Konsultasi Gratis
Wawasan

Bagaimana Head Politika Memberi Nilai pada Profil Tokoh

Ditulis oleh Tim Head Politika 2 September, 2026 12 menit baca
Bagaimana Head Politika Memberi Nilai pada Profil Tokoh

Metodologi

Bagaimana Head Politika Memberi Nilai pada Profil TokohRubrik terbuka, angka yang bisa Anda hitung ulang

Setiap profil tokoh di Head Politika berakhir dengan satu angka. Halaman ini menjelaskan dari mana angka itu datang, apa yang diukurnya, apa yang tidak, dan bagaimana Anda bisa membantahnya dengan hitungan Anda sendiri.

Pembaruan terakhir 29 Agustus 2026

Terbit pertama kali, memuat aturan versi 5. Halaman ini diperbarui setiap kali rubriknya berubah, dan nomor versinya selalu dicantumkan. Perubahan tidak pernah diberlakukan surut tanpa diumumkan.

Ada satu pertanyaan yang selalu muncul ketika orang membaca profil politik: sebenarnya tokoh ini kuat atau tidak. Jawabannya biasanya berupa kesan. Dia dekat dengan istana, dia punya massa, dia orang lama. Semua terdengar masuk akal, dan tidak satu pun bisa diperiksa. Head Politika memilih jalan lain, yaitu memberi angka, lalu membuka seluruh cara menghitungnya supaya Anda bisa membantahnya.

Poin Penting dalam 30 Detik

Enam hal yang perlu Anda tahu sebelum membaca skor mana pun di situs ini.

  1. Skor mengukur modal politik hari ini, bukan peluang menang pemilu, bukan mutu kepemimpinan, dan bukan integritas pribadi.
  2. Ada 7 pilar yang sama untuk semua orang, dari menteri sampai relawan. Yang berubah hanya tangga penilaiannya.
  3. Bobot tiap pilar adalah pilihan Head Politika, bukan temuan ilmiah. Kami terbitkan supaya bisa diperdebatkan.
  4. Skor ditulis bilangan bulat beserta pitanya, misalnya 70 dengan pita 60 sampai 81. Angka berkoma adalah ketelitian palsu.
  5. Bila selisih dua tokoh di bawah 10, anggap keduanya setara. Peringkat kami memakai kelompok, bukan nomor urut.
  6. Pilar yang datanya tidak ada tidak diberi angka tengah. Ditandai tidak dapat dinilai, dan alasannya ditulis.
Masalah yang kami coba pecahkan

Kesan tidak bisa dibantah, angka bisa

Kalau saya menulis bahwa seorang politikus punya pengaruh besar, Anda tidak punya cara untuk membuktikan saya salah. Kalimat itu terlalu lentur. Ia bisa dibela dari sudut mana pun, dan justru karena itu ia tidak bernilai.

Angka bekerja sebaliknya. Begitu kami menulis 70, kami terikat. Anda bisa bertanya dari mana angka 70, lalu memeriksa tiap komponennya, lalu menunjukkan bagian mana yang menurut Anda keliru. Itu yang kami inginkan.

Karena itu setiap skor di Head Politika selalu datang bersama rubriknya, data mentahnya, sumbernya, dan hitungannya. Bukan sebagai lampiran, melainkan di dalam halaman yang sama.

Angka yang tidak bisa diperiksa tidak lebih baik daripada kesan.

Bahan penilaian

7 pilar yang dipakai untuk semua orang

Tujuh pilar berikut tidak pernah berubah, siapa pun yang dinilai. Menteri, gubernur, anggota DPRD, pengurus partai, tenaga ahli, sampai relawan, semuanya diukur dengan tujuh hal yang sama. Kalau pilarnya ikut berubah antartokoh, hasilnya bukan peringkat, hanya kumpulan angka yang kebetulan berdampingan.

1. Modal elektoralbobot 20Kemampuan mengumpulkan suara atas nama sendiri. Satu satunya modal yang tidak bisa diberikan orang lain.
2. Modal kelembagaanbobot 20Kekuasaan yang melekat pada jabatan sekarang. Di Indonesia, jabatan menentukan agenda lebih cepat daripada popularitas.
3. Modal partaibobot 15Posisi di partai dan kedekatan ke pusat keputusan. Tanpa partai, tidak ada tiket.
4. Modal jaringanbobot 15Kemampuan bekerja lintas kekuatan. Semua keputusan besar butuh lebih dari satu fraksi.
5. Modal publikbobot 15Pengenalan, elektabilitas, sentimen. Dibobot di bawah kelembagaan karena mengukur potensi, bukan kekuasaan hari ini.
6. Modal sumber dayabobot 10Kemampuan membiayai kegiatan politik. Penting, tetapi paling mudah dipinjam dari pihak lain.
7. Liabilitasdikurangkan, maks 15Beban yang bisa dipakai lawan. Ia tidak menambah kekuatan, ia hanya memotong.

Jumlah bobot positifnya 95. Angka itu penting nanti, jadi tolong diingat.

Bobot ini boleh Anda bantah

Kami tidak menemukan bobot ini lewat penelitian. Kami memilihnya, berdasarkan penalaran tentang cara kekuasaan bekerja di Indonesia. Anda mungkin menilai modal publik pantas 25 dan modal sumber daya pantas 5. Silakan. Seluruh angka pilar dan sumbernya tersedia di tiap profil, sehingga Anda bisa menghitung ulang dengan bobot versi Anda sendiri.

Cara memberi angka

Tangga, bukan perasaan

Tiap pilar dinilai 0 sampai 100. Angkanya tidak diambil dari perasaan penilai. Yang dipakai adalah tangga yang ditetapkan lebih dulu, sebelum datanya dilihat. Urutan itu penting. Kalau tangganya disusun setelah melihat hasil, yang terjadi bukan penilaian, tetapi pembenaran.

Begini bentuk tangga untuk modal elektoral. Klik untuk membukanya.

Contoh tangga: modal elektoralbobot 20
Tangga penilaian 90 sampai 100, suara pribadi tertinggi di daerah pemilihannya, lebih dari 2 kali pesaing terdekat 70 sampai 89, suara pribadi jauh di atas rata rata calon terpilih di tingkat yang sama 50 sampai 69, suara pribadi sekitar rata rata calon terpilih di tingkat yang sama 30 sampai 49, terpilih terutama karena limpahan suara partai 10 sampai 29, pernah maju dan kalah, atau menduduki kursi lewat pemilihan oleh lembaga Di bawah 10, pernah maju tetapi memperoleh suara jauh di bawah rata rata

Dua faktor pengali. Angka tangga dikalikan faktor tingkat pemilihan, supaya juara DPRD kabupaten tidak menyalip juara DPR RI di peringkat nasional. Lalu dikalikan faktor kesegaran, karena kemenangan sepuluh tahun lalu tidak sama nilainya dengan kemenangan tahun lalu.

Kapan pilar ini tidak berlaku. Hanya bila yang bersangkutan belum pernah sekali pun maju dalam pemilihan langsung apa pun. Menteri yang menang Pileg lebih dulu tetap dinilai di pilar ini.

Enam pilar lain punya tangganya masing masing, dan tangga modal kelembagaan bahkan berbeda menurut jenis jabatan, karena puncak kekuasaan seorang gubernur memang berbeda dari puncak kekuasaan seorang menteri.

Data yang tidak ada

Bedanya tidak berlaku dan tidak tersedia

Ini bagian yang membuat sistemnya adil untuk semua jenis jabatan, dan paling sering disalahpahami.

Tidak berlaku

Pilar itu mustahil dimiliki oleh jenis jabatan tersebut. Contohnya anggota DPD yang dilarang undang undang menjadi anggota partai, sehingga modal partainya tidak mungkin ada.

Perlakuan: bobot pilar itu dibagi rata ke pilar lain. Orangnya tidak dihukum karena aturan yang mengikatnya.

Tidak tersedia

Pilar itu seharusnya bisa dinilai, tetapi datanya tidak kami temukan. Contohnya kepala daerah yang laporan hartanya tidak dapat diakses.

Perlakuan: pilar tidak diberi angka, dan bobotnya tidak dialihkan. Kalau pilar yang bisa dinilai kurang dari 5, skor total tidak ditampilkan sama sekali.

Aturan mutlaknya: kami dilarang memakai label tidak berlaku untuk menutupi kemalasan mencari data.

Hitungannya

Dari nilai pilar sampai satu angka

Empat langkah, seluruhnya bisa Anda ulangi dengan kalkulator biasa.

Contoh, memakai angka dari salah satu profil kami

LangkahHasil
Modal elektoral 78 dikali bobot 201.560
Modal kelembagaan 84 dikali bobot 201.680
Modal partai 86 dikali bobot 151.290
Modal jaringan 80 dikali bobot 151.200
Modal publik 18 dikali bobot 15270
Modal sumber daya 64 dikali bobot 10640
Jumlah6.640
Dibagi 10066,4
Dikurangi liabilitas 462,4
Dinormalkan lalu dibulatkan70

Kenapa dibagi 110, dijelaskan sesederhana mungkin

Ini pertanyaan yang paling sering muncul, jadi kami jawab panjang.

Bayangkan rapor yang nilainya bisa minus. Nilai paling jelek yang mungkin adalah minus 15, yaitu ketika seluruh pilar nol dan bebannya maksimal. Nilai paling bagus adalah 95, yaitu ketika seluruh pilar sempurna dan tidak ada beban. Angka 95 itu berasal dari jumlah bobot tadi.

Sekarang bayangkan seutas tali. Ujung kirinya ditancapkan di minus 15, ujung kanannya di 95.

-15 95 62,4 panjang tali 110 langkah

Berapa panjang tali itu? Dari minus 15 ke nol ada 15 langkah, lalu dari nol ke 95 ada 95 langkah. Totalnya 110 langkah. Di situlah angka 110 berasal. Ia bukan angka pilihan. Itu panjang penggarisnya.

Tokoh dalam contoh tadi berhenti di titik 62,4. Jaraknya dari ujung kiri adalah 62,4 ditambah 15, sama dengan 77,4 langkah. Dari total 110 langkah, itu setara 70 persen.

(62,4 + 15) ÷ 110 × 100 = 70 Artinya tokoh itu sudah menempuh 70 persen perjalanan dari titik paling nihil menuju titik paling sempurna menurut rubrik ini.

Satu akibat yang wajib kami sebut. Karena talinya dimulai dari minus, tokoh yang modalnya benar benar nol tetapi tidak punya beban tetap mendarat di 13,6, bukan 0. Sebab sejak awal ia sudah berdiri 15 langkah dari ujung kiri. Angka 0 hanya tercapai bila modalnya nol sekaligus bebannya maksimal.

Batas ketelitian

Kenapa kami tidak menulis 70,4

Tiap kelas tangga mencakup rentang 20 angka. Bahan yang masuk ke rumus kami memang sekasar itu. Menerbitkan hasilnya dengan satu angka di belakang koma berarti mengaku teliti sampai sepersepuluh, padahal bahannya tidak sehalus itu.

Karena itu skor selalu ditulis bilangan bulat, disertai pita. Pitanya dihitung dengan rumus tetap: seluruh angka pilar digeser 10 ke atas dan ke bawah, dan potongan liabilitas digeser 2.

Kami juga menerbitkan uji kepekaan di setiap profil. Isinya seperti ini.

Uji kepekaanRentang hasil
Tiap bobot digeser 5 poin, seluruh kombinasi64 sampai 75
Tiap angka pilar digeser 10, seluruh kombinasi62 sampai 79
Keduanya digeser acak 20.000 kali, tengah 90 persen65 sampai 76

Menerbitkan tabel ini terasa seperti melemahkan diri sendiri. Sebaliknya. Pembaca yang teliti akan menghitungnya sendiri, dan jauh lebih baik bila ia menemukan bahwa kami sudah menghitungnya lebih dulu.

Penilaian ganda

Modal jaringan dan modal publik adalah dua pilar yang paling bergantung pada penilaian orang. Karena itu setiap tokoh idealnya dinilai dua analis secara terpisah, tanpa saling melihat angka, lalu rata rata selisihnya diterbitkan. Bila hanya satu analis yang mengerjakan, itu wajib dinyatakan terus terang dan pitanya dilebarkan 5 angka ke masing masing arah.

Peringkat

Kelompok, bukan nomor urut

Karena pita tiap tokoh selebar sekitar 20 angka, dua tokoh yang berselisih 3 angka sebenarnya tidak dapat dibedakan. Memberi mereka nomor urut 7 dan 8 adalah klaim yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Peringkat Head Politika karena itu memakai kelompok tetap selebar 10 angka, dan di dalam satu kelompok nama diurutkan menurut abjad, bukan menurut skor.

Kelompok 1

90 sampai 100

Kelompok 2

80 sampai 89

Kelompok 3

70 sampai 79

Kelompok 4

60 sampai 69

Kelompok 5

50 sampai 59

Kelompok 6 dan seterusnya

40 sampai 49, lalu di bawah 40

Batas kelompoknya keras dan tidak digeser untuk siapa pun. Akibatnya skor 69 dan 70 jatuh di kelompok berbeda meski hanya berselisih 1. Kelemahan itu melekat pada batas mana pun, dan kami menyebutnya sendiri supaya tidak dikira permainan.

Kejujuran metode

Apakah ini ilmiah

Jawaban jujurnya setengah. Ini indeks analitik bermetode terbuka, bukan penelitian ilmiah. Bedanya besar, dan kami menyebutnya dengan nama yang benar sejak awal.

Yang memenuhi kaidah

  • Aturannya ditetapkan sebelum data dilihat
  • Hitungannya dapat direproduksi siapa pun
  • Dapat difalsifikasi di tingkat data. Kalau angka suaranya salah, orang bisa membuktikannya
  • Data yang hilang ditangani dengan aturan tertulis
  • Seluruh sumbernya bertaut dan dapat diperiksa

Yang belum memenuhi kaidah

  • Bobotnya ditetapkan, bukan diturunkan dari data
  • Tangganya berjenjang, tetapi diperlakukan seperti berjarak sama
  • Belum ada uji yang menunjukkan skor ini berhubungan dengan hasil politik nyata
  • Angka faktor kesegaran dan pagu partai berasal dari penalaran, bukan estimasi

Kami menulis kelemahan ini di halaman metodologi, bukan menyembunyikannya, karena metode yang batasnya tidak disebut lebih mudah dipatahkan daripada metode yang mengakui batasnya lebih dulu.

Pagar

Yang kami larang pada diri sendiri

Menyebut skor sebagai ramalan keterpilihan

Seseorang bisa punya modal politik tinggi dan tetap tidak maju, atau maju dan kalah.

Memberi angka pada pilar yang datanya tidak ada

Angka tengah untuk data yang tidak ada adalah karangan yang menyamar sebagai kehati hatian.

Mengubah bobot agar hasilnya terasa enak

Bobot ditetapkan lebih dulu dan berlaku untuk semua orang, termasuk untuk tokoh yang kami sukai maupun tidak.

Membandingkan dengan tokoh yang belum dinilai dengan rubrik yang sama

Perbandingan hanya sah bila alat ukurnya sama dan kelengkapan datanya setara.

Menaikkan atau menurunkan nama atas permintaan pihak mana pun

Peringkat tidak pernah menjadi bahan promosi berbayar bagi tokoh yang diperingkat.

Mencatat tuduhan tanpa sumber yang dapat diperiksa

Isu yang hanya beredar di media sosial tanpa bukti tidak dihitung sama sekali di pilar liabilitas.

Penutup

Angka ini alat, bukan vonis

Skor Head Politika tidak dimaksudkan untuk mengakhiri perdebatan tentang seorang tokoh. Tujuannya justru memulai perdebatan itu di tempat yang lebih baik, yaitu di atas data yang sama.

Kalau Anda tidak setuju dengan angka kami, itu hasil yang bagus. Yang kami minta hanya satu: bantahlah dengan menunjuk pilar mana, tangga mana, dan data mana. Semua bahannya sudah kami sediakan di halaman yang sama.

Menilai modal politik dengan rubrik terbuka seperti ini adalah salah satu pekerjaan yang Head Politika kerjakan untuk kandidat, partai, dan lembaga. Layanan kami bisa dilihat bila Anda membutuhkannya.

Pertanyaan pembaca

Pertanyaan yang paling sering muncul

Apa yang sebenarnya diukur oleh skor ini?

Modal politik seseorang pada satu tanggal tertentu, yaitu kemampuannya hari ini untuk menggerakkan keputusan, mengumpulkan dukungan, dan bertahan dari serangan. Bukan mutu kinerja, bukan integritas, dan bukan peluang menang pemilu.

Dari mana angka 110 pada rumusnya?

Itu panjang rentang skor mentahnya. Nilai terendah yang mungkin adalah minus 15 dan tertinggi 95, sehingga jaraknya 110. Angka 110 dipakai untuk memindahkan hasil ke skala 0 sampai 100 yang lebih mudah dibaca.

Kenapa skor terendah bukan nol?

Karena rentang mentahnya memuat angka minus. Tokoh tanpa modal politik dan tanpa beban akan mendarat di 13,6. Angka 0 hanya tercapai bila modalnya nol sekaligus bebannya maksimal.

Apakah menteri yang tidak pernah ikut pemilu otomatis rugi?

Tidak. Bila ia belum pernah sekali pun maju, modal elektoralnya dinyatakan tidak berlaku dan bobotnya dialihkan ke pilar lain. Tetapi menteri yang menang Pileg lebih dulu tetap dinilai di pilar itu, memakai pencalonan terakhirnya.

Bagaimana dengan relawan atau tokoh ormas yang tidak berpartai?

Modal partainya dinilai lewat kendaraan nonpartai, yaitu organisasi relawan atau organisasi kemasyarakatan, dengan pagu 45. Pagunya lebih rendah daripada partai karena organisasi nonpartai tidak dapat mencalonkan siapa pun dan tidak memegang kursi.

Bisakah saya menghitung ulang dengan bobot saya sendiri?

Bisa, dan kami menganjurkannya. Setiap profil memuat angka tiap pilar beserta sumbernya. Kalikan angka pilar dengan bobot versi Anda, jumlahkan, bagi 100, kurangi liabilitas, lalu normalkan dengan rumus yang sama.

Kenapa dua tokoh dengan skor berbeda bisa berada di kelompok yang sama?

Karena pita ketidakpastian tiap tokoh selebar sekitar 20 angka. Selisih di bawah 10 tidak dapat dipertanggungjawabkan sebagai perbedaan nyata, sehingga keduanya diperlakukan setara.

Apakah skor ini bisa berubah?

Bisa, dan memang dirancang begitu. Setiap profil adalah halaman pelacak yang diperbarui bila datanya berubah, dan tiap perubahan mencantumkan tanggal serta sebabnya. Skor lama tidak dihapus.

Apakah Head Politika menerima bayaran untuk menaikkan skor?

Tidak. Menaikkan atau menurunkan nama atas permintaan pihak mana pun termasuk larangan yang kami tulis di dalam aturan, dan peringkat tidak pernah dijadikan bahan promosi berbayar bagi tokoh yang diperingkat.

Bagaimana kalau saya menemukan kekeliruan?

Kirimkan ke Head Politika beserta buktinya. Koreksinya akan dimuat dengan tanggal perubahannya. Hak jawab berlaku untuk siapa pun yang namanya disebut.

Catatan metode

Skor Head Politika adalah indeks analitik, bukan hasil penelitian ilmiah. Metodenya terbuka penuh dan dapat dihitung ulang siapa pun, tetapi bobot dan tangga penilaiannya adalah penilaian Head Politika, bukan temuan empiris.

Cara membaca yang benar: anggap dua tokoh setara bila selisih skornya di bawah 10. Peringkat kami memakai kelompok selebar 10 angka, dan di dalam satu kelompok nama diurutkan menurut abjad, bukan menurut skor.

Versi aturan: halaman ini memuat aturan versi 5 per 29 Agustus 2026. Setiap profil mencantumkan versi aturan yang dipakai saat penilaiannya dibuat.

Bagikan
Tentang Penulis

Ditulis oleh Tim Head Politika, konsultan politik Indonesia yang mendampingi kandidat eksekutif dan legislatif melalui riset data, strategi kampanye terukur, dan komunikasi yang efektif sejak 2014.

Konsultasi Gratis

Ingin Peta Politik Dapil Anda Dibaca dengan Data?

Diskusikan situasi Anda langsung dengan tim kami. Tanpa biaya, tanpa keterikatan, hanya pembicaraan jujur tentang peluang Anda.

Mulai Konsultasi Gratis
Daftar Isi