenangan internal partai. Sengketa diselesaikan lewat mekanisme internal partai masing masing.
09Apakah ada biaya pendaftaran caleg?
Sejumlah partai menyatakan pendaftaran bakal calon gratis, di antaranya Partai Buruh dan NasDem Tanjungpinang untuk Pemilu 2024. Tidak ada pasal pidana khusus yang melarang mahar dalam pencalonan legislatif, karena Pasal 228 UU 7/2017 hanya menyebut pencalonan presiden dan wakil presiden. Permintaan uang dapat dilaporkan ke Bawaslu, tetapi dasar hukumnya untuk pileg lemah.
10Apa saja yang bisa membatalkan pencalonan saya?
Berkas administrasi yang bermasalah, tidak memenuhi syarat hukum, tanggapan masyarakat yang terbukti, penarikan oleh partai, pengunduran diri sebelum DCT, dan surat pemberhentian yang tidak diserahkan bagi kepala daerah, ASN, TNI, dan Polri. Setelah DCT ditetapkan, daftar bersifat tetap dan tidak dapat diganti.
11Berapa banyak nama yang boleh diajukan partai di satu dapil?
Paling banyak 100 persen dari jumlah kursi di dapil itu, dengan minimal 30 persen perempuan dan pola setiap tiga nama berurutan minimal satu perempuan (PKPU 10/2023). Putusan MK 128/PUU-XXIV/2026 menegaskan partai yang tidak memenuhi kuota perempuan bisa tidak diikutsertakan di dapil terkait.
12Apakah petahana selalu diprioritaskan partai?
Cenderung ya. Pada Pemilu 2024, 521 dari 575 anggota DPR petahana atau 90,61 persen didaftarkan kembali, dan 319 di antaranya ditempatkan di nomor urut 1 (Formappi, 2023). Tidak ada aturan yang mewajibkannya, tetapi praktiknya konsisten di hampir semua partai.
Catatan metodologi
Artikel ini disusun dari riset berbasis pencarian yang dikerjakan Tim Head Politika pada 25 Agustus 2026. Sumber diurutkan menurut hierarki: peraturan KPU dan naskah UU Pemilu, dokumen internal partai yang dipublikasikan, putusan Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung, data resmi KPU dan Bawaslu, jurnal akademik tentang kepartaian, lalu pemberitaan media arus utama yang menyebut sumber primernya. Blog tanpa penulis dan situs agregator tidak dipakai.
Setiap klaim diberi label lapis. Lapis negara hanya diisi ketentuan yang kami baca langsung dari UU 7/2017 atau PKPU 10/2023. Lapis partai hanya diisi bila ada dokumen bernomor, kajian akademik yang terbit, atau pernyataan pengurus dengan nama dan tanggal. Lapis praktik diisi kabar yang beredar dan kami sebut apa adanya sebagai belum terverifikasi. Kami tidak menaikkan status apa pun.
Persentase petahana di nomor urut 1 (61,2 persen) dan di nomor urut 1 sampai 3 (84,6 persen) kami hitung sendiri dari angka absolut Formappi, yaitu 319 dan 441 dari 521 petahana. Untuk keterwakilan perempuan DPR 2024 sampai 2029, Setjen DPR menyebut 127 kursi atau 21,9 persen sementara Perludem menghitung 128 kursi atau 22,1 persen; kedua angka kami tampilkan tanpa memilih salah satunya. Rentang bulan pada jalur partai di bagian 01 adalah perkiraan kami dari kajian PKS dan pernyataan pengurus PAN, PDI-P, dan Demokrat, bukan jadwal resmi.
Celah riset yang perlu diketahui pembaca. Naskah peraturan rekrutmen yang dapat dirujuk dengan nomor hanya kami temukan untuk PDI-P. Golkar, PKB, Demokrat, PAN, dan PKS kami ketahui dari kajian akademik dan pernyataan pengurus. Gerindra, NasDem, dan PPP tidak masuk tabel karena datanya tidak cukup. Persentase nasional caleg DPR terpilih 2024 yang menempati nomor urut 1 tidak tersedia sebagai angka resmi tunggal. Penomoran huruf pada Pasal 240 UU 7/2017 kami konfirmasi lewat Hukumonline dan rujukan gugatan MK, dan sebaiknya dicek ulang di JDIH sebelum dikutip untuk keperluan hukum. Kutipan Arif Wibowo dan Christina Aryani adalah parafrase kami dari pemberitaan, bukan kutipan verbatim.
Daftar sumber
Bacaan lanjutan di Head Politika
Apa Itu Caleg? Pengertian, Tugas, dan Jalan Menuju Kursi. Artikel pilar klaster ini, untuk memahami kedudukan hukum caleg dan cara suara diubah menjadi kursi sebelum memutuskan maju.
Syarat Menjadi Caleg: Dokumen dan Ketentuan yang Harus Dipenuhi. Daftar lengkap berkas dan ketentuan khusus bagi PNS, TNI, Polri, dan pejabat daerah, pasangan wajib dari langkah 05 di atas.
Layanan Survei Elektabilitas dan Riset Politik. Bila Anda ingin membawa data elektabilitas yang metodologinya bisa dipertanggungjawabkan ke meja pengurus partai, di sinilah Head Politika bekerja.
Ditulis, dianalisis, dan dipublikasikan oleh Tim Head Politika. Riset diselesaikan 25 Agustus 2026. Bila Anda pengurus partai yang mekanismenya kami sebut dan ingin memberi koreksi atau hak jawab, hubungi Head Politika melalui halaman kontak, dan koreksi yang terbukti akan kami muat.
Ingin Peta Politik Dapil Anda Dibaca dengan Data?
Diskusikan situasi Anda langsung dengan tim kami. Tanpa biaya, tanpa keterikatan, hanya pembicaraan jujur tentang peluang Anda.
Mulai Konsultasi Gratis
