Pemilu
Elektabilitas Partai Politik Menurut Survei Terbaru

Elektabilitas Partai Politik Menurut Survei Terbaru
Sembilan rilis survei sejak Januari 2025 dikumpulkan di satu halaman, lengkap dengan cara bertanya masing masing lembaga, supaya Anda tahu angka mana yang boleh diadu dan mana yang tidak.
Ditulis, dianalisis, dan dipublikasikan oleh Tim Riset Head Politika.
- Data diperiksa 10 September 2026.
- Cakupan rilis: survei elektabilitas partai tingkat nasional yang terbit antara Januari 2025 dan Agustus 2026.
- Halaman ini diperbarui besar besaran bila salah satu dari 3 hal ini terjadi: ambang batas parlemen 2029 ditetapkan, jumlah kursi DPR dan daerah pemilihan 2029 ditetapkan, atau tahapan Pemilu 2029 resmi dimulai.
Dua survei bisa menyebut angka Gerindra 29,3 persen dan 16,9 persen dalam tahun yang sama, dan keduanya sama sama benar. Elektabilitas adalah tingkat keterpilihan sebuah partai bila pemilihan digelar hari ini, diukur lewat survei terhadap sampel pemilih. Persoalannya, cara bertanya tiap lembaga berbeda, dan angka dari cara bertanya yang berbeda tidak bisa disandingkan begitu saja.
Bayangkan Anda ditanya mau makan apa malam ini. Jawaban Anda akan lain kalau si penanya menyodorkan daftar menu lengkap. Begitulah bedanya pertanyaan terbuka dengan simulasi surat suara. Halaman ini menaruh cara bertanya tepat di sebelah angkanya, bukan menyembunyikannya di catatan kaki.
- 1Titik nolnya bukan survei, tapi kotak suara.PDIP menang Pemilu 2024 dengan 16,72 persen suara dan 110 kursi, disusul Golkar 15,29 persen dan Gerindra 13,22 persen, menurut penetapan KPU 20 Maret 2024.
- 2Angka satu partai bisa berjarak jauh dalam setahun.Gerindra tercatat 26,1 persen di Poltracking Indonesia periode 2 sampai 8 Maret 2026 lewat simulasi surat suara, lalu 16,9 persen di SMRC periode 5 sampai 19 Juli 2026 lewat pertanyaan semi terbuka.
- 3Yang belum memilih selalu banyak.Paling kecil 14,3 persen di Indikator Politik Indonesia periode 16 sampai 21 Januari 2025, paling besar 25,9 persen di SMRC periode 5 sampai 19 Juli 2026. Hanya 5 dari 9 rilis yang mencantumkannya.
- 4Ukuran sampel menentukan lebar toleransi.SMRC periode 5 sampai 19 Juli 2026 memakai 749 responden dengan margin of error 3,7 persen, sedangkan Poltracking Indonesia periode 2 sampai 8 Maret 2026 memakai 1.220 responden dengan 2,9 persen.
- 5Aturan mainnya sendiri belum jadi.Setelah Putusan Mahkamah Konstitusi 116/PUU-XXI/2023 yang dibacakan 29 Februari 2024, ambang batas parlemen untuk 2029 wajib diubah dan sampai 10 September 2026 besarannya belum ditetapkan.
Titik nolnya hasil resmi Pemilu 2024
Setiap angka survei di halaman ini dibandingkan ke satu tempat yang sama, yaitu perolehan resmi Pemilu 2024. Bukan ke survei bulan sebelumnya. Alasannya sederhana: hanya hasil pemilu yang benar benar menghitung seluruh pemilih, sementara survei hanya menanyai sampel.

KPU menetapkan rekapitulasi nasional pada 20 Maret 2024, lalu menetapkan perolehan kursi pada 25 Agustus 2024 lewat Keputusan KPU Nomor 1050 Tahun 2024. Dari 18 partai peserta, 8 partai melewati ambang 4 persen dan membagi 580 kursi DPR.
PDI Perjuangan16,72%110 kursi
Golkar15,29%102 kursi
Gerindra13,22%86 kursi
PKB10,62%68 kursi
NasDem9,66%69 kursi
PKS8,42%53 kursi
Demokrat7,44%44 kursi
PAN7,24%48 kursi| Partai | Suara sah | Persen nasional | Kursi DPR |
|---|---|---|---|
| 25.387.279 | 16,72% | 110 | |
| 23.208.654 | 15,29% | 102 | |
| 20.071.708 | 13,22% | 86 | |
| 16.115.655 | 10,62% | 68 | |
| 14.660.516 | 9,66% | 69 | |
| 12.781.353 | 8,42% | 53 | |
| 11.283.160 | 7,44% | 44 | |
| 10.984.003 | 7,24% | 48 | |
| 5.878.777 | 3,87% | 0 | |
| 4.260.169 | 2,81% | 0 | |
| 1.955.154 | 1,29% | 0 | |
| 1.281.991 | 0,84% | 0 | |
| 1.094.588 | 0,72% | 0 | |
| 484.486 | 0,32% | 0 | |
| 642.545 | 0,42% | 0 | |
| 406.883 | 0,27% | 0 | |
| 326.800 | 0,22% | 0 | |
| 972.910 | 0,64% | 0 |
Sumber: rekapitulasi nasional KPU yang ditetapkan 20 Maret 2024 dan Keputusan KPU Nomor 1050 Tahun 2024 tentang penetapan perolehan kursi, ditetapkan 25 Agustus 2024.
Angka terbaru dari 9 rilis survei
Titik titik di bawah ini adalah seluruh rilis yang terkumpul. Sengaja tidak dihubungkan garis, karena menarik garis antartitik berarti menyamakan angka dari cara bertanya yang berbeda. Garis putus putus menandai hasil resmi 2024, jadi Anda bisa langsung melihat tiap titik berada di atas atau di bawah kotak suara.
Sembilan baris di bawah ini adalah sumber seluruh angka tadi. Kolom cara bertanya sengaja ditaruh sejajar dengan kolom angkanya, dan penanda status tidak dirapikan supaya tabel tidak terlihat seragam padahal isinya tidak setara.
| Lembaga | Periode data | Tanggal rilis | Sampel | MoE | Metode | Jenis pertanyaan | Angka per partai | Sumber |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Indikator Politik IndonesiaLengkap | 16 sampai 21 Januari 2025 | 27 Januari 2025 | 1.220 responden | 2,9% | Multistage random sampling, wawancara tatap muka | Simulasi 18 partaiDihitung dari seluruh responden |
| Rilis lembaga dikutip SINDOnews dan Tribunnews |
| Index PoliticaKeterangan tidak lengkap | 1 sampai 10 Oktober 2025 | 29 Oktober 2025 | 1.610 responden | Tidak disebut | Multistage random sampling | Pertanyaan tertutupLembaga ini biasa menyajikan 2 versi, dengan dan tanpa pemilih yang belum memutuskan |
| Dikutip Tempo.co |
| 9 sampai 17 Oktober 2025 | 21 Oktober 2025 | 1.200 responden | 2,9% | Multistage random sampling | Simulasi 8 partai parlemenHanya partai parlemen yang ditanyakan |
| Rilis lembaga dikutip Kompas.com dan Detik.com | |
| IndekstatKutipan media | 11 sampai 25 Januari 2026 | Februari 2026 | Tidak disebut | Tidak disebut | Tidak disebut | Pertanyaan tertutup, partai parlemenCakupan responden tidak disebut |
| Dikutip Kompas.com, tanpa dokumen paparan |
| Februari sampai Maret 2026 | 2026 | Tidak dirinci sumber | Tidak dirinci sumber | Double sampling | Pertanyaan pilihan partaiCakupan responden tidak dirinci sumber |
| Dikutip Katadata dan Liputan6 | |
| Poltracking IndonesiaLengkap | 2 sampai 8 Maret 2026 | 13 April 2026 | 1.220 responden | 2,9% | Multistage random sampling, wawancara tatap muka | Simulasi surat suara bergambarDihitung dari seluruh responden |
| Rilis lembaga dikutip Liputan6 dan Detik.com |
| Mei 2026 | Mei 2026 | Tidak disebut | Tidak disebut | Tidak disebut | SimulasiCakupan responden tidak disebut |
| Dikutip Golkarpedia dan Koran Nusantara | |
| 5 sampai 19 Juli 2026 | 30 Juli 2026 | 749 responden | 3,7% | Double sampling, 83,8% lewat telepon dan 16,2% tatap muka | Pertanyaan semi terbukaDihitung dari seluruh responden |
| Rilis resmi di saifulmujani.com | |
| 27 Juli sampai 3 Agustus 2026 | 8 sampai 10 Agustus 2026 | 1.200 responden | 2,9% | Multistage random sampling | SimulasiDihitung dari seluruh responden |
| Rilis lembaga dikutip Kompas.com dan Kumparan |
Seluruh angka di tabel ini disalin dari rilis lembaga atau dari pemberitaan yang menyebut rilisnya. Angka yang tidak bisa ditelusuri ke lembaganya ditandai sebagai kutipan media.
Kenapa 2 lembaga bisa berbeda jauh
Ambil satu partai saja, Gerindra, lalu lihat 3 angka ini. Ketiganya benar menurut lembaganya masing masing, dan ketiganya tidak boleh diadu seolah setara.
Yang berubah bukan cuma bulannya. Cara bertanya berubah, jumlah orang yang ditanya berubah, dan lebar toleransinya ikut berubah.
Angka 26,1 persen dengan margin of error 2,9 persen berarti rentang 23,2 sampai 29,0 persen. Angka 16,9 persen dengan margin of error 3,7 persen berarti rentang 13,2 sampai 20,6 persen. Rentang yang lebih lebar berasal dari sampel yang lebih kecil.
Ada 4 hal yang paling sering membuat angka dua lembaga berbeda. Anda bisa memeriksanya sendiri, karena semuanya sudah tertulis di kolom tabel di atas.
| Penyebab | Artinya untuk Anda |
|---|---|
| Cara bertanya | Simulasi surat suara menyodorkan gambar seluruh partai, jadi pemilih tinggal menunjuk. Pertanyaan semi terbuka meminta orang menyebut sendiri nama partainya. Seperti ditanya mau makan apa dibanding disodori daftar menu, jawabannya biasanya berbeda. |
| Siapa yang dihitung | Sebagian lembaga menghitung persentase dari seluruh responden, sebagian lagi hanya dari yang sudah punya pilihan. Cara kedua otomatis membuat angka tiap partai terlihat lebih besar, tanpa ada satu pemilih pun yang berpindah. Index Politica bahkan biasa menyajikan 2 versi sekaligus. |
| Kapan datanya diambil | Yang dipakai adalah periode pengambilan data, bukan tanggal rilis. Poltracking Indonesia mengambil data pada 2 sampai 8 Maret 2026 dan baru merilisnya 13 April 2026. Jarak 5 pekan itu penting kalau Anda sedang membandingkan bulan. |
| Berapa orang yang ditanya | Makin sedikit responden, makin lebar toleransinya, persis seperti bagan di atas. Asal usul ukuran sampel dan toleransi ini kami bahas terpisah di rumus Slovin. |
Keterangan metode, sampel, dan margin of error pada bagian ini seluruhnya diambil dari kolom yang sama di tabel induk.
Seperempat pemilih belum menentukan pilihan
Angka partai selalu dibacakan lebih dulu, padahal kelompok terbesar di banyak rilis justru mereka yang menjawab belum tahu. Kalau kelompok ini besar, seluruh papan angka masih bisa berubah bentuk.
Bandingkan dengan angka partai teratas di rilis yang sama. SMRC periode 5 sampai 19 Juli 2026 mencatat Gerindra 16,9 persen, sedangkan yang belum memutuskan 25,9 persen. Kelompok yang belum memilih lebih besar daripada partai mana pun di tabel itu.
Seluruh angka pada bagian ini diambil dari kolom angka per partai di tabel induk Bagian 2.
Perjalanan tiap partai sejak Februari 2024
Ketuk nama partai untuk membuka rekamnya. Batang navy menunjukkan jarak antara angka terendah dan tertinggi yang pernah muncul dalam rentang riset ini, dan garis merah menandai hasil resmi Pemilu 2024. Kalau batangnya jauh dari garis merah, artinya survei dan kotak suara sedang bercerita berbeda.
Hasil resmi 2024, 16,72 persenPDI Perjuangan
- Angka terendah7,8 persen
Indekstat, periode 11 sampai 25 Januari 2026 - Angka tertinggi19,78 persen
Index Politica, periode 1 sampai 10 Oktober 2025 - SMRC, 5 sampai 19 Juli 202611,7 persen
- IPO, 27 Juli sampai 3 Agustus 202612,8 persen
- Poltracking Indonesia, 2 sampai 8 Maret 202615,4 persen
Hasil resmi 2024, 15,29 persenGolkar
- Angka terendah5,5 persen
Indekstat, periode 11 sampai 25 Januari 2026 - Angka tertinggi10,4 persen
IPO, periode 27 Juli sampai 3 Agustus 2026 - SMRC, 5 sampai 19 Juli 20269,6 persen
- IPO, 27 Juli sampai 3 Agustus 202610,4 persen
- Poltracking Indonesia, 2 sampai 8 Maret 20269,0 persen
Hasil resmi 2024, 13,22 persenGerindra
- Angka terendah16,9 persen
SMRC, periode 5 sampai 19 Juli 2026 - Angka tertinggi35,9 persen
Indikator Politik Indonesia, periode 16 sampai 21 Januari 2025 - SMRC, 5 sampai 19 Juli 202616,9 persen
- IPO, 27 Juli sampai 3 Agustus 202617,5 persen
- Poltracking Indonesia, 2 sampai 8 Maret 202626,1 persen
Seluruh angka Gerindra dalam rentang ini berada di atas hasil resmi 2024, termasuk yang terendah.
Hasil resmi 2024, 10,62 persenPKB
- Angka terendah5,4 persen
SMRC, periode 5 sampai 19 Juli 2026 - Angka tertinggi8,1 persen
Poltracking Indonesia, periode 2 sampai 8 Maret 2026 - SMRC, 5 sampai 19 Juli 20265,4 persen
- IPO, 27 Juli sampai 3 Agustus 20267,0 persen
- Poltracking Indonesia, 2 sampai 8 Maret 20268,1 persen
Hasil resmi 2024, 9,66 persenNasDem
- Angka terendah3,1 persen
Indekstat, periode 11 sampai 25 Januari 2026 - Angka tertinggi5,5 persen
Poltracking Indonesia, periode 2 sampai 8 Maret 2026 - SMRC, 5 sampai 19 Juli 20264,4 persen
- IPO, 27 Juli sampai 3 Agustus 20264,4 persen
- Poltracking Indonesia, 2 sampai 8 Maret 20265,5 persen
Hasil resmi 2024, 8,42 persenPKS
- Angka terendah3,6 persen
Indikator Politik Indonesia, periode 16 sampai 21 Januari 2025 - Angka tertinggi9,1 persen
Adidaya Institute, periode Mei 2026, keterangan tidak lengkap - SMRC, 5 sampai 19 Juli 20264,4 persen
- IPO, 27 Juli sampai 3 Agustus 20264,6 persen
- Poltracking Indonesia, 2 sampai 8 Maret 20265,9 persen
Hasil resmi 2024, 7,44 persenDemokrat
- Angka terendah4,4 persen
Adidaya Institute, periode Mei 2026, keterangan tidak lengkap - Angka tertinggi8,1 persen
SMRC 5 sampai 19 Juli 2026 dan IPO 27 Juli sampai 3 Agustus 2026, angkanya sama - SMRC, 5 sampai 19 Juli 20268,1 persen
- IPO, 27 Juli sampai 3 Agustus 20268,1 persen
- Poltracking Indonesia, 2 sampai 8 Maret 20265,6 persen
Hasil resmi 2024, 7,24 persenPAN
- Angka terendah1,9 persen
SMRC, periode 5 sampai 19 Juli 2026 - Angka tertinggi5,1 persen
IPO, periode 27 Juli sampai 3 Agustus 2026 - SMRC, 5 sampai 19 Juli 20261,9 persen
- IPO, 27 Juli sampai 3 Agustus 20265,1 persen
- Poltracking Indonesia, 2 sampai 8 Maret 20262,0 persen
Dua rilis yang periodenya hanya berjarak sekitar 3 pekan mencatat 1,9 dan 5,1 persen. Cara bertanya keduanya berbeda.
Hasil resmi 2024, 3,87 persenPPP
- Angka terendah1,3 persen
SMRC, periode 5 sampai 19 Juli 2026 - Angka tertinggi1,6 persen
IPO, periode 27 Juli sampai 3 Agustus 2026 - SMRC, 5 sampai 19 Juli 20261,3 persen
- IPO, 27 Juli sampai 3 Agustus 20261,6 persen
- Poltracking Indonesia, 2 sampai 8 Maret 20261,5 persen
Hasil resmi 2024, 2,81 persenPSI
- Angka terendah1,2 persen
Poltracking Indonesia, periode 2 sampai 8 Maret 2026 - Angka tertinggi4,1 persen
SMRC, periode 5 sampai 19 Juli 2026 - SMRC, 5 sampai 19 Juli 20264,1 persen
- IPO, 27 Juli sampai 3 Agustus 20261,9 persen
- Poltracking Indonesia, 2 sampai 8 Maret 20261,2 persen
Hasil resmi 2024, 1,29 persenPerindo
- Angka terendah0,7 persen
Poltracking Indonesia, periode 2 sampai 8 Maret 2026 - Angka tertinggi2,2 persen
SMRC, periode 5 sampai 19 Juli 2026 - SMRC, 5 sampai 19 Juli 20262,2 persen
- IPO, 27 Juli sampai 3 Agustus 20260,9 persen
- Poltracking Indonesia, 2 sampai 8 Maret 20260,7 persen
Tidak ikut Pemilu 2024Partai Gerakan Rakyat
- Angka terendah0,5 persen
SMRC, periode 5 sampai 19 Juli 2026 - Angka tertinggi0,5 persen
IPO, periode 27 Juli sampai 3 Agustus 2026 - SMRC, 5 sampai 19 Juli 20260,5 persen
- IPO, 27 Juli sampai 3 Agustus 20260,5 persen
Partai ini mendaftar ke Kementerian Hukum pada 23 Juli 2026 dan belum berbadan hukum saat pendaftaran, jadi belum tentu menjadi peserta 2029.
Angka terendah, tertinggi, dan terbaru pada bagian ini seluruhnya berasal dari 9 rilis di tabel induk Bagian 2. Rilis yang keterangannya tidak lengkap tetap disebut lembaganya, lengkap dengan tanda itu.
Peristiwa yang terjadi bersamaan waktu
- 29 Februari 2024Mahkamah Konstitusi membacakan Putusan 116/PUU-XXI/2023. Ambang batas 4 persen dinyatakan tetap berlaku untuk Pemilu 2024, tetapi wajib diubah sebelum tahapan Pemilu 2029 dimulai.
- 20 Maret 2024KPU menetapkan hasil Pemilu 2024. Delapan partai lolos, 10 partai lain tidak mendapat kursi.
- 25 Agustus 2024Perolehan kursi ditetapkan lewat Keputusan KPU Nomor 1050 Tahun 2024. Sebanyak 580 kursi DPR dibagi ke 8 partai.
- 20 Oktober 2024Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dilantik. Sejak titik ini, Gerindra menjadi partai pengusung presiden yang sedang menjabat.
- 16 sampai 21 Januari 2025Indikator Politik Indonesia mengambil data. Gerindra tercatat 35,9 persen, angka tertinggi dalam seluruh rentang halaman ini.
- 26 Maret 2025Partai Gema Bangsa menerima surat keputusan badan hukum. Partai ini belum pernah muncul dalam satu pun rilis survei yang terkumpul.
- 1 sampai 17 Oktober 2025Index Politica dan IPO mengambil data pada bulan yang sama. Untuk PDIP, keduanya mencatat 19,78 persen dan 16,4 persen.
- 17 sampai 18 Januari 2026Partai Gerakan Rakyat memutuskan bertransformasi menjadi partai lewat rakernas. Partai Gema Bangsa berdeklarasi pada tanggal yang berdekatan.
- 2 sampai 8 Maret 2026Poltracking Indonesia mengambil data dengan simulasi surat suara bergambar. Ini satu satunya rilis yang memuat seluruh 18 partai.
- 15 Juni 2026KPU menyampaikan dalam rapat dengar pendapat bahwa tahapan Pemilu 2029 dimulai pada 2027. Sampai saat itu, KPU menyatakan masih memakai undang undang pemilu yang lama.
- 23 Juli 2026Partai Gerakan Rakyat mendaftar ke Kementerian Hukum. Statusnya baru menerima tanda terima dokumen, belum berbadan hukum.
- 30 Juli 2026SMRC merilis surveinya, dan Indikator membantah dokumen palsu berlabel namanya. Direktur Indikator Fauny Hidayat menyatakan lembaganya tidak pernah merilis survei nasional pada Juli 2026.
- 1 September 2026Komisioner KPU August Mellaz menyebut lembaganya sudah menyimulasikan 5 sampai 6 metode konversi suara menjadi kursi. Di antaranya d Hondt, Jefferson, Webster, Sainte Lague, dan Huntington Hill.
Seluruh tanggal berasal dari dokumen resmi dan pemberitaan yang menyebut sumber primernya, dan tiap angka survei yang disebut di sini juga ada di tabel induk Bagian 2.
Ambang batas 2029 belum ditetapkan
Setiap kali ada survei terbit, muncul hitungan siapa lolos ke Senayan dan siapa terpental. Hitungan itu memakai 3 angka yang hari ini belum satu pun ditetapkan.
Karena ketiga angka itu belum ada, hitungan siapa lolos parlemen pada 2029 belum bisa dikerjakan hari ini. Yang bisa Anda lakukan sekarang adalah menguji berbagai kemungkinan, misalnya mengubah persentase suara menjadi kursi memakai kalkulator kursi DPR metode Sainte Lague, lalu melihat sendiri seberapa besar hasilnya berubah ketika ambang batasnya diganti.
Sumber: Putusan Mahkamah Konstitusi 116/PUU-XXI/2023, Pasal 167 ayat (6) Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017, serta pernyataan KPU pada 15 Juni 2026 dan 1 September 2026.
7 hal yang perlu Anda periksa pada sebuah rilis survei
Anda tidak perlu jadi peneliti untuk menilai sebuah rilis. Tujuh hal berikut ini bisa diperiksa dalam waktu kurang dari 5 menit, dan biasanya sudah cukup untuk tahu apakah sebuah angka layak dipakai.
Daftar ini disusun dari kolom kolom yang dipakai di tabel induk Bagian 2, jadi Anda bisa langsung mengujinya pada 9 rilis di halaman ini.
Lembaga yang rilisnya tidak ditemukan
Halaman ini tidak memuat seluruh lembaga survei di Indonesia. Sepuluh nama berikut dicari dan rilis elektabilitas partai nasionalnya untuk periode Januari 2025 sampai Agustus 2026 tidak ditemukan. Rilis mereka yang terindeks umumnya bertahun 2021 sampai 2024.
Tidak ditemukan bukan berarti tidak ada. Bisa saja rilisnya terbit di kanal yang tidak terjangkau pencarian, atau hanya dipaparkan dalam acara tertutup. Begitu rilisnya ditemukan, barisnya ditambahkan ke tabel induk tanpa mengubah susunan kolomnya.
Daftar ini akan diperiksa ulang setiap kali halaman diperbarui, dan lembaga yang rilisnya sudah ditemukan dipindahkan ke tabel induk.
Kata mereka yang mengukur dan yang diukur
Enam kutipan berikut disalin apa adanya dari pemberitaan, tanpa diubah maknanya. Dua dari peneliti lembaga survei, satu dari akademisi, dua dari pengurus partai yang posisinya berbeda, dan satu dari pengamat yang kritis terhadap pemakaian survei.
Burhanuddin MuhtadiPendiri dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta
Dedi Kurnia SyahDirektur Eksekutif Indonesia Political Opinion
Kristian Widya WicaksonoPengamat politik Universitas Katolik Parahyangan
Bahtra BanongJuru Bicara Partai Gerindra, partai yang angkanya sedang tinggi
Hasto KristiyantoSekretaris Jenderal PDI Perjuangan, partai yang angkanya berada di bawah perolehan resminya
Rocky GerungPengamat politik, kritis terhadap pemakaian surveiSetiap kutipan disertai nama, jabatan, media, dan tanggal terbitnya. Isi kutipan tidak disunting, termasuk ejaan aslinya.
Apa artinya bagi Anda
Angka yang sama bisa berarti hal berbeda, tergantung Anda membacanya sebagai apa. Pilih peran yang paling dekat dengan Anda.
Berhentilah membaca judul saja. Begitu melihat angka elektabilitas di lini masa Anda, cari 3 hal: periode datanya, cara bertanyanya, dan berapa persen yang belum memutuskan. Kalau ketiganya tidak ada di berita itu, angka tersebut belum layak Anda teruskan ke grup keluarga.
Jangan membandingkan angka dua lembaga seolah keduanya bertanding. Bandingkan tiap angka ke hasil resmi Pemilu 2024, karena hanya itu yang benar benar menghitung seluruh pemilih.
Dan ingat, selisih 1 atau 2 poin antara dua partai sering lebih kecil daripada margin of error surveinya sendiri. Dalam keadaan itu, keduanya sebenarnya sedang seri.
Perlakukan angka yang beredar sebagai pengukur suhu, bukan sebagai rapor akhir. Yang pantas Anda kejar adalah konsistensi angka di beberapa lembaga yang cara bertanyanya berbeda, bukan kenaikan 1 poin di satu lembaga. Partai yang angkanya bagus hanya di simulasi bergambar dan jatuh di pertanyaan terbuka biasanya punya masalah pengenalan nama, bukan masalah dukungan.
Sebelum memesan survei sendiri, kunci dulu 3 hal di dalam kontraknya: jenis pertanyaan, cara memperlakukan responden yang belum memutuskan, dan kewajiban menyerahkan dokumen paparan. Tanpa ketiganya, Anda membayar untuk angka yang tidak bisa dipakai membandingkan gelombang berikutnya.
Untuk partai yang bergerak di kisaran 4 persen, siapkan 2 rencana sekaligus, karena ambang batas 2029 belum ditetapkan dan kedua kemungkinan masih terbuka.
Tulis jenis pertanyaan di kalimat yang sama dengan angkanya, bukan di paragraf terakhir. Pembaca yang berhenti di paragraf kedua tetap berhak tahu bahwa 26,1 persen berasal dari simulasi surat suara, sedangkan 16,9 persen berasal dari pertanyaan semi terbuka.
Hindari kata yang menyiratkan gerakan tanpa dasar pembanding yang sama. Perbandingan yang jujur adalah antargelombang di lembaga yang sama dengan metode yang sama, atau terhadap hasil resmi Pemilu 2024.
Terakhir, mintalah dokumen paparannya sebelum menulis. Kalau lembaganya tidak bisa menunjukkan, tulis apa adanya bahwa angka itu diperoleh dari kutipan, bukan dari rilis.
Bagian ini berisi penilaian dan saran Tim Riset Head Politika, bukan temuan lembaga survei yang disebut di halaman ini.
Pertama, titik nolnya kotak suara. Hasil resmi Pemilu 2024 adalah satu satunya angka di halaman ini yang menghitung seluruh pemilih. Survei menanyai sampel, dan sampel selalu datang dengan toleransi.
Kedua, cara bertanya menentukan hasilnya. Selisih 9,2 poin pada angka Gerindra antara Poltracking Indonesia periode Maret 2026 dan SMRC periode Juli 2026 muncul bersamaan dengan berubahnya cara bertanya, jumlah responden, dan lebar toleransi. Membacanya sebagai kejatuhan berarti mengabaikan tiga perubahan itu sekaligus.
Ketiga, kelompok terbesar sering justru yang belum memilih. Di rilis SMRC periode 5 sampai 19 Juli 2026, mereka mencapai 25,9 persen, lebih besar daripada partai mana pun di tabel yang sama.
Sampai ambang batas 2029 ditetapkan, papan angka ini masih papan tulis, bukan papan skor.
Pertanyaan yang sering diajukan
Pertanyaan 1Apa yang dimaksud dengan elektabilitas partai?
Elektabilitas partai adalah tingkat keterpilihan sebuah partai bila pemilihan digelar hari ini, diukur lewat survei terhadap sampel pemilih, bukan terhadap seluruh pemilih. Karena itu angkanya selalu datang bersama toleransi, dan bukan hasil resmi pemilu.
Pertanyaan 2Berapa elektabilitas partai terbaru pada 2026?
Rilis paling baru yang terkumpul di halaman ini adalah IPO periode 27 Juli sampai 3 Agustus 2026 dengan 1.200 responden dan margin of error 2,9 persen, yang mencatat Gerindra 17,5 persen, PDIP 12,8 persen, Golkar 10,4 persen, dan 24,6 persen responden belum memutuskan. SMRC periode 5 sampai 19 Juli 2026 dengan 749 responden dan margin of error 3,7 persen mencatat Gerindra 16,9 persen dan PDIP 11,7 persen. Kedua rilis memakai cara bertanya yang berbeda.
Pertanyaan 3Kenapa hasil survei antarlembaga bisa berbeda jauh?
Empat sebab yang paling sering: cara bertanya berbeda, misalnya simulasi surat suara dibanding pertanyaan semi terbuka; cakupan responden berbeda, dihitung dari seluruh responden atau hanya dari yang sudah punya pilihan; periode pengambilan data berbeda; dan ukuran sampel berbeda yang membuat lebar toleransinya juga berbeda.
Pertanyaan 4Berapa ambang batas parlemen untuk Pemilu 2029?
Belum ditetapkan sampai 10 September 2026. Mahkamah Konstitusi lewat Putusan 116/PUU-XXI/2023 yang dibacakan 29 Februari 2024 menyatakan ambang 4 persen tetap berlaku untuk Pemilu 2024, tetapi wajib diubah sebelum tahapan Pemilu 2029 dimulai. Besaran penggantinya diserahkan kepada pembentuk undang undang.
Pertanyaan 5Apakah PSI akan lolos parlemen pada 2029?
Belum bisa dijawab siapa pun hari ini, karena ambang batas parlemen untuk 2029 belum ditetapkan. Yang bisa dilaporkan adalah angkanya: PSI memperoleh 4.260.169 suara atau 2,81 persen pada Pemilu 2024, lalu tercatat 1,2 persen di Poltracking Indonesia periode 2 sampai 8 Maret 2026, 4,1 persen di SMRC periode 5 sampai 19 Juli 2026, dan 1,9 persen di IPO periode 27 Juli sampai 3 Agustus 2026.
Pertanyaan 6Kapan Pemilu 2029 dilaksanakan?
Tanggalnya belum ditetapkan KPU. Komisioner KPU menyatakan tahapan diperkirakan dimulai sekitar Juni 2027, mengikuti Pasal 167 ayat (6) Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017 yang meminta tahapan dimulai paling lambat 20 bulan sebelum hari pemungutan suara.
Pertanyaan 7Partai baru apa saja yang berpotensi ikut Pemilu 2029?
Dua yang tercatat dalam riset halaman ini. Partai Gema Bangsa menerima surat keputusan badan hukum pada 26 Maret 2025. Partai Gerakan Rakyat mendaftar ke Kementerian Hukum pada 23 Juli 2026 dan saat itu baru menerima tanda terima dokumen. Keduanya belum tentu menjadi peserta pemilu, karena ada tahapan verifikasi yang harus dilalui.
Pertanyaan 8Kenapa halaman ini tidak membuat rata rata dari beberapa lembaga?
Karena angka yang dirata ratakan berasal dari cara bertanya yang berbeda, cakupan responden yang berbeda, dan periode yang berbeda. Hasil rata ratanya keluar sebagai angka, tetapi tidak mewakili apa pun yang benar benar diukur.
Pertanyaan 9Apa itu margin of error dalam survei?
Margin of error adalah lebar toleransi sebuah angka survei karena yang ditanya hanya sampel, bukan seluruh pemilih. Angka 16,9 persen dengan margin of error 3,7 persen berarti angka sebenarnya berada di rentang 13,2 sampai 20,6 persen.
Pertanyaan 10Apa arti responden yang belum menentukan pilihan?
Mereka adalah responden yang menjawab belum tahu atau tidak menjawab saat ditanya pilihan partainya. Dalam 5 rilis yang mencantumkannya, jumlah mereka berkisar 14,3 persen sampai 25,9 persen. Di rilis SMRC periode 5 sampai 19 Juli 2026, kelompok ini lebih besar daripada partai mana pun.
Pertanyaan 11Apakah survei elektabilitas partai bisa dipercaya?
Yang lebih tepat ditanyakan bukan percaya atau tidak, melainkan apakah keterangannya lengkap. Rilis yang menyebut periode data, jumlah responden, margin of error, metode, jenis pertanyaan, dan menyediakan dokumen paparan bisa Anda periksa sendiri. Di halaman ini, 5 dari 9 rilis memenuhi keterangan itu, dan 4 lainnya ditandai sebagai keterangan tidak lengkap atau kutipan media.
Pertanyaan 12Bagaimana cara memeriksa keaslian sebuah rilis survei?
Telusuri ke kanal resmi lembaganya, bukan ke tangkapan layar yang beredar. Contohnya, dokumen berlabel Indikator Politik Indonesia bertanggal 14 sampai 24 Juli 2026 sempat tersebar di media sosial, lalu dibantah Direktur Indikator Fauny Hidayat pada 30 Juli 2026 yang menyatakan lembaganya tidak pernah merilis survei nasional pada Juli 2026.
Catatan metodologi dan transparansi
Halaman ini pelacak. Rilis baru ditambahkan sebagai baris baru di tabel induk tanpa mengubah susunan kolomnya, dan tanggal pemeriksaan data di bagian atas ikut diperbarui.
Daftar sumber
- PrimerKeputusan KPU tentang penetapan hasil Pemilu 2024, ditetapkan 20 Maret 2024, dan Keputusan KPU Nomor 1050 Tahun 2024 tentang penetapan perolehan kursi, ditetapkan 25 Agustus 2024
- PrimerRilis resmi SMRC, termasuk gelombang 5 sampai 19 Juli 2026
- PrimerKode Etik Persepi, yang mengatur kewajiban membuka metodologi dan kewenangan audit
- SekunderSINDOnews dan Tribunnews untuk rilis Indikator Politik Indonesia periode 16 sampai 21 Januari 2025
- SekunderTempo.co untuk rilis Index Politica periode 1 sampai 10 Oktober 2025
- SekunderKompas.com untuk rilis IPO periode 9 sampai 17 Oktober 2025
- SekunderTempo.co untuk hasil survei Indekstat periode 11 sampai 25 Januari 2026
- SekunderMerdeka.com untuk rilis Poltracking Indonesia periode 2 sampai 8 Maret 2026
- SekunderKumparan untuk rilis IPO periode 27 Juli sampai 3 Agustus 2026
- SekunderTempo.co untuk bantahan Indikator atas dokumen bertanggal Juli 2026
- SekunderMedia Indonesia untuk perkiraan KPU bahwa tahapan Pemilu 2029 dimulai sekitar Juni 2027
Bacaan lanjutan di Head Politika
Elektabilitas Capres 2029, untuk Anda yang ingin melihat peta tokoh, bukan peta partai.
Rumus Slovin, untuk tahu dari mana ukuran sampel dan margin of error itu berasal.
Kalkulator Rumus Slovin, kalau Anda ingin langsung menghitung jumlah sampel sendiri.
Kalkulator Kursi DPR metode Sainte Lague, untuk mengubah persentase suara menjadi kursi dan menguji berbagai ambang batas.
Apa Itu KPU, untuk memahami siapa yang berhak menetapkan hasil resmi pemilu.
Ditulis, dianalisis, dan dipublikasikan oleh Tim Riset Head Politika. Data diperiksa 10 September 2026. Bila Anda menemukan rilis survei yang belum masuk tabel di halaman ini, atau ada angka yang perlu diluruskan, kami terbuka untuk diskusi dan hak jawab.
Ingin Peta Politik Dapil Anda Dibaca dengan Data?
Diskusikan situasi Anda langsung dengan tim kami. Tanpa biaya, tanpa keterikatan, hanya pembicaraan jujur tentang peluang Anda.
Mulai Konsultasi Gratis
