Konsultasi Gratis
Politik

Elektabilitas Partai Politik Menurut Survei Terbaru

Ditulis oleh Tim Head Politika 11 September, 2026 26 menit baca
Perbandingan elektabilitas partai politik menurut survei terbaru
Survei dan Elektabilitas

Elektabilitas Partai Politik Menurut Survei Terbaru

Sembilan rilis survei sejak Januari 2025 dikumpulkan di satu halaman, lengkap dengan cara bertanya masing masing lembaga, supaya Anda tahu angka mana yang boleh diadu dan mana yang tidak.

Data diperiksa 10 September 2026

Ditulis, dianalisis, dan dipublikasikan oleh Tim Riset Head Politika.

18Partai peserta Pemilu 2024, 8 di antaranya lolos ke DPR
9Rilis survei nasional terkumpul, Januari 2025 sampai Agustus 2026
14,3 sampai 25,9%Rentang pemilih yang belum menentukan pilihan
Belum adaAmbang batas parlemen untuk Pemilu 2029
Pembaruan terakhir
  • Data diperiksa 10 September 2026.
  • Cakupan rilis: survei elektabilitas partai tingkat nasional yang terbit antara Januari 2025 dan Agustus 2026.
  • Halaman ini diperbarui besar besaran bila salah satu dari 3 hal ini terjadi: ambang batas parlemen 2029 ditetapkan, jumlah kursi DPR dan daerah pemilihan 2029 ditetapkan, atau tahapan Pemilu 2029 resmi dimulai.

Dua survei bisa menyebut angka Gerindra 29,3 persen dan 16,9 persen dalam tahun yang sama, dan keduanya sama sama benar. Elektabilitas adalah tingkat keterpilihan sebuah partai bila pemilihan digelar hari ini, diukur lewat survei terhadap sampel pemilih. Persoalannya, cara bertanya tiap lembaga berbeda, dan angka dari cara bertanya yang berbeda tidak bisa disandingkan begitu saja.

Bayangkan Anda ditanya mau makan apa malam ini. Jawaban Anda akan lain kalau si penanya menyodorkan daftar menu lengkap. Begitulah bedanya pertanyaan terbuka dengan simulasi surat suara. Halaman ini menaruh cara bertanya tepat di sebelah angkanya, bukan menyembunyikannya di catatan kaki.

Poin Penting dalam 30 Detik
  • 1Titik nolnya bukan survei, tapi kotak suara.PDIP menang Pemilu 2024 dengan 16,72 persen suara dan 110 kursi, disusul Golkar 15,29 persen dan Gerindra 13,22 persen, menurut penetapan KPU 20 Maret 2024.
  • 2Angka satu partai bisa berjarak jauh dalam setahun.Gerindra tercatat 26,1 persen di Poltracking Indonesia periode 2 sampai 8 Maret 2026 lewat simulasi surat suara, lalu 16,9 persen di SMRC periode 5 sampai 19 Juli 2026 lewat pertanyaan semi terbuka.
  • 3Yang belum memilih selalu banyak.Paling kecil 14,3 persen di Indikator Politik Indonesia periode 16 sampai 21 Januari 2025, paling besar 25,9 persen di SMRC periode 5 sampai 19 Juli 2026. Hanya 5 dari 9 rilis yang mencantumkannya.
  • 4Ukuran sampel menentukan lebar toleransi.SMRC periode 5 sampai 19 Juli 2026 memakai 749 responden dengan margin of error 3,7 persen, sedangkan Poltracking Indonesia periode 2 sampai 8 Maret 2026 memakai 1.220 responden dengan 2,9 persen.
  • 5Aturan mainnya sendiri belum jadi.Setelah Putusan Mahkamah Konstitusi 116/PUU-XXI/2023 yang dibacakan 29 Februari 2024, ambang batas parlemen untuk 2029 wajib diubah dan sampai 10 September 2026 besarannya belum ditetapkan.
1

Titik nolnya hasil resmi Pemilu 2024

Setiap angka survei di halaman ini dibandingkan ke satu tempat yang sama, yaitu perolehan resmi Pemilu 2024. Bukan ke survei bulan sebelumnya. Alasannya sederhana: hanya hasil pemilu yang benar benar menghitung seluruh pemilih, sementara survei hanya menanyai sampel.

Lambang Komisi Pemilihan Umum

KPU menetapkan rekapitulasi nasional pada 20 Maret 2024, lalu menetapkan perolehan kursi pada 25 Agustus 2024 lewat Keputusan KPU Nomor 1050 Tahun 2024. Dari 18 partai peserta, 8 partai melewati ambang 4 persen dan membagi 580 kursi DPR.

Lambang PDI PerjuanganPDI Perjuangan16,72%110 kursi
Lambang Partai GolkarGolkar15,29%102 kursi
Lambang Partai GerindraGerindra13,22%86 kursi
Lambang PKBPKB10,62%68 kursi
Lambang Partai NasDemNasDem9,66%69 kursi
Lambang PKSPKS8,42%53 kursi
Lambang Partai DemokratDemokrat7,44%44 kursi
Lambang PANPAN7,24%48 kursi
580 kursi DPR dibagi 8 partai 580 kursi 110 102 86 69 68 53 48 44 PDIP Golkar Gerindra NasDem PKB PKS PAN Demokrat 10 partai lain tidak mendapat kursi karena berada di bawah ambang 4 persen.
Perolehan 18 partai peserta Pemilu 2024
PartaiSuara sahPersen nasionalKursi DPR
Lambang PDI PerjuanganPDI Perjuangan25.387.27916,72%110
Lambang Partai GolkarGolkar23.208.65415,29%102
Lambang Partai GerindraGerindra20.071.70813,22%86
Lambang PKBPKB16.115.65510,62%68
Lambang Partai NasDemNasDem14.660.5169,66%69
Lambang PKSPKS12.781.3538,42%53
Lambang Partai DemokratDemokrat11.283.1607,44%44
Lambang PANPAN10.984.0037,24%48
Lambang PPPPPP5.878.7773,87%0
Lambang PSIPSI4.260.1692,81%0
Lambang Partai PerindoPerindo1.955.1541,29%0
Lambang Partai GeloraGelora1.281.9910,84%0
Lambang Partai HanuraHanura1.094.5880,72%0
Lambang Partai Bulan BintangPBB484.4860,32%0
Lambang Partai UmmatPartai Ummat642.5450,42%0
Lambang Partai GarudaPartai Garuda406.8830,27%0
Lambang PKNPKN326.8000,22%0
Lambang Partai BuruhPartai Buruh972.9100,64%0
Ada 2 angka total suara sah, dan kami tidak memilih salah satunya diam diam. Dokumen dan pemberitaan resmi menyebut total suara sah nasional 151.796.631, sementara sebagian dokumen lain menyebut 151.793.293. Selisihnya 3.338 suara. Karena keduanya sama sama beredar dari sumber resmi, keduanya kami tampilkan apa adanya. Ambang 4 persen setara 6.071.731 suara bila memakai angka yang pertama.
2 sumber menulis desimal yang sedikit berbeda. Perolehan Demokrat ditulis 7,44 persen di satu sumber dan 7,43 persen di sumber lain, begitu pula PSI yang ditulis 2,80 dan 2,81 persen. Selisihnya berasal dari pembulatan, bukan dari angka suara yang berbeda, karena jumlah suaranya sama.

Sumber: rekapitulasi nasional KPU yang ditetapkan 20 Maret 2024 dan Keputusan KPU Nomor 1050 Tahun 2024 tentang penetapan perolehan kursi, ditetapkan 25 Agustus 2024.

2

Angka terbaru dari 9 rilis survei

Titik titik di bawah ini adalah seluruh rilis yang terkumpul. Sengaja tidak dihubungkan garis, karena menarik garis antartitik berarti menyamakan angka dari cara bertanya yang berbeda. Garis putus putus menandai hasil resmi 2024, jadi Anda bisa langsung melihat tiap titik berada di atas atau di bawah kotak suara.

Sebaran angka Gerindra dan PDIP di 9 rilis survei 0% 10% 20% 30% 40% Hasil resmi Gerindra 2024, 13,22% Hasil resmi PDIP 2024, 16,72% Jan 2025 Jul 2025 Jan 2026 Jul 2026 Sumbu mendatar memakai periode pengambilan data, bukan tanggal rilis.
Gerindra PDIP Bentuk kotak berarti keterangan rilisnya tidak lengkap

Sembilan baris di bawah ini adalah sumber seluruh angka tadi. Kolom cara bertanya sengaja ditaruh sejajar dengan kolom angkanya, dan penanda status tidak dirapikan supaya tabel tidak terlihat seragam padahal isinya tidak setara.

Tabel induk 9 rilis survei
LembagaPeriode dataTanggal rilisSampelMoEMetodeJenis pertanyaanAngka per partaiSumber
Indikator Politik IndonesiaLengkap16 sampai 21 Januari 202527 Januari 20251.220 responden2,9%Multistage random sampling, wawancara tatap mukaSimulasi 18 partaiDihitung dari seluruh responden
  • Lambang Partai GerindraGerindra 35,9
  • Lambang PDI PerjuanganPDIP 13,5
  • Lambang Partai GolkarGolkar 10,3
  • Lambang PKBPKB 6,4
  • Lambang Partai DemokratDemokrat 5,1
  • Lambang Partai NasDemNasDem 3,8
  • Lambang PKSPKS 3,6
  • Lambang PANPAN 2,5
  • Belum memutuskan 14,3
Rilis lembaga dikutip SINDOnews dan Tribunnews
Index PoliticaKeterangan tidak lengkap1 sampai 10 Oktober 202529 Oktober 20251.610 respondenTidak disebutMultistage random samplingPertanyaan tertutupLembaga ini biasa menyajikan 2 versi, dengan dan tanpa pemilih yang belum memutuskan
  • Lambang PDI PerjuanganPDIP 19,78
  • Lambang Partai GerindraGerindra 18,50
  • Partai lain tidak dirinci sumber
Dikutip Tempo.co
Logo Indonesia Political OpinionIndonesia Political OpinionLengkap9 sampai 17 Oktober 202521 Oktober 20251.200 responden2,9%Multistage random samplingSimulasi 8 partai parlemenHanya partai parlemen yang ditanyakan
  • Lambang Partai GerindraGerindra 33,5
  • Lambang PDI PerjuanganPDIP 16,4
  • Lambang Partai GolkarGolkar 9,1
  • Lambang PKBPKB 6,2
  • Lambang PANPAN 5,0
  • Lambang Partai DemokratDemokrat 4,9
  • Lambang PKSPKS 4,8
  • Lambang Partai NasDemNasDem 4,0
Rilis lembaga dikutip Kompas.com dan Detik.com
IndekstatKutipan media11 sampai 25 Januari 2026Februari 2026Tidak disebutTidak disebutTidak disebutPertanyaan tertutup, partai parlemenCakupan responden tidak disebut
  • Lambang Partai GerindraGerindra 33,7
  • Lambang PDI PerjuanganPDIP 7,8
  • Lambang PKBPKB 7,0
  • Lambang Partai DemokratDemokrat 6,2
  • Lambang Partai GolkarGolkar 5,5
  • Lambang PKSPKS 5,3
  • Lambang PANPAN 3,5
  • Lambang Partai NasDemNasDem 3,1
Dikutip Kompas.com, tanpa dokumen paparan
Logo Saiful Mujani Research and ConsultingSMRCKeterangan tidak lengkapFebruari sampai Maret 20262026Tidak dirinci sumberTidak dirinci sumberDouble samplingPertanyaan pilihan partaiCakupan responden tidak dirinci sumber
  • Lambang Partai GerindraGerindra 29,3
  • Partai lain tidak dirinci sumber
Dikutip Katadata dan Liputan6
Poltracking IndonesiaLengkap2 sampai 8 Maret 202613 April 20261.220 responden2,9%Multistage random sampling, wawancara tatap mukaSimulasi surat suara bergambarDihitung dari seluruh responden
  • Lambang Partai GerindraGerindra 26,1
  • Lambang PDI PerjuanganPDIP 15,4
  • Lambang Partai GolkarGolkar 9,0
  • Lambang PKBPKB 8,1
  • Lambang PKSPKS 5,9
  • Lambang Partai DemokratDemokrat 5,6
  • Lambang Partai NasDemNasDem 5,5
  • Lambang PANPAN 2,0
  • Lambang PPPPPP 1,5
  • Lambang PSIPSI 1,2
  • Lambang Partai PerindoPerindo 0,7
  • Lambang Partai Bulan BintangPBB 0,4
  • Lambang Partai GarudaGaruda 0,3
  • Lambang Partai GeloraGelora 0,2
  • Lambang Partai UmmatUmmat 0,1
  • Lambang Partai HanuraHanura 0,1
  • Lambang PKNPKN 0,1
  • Lambang Partai BuruhBuruh 0,1
  • Belum memutuskan 17,7
Rilis lembaga dikutip Liputan6 dan Detik.com
Logo Adidaya InstituteAdidaya InstituteKutipan mediaMei 2026Mei 2026Tidak disebutTidak disebutTidak disebutSimulasiCakupan responden tidak disebut
  • Lambang Partai GerindraGerindra 30,5
  • Lambang PDI PerjuanganPDIP 11,5
  • Lambang PKSPKS 9,1
  • Lambang Partai GolkarGolkar 8,6
  • Lambang PKBPKB 7,1
  • Lambang Partai DemokratDemokrat 4,4
  • Lambang Partai NasDemNasDem 4,0
  • Lambang PANPAN 2,3
  • Belum memutuskan 17,6
Dikutip Golkarpedia dan Koran Nusantara
Logo Saiful Mujani Research and ConsultingSMRCLengkap5 sampai 19 Juli 202630 Juli 2026749 responden3,7%Double sampling, 83,8% lewat telepon dan 16,2% tatap mukaPertanyaan semi terbukaDihitung dari seluruh responden
  • Lambang Partai GerindraGerindra 16,9
  • Lambang PDI PerjuanganPDIP 11,7
  • Lambang Partai GolkarGolkar 9,6
  • Lambang Partai DemokratDemokrat 8,1
  • Lambang PKBPKB 5,4
  • Lambang Partai NasDemNasDem 4,4
  • Lambang PKSPKS 4,4
  • Lambang PSIPSI 4,1
  • Lambang Partai PerindoPerindo 2,2
  • Lambang PANPAN 1,9
  • Lambang PPPPPP 1,3
  • Lambang Partai GarudaGaruda 1,0
  • Lambang Partai BuruhBuruh 0,9
  • Lambang Partai HanuraHanura 0,6
  • Lambang Partai Gerakan RakyatPGR 0,5
  • Lambang Partai Bulan BintangPBB 0,5
  • Lambang Partai UmmatUmmat 0,5
  • Belum memutuskan 25,9
Rilis resmi di saifulmujani.com
Logo Indonesia Political OpinionIndonesia Political OpinionLengkap27 Juli sampai 3 Agustus 20268 sampai 10 Agustus 20261.200 responden2,9%Multistage random samplingSimulasiDihitung dari seluruh responden
  • Lambang Partai GerindraGerindra 17,5
  • Lambang PDI PerjuanganPDIP 12,8
  • Lambang Partai GolkarGolkar 10,4
  • Lambang Partai DemokratDemokrat 8,1
  • Lambang PKBPKB 7,0
  • Lambang PANPAN 5,1
  • Lambang PKSPKS 4,6
  • Lambang Partai NasDemNasDem 4,4
  • Lambang PSIPSI 1,9
  • Lambang PPPPPP 1,6
  • Lambang Partai PerindoPerindo 0,9
  • Lambang Partai Gerakan RakyatPGR 0,5
  • Lambang Partai GeloraGelora 0,4
  • Lambang Partai HanuraHanura 0,2
  • Belum memutuskan 24,6
Rilis lembaga dikutip Kompas.com dan Kumparan
Satu dokumen yang beredar tidak kami muat. Berkas berlabel Indikator Politik Indonesia bertanggal 14 sampai 24 Juli 2026 sempat tersebar di media sosial. Direktur Indikator Fauny Hidayat menyatakan pada 30 Juli 2026 bahwa lembaganya tidak pernah merilis survei nasional pada Juli 2026. Angka di dalamnya tidak kami pakai sama sekali.

Seluruh angka di tabel ini disalin dari rilis lembaga atau dari pemberitaan yang menyebut rilisnya. Angka yang tidak bisa ditelusuri ke lembaganya ditandai sebagai kutipan media.

3

Kenapa 2 lembaga bisa berbeda jauh

Ambil satu partai saja, Gerindra, lalu lihat 3 angka ini. Ketiganya benar menurut lembaganya masing masing, dan ketiganya tidak boleh diadu seolah setara.

29,3%SMRC, periode Februari sampai Maret 2026. Pertanyaan pilihan partai, sampel dan toleransi tidak dirinci sumber.
26,1%Poltracking Indonesia, periode 2 sampai 8 Maret 2026. Simulasi surat suara bergambar, 1.220 responden, margin of error 2,9 persen.
16,9%SMRC, periode 5 sampai 19 Juli 2026. Pertanyaan semi terbuka, 749 responden, margin of error 3,7 persen.

Yang berubah bukan cuma bulannya. Cara bertanya berubah, jumlah orang yang ditanya berubah, dan lebar toleransinya ikut berubah.

Angka survei sebenarnya sebuah rentang Poltracking Indonesia, 2 sampai 8 Maret 2026 23,2% 26,1% 29,0% SMRC, 5 sampai 19 Juli 2026 13,2% 16,9% 20,6%

Angka 26,1 persen dengan margin of error 2,9 persen berarti rentang 23,2 sampai 29,0 persen. Angka 16,9 persen dengan margin of error 3,7 persen berarti rentang 13,2 sampai 20,6 persen. Rentang yang lebih lebar berasal dari sampel yang lebih kecil.

Ada 4 hal yang paling sering membuat angka dua lembaga berbeda. Anda bisa memeriksanya sendiri, karena semuanya sudah tertulis di kolom tabel di atas.

4 penyebab angka berbeda
PenyebabArtinya untuk Anda
Cara bertanyaSimulasi surat suara menyodorkan gambar seluruh partai, jadi pemilih tinggal menunjuk. Pertanyaan semi terbuka meminta orang menyebut sendiri nama partainya. Seperti ditanya mau makan apa dibanding disodori daftar menu, jawabannya biasanya berbeda.
Siapa yang dihitungSebagian lembaga menghitung persentase dari seluruh responden, sebagian lagi hanya dari yang sudah punya pilihan. Cara kedua otomatis membuat angka tiap partai terlihat lebih besar, tanpa ada satu pemilih pun yang berpindah. Index Politica bahkan biasa menyajikan 2 versi sekaligus.
Kapan datanya diambilYang dipakai adalah periode pengambilan data, bukan tanggal rilis. Poltracking Indonesia mengambil data pada 2 sampai 8 Maret 2026 dan baru merilisnya 13 April 2026. Jarak 5 pekan itu penting kalau Anda sedang membandingkan bulan.
Berapa orang yang ditanyaMakin sedikit responden, makin lebar toleransinya, persis seperti bagan di atas. Asal usul ukuran sampel dan toleransi ini kami bahas terpisah di rumus Slovin.
Kenapa halaman ini tidak menampilkan rata rata. Merata ratakan angka dari lembaga yang cara bertanyanya berbeda sama saja dengan menjumlahkan berat badan dengan tinggi badan. Hasilnya keluar, artinya tidak ada. Kalau Anda menemukan pihak lain menyajikan rata rata elektabilitas, itu temuan pihak tersebut, bukan angka lembaga surveinya.

Keterangan metode, sampel, dan margin of error pada bagian ini seluruhnya diambil dari kolom yang sama di tabel induk.

4

Seperempat pemilih belum menentukan pilihan

Angka partai selalu dibacakan lebih dulu, padahal kelompok terbesar di banyak rilis justru mereka yang menjawab belum tahu. Kalau kelompok ini besar, seluruh papan angka masih bisa berubah bentuk.

Pemilih yang belum menentukan pilihan di 5 rilis Indikator, Jan 2025 14,3% Poltracking, Mar 2026 17,7% Adidaya, Mei 2026 17,6% SMRC, Jul 2026 25,9% IPO, Jul sampai Agu 2026 24,6%

Bandingkan dengan angka partai teratas di rilis yang sama. SMRC periode 5 sampai 19 Juli 2026 mencatat Gerindra 16,9 persen, sedangkan yang belum memutuskan 25,9 persen. Kelompok yang belum memilih lebih besar daripada partai mana pun di tabel itu.

Empat rilis tidak mencantumkannya sama sekali. Index Politica periode 1 sampai 10 Oktober 2025, IPO periode 9 sampai 17 Oktober 2025, Indekstat periode 11 sampai 25 Januari 2026, dan SMRC periode Februari sampai Maret 2026 tidak menyebut berapa persen respondennya belum memutuskan. Tanpa angka itu, Anda tidak bisa tahu apakah persentase partainya dihitung dari seluruh responden atau hanya dari yang sudah punya pilihan.

Seluruh angka pada bagian ini diambil dari kolom angka per partai di tabel induk Bagian 2.

5

Perjalanan tiap partai sejak Februari 2024

Ketuk nama partai untuk membuka rekamnya. Batang navy menunjukkan jarak antara angka terendah dan tertinggi yang pernah muncul dalam rentang riset ini, dan garis merah menandai hasil resmi Pemilu 2024. Kalau batangnya jauh dari garis merah, artinya survei dan kotak suara sedang bercerita berbeda.

Lambang PDI PerjuanganHasil resmi 2024, 16,72 persenPDI Perjuangan
0%Batang navy: rentang angka survei. Garis merah: hasil resmi 2024, 16,72%40%
  • Angka terendah7,8 persen
    Indekstat, periode 11 sampai 25 Januari 2026
  • Angka tertinggi19,78 persen
    Index Politica, periode 1 sampai 10 Oktober 2025
  • SMRC, 5 sampai 19 Juli 202611,7 persen
  • IPO, 27 Juli sampai 3 Agustus 202612,8 persen
  • Poltracking Indonesia, 2 sampai 8 Maret 202615,4 persen
Lambang Partai GolkarHasil resmi 2024, 15,29 persenGolkar
0%Batang navy: rentang angka survei. Garis merah: hasil resmi 2024, 15,29%40%
  • Angka terendah5,5 persen
    Indekstat, periode 11 sampai 25 Januari 2026
  • Angka tertinggi10,4 persen
    IPO, periode 27 Juli sampai 3 Agustus 2026
  • SMRC, 5 sampai 19 Juli 20269,6 persen
  • IPO, 27 Juli sampai 3 Agustus 202610,4 persen
  • Poltracking Indonesia, 2 sampai 8 Maret 20269,0 persen
Lambang Partai GerindraHasil resmi 2024, 13,22 persenGerindra
0%Batang navy: rentang angka survei. Garis merah: hasil resmi 2024, 13,22%40%
  • Angka terendah16,9 persen
    SMRC, periode 5 sampai 19 Juli 2026
  • Angka tertinggi35,9 persen
    Indikator Politik Indonesia, periode 16 sampai 21 Januari 2025
  • SMRC, 5 sampai 19 Juli 202616,9 persen
  • IPO, 27 Juli sampai 3 Agustus 202617,5 persen
  • Poltracking Indonesia, 2 sampai 8 Maret 202626,1 persen

Seluruh angka Gerindra dalam rentang ini berada di atas hasil resmi 2024, termasuk yang terendah.

Lambang PKBHasil resmi 2024, 10,62 persenPKB
0%Batang navy: rentang angka survei. Garis merah: hasil resmi 2024, 10,62%40%
  • Angka terendah5,4 persen
    SMRC, periode 5 sampai 19 Juli 2026
  • Angka tertinggi8,1 persen
    Poltracking Indonesia, periode 2 sampai 8 Maret 2026
  • SMRC, 5 sampai 19 Juli 20265,4 persen
  • IPO, 27 Juli sampai 3 Agustus 20267,0 persen
  • Poltracking Indonesia, 2 sampai 8 Maret 20268,1 persen
Lambang Partai NasDemHasil resmi 2024, 9,66 persenNasDem
0%Batang navy: rentang angka survei. Garis merah: hasil resmi 2024, 9,66%40%
  • Angka terendah3,1 persen
    Indekstat, periode 11 sampai 25 Januari 2026
  • Angka tertinggi5,5 persen
    Poltracking Indonesia, periode 2 sampai 8 Maret 2026
  • SMRC, 5 sampai 19 Juli 20264,4 persen
  • IPO, 27 Juli sampai 3 Agustus 20264,4 persen
  • Poltracking Indonesia, 2 sampai 8 Maret 20265,5 persen
Lambang PKSHasil resmi 2024, 8,42 persenPKS
0%Batang navy: rentang angka survei. Garis merah: hasil resmi 2024, 8,42%40%
  • Angka terendah3,6 persen
    Indikator Politik Indonesia, periode 16 sampai 21 Januari 2025
  • Angka tertinggi9,1 persen
    Adidaya Institute, periode Mei 2026, keterangan tidak lengkap
  • SMRC, 5 sampai 19 Juli 20264,4 persen
  • IPO, 27 Juli sampai 3 Agustus 20264,6 persen
  • Poltracking Indonesia, 2 sampai 8 Maret 20265,9 persen
Lambang Partai DemokratHasil resmi 2024, 7,44 persenDemokrat
0%Batang navy: rentang angka survei. Garis merah: hasil resmi 2024, 7,44%40%
  • Angka terendah4,4 persen
    Adidaya Institute, periode Mei 2026, keterangan tidak lengkap
  • Angka tertinggi8,1 persen
    SMRC 5 sampai 19 Juli 2026 dan IPO 27 Juli sampai 3 Agustus 2026, angkanya sama
  • SMRC, 5 sampai 19 Juli 20268,1 persen
  • IPO, 27 Juli sampai 3 Agustus 20268,1 persen
  • Poltracking Indonesia, 2 sampai 8 Maret 20265,6 persen
Lambang PANHasil resmi 2024, 7,24 persenPAN
0%Batang navy: rentang angka survei. Garis merah: hasil resmi 2024, 7,24%40%
  • Angka terendah1,9 persen
    SMRC, periode 5 sampai 19 Juli 2026
  • Angka tertinggi5,1 persen
    IPO, periode 27 Juli sampai 3 Agustus 2026
  • SMRC, 5 sampai 19 Juli 20261,9 persen
  • IPO, 27 Juli sampai 3 Agustus 20265,1 persen
  • Poltracking Indonesia, 2 sampai 8 Maret 20262,0 persen

Dua rilis yang periodenya hanya berjarak sekitar 3 pekan mencatat 1,9 dan 5,1 persen. Cara bertanya keduanya berbeda.

Lambang PPPHasil resmi 2024, 3,87 persenPPP
0%Batang navy: rentang angka survei. Garis merah: hasil resmi 2024, 3,87%40%
  • Angka terendah1,3 persen
    SMRC, periode 5 sampai 19 Juli 2026
  • Angka tertinggi1,6 persen
    IPO, periode 27 Juli sampai 3 Agustus 2026
  • SMRC, 5 sampai 19 Juli 20261,3 persen
  • IPO, 27 Juli sampai 3 Agustus 20261,6 persen
  • Poltracking Indonesia, 2 sampai 8 Maret 20261,5 persen
Lambang PSIHasil resmi 2024, 2,81 persenPSI
0%Batang navy: rentang angka survei. Garis merah: hasil resmi 2024, 2,81%40%
  • Angka terendah1,2 persen
    Poltracking Indonesia, periode 2 sampai 8 Maret 2026
  • Angka tertinggi4,1 persen
    SMRC, periode 5 sampai 19 Juli 2026
  • SMRC, 5 sampai 19 Juli 20264,1 persen
  • IPO, 27 Juli sampai 3 Agustus 20261,9 persen
  • Poltracking Indonesia, 2 sampai 8 Maret 20261,2 persen
Lambang Partai PerindoHasil resmi 2024, 1,29 persenPerindo
0%Batang navy: rentang angka survei. Garis merah: hasil resmi 2024, 1,29%40%
  • Angka terendah0,7 persen
    Poltracking Indonesia, periode 2 sampai 8 Maret 2026
  • Angka tertinggi2,2 persen
    SMRC, periode 5 sampai 19 Juli 2026
  • SMRC, 5 sampai 19 Juli 20262,2 persen
  • IPO, 27 Juli sampai 3 Agustus 20260,9 persen
  • Poltracking Indonesia, 2 sampai 8 Maret 20260,7 persen
Lambang Partai Gerakan RakyatTidak ikut Pemilu 2024Partai Gerakan Rakyat
0%Batang navy: rentang angka survei. Garis merah: hasil resmi 2024, Belum pernah ikut pemilu40%
  • Angka terendah0,5 persen
    SMRC, periode 5 sampai 19 Juli 2026
  • Angka tertinggi0,5 persen
    IPO, periode 27 Juli sampai 3 Agustus 2026
  • SMRC, 5 sampai 19 Juli 20260,5 persen
  • IPO, 27 Juli sampai 3 Agustus 20260,5 persen

Partai ini mendaftar ke Kementerian Hukum pada 23 Juli 2026 dan belum berbadan hukum saat pendaftaran, jadi belum tentu menjadi peserta 2029.

Tujuh partai kecil dan 1 partai yang tidak pernah muncul. Gelora, Hanura, PBB, Partai Ummat, Partai Garuda, PKN, dan Partai Buruh selalu tercatat di bawah 1 persen pada rilis yang memuat mereka, yaitu Poltracking Indonesia periode 2 sampai 8 Maret 2026, SMRC periode 5 sampai 19 Juli 2026, dan IPO periode 27 Juli sampai 3 Agustus 2026. Partai Gema Bangsa, yang menerima badan hukum pada 26 Maret 2025, tidak pernah muncul dalam satu pun rilis yang terkumpul. Partai itu tidak kami beri angka nol, karena tidak pernah ditanyakan bukan berarti tidak ada pendukungnya.

Angka terendah, tertinggi, dan terbaru pada bagian ini seluruhnya berasal dari 9 rilis di tabel induk Bagian 2. Rilis yang keterangannya tidak lengkap tetap disebut lembaganya, lengkap dengan tanda itu.

6

Peristiwa yang terjadi bersamaan waktu

Bacalah lini masa ini dengan satu aturan. Dua hal yang terjadi berdekatan belum tentu yang satu menyebabkan yang lain. Ayam berkokok sebelum matahari terbit, tetapi bukan ayam yang menerbitkan matahari. Di halaman ini, sebab hanya disebut kalau ada lembaga atau pengamat bernama yang menyatakannya, dan namanya ikut ditulis.
  • 29 Februari 2024Mahkamah Konstitusi membacakan Putusan 116/PUU-XXI/2023. Ambang batas 4 persen dinyatakan tetap berlaku untuk Pemilu 2024, tetapi wajib diubah sebelum tahapan Pemilu 2029 dimulai.
  • 20 Maret 2024KPU menetapkan hasil Pemilu 2024. Delapan partai lolos, 10 partai lain tidak mendapat kursi.
  • 25 Agustus 2024Perolehan kursi ditetapkan lewat Keputusan KPU Nomor 1050 Tahun 2024. Sebanyak 580 kursi DPR dibagi ke 8 partai.
  • 20 Oktober 2024Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dilantik. Sejak titik ini, Gerindra menjadi partai pengusung presiden yang sedang menjabat.
  • 16 sampai 21 Januari 2025Indikator Politik Indonesia mengambil data. Gerindra tercatat 35,9 persen, angka tertinggi dalam seluruh rentang halaman ini.
  • 26 Maret 2025Partai Gema Bangsa menerima surat keputusan badan hukum. Partai ini belum pernah muncul dalam satu pun rilis survei yang terkumpul.
  • 1 sampai 17 Oktober 2025Index Politica dan IPO mengambil data pada bulan yang sama. Untuk PDIP, keduanya mencatat 19,78 persen dan 16,4 persen.
  • 17 sampai 18 Januari 2026Partai Gerakan Rakyat memutuskan bertransformasi menjadi partai lewat rakernas. Partai Gema Bangsa berdeklarasi pada tanggal yang berdekatan.
  • 2 sampai 8 Maret 2026Poltracking Indonesia mengambil data dengan simulasi surat suara bergambar. Ini satu satunya rilis yang memuat seluruh 18 partai.
  • 15 Juni 2026KPU menyampaikan dalam rapat dengar pendapat bahwa tahapan Pemilu 2029 dimulai pada 2027. Sampai saat itu, KPU menyatakan masih memakai undang undang pemilu yang lama.
  • 23 Juli 2026Partai Gerakan Rakyat mendaftar ke Kementerian Hukum. Statusnya baru menerima tanda terima dokumen, belum berbadan hukum.
  • 30 Juli 2026SMRC merilis surveinya, dan Indikator membantah dokumen palsu berlabel namanya. Direktur Indikator Fauny Hidayat menyatakan lembaganya tidak pernah merilis survei nasional pada Juli 2026.
  • 1 September 2026Komisioner KPU August Mellaz menyebut lembaganya sudah menyimulasikan 5 sampai 6 metode konversi suara menjadi kursi. Di antaranya d Hondt, Jefferson, Webster, Sainte Lague, dan Huntington Hill.
Peristiwa politik Aturan dan penyelenggara Pengambilan data survei

Seluruh tanggal berasal dari dokumen resmi dan pemberitaan yang menyebut sumber primernya, dan tiap angka survei yang disebut di sini juga ada di tabel induk Bagian 2.

7

Ambang batas 2029 belum ditetapkan

Setiap kali ada survei terbit, muncul hitungan siapa lolos ke Senayan dan siapa terpental. Hitungan itu memakai 3 angka yang hari ini belum satu pun ditetapkan.

Belum ditetapkanAmbang batas parlemenMahkamah Konstitusi menyatakan angka 4 persen wajib diubah sebelum tahapan 2029 dimulai, lewat Putusan 116/PUU-XXI/2023 yang dibacakan 29 Februari 2024. Besaran penggantinya diserahkan kepada pembentuk undang undang, dan sampai 10 September 2026 belum ada.
Belum ditetapkanJumlah kursi DPRAngka 580 berlaku untuk periode hasil Pemilu 2024. Untuk 2029, jumlahnya belum ditetapkan, dan penetapannya masuk tahapan yang dianggarkan pada 2027.
Belum ditetapkanDaerah pemilihanJumlah dan bentuk daerah pemilihan juga belum ditetapkan. Komisioner KPU August Mellaz menyatakan pada 1 September 2026 bahwa KPU sudah menyimulasikan 5 sampai 6 metode konversi suara menjadi kursi.
PerkiraanTahapan Pemilu 2029KPU memperkirakan tahapan dimulai sekitar Juni 2027, mengikuti Pasal 167 ayat (6) Undang Undang Pemilu yang meminta tahapan dimulai paling lambat 20 bulan sebelum hari pemungutan suara. Tanggalnya belum resmi.
Jarak dari hari ini sampai hari pemungutan suara Hari ini 10 September 2026 Perkiraan tahapan dimulai sekitar Juni 2027 Perkiraan pemungutan suara sekitar awal 2029 Rentang inilah yang membuat survei hari ini berjarak sangat jauh dari kotak suara. Dua penanda di sebelah kanan masih perkiraan KPU, bukan jadwal resmi.

Karena ketiga angka itu belum ada, hitungan siapa lolos parlemen pada 2029 belum bisa dikerjakan hari ini. Yang bisa Anda lakukan sekarang adalah menguji berbagai kemungkinan, misalnya mengubah persentase suara menjadi kursi memakai kalkulator kursi DPR metode Sainte Lague, lalu melihat sendiri seberapa besar hasilnya berubah ketika ambang batasnya diganti.

Pandangan Head Politika. Selama ambang batasnya belum ditetapkan, angka survei paling berguna dipakai untuk melihat arah, bukan untuk memvonis siapa masuk Senayan. Partai yang hari ini bergerak di kisaran 4 persen sebaiknya menyiapkan 2 rencana sekaligus, satu untuk ambang yang lebih rendah dan satu untuk ambang yang tetap atau lebih tinggi, karena keduanya masih sama sama mungkin.

Sumber: Putusan Mahkamah Konstitusi 116/PUU-XXI/2023, Pasal 167 ayat (6) Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017, serta pernyataan KPU pada 15 Juni 2026 dan 1 September 2026.

8

7 hal yang perlu Anda periksa pada sebuah rilis survei

Anda tidak perlu jadi peneliti untuk menilai sebuah rilis. Tujuh hal berikut ini bisa diperiksa dalam waktu kurang dari 5 menit, dan biasanya sudah cukup untuk tahu apakah sebuah angka layak dipakai.

1Cari periode pengambilan datanyaBukan tanggal rilis. Poltracking Indonesia mengambil data 2 sampai 8 Maret 2026 dan merilisnya 13 April 2026. Yang menggambarkan keadaan adalah tanggal pertama.
2Lihat cara bertanyanyaSimulasi surat suara, pertanyaan tertutup, atau semi terbuka. Kalau tidak disebut, angkanya tidak bisa dibandingkan dengan rilis mana pun.
3Periksa siapa yang dihitungPersentase dari seluruh responden atau hanya dari yang sudah punya pilihan. Cara kedua membuat semua angka terlihat lebih besar.
4Cari angka yang belum memutuskanKalau tidak ada, Anda kehilangan informasi terpenting untuk menafsirkan seluruh tabel. Di halaman ini, 4 dari 9 rilis tidak mencantumkannya.
5Catat jumlah responden dan margin of errorAngka 16,9 persen dengan toleransi 3,7 persen sebetulnya berarti 13,2 sampai 20,6 persen. Selisih 2 partai yang berdekatan sering lebih kecil daripada toleransinya sendiri.
6Telusuri dokumen paparannyaRilis yang bisa diperiksa punya berkas atau halaman resmi. Kalau angkanya hanya ada di berita, perlakukan sebagai kutipan media, bukan sebagai rilis lembaga.
7Pastikan dokumennya benar dari lembaganyaDokumen berlabel Indikator bertanggal Juli 2026 pernah beredar dan dibantah lembaganya sendiri pada 30 Juli 2026. Satu menit memeriksa kanal resmi menyelamatkan Anda dari menyebarkan angka palsu.

Daftar ini disusun dari kolom kolom yang dipakai di tabel induk Bagian 2, jadi Anda bisa langsung mengujinya pada 9 rilis di halaman ini.

9

Lembaga yang rilisnya tidak ditemukan

Halaman ini tidak memuat seluruh lembaga survei di Indonesia. Sepuluh nama berikut dicari dan rilis elektabilitas partai nasionalnya untuk periode Januari 2025 sampai Agustus 2026 tidak ditemukan. Rilis mereka yang terindeks umumnya bertahun 2021 sampai 2024.

Litbang KompasCharta PolitikaLembaga Survei IndonesiaLSI Denny JAPopuli CenterParameter Politik IndonesiaIndopollingLembaga Survei NasionalSurvey and Polling IndonesiaAlgoritma Research

Tidak ditemukan bukan berarti tidak ada. Bisa saja rilisnya terbit di kanal yang tidak terjangkau pencarian, atau hanya dipaparkan dalam acara tertutup. Begitu rilisnya ditemukan, barisnya ditambahkan ke tabel induk tanpa mengubah susunan kolomnya.

Satu dokumen palsu yang perlu Anda ingat. Berkas berlabel Indikator Politik Indonesia bertanggal 14 sampai 24 Juli 2026 beredar di media sosial dan sempat dikutip banyak orang. Direktur Indikator Fauny Hidayat membantahnya pada 30 Juli 2026 dan menyatakan lembaganya tidak pernah merilis survei nasional pada Juli 2026. Angka di dalam dokumen itu tidak dimuat di halaman ini, satu pun tidak. Inilah alasan butir nomor 7 pada daftar periksa tadi ada.

Daftar ini akan diperiksa ulang setiap kali halaman diperbarui, dan lembaga yang rilisnya sudah ditemukan dipindahkan ke tabel induk.

10

Kata mereka yang mengukur dan yang diukur

Enam kutipan berikut disalin apa adanya dari pemberitaan, tanpa diubah maknanya. Dua dari peneliti lembaga survei, satu dari akademisi, dua dari pengurus partai yang posisinya berbeda, dan satu dari pengamat yang kritis terhadap pemakaian survei.

Foto Burhanuddin MuhtadiBurhanuddin MuhtadiPendiri dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta
Sentimen positif terhadap Gerindra saat ini paling besar, 35,9%. Ada juga sekitar 14,3% tidak bisa menunjukkan pilihannya.SINDOnews, 27 Januari 2025
Foto Dedi Kurnia SyahDedi Kurnia SyahDirektur Eksekutif Indonesia Political Opinion
Elektabilitas Gerindra yang konsisten di atas 30 persen menandakan adanya konsolidasi dukungan yang solid.Kompas.com, 22 Oktober 2025
Foto Kristian Widya WicaksonoKristian Widya WicaksonoPengamat politik Universitas Katolik Parahyangan
Survei hanya memotret opini publik pada saat tertentu sehingga hasilnya dapat berubah seiring perkembangan kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah maupun dinamika politik nasional.Tribun Jabar, 29 Juli 2026
Foto Bahtra BanongBahtra BanongJuru Bicara Partai Gerindra, partai yang angkanya sedang tinggi
Tentu kami berterima kasih atas hasil survey menempatkan gerindra mengungguli partai-partai lain, namun itu tidak membuat kami berpuas diri.Kumparan, 8 Agustus 2026
Foto Hasto KristiyantoHasto KristiyantoSekretaris Jenderal PDI Perjuangan, partai yang angkanya berada di bawah perolehan resminya
Apapun surveinya, yang penting kerja untuk rakyat. Kalau kita tidak bisa membawa perubahan-perubahan konkret pada kehidupan rakyat Marhaen, lalu apa makna politik?Beritajatim.com, 10 Agustus 2026
Foto Rocky GerungRocky GerungPengamat politik, kritis terhadap pemakaian survei
Elektabilitas itu angka, bisa diproduksi bahkan dibeli. Tapi ethicability menyangkut integritas, tidak bisa direkayasa lewat panggung hiburan atau survei.Kabarnusa dan Gesuri, 16 Februari 2026
Kenapa kutipan yang saling bertentangan tetap dimuat semua. Pengurus partai yang angkanya tinggi dan yang angkanya di bawah perolehan resmi sama sama punya kepentingan terhadap cara Anda membaca survei, begitu pula lembaga yang merilisnya. Menyandingkan keduanya memberi Anda bahan untuk menimbang sendiri, bukan untuk memilih pihak.

Setiap kutipan disertai nama, jabatan, media, dan tanggal terbitnya. Isi kutipan tidak disunting, termasuk ejaan aslinya.

11

Apa artinya bagi Anda

Angka yang sama bisa berarti hal berbeda, tergantung Anda membacanya sebagai apa. Pilih peran yang paling dekat dengan Anda.

Berhentilah membaca judul saja. Begitu melihat angka elektabilitas di lini masa Anda, cari 3 hal: periode datanya, cara bertanyanya, dan berapa persen yang belum memutuskan. Kalau ketiganya tidak ada di berita itu, angka tersebut belum layak Anda teruskan ke grup keluarga.

Jangan membandingkan angka dua lembaga seolah keduanya bertanding. Bandingkan tiap angka ke hasil resmi Pemilu 2024, karena hanya itu yang benar benar menghitung seluruh pemilih.

Dan ingat, selisih 1 atau 2 poin antara dua partai sering lebih kecil daripada margin of error surveinya sendiri. Dalam keadaan itu, keduanya sebenarnya sedang seri.

Perlakukan angka yang beredar sebagai pengukur suhu, bukan sebagai rapor akhir. Yang pantas Anda kejar adalah konsistensi angka di beberapa lembaga yang cara bertanyanya berbeda, bukan kenaikan 1 poin di satu lembaga. Partai yang angkanya bagus hanya di simulasi bergambar dan jatuh di pertanyaan terbuka biasanya punya masalah pengenalan nama, bukan masalah dukungan.

Sebelum memesan survei sendiri, kunci dulu 3 hal di dalam kontraknya: jenis pertanyaan, cara memperlakukan responden yang belum memutuskan, dan kewajiban menyerahkan dokumen paparan. Tanpa ketiganya, Anda membayar untuk angka yang tidak bisa dipakai membandingkan gelombang berikutnya.

Untuk partai yang bergerak di kisaran 4 persen, siapkan 2 rencana sekaligus, karena ambang batas 2029 belum ditetapkan dan kedua kemungkinan masih terbuka.

Tulis jenis pertanyaan di kalimat yang sama dengan angkanya, bukan di paragraf terakhir. Pembaca yang berhenti di paragraf kedua tetap berhak tahu bahwa 26,1 persen berasal dari simulasi surat suara, sedangkan 16,9 persen berasal dari pertanyaan semi terbuka.

Hindari kata yang menyiratkan gerakan tanpa dasar pembanding yang sama. Perbandingan yang jujur adalah antargelombang di lembaga yang sama dengan metode yang sama, atau terhadap hasil resmi Pemilu 2024.

Terakhir, mintalah dokumen paparannya sebelum menulis. Kalau lembaganya tidak bisa menunjukkan, tulis apa adanya bahwa angka itu diperoleh dari kutipan, bukan dari rilis.

Bagian ini berisi penilaian dan saran Tim Riset Head Politika, bukan temuan lembaga survei yang disebut di halaman ini.

3 hal yang boleh Anda pegang

Pertama, titik nolnya kotak suara. Hasil resmi Pemilu 2024 adalah satu satunya angka di halaman ini yang menghitung seluruh pemilih. Survei menanyai sampel, dan sampel selalu datang dengan toleransi.

Kedua, cara bertanya menentukan hasilnya. Selisih 9,2 poin pada angka Gerindra antara Poltracking Indonesia periode Maret 2026 dan SMRC periode Juli 2026 muncul bersamaan dengan berubahnya cara bertanya, jumlah responden, dan lebar toleransi. Membacanya sebagai kejatuhan berarti mengabaikan tiga perubahan itu sekaligus.

Ketiga, kelompok terbesar sering justru yang belum memilih. Di rilis SMRC periode 5 sampai 19 Juli 2026, mereka mencapai 25,9 persen, lebih besar daripada partai mana pun di tabel yang sama.

Sampai ambang batas 2029 ditetapkan, papan angka ini masih papan tulis, bukan papan skor.

?

Pertanyaan yang sering diajukan

Pertanyaan 1Apa yang dimaksud dengan elektabilitas partai?

Elektabilitas partai adalah tingkat keterpilihan sebuah partai bila pemilihan digelar hari ini, diukur lewat survei terhadap sampel pemilih, bukan terhadap seluruh pemilih. Karena itu angkanya selalu datang bersama toleransi, dan bukan hasil resmi pemilu.

Pertanyaan 2Berapa elektabilitas partai terbaru pada 2026?

Rilis paling baru yang terkumpul di halaman ini adalah IPO periode 27 Juli sampai 3 Agustus 2026 dengan 1.200 responden dan margin of error 2,9 persen, yang mencatat Gerindra 17,5 persen, PDIP 12,8 persen, Golkar 10,4 persen, dan 24,6 persen responden belum memutuskan. SMRC periode 5 sampai 19 Juli 2026 dengan 749 responden dan margin of error 3,7 persen mencatat Gerindra 16,9 persen dan PDIP 11,7 persen. Kedua rilis memakai cara bertanya yang berbeda.

Pertanyaan 3Kenapa hasil survei antarlembaga bisa berbeda jauh?

Empat sebab yang paling sering: cara bertanya berbeda, misalnya simulasi surat suara dibanding pertanyaan semi terbuka; cakupan responden berbeda, dihitung dari seluruh responden atau hanya dari yang sudah punya pilihan; periode pengambilan data berbeda; dan ukuran sampel berbeda yang membuat lebar toleransinya juga berbeda.

Pertanyaan 4Berapa ambang batas parlemen untuk Pemilu 2029?

Belum ditetapkan sampai 10 September 2026. Mahkamah Konstitusi lewat Putusan 116/PUU-XXI/2023 yang dibacakan 29 Februari 2024 menyatakan ambang 4 persen tetap berlaku untuk Pemilu 2024, tetapi wajib diubah sebelum tahapan Pemilu 2029 dimulai. Besaran penggantinya diserahkan kepada pembentuk undang undang.

Pertanyaan 5Apakah PSI akan lolos parlemen pada 2029?

Belum bisa dijawab siapa pun hari ini, karena ambang batas parlemen untuk 2029 belum ditetapkan. Yang bisa dilaporkan adalah angkanya: PSI memperoleh 4.260.169 suara atau 2,81 persen pada Pemilu 2024, lalu tercatat 1,2 persen di Poltracking Indonesia periode 2 sampai 8 Maret 2026, 4,1 persen di SMRC periode 5 sampai 19 Juli 2026, dan 1,9 persen di IPO periode 27 Juli sampai 3 Agustus 2026.

Pertanyaan 6Kapan Pemilu 2029 dilaksanakan?

Tanggalnya belum ditetapkan KPU. Komisioner KPU menyatakan tahapan diperkirakan dimulai sekitar Juni 2027, mengikuti Pasal 167 ayat (6) Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017 yang meminta tahapan dimulai paling lambat 20 bulan sebelum hari pemungutan suara.

Pertanyaan 7Partai baru apa saja yang berpotensi ikut Pemilu 2029?

Dua yang tercatat dalam riset halaman ini. Partai Gema Bangsa menerima surat keputusan badan hukum pada 26 Maret 2025. Partai Gerakan Rakyat mendaftar ke Kementerian Hukum pada 23 Juli 2026 dan saat itu baru menerima tanda terima dokumen. Keduanya belum tentu menjadi peserta pemilu, karena ada tahapan verifikasi yang harus dilalui.

Pertanyaan 8Kenapa halaman ini tidak membuat rata rata dari beberapa lembaga?

Karena angka yang dirata ratakan berasal dari cara bertanya yang berbeda, cakupan responden yang berbeda, dan periode yang berbeda. Hasil rata ratanya keluar sebagai angka, tetapi tidak mewakili apa pun yang benar benar diukur.

Pertanyaan 9Apa itu margin of error dalam survei?

Margin of error adalah lebar toleransi sebuah angka survei karena yang ditanya hanya sampel, bukan seluruh pemilih. Angka 16,9 persen dengan margin of error 3,7 persen berarti angka sebenarnya berada di rentang 13,2 sampai 20,6 persen.

Pertanyaan 10Apa arti responden yang belum menentukan pilihan?

Mereka adalah responden yang menjawab belum tahu atau tidak menjawab saat ditanya pilihan partainya. Dalam 5 rilis yang mencantumkannya, jumlah mereka berkisar 14,3 persen sampai 25,9 persen. Di rilis SMRC periode 5 sampai 19 Juli 2026, kelompok ini lebih besar daripada partai mana pun.

Pertanyaan 11Apakah survei elektabilitas partai bisa dipercaya?

Yang lebih tepat ditanyakan bukan percaya atau tidak, melainkan apakah keterangannya lengkap. Rilis yang menyebut periode data, jumlah responden, margin of error, metode, jenis pertanyaan, dan menyediakan dokumen paparan bisa Anda periksa sendiri. Di halaman ini, 5 dari 9 rilis memenuhi keterangan itu, dan 4 lainnya ditandai sebagai keterangan tidak lengkap atau kutipan media.

Pertanyaan 12Bagaimana cara memeriksa keaslian sebuah rilis survei?

Telusuri ke kanal resmi lembaganya, bukan ke tangkapan layar yang beredar. Contohnya, dokumen berlabel Indikator Politik Indonesia bertanggal 14 sampai 24 Juli 2026 sempat tersebar di media sosial, lalu dibantah Direktur Indikator Fauny Hidayat pada 30 Juli 2026 yang menyatakan lembaganya tidak pernah merilis survei nasional pada Juli 2026.

M

Catatan metodologi dan transparansi

Dari mana angka di halaman ini berasalSeluruh angka survei disalin dari rilis lembaga atau dari pemberitaan yang menyebut rilisnya, tanpa dihitung ulang. Hasil resmi Pemilu 2024 diambil dari penetapan KPU. Tiap angka dibawa lengkap dengan nama lembaga dan periode pengambilan datanya, termasuk di dalam kotak ringkasan dan di dalam bagan.
Kenapa tidak ada rata rata dan tidak ada peringkat gabunganAngka dari cara bertanya yang berbeda tidak setara, jadi merata ratakannya menghasilkan bilangan yang tidak mewakili apa pun. Karena alasan yang sama, halaman ini tidak menyusun peringkat partai gabungan dari beberapa lembaga, dan tidak menyimpulkan siapa akan lolos ambang batas pada 2029.
Apa yang tidak ditemukanRilis elektabilitas partai nasional periode Januari 2025 sampai Agustus 2026 dari 10 lembaga tidak ditemukan, dan namanya disebut terbuka di Bagian 9. Empat dari 9 rilis yang dimuat tidak memenuhi keterangan lengkap, dan tandanya sengaja dibiarkan terlihat di tabel induk. Sebab naik turunnya sebuah angka tidak disebut, kecuali ada lembaga atau pengamat bernama yang menyatakannya.
Keterbukaan dan batas halaman iniHead Politika juga menyelenggarakan survei sebagai bagian dari layanannya. Penilaian di halaman ini disusun dari dokumen publik yang dapat diperiksa siapa pun. Halaman ini tidak menilai lembaga mana yang paling kredibel, dan tidak membandingkan mutu antarlembaga. Angka hitung cepat 2024 juga tidak disandingkan dengan survei praelektoral, karena keduanya mengukur hal yang berbeda.

Halaman ini pelacak. Rilis baru ditambahkan sebagai baris baru di tabel induk tanpa mengubah susunan kolomnya, dan tanggal pemeriksaan data di bagian atas ikut diperbarui.

Bacaan lanjutan di Head Politika

Elektabilitas Capres 2029, untuk Anda yang ingin melihat peta tokoh, bukan peta partai.

Rumus Slovin, untuk tahu dari mana ukuran sampel dan margin of error itu berasal.

Kalkulator Rumus Slovin, kalau Anda ingin langsung menghitung jumlah sampel sendiri.

Kalkulator Kursi DPR metode Sainte Lague, untuk mengubah persentase suara menjadi kursi dan menguji berbagai ambang batas.

Apa Itu KPU, untuk memahami siapa yang berhak menetapkan hasil resmi pemilu.

Ditulis, dianalisis, dan dipublikasikan oleh Tim Riset Head Politika. Data diperiksa 10 September 2026. Bila Anda menemukan rilis survei yang belum masuk tabel di halaman ini, atau ada angka yang perlu diluruskan, kami terbuka untuk diskusi dan hak jawab.

Bagikan
Tentang Penulis

Ditulis oleh Tim Head Politika, konsultan politik Indonesia yang mendampingi kandidat eksekutif dan legislatif melalui riset data, strategi kampanye terukur, dan komunikasi yang efektif sejak 2014.

Konsultasi Gratis

Ingin Peta Politik Dapil Anda Dibaca dengan Data?

Diskusikan situasi Anda langsung dengan tim kami. Tanpa biaya, tanpa keterikatan, hanya pembicaraan jujur tentang peluang Anda.

Mulai Konsultasi Gratis
Daftar Isi